10 Oleh-Oleh Khas Pati dengan Bahan dan Rasa yang Unik

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kota Pati terletak pada daerah pesisir Pantura. Daerah ini berbatasan dengan kabupaten Jepara, Kudus juga Rembang. Julukan untuk Kota Pati adalah kota bumi mina tani. Pati mempunyai banyak sekali makanan khas yang bisa dijadikan oleh-oleh, seperti sarang madu, getuk runting dan lain-lain.

Kalau kamu berencana berkunjung ke Pati, jangan lewatkan untuk membaca info oleh-oleh khas Pati berikut ini dulu ya!

1. Sarang Madu

Sarang Madu

Jika kamu berpikir makanan ini adalah sarang madu asli, tebakanmu salah. Sarang Madu merupakan makanan yang dibuat dari tepung beras biasa dan tepung beras ketan yang dicampur mengikuti aturan sajian tertentu. Bahan tadi kemudian dicampur dengan air hingga menyatu dan benar-benar mengental.

Agar kue ini menjadi terasa lebih renyah, ditambahkan bahan khusus. Sesudah bahan menjadi adonan kemudian dilakukanlah proses penggorengan. Proses penggorengan ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlu teknik khusus untuk membentuk camilan sarang madu saat digoreng.

Sebuah wadah khusus digunakan untuk menampung bahan adonan saat digoreng. Wadah itu mempunyai lubang kecil yang fungsinya agar bahan adonan bisa keluar dan membentuk sebuah sarang. Saat menggoreng pun harus ekstra hati-hati agar tidak gosong.

Setelah digoreng  kemudian dioleskan larutan gula jawa pada satu sisi sarang madu. Kekentalan larutan gula jawa yang digunakan untuk mengoles tidak boleh terlalu encer ataupun terlalu kental. Larutan gula jawa tadi akan meresap ke dalam sarang madu kalau kekentalannya tepat.

2. Kacang Khas Pati

Kacang Khas Pati

Salah satu hasil unggulan para petani di daerah Kabupaten Pati adalah kacang tanah. Di Kabupaten Pati ada 13 pabrik kacang, 11 berskala menengah dan 2 berskala besar. Kacang dari kota kabupaten ini dikenal enak dan gurih dan selalu bisa dijadikan camilan saat bersama keluarga.

Beragam jenis produk kacang  tersedia dengan variasi rasa yang bermacam-macam. Kamu bisa membeli oleh-oleh ini dari pabrik-pabrik lokal dengan skala kecil dengan rasa original dan khas yang tak bisa kamu temui di mini market manapun. Pastikan kamu untuk membeli oleh-oleh yang satu ini.

3. Jeruk Pamelo

Jeruk Pamelo

Oleh-oleh khas dari Kabupaten Pati ini hanya ada di Desa Bageng. Buah tangan yang bisa kamu beli ini bukan berupa makanan jadi melainkan sebuah buah, yaitu jeruk jenis Pamelo. Jeruk jenis ini dikenal memiliki rasa yang manis dan segar.

Jeruk ini memiliki kandungan air yang banyak sehingga terasa segar saat menikmatinya. Tekstur jeruk Pamelo lembut dan daging buahnya berwarna merah. Keunggulan lainnya adalah buah ini tak memiliki biji. Berat Pamelo bisa mencapai antara 0,80 – 3,00 kg/buah.

Buah yang kerap disebut dengan jeruk bali ini memiliki dua jenis, yakni Jeruk Pamelo Bageng Taji alias tanpa biji dan jeruk Pamelo Madu bageng. Jeruk ini mempunyai rasa manis yang membuat orang yang memakannya akan merasa ketagihan.

4. Bandeng Presto

Bandeng Presto

Ketika berkunjung ke Kota Pati, Jawa Tengah, salah satu oleh-oleh yang selalu jadi buruan para wisatawan adalah bandeng presto. Walaupun oleh-oleh khas Pati ini bisa ditemui di kota lain, tetapi bandeng presto khas Pati memiliki cita rasa yang tak kalah enaknya.

Bandeng presto adalah bandeng tulang lunak yang siap masak dan aman dikonsumsi oleh semua kalangan. Oleh-oleh khas Pati ini memiliki daging ikan yang tebal. Bandeng presto ini dibuat dari ikan bandeng hasil para petani lokal yang berada di daerah Juwana, Pati, Jawa Tengah,

Proses pembuatannya dilakukan secara modern serta higienis dan diberi campuran bumbu rahasia yang pasti akan menggugah selera. Makanan berbahan ikan bandeng ini bisa diolah jadi beragam masakan sesuai dengan selera masing-masing, seperti buat pepesan, sop ikan kuah kuning, atau bandeng goreng.

5. Getuk Lopis

Getuk Lopis

Oleh-oleh khas Pati berikutnya adalah getuk lopis. Camilan ini merupakan salah satu jenis makanan ringan dari Pati yang sayang kalau tak kamu coba saat berkunjung ke kota ini. Sayangnya, camilan ini tak bisa dijadikan oleh-oleh jika kamu tinggalnya jauh dari kota Pati karena tak tahan lama.

Lopis ini dibuat dari beras ketan yang kemudian dibungkus dengan daun pisang lalu direbus sampai matang. Umumnya lupis dijual berbarengan dengan gethuk juga petis runting. Makanan dari Pati ini biasanya ditata di piring kemudian diberi taburan kelapa parut dan diberi gula merah cair kalau suka.

Getuk lopis bisa dengan mudah kamu temukan di sepanjang jalan Pati sampai ke daerah Tayu. Seperti gethuk lainnya harga per bungkusnya hanya berkisar Rp2.000 – Rp2.500 saja.

6. Kue Moho

Kue Moho

Pernah dengar kue moho sebelumnya? Untuk kamu yang asing dengan namanya, pasti kamu berpikir oleh – oleh macam apa makanan yang dari Pati ini. Moho yang menjadi salah satu oleh-oleh dari Pati ini merupakan kue tradisional yang bisa kamu temukan di pasar tradisional juga toko-toko makanan.

Yang menjadikan makanan ini unik adalah bahannya sangat sederhana juga prosesnya masih sangat tradisional. Moho dibuat dari tepung terigu dan dibuat dengan resep asli khas Pati yang sudah turun-temurun. Bahan lainnya adalah air tape singkong dan ragi.

Kue moho mempunyai warna khas di bagian atas juga bawah. Proses pengukusan kue memakai api dari kayu bakar kulit kapuk randu. Dibandingkan menggunakan kompor, tingkat kematangan kue memakai cara ini lebh cepat dan tepat. Kue ini bisa bertahan sampai 4 hari.

Jadi kalau kamu tertarik untuk membawa kue moho sebagai oleh-oleh khas Pati, sangat bisa sekali. Selain itu harganya juga terjangkau. Kue ini dijual mulai dari Rp500 sampai Rp1.000 bergantung dari ukuran kue mohonya.

7. Kerupuk Ampo

Kerupuk Ampo

Kerupuk ampo bahan dasarnya beda dari kerupuk kebanyakan. Bahan yang digunakan adalah tanah liat yang dikeringkan. Tanah liat yang jadi bahan utama tersebut kemudian diolah menjadi sebuah potongan – potongan tipis yang terlihat seperti kerupuk.

Oleh-oleh khas Pati ini banyak membuat para wisatawan menjadi penasaran karena bahan yang digunakannya. Apa rasanya makan tanah liat? Meskipun dibuat dari bahan tanah liat, kerupuk ini rasanya mirip dengan stik cokelat.

Sayangnya sekarang kerupuk ampo sudah jarang ditemukan karena di kota asalnya, Pati, sudah jarang diproduksi. Meski susah untuk mendapatkannya, kamu masih bisa menjumpainya di toko-toko di daerah Pati dan harganya cukup terjangkau.

8. Kerupuk Daging

Kerupuk Daging

Kerupuk daging adalah salah satu oleh-oleh khas Pati yang dibuat bahan dasar daging sapi, daging ikan, ataupun daging kambing. Cara mengolah bahan kerupuk ini pun tak jauh beda dari kerupuk lain. Seperti halnya kerupuk ampo, kerupuk daging juga sekarang sudah susah dijumpai.

Akibat mahalnya bahan utama yang digunakan untuk membuat kerupuk daging, tak heran jika penjual kerupuk ini semakin menurun. Ternyata tak hanya dagingnya yang bisa dibuat jadi kerupuk, kulit daging pun bisa dibuat jadi kerupuk.

9. Telur Lurik

Telur Lurik

Oleh-oleh lain khas Pati yang memiliki nama yang aneh adalah telur yang satu ini. Namanya akan membuat kamu kebingungan. Nama telur ini adalah telur lurik. Meskipun aneh, telur lurik adalah salah satu kuliner khas kota Pati yang bisa kamu bawa pulang untuk jadi oleh-oleh.

Penasaran dengan cara pengolahannya? Ternyata telur ini diolah dengan cara diasapi sehingga cangkang telur itu berubah warna jadi kecokelatan. Soal rasa, meski terlihat seperti gosong di luar, rasa telur lurik sangat nikmat. Dijamin bisa ketagihan sesudah mencicipinya.

10. Getuk Runting

Getuk Runting

Diberi nama Runting karena getuk ini asalnya dari Desa Runting, yaitu sebuah desa di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Kamu bisa mendapati getuk ini dijual di sepanjang jalan Tayu-Pati yang ternyata merupakan daerah Desa Runting.

Bahan dasar getuk ini mudah didapat, yaitu sinkong. Cara mengolahnya yaitu dengan mengukus singkong terlebih dahulu kemudian ditumbuk sampai pulen. Ketika sedan menumbuk singkong tersebut, kamu bisa menambahkan juga garam supaya getuk terasa gurih.

Oleh-oleh ini dijual dengan harga sekitar Rp2.000 sampai Rp2.500. Untuk getuk yang akan dibawa pulang dibungkus dengan daun pisang dengan harga Rp1.000 saja. Tentunya porsinya lebih sedikit. Camilan ini tak bisa bertahan lama, hanya sehari.

Kalau kamu berkunjung ke daerah Pati, pastikan kamu tak ketinggalan untuk membawa makanan-makanan sebagai oleh-oleh. Kamu bisa memilih salah satu oleh-oleh di atas untuk dijadikan buah tangan saat pulang dari Pati.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *