10 Oleh-Oleh Khas Ponorogo yang Bisa Kamu Bawa Pulang

Ditulis oleh Suci Maharani R - Diperbaharui 26 Desember 2020

Saat mendengar nama Ponorogo, pasti kita akan langsung teringat dengan kesenian tari Reog nya yang memukau. Bukan hanya Reog, Kabupaten Ponorogo juga terkenal sebagai Kota Santri, karena ada begitu banyak pondok pesantren disana. Kabupaten Ponorogo menyediakan berbagai wisata, seperti religi, wisata alam, kesenian hingga kuliner yang nikmat.

Sudah cape menikmati indahnya Kota Ponorogo, jangan sampai lupa untuk membeli oleh-oleh dong. Seperti yang sudah di sebutkan di atas, Kota Ponorogo juga memiliki banyak kuliner dan berbagai souvenir yang bagus. Jadi tidak akan lengkap rasanya kalau tidak membawa pulang beberapa camilan atau kesenian khas Ponorogo ke rumah.

Kali ini kita akan membahas mengenai 10 oleh-oleh khas Kota Ponorogo yang wajib banget kamu bawa pulang kerumah. Ikutin terus informasi lengkap di bawah ini.

1. Jenang Mirah

Jenang Mirah

Saat mengunjungi Ponorogo kamu tidak boleh melewatkan oleh-oleh satu ini, yaitu Jenang Mirah. Jenang Mirah adalah oleh-oleh khas Ponorogo yang cocok untuk kamu berikan pada orang tua di rumah. Jenang Mirah ini memiliki tekstur yang legit dan manis saat di makan. Jenang Mirah terbuat dari tepung ketan yang dimasak dengan santan kelapa dengan tambahan gula jawa.

Kamu bisa mendapatkan Jenang Mirah di banyak tempat di Ponorogo dengan harga sekitar Rp15.000 saja. Kamu bisa datang ke sentra oleh-oleh khas Ponorogo yang ada di Jl. kH. Moh. Mansyur No. 21, Wetan, Josari, Jetis.

2. Thoring

Thoring

Thoring mungkin agak asing yah di telinga kalian, tapi kalau letho pasti sudah banyak yang tahu. Biasanya Letho dibuat dalam versi basah, untuk versi keringnya di namakan Thoring. Thoring juga merupakan salah satu camilan khas Kabupaten Ponorogo yang harus kamu bawa pulang.

Meski dibuat dalam versi kering bukan berarti rasa Letho asli hilang, justru rasanya sama seperti aslinya. Thoring terbuat dari tepung singkong yang dipadukan dengan rempah-rempah dengan harga murah meriah. Kamu bisa mendapatkan Thoring di banyak sentra oleh-oleh Ponorogo, harganya sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 saja.

3. Bumbu Rujak Petis Welirang

Bumbu Rujak Petis Welirang

* sumber: www.kaskus.co.id

Salah satu kuliner khas Ponorogo yang menggoyang lidah banget nih yaitu rujak petisnya. Meski dinamakan rujak, kuliner ini ternyata bukan berisi buah-buahan melainkan sayuran mirip gado-gado. Rujak Petis ini cocok banget untuk kamu yang menyukai rasa pedas dan bumbu kacang.

Kalau kamu berpikir untuk membawa Rujak Petis sebagai oleh-oleh rasanya tidak mungkin yah. Tapi kamu bisa membawa bumbu Rujak Petis dan membuatnya sendiri di rumah. Kamu bisa membeli bumbu rujak petis di toko oleh-oleh khas Ponorogo. Sedangkan bahan rujak kamu bisa dapatkan dengan mudah seperti tahu, tempe, kangkung, tauge, kol, buncis, mentimun dan lainnya.

4. Madu Mongso

Madu Mongso

* sumber: m.omiyago.com

Madu Mongso adalah jajanan khas Ponorogo yang sangat terkenal. Madu Mongso dulunya adalah makanan istimewa karena hanya disajikan untuk para Raja saja. Jajanan ini diperkirakan sudah ada sejak Zaman Kerajaan Mataram kuno. Madu Mongso ini terbuat dari ketan hitam yang difermentasi lalu di masak dengan gula dalam waktu yang lama.

Madu Mongso ini memiliki ciri khas yang unik, dimana jajanan ini di bungkus dalam bungkus warna warni. Meski terkenal justru membuat Madu Mongso kini menjadi salah satu jajanan khas Ponorogo yang langka. Karena untuk membuat jajanan ini ternyata memiliki proses panjang dan waktu yang lama.

5. Getuk Golan

Getuk Golan

* sumber: 7terbaik.com

Makan ini menjadi makanan khas bagi orang-orang Jawa, yaitu Getuk Golan. Getuk Golan terbuat dari singkong yang dikukus hingga matang. Singkong yang ditumbuk akan diberikan gula Jawa agar mendapatkan rasa manis khas Jawa. Keunikan dari Getuk Golan adalah getuk ini disajikan dengan ketan hitam dan taburan kelapa parut dan disiram gula Jawa.

Salah satu penjual Getuk Golan yang paling terkenal di Kabupaten Ponorogo adalah Getuk Golan Mbok Bon. Hanya mengeluarkan uang tidak lebih dari Rp5000 rupiah, kamu bisa mendapatkan satu porsi Getuk Golan yang manis.

6. Topi Caping

Topi Caping

Topi Caping mungkin tidak akan kamu lihat di kota-kota besar seperti Jakarta. Topi Caping memang dikenal sebagai topinya para petani saat di ladang. Topi Caping bisa jadi oleh-oleh yang bisa dijadikan hiasan untuk memperindah dinding rumah loh.Kini sudah banyak kerajinan Topi Caping yang disulap menjadi hiasan yang cantik dan indah.

Topi-topi ini di beri warna dan dilukis dengan berbagai corak. Kamu bisa mendapatkannya di berbagai tempat yang menjual kerajinan tangan khas Ponorogo. Topi Caping sendiri terbuat dari anyaman bambu, meski terlihat sederhana, ternyata proses pembuatan Topi Caping cukup rumit.

7. Topeng Reog Mini

Topeng Reog Mini

Saat ke Ponorogo kamu wajib banget untuk membawa pulang topeng Reog berukuran mini sebagai souvenir. Reog Ponorogo adalah salah satu tarian tradisional yang menjadi ikonnya Ponorogo. Reog merupakan salah satu budaya Indonesia yang kental dengan bau mistis dan ilmu kebatinan yang masih kuat.

Kamu bisa mendapatkan berbagai ukuran topeng Reog yang bisa kamu pajang di rumah. Untuk mendapatkannya, kamu bisa mencari topeng ini di berbagai sentra kerajinan khas Ponorogo. Harga topeng ini cukup mahal berkisar Rp200.000 hingga R500.00 tergantung ukuran yang kamu pilih.

8. Gerabah Plancungan

Gerabah Plancungan

Satu lagi kerajinan tangan khas Kabupaten Ponorogo yang bisa jadi inspirasi oleh-oleh untuk kamu bawa pulang. Gerabah Plancungan adalah salah satu kerajinan tangan yang sudah menjadi warisan turun temurun. Gerabah ini terbuat dari tanah liat yang campur dengan tanah lainnya dan air yang digiling secara manual dengan kaki.

Seperti namanya Gerabah Plancungan, gerabah ini bisa kamu temukan di Desa Plancungan, Slahung Ponorogo. Selain dapat membeli gerabah, kamu juga bisa melihat langsung proses pembuatan gerabah bahkan mencoba membuatnya sendiri.

9. Kerajinan Bambu

Kerajinan Bambu

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=eQYM__Eksto

Kerajinan tangan lainnya yang juga menjadi khasnya dari Kabupaten Ponorogo adalah kerajinan dari bambu. Ada banyak kerajinan bambu yang bisa kamu bawa pulang, salah satunya adalah cangkir dan teko ukiran. Selain itu cangkir dan teko ini juga memiliki banyak motif gambar yang cantik, yang bisa kamu pilih untuk dibawa pulang.

Harga dari kerajinan ini juga cukup terjangkau loh, untuk satu set dihargai sekitar Rp150.000 hingga Rp300.000. Harga ini tergantung ukuran, model dan motif yang kamu pilih, semakin rumit motif dan besar semakin mahal harganya.

10. Rompi Khas Ponorogo

Rompi Khas Ponorogo

Rompi khas Ponorogo adalah rompi yang bisa kita lihat digunakan oleh para pemain Reog. Rompi ini biasanya berwarna merah yang khas sekali dengan Reog. Rompi ini bisa kamu lihat digunakan oleh Patih Bujangganong yang memerankan tokoh protagonis dalam tarian Reog.

Rompi ini bisa kamu jadikan pajangan yang unik dan tradisional bersama topeng Reog. Harga rompi ini juga relatif murah tapi nilai seninya sangat tinggi. Beberapa rompi bahkan memiliki motif yang khusus sehingga harganya menjadi lebih mahal.

Kita sudah jelasin nih, berbagai macam oleh-oleh khas Ponorogo yang bisa kamu bawa pulang, sekarang kamu tinggal pilih saja oleh-oleh mana yang mau dibawa pulang. Ada oleh-oleh berupa makanan hingga souvenir khas Ponorogo. Tapi, kalau kamu punya rekomendasi lain tentang oleh-oleh Ponorogo, langsung tuliskan di kolom komentar, ya!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram