Inilah 10 Peninggalan Sejarah Kerajaan Tarumanegara

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kehidupan manusia memang tak bisa dilepaskan dari berbagai sejarah kehidupan. Melalui peninggalan sejarah, generasi muda memang bisa melihat gambaran kehidupan masyarakat di masa lampau. Hal tersebut tentu dapat menumbuhkan kebanggaan serta rasa cinta pada tanah air semakin besar.

Nah, untuk membantu mewujudkan hal tersebut. Maka kali ini Keluyuran telah merangkum 10 Peninggalan Sejarah Kerajaan Tarumanegara yang wajib kamu tahu. Simak ulasannya berikut ini ya!

1. Prasasti Tugu

Prasasti Tugu

Prasasti Tugu merupakan peninggalan sejarah pada masa kerajaan Tarumanegara yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-5. Batu tulis yang berada di kecamatan Koja, Jakarta Utara ini pertama kali dilaporkan penemuannya pada tahun 1879. Manuskrip yang tertera dalam prasasti ditulis dalam aksara Pallawa dengan menggunakan bahasa Sansekerta.

Isinya sendiri mengenai penggalian dua sungai bernama Candrabhaga dan Gomati pada masa pemerintahan Raja Purnawarman di tahun ke-22. Dalam prasasti tersebut juga diceritakan bahwa sungai Gomati yang dibuat melewati kediaman sang Raja tersebut memerlukan waktu 21 hari dalam pembuatannya.

2. Prasasti Kebon Kopi I

Prasasti Kebon Kopi I

Prasasti Kebon Kopi I atau Prasasti Tapak Gajah merupakan sebuah batu tulis yang pertama kali dilaporkan pada abad Ke-19, yaitu pada tahun 1863 oleh Jonathan Rig. Lokasi prasasti itu sendiri berada di Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor. Dalam prasasti tersebut terdapat cetakan dua telapak kaki Gajah, yang konon merupakan tunggangan dari raja Purnawarman.

Dalam prasasti tersebut juga terdapat sejumlah keterangan yang ditulis dalam aksara Pallawa serta menggunakan bahasa Sansekerta. Isinya sendiri secara garis besar memberitahukan bahwa dalam batu tersebut terdapat cetakan sepasang telapak kaki yang mirip dengan Airawata, gajah yang disebut penguasa Taruma.

3. Prasasti Jambu

Prasasti Jambu

Prasasti Jambu merupakan peninggalan lainnya dari kerajaan Tarumanegara. Dinamakan prasasti Jambu karena prasasti ini pertama kali ditemukan di sebuah perkebunan Jambu yang terletak di Pasir Sikoleangkak, Pasir Gintung, Parakanmuncang, Kabupaten Bogor pada tahun 1954.

Prasasti Jambu sendiri berisi cetakan telapak kaki raja Purnawarman dengan sebuah keterangan yang menggambarkan  tentang sosoknya yang gagah, jujur, masyhur serta memiliki baju zirah yang tidak dapat ditembus oleh senjata musuh. Prasasti tersebut ditulis dalam huruf Pallawa dengan menggunakan bahasa Sansekerta.

4. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten

Prasasti yang berada di tepi sungai Cisadane ini pertama kali ditemukan pada tahun 1864 oleh N.W. Hoepermans. Sampai saat ini Prasasti Muara Cianten memang masih menjadi misteri. Mengingat tulisan yang terdapat dalam bantuan andesit berdiameter cukup besar tersebut telah terkikis air sehingga sulit untuk dibaca.

Meskipun demikian para ahli sendiri menduga manuskrip yang terdapat dalam batu tersebut menggunakan huruf Sangkha. Hal tersebut berdasarkan beberapa karakteristik huruf yang dinilai mirip dengan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun.

5. Candi Cibuaya

Candi Cibuaya

Situs Candi Cibuaya merupakan salah satu peninggalan sejarah kerajaan Tarumanegara yang lokasinya berada di Desa Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Candi Cibuaya sendiri mulai pertama kali terdeteksi setelah arca Wisnu Cibuaya I yang diduga peninggalan dari abad ke-7 ditemukan.

Sebelumnya keberadaan Wisnu Cibuaya sendiri masih menjadi sebuah perbincangan hangat. Mengingat tak ada informasi lebih selain struktur arca yang mirip dengan peninggalan Kerajaan Hindu.

Akan tetapi berdasarkan kesamaan karakteristik dari beberapa benda bersejarah peninggalan kerajaan Tarumanegara yang telah ditemukan sebelumnya. Situs tersebut pada akhirnya diidentifikasi sebagai peninggalan Tarumanegara dari Dinasti Purnawarman.

6. Prasasti Kebon Kopi II

Prasasti Kebon Kopi II

Prasasti Kebonkopi II atau disebut juga dengan Prasasti Rakyan Juru Pangambat merupakan prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara selanjutnya yang ditemukan di kampung Muara, Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Prasasti ini ditulis dalam huruf Kawi dengan menggunakan bahasa Melayu Kuno.

Penemuan prasasti ini memang sempat menjadi misteri. Mengingat beberapa informasi yang ditulis tidak memiliki akurasi yang tepat. Hanya saja dari isinya sendiri diduga prasasti tersebut mengenai seorang raja Sunda yang lihai dalam berburu dan telah dikembalikan status kekuasaannya.

7. Prasasti Cidanghiyang/Lebak

Prasasti Cidanghiyang/Lebak

Selanjutnya ada prasasti Cidanghiyang/Lebak. Prasasti bersejarah yang berasal dari kerajaan Tarumanegara ini berada di tepi aliran Sungai Cidanghiyang di Desa Lebak, Kabupaten Pandeglang, Banten. Prasasti ini pertama kali ditemukan oleh Toebagus Roesjan pada tahun 1947. Wilayah ini memang termasuk dalam peta kekuasaan kerajaan Tarumanegara di masa lalu.

Prasastinya sendiri memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Prasasti Tugu yang ditemukan di Koja, Jakarta. Prasasti tersebut merupakan tanda kekuasaan sang raja di wilayah tersebut. Isi prasastinya mengenai karakter sang raja yang dikenal memiliki keperwiraan, keagungan, dan keberanian sebagai seorang raja.

8. Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi  merupakan peninggalan sejarah kerajaan Tarumanegara selanjutnya yang berada di bukit Pasir Awi, Cipamingkis, Kabupaten Bogor. Prasasti Pasir Awi pertama kali ditemukan oleh N.W. Hoepermans. S, seorang arkeolog asal Belanda pada tahun 1864.

Prasasti ini menunjukan pahatan sepasang telapak kaki yang sedang menghadap ke arah utara dan timur. Kaki tersebut diduga milik raja Purnawarman. Karakteristik yang ditunjukkan oleh Prasasti ini memang serupa dengan prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara yang lain seperti Prasasti Ciaruteun dan Prasasti Pasir Jambu.

9. Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun atau yang disebut juga dengan prasasti Ciampea. Merupakan prasasti yang ditemukan di Sungai Sadane yang berada di Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada tahun 1863. Prasasti ini menunjukan jejak sepasang telapak kaki dengan keterangan yang ditulis dalam huruf Pallawa menggunakan bahasa Sansekerta.

Isinya sendiri merupakan pesan yang menunjukan bahwa wilayah tersebut merupakan daerah kekuasaan sang raja. Dalam prasasti tersebut juga disebutkan bahwa telapak kaki sang raja mirip dengan telapak kaki Dewa Wisnu dimana Dewa Wisnu sendiri dalam ajaran Hindu dikenal sebagai Dewa Pemelihara.

10. Candi Batujaya

Candi Batujaya

‌Candi Batujaya merupakan salah satu situs bangunan bersejarah peninggalan kerajaan Tarumanegara yang ada di kota Karawang, Jawa Barat. Struktur bangunan yang berdiri di atas lahan 500 hektare tersebut diketahui merupakan candi peninggalan sejarah tertua yang ada di Indonesia.

Hal itu berdasarkan informasi dari sejumlah artefak yang juga ditemukan di lokasi yang sama oleh para arkeolog. Di lokasi komplek sendiri terdapat 62 bangunan candi yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-4 Masehi.

Menurut catatan sejarah yang ditemukan, konon salah satu kerajaan di Indonesia tersebut merupakan Kerajaan Hindu beraliran yang beraliran Wisnu. Beberapa candi yang cukup populer yang ada di sana antara lain Candi Jiwa, Candi Kukus dan Candi Blandongan.

Nah, itulah 10 Peninggalan Sejarah kerajaan Tarumanegara yang berhasil kami rangkum untuk kamu. Sisa-sisa peninggalan tersebut merupakan identitas negara yang wajib kita jaga kelestariannya agar sampai pada generasi setelah kita. Semoga informasi di atas bisa menjadikan kita semakin cinta akan tanah air dan sejarah bangsa.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *