6 Jenis Transportasi di Singapura yang Harus Kamu Coba

Ditulis oleh Imma

Memiliki rencana berlibur ke Singapura secara mandiri atau backpacker? Siapa takut? Ya! Negara Singapura memang sudah terkenal sebagai negara maju yang memiliki sistem transportasi yang baik dan tertata, sehingga memudahkan siapapun yang ingin menjelajahi setiap kawasan di negara ini. Bukan hanya mudah dan murah, menggunakan transportasi publik di Singapura juga dinilai nyaman, cepat, dan juga efisien.

Nah, bagi kamu yang sudah memiliki rencana perjalanan ke Singapura, ada baiknya kamu mengetahui jenis transportasi umum apa saja yang bisa mengantarkan kamu menuju berbagai tempat wisata menarik di negeri Merlion ini. Berikut adalah ulasan lengkapnya versi Keluyuran.

1. Mass Rapid Transit (MRT)

Mrt Singapura

* sumber: id.wikipedia.org

Moda transportasi yang satu ini memang yang paling populer di kalangan wisatawan. Bukan tanpa alasan, jangkauan Mass Rapid Transit atau MRT memang sangat luas, yaitu hampir ke setiap bagian daerah di Singapura. Hampir seluruh landmark dan tempat wisata populer di Singapura dapat dengan mudah kamu datangi hanya dengan menumpangi MRT ini.

Terdiri dari 4 jalur utama yang saling terintegrasi, cara menggunakan MRT di Singapura pun tergolong mudah. Kamu dapat membeli tiket untuk satu kali jalan di vending machine yang tersedia di setiap stasiun. Tarifnya sendiri berkisar antara 1 sampai 1,5 SGD, dengan interval kedatangan sekitar 3 sampai 5 menit sekali.

Namun, agar lebih hemat uang dan waktu, kamu dapat membeli kartu transportasi seperti Ez Link atau Singapore Tourist Pass (STP). Selain memberi potongan harga, kartu tersebut dapat kamu isi ulang dalam jumlah tertentu, sehingga kamu tidak perlu mengantri di vending machine setiap kali akan melakukan perjalanan. Oh iya! Jangan lupa dicatat, MRT ini beroperasi mulai dari pukul 05.30 pagi hingga pukul 11-12 malam.

2. Light Rail Transit (LRT)

LRT Singapura

* sumber: en.wikipedia.org

Meski tidak sepopuler MRT, nyatanya satu-satunya negara maju di Asia Tenggara ini juga memiliki transportasi berbasis rel lainnya yaitu Light Rail Transit atau LRT. LRT bukanlah transportasi primadona para turis karena memang jalur LRT tidak menuju ke tempat-tempat wisata, melainkan menuju kawasan perumahan penduduk Singapura.

Jalur LRT terdiri dari 3 jalur yang menjangkau kawasan perumahan di daerah Bukit Panjang, Sengkang, dan Punggol. Dibuat dengan sistem elevated atau melayang, ke semua jalur LRT ini tentunya terintegrasi ke stasiun MRT yang memiliki jangkauan lebih luas. Jadi, bisa dibilang LRT ini merupakan penyambung kawasan pinggiran yang tidak terjangkau oleh jalur MRT yang sebagian besar mengcover pusat kota.

3. Bus

Bus Singapura

* sumber: www.befreetour.com

Transportasi umum yang tidak kalah nyaman dari MRT adalah bus. Bagi kamu yang cukup lelah untuk berjalan dan naik turun tangga seperti halnya ketika naik MRT, maka menggunakan bus adalah pilihan yang paling tepat. Jangkauan dari rute bus di Singapura juga terbilang cukup luas. Apalagi halte-halte bus dapat kamu temukan dengan mudah di sekitaran kawasan wisata, sebut saja di kawasan Orchard, Clarke Quay, Chinatown, Bugis, dan masih banyak lagi.

Tarif menggunakan bus bisa dibilang sedikit lebih murah dari  MRT. Kamu bisa membayar dengan uang tunai pecahan kecil atau receh, atau dengan kartu transportasi Ez Link untuk mendapatkan potongan harga. Bus-bus di Singapura sangat nyaman dengan lalu lintas yang nyaris tanpa macet. Apalagi beberapa bus berbentuk dua tingkat sehingga dapat menampung penumpang dalam jumlah banyak.

Hal yang perlu diperhatikan ketika menaiki bus di Singapura adalah nomor bus dan rute yang dilaluinya. Tidak perlu khawatir akan tersesat, karena informasi mengenai hal tersebut tertera dengan sangat jelas di setiap halte bus.


4. Taksi

Taksi Singapura

* sumber: www.straitstimes.com

Beralih ke transportasi umum yang cukup merogoh kocek cukup dalam, yaitu taksi. Seperti halnya di kota besar lainnya, taksi di Singapura juga tergolong mahal. Bahkan, taksi di sini menerapkan charge tambahan untuk jam sibuk, dan akan lebih mahal lagi ketika sudah memasuki tengah malam.

Taksi di Singapura dibedakan menjadi dua yaitu taksi reguler dan taksi premium. Perbedaannya apa? Tentu saja jenis mobil dan tarif yang diberlakukan. Selain itu, perlu diingat bahwa taksi hanya diperuntukkan untuk maksimal 4 orang, dan tidak bisa diberhentikan di sembarang tempat, selain di Taxi Stand.

Meskipun terbilang cukup mahal, namun tidak ada salahnya jika kamu menggunakan taksi pada saat memang diperlukan seperti ketika membawa cukup banyak bagasi, atau bersama anak-anak. Kamu juga bisa melakukan sharing cost bersama teman agar lebih hemat ketika menggunakan taksi.

5. Armada Online

Grab Singapore

* sumber: www.imoney.sg

Bukan hanya di Indonesia, kamu juga dapat menemukan layanan armada online di negeri singa, Singapura. Bahkan, nama brand penyedia jasa layanan ini tentu tidak asing lagi di telinga kamu. Namun perlu diingat bahwa di Singapura kendaraan roda dua atau motor tidak diijinkan sebagai transportasi umum. Maka dari itu, kamu hanya akan menemukan layanan online roda empat atau mobil.

  • Grab

Grab merupakan layanan ride-hailing yang sudah cukup lama beroperasi di Singapura bersama pesaing terdahulunya Uber, yang kini telah diakuisisi oleh Grab. Seperti halnya di tanah air, cara menggunakan layanan ini pun sama saja. Jika kamu telah memiliki aplikasi ini sebelumnya, maka kamu bisa langsung memesan armada melalui layanan ini.

  • Gojek

Meski terbilang baru melebarkan sayapnya di Singapura, kamu patut bangga karena aplikasi karya anak bangsa ini dapat menembus pasar Singapura. Jadi, jangan ragu untuk menggunakan aplikasi ini ketika hendak bepergian di Singapura.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram