Yuk, Mengenal Budaya & Pakaian Adat Suku Sasak di Lombok!

Lombok merupakan pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam, budaya, hingga kuliner. Namun, kali ini Keluyuran bukan membahas tentang tempat wisata yang ada di Lombok, melainkan tentang budayanya. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini.

Budaya Pernikahan Suku Sasak

Budaya Pernikahan Suku SasakSumber: etnis.id

Bicara soal budaya, Lombok dikenal dengan suku Sasak sebagai suku asli dari Pulau 1000 Masjid ini. Mayoritas masyarakat Suku Sasak beragama Islam, tetapi uniknya, ada beberapa praktik keagamaan yang berbeda dengan ajaran Islam pada umumnya. Itu karena Suku Sasak masih memegang teguh adat istiadat secara turun-temurun.

Adat Suku Sasak yang paling mudah ditemukan adalah saat menjelang resepsi perkawinan. Dimana jika perempuan mau dinikahkan, maka harus mengikuti prosesi “kawin lari” atau “kawin culik”. Perempuan akan diculik oleh pihak lelaki selama beberapa hari, dengan catatan gadis tersebut harus sudah siap untuk dinikahkan oleh pihak lelaki.

Budaya kawin culik ini selalu dilakukan sampai saat ini, terutama bagi masyarakat asli Sasak yang tinggal di Desa Sasak Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Di sini pihak lelaki tidak bisa sembarangan menculik, karena tetap ada aturan yang perlu ditepati. Lelaki yang akan meminang harus membawa beberapa kerabat sebagai saksi.

Selepas melakukan penculikan terhadap gadis yang akan dipinang, selanjutnya rombongan pria melakukan prosesi ‘nyelabar’ yang jumlahnya terdiri dari 5 orang, dan wajib mengenakan pakaian adat. Prosesi ini dilakukan untuk memberitahukan kepada keluarga perempuan bahwa anak gadisnya sedang diculik di suatu tempat untuk dinikahkan. Budaya yang unik bukan?

Pakaian Adat Suku Sasak

Itulah sekilas tentang adat Lombok yang perlu diketahui. Setiap suku dan budaya, tentu memiliki pakaian adat masing-masing dengan keunikan yang dimiliki. Begitupun dengan Suku Sasak di Lombok. Tenun dan songket tak pernah lepas dari budaya masyarakat Suku Sasak. Jika kamu penasaran dengan budaya di Lombok, yuk ketahui pakaian adat Lombok!

1. Pegon untuk Laki-Laki

Pakaian adat Suku Sasak Lombok untuk laki-laki, dikenal dengan nama Pegon. Baju adat ini merupakan hasil adaptasi antara budaya Jawa dan Eropa yang kemudian dibawa ke wilayah Nusa Tenggara Barat. Pegon sering digunakan saat upacara adat besar, sehingga disebut juga sebagai sebuah kebesaran dan keagungan bagi masyarakat Suku Sasak.

Inilah komponen pakaian adat bagi laki-laki Suku Sasak :

  • Sapuq : Ikat kepala yang terbuat dari songket khas Lombok. Sapuq menjadi pelindung kepala yang menutupi bagian ubun-ubun. Motif sapuq dan songket yang menjadi bawahan harus sama. Penggunaan sapuq dimaksudkan untuk menjaga pikiran dari hal-hal yang tidak baik.
  • Leang : Kain yang menutupi bagian luar pakaian. Leang biasanya dipasangkan dengan kain yang dipakai di bagian dalam, atau biasa disebut slewoq. Kain ini terbuat dari songket yang pada bagian depan dibentuk dengan pola khas Suku Sasak, bagian ujungnya dibiarkan menjulur ke bawah sebagai simbol kerendahan hati.
  • Selepan : Senjata tajam yang di selipkan ke dalam leang.
  • Pegon : Jas khas Suku Sasak yang menutupi bagian punggung. Kemudian di bagian depan dikancingkan secara penuh, kecuali kancing paling bawah. Menandakan keagungan seorang pria dan kesopanan terhadap sesame.
  • Slewoq : Kain yang diikat pada bagian pinggang dan digulung seperti sarung. Bagian ujungnya dibuat melancip dan terlipat seperti kipas.

2. Lambung untuk Perempuan

Lambung untuk Perempuan

Pakaian adat masyarakat Suku Sasak untuk perempuan bernama Lambung. Pakaian adat ini biasa digunakan untuk menyambut kedatangan tamu ketika diadakan upacara adat, seperti Nyongkol atau Mendakin. Umumnya, pakaian Lambung terdapat kerah berbentuk V yang dilengkapi dengan hiasan pada pinggir baju.

Inilah komponen yang ada pada pakaian adat bagi perempuan Suku Sasak :

  • Pangkak : Mahkota emas diselipkan disela-sela konde. Umumnya mahkota ini berbentuk bunga cempaka dan bunga mawar.
  • Tangkong : Baju berwarna gelap yang terbuat dari beludru atau brokat. Baju ini melambangkan keagungan bagi perempuan.
  • Tongkak : Kain yang dililitkan ke pinggang seperti sabuk, dan bagian ujung rumbai diletakkan di samping kiri sebagai lambang kesuburan dan pengabdian perempuan Sasak.
  • Lempot : Kain tenun dengan motif khas Lombok yang ditaruh di pundak. Penggunaan kain ini memiliki makna kasih sayang.
  • Kereng : Songket khas Lombok yang dijadikan sebagai penutup kaki, dililitkan pada pinggang dengan panjang sampai batas mata kaki. Penggunaan songket ini merupakan lambang kesopanan dan kesuburan bagi perempuan.
  • Aksesoris pelengkap seperti kalung, dan rantai perak sebagai ikat pinggang.

Itulah ulasan tentang pakaian adat Lombok yang perlu kamu ketahui. Pakaian adat ini banyak digunakan saat menggelar acara budaya seperti pernikahan, syukuran, festival, dan acara tentang budaya lainnya.

Keanekaragaman budaya di Indonesia sangat kaya. Ada banyak adat dan budaya yang perlu diketahui masyarakat Indonesia, salah satunya tentang Suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok. Suku Sasak memiliki arti satu. Sedangkan Lombok memiliki arti lurus dimana jika disatukan, Sasak dan Lombok adalah sesuatu jalan yang lurus.

Tentang Suku Sasak di Lombok

Saat berlibur ke Lombok, kamu akan mudah menemukan masyarakat asli Suku Sasak di Desa Sasak Sade. Desa ini berada di Lombok Tengah dan jaraknya tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Lombok, mengarah ke Kuta Mandalika. Di Desa Sasak Sade bukan hanya bisa melihat langsung budaya dan adat Suku Sasak, melainkan kamu bisa belajar banyak hal tentang Sasak Lombok.

Desa Sasak Sade sangat terbuka terhadap turis baik itu lokal maupun mancanegara. Berkunjung ke desa ini, kamu dapat mengetahui lebih dalam tentang budaya Sasak yang tak pernah berhenti dilestarikan dan dipromosikan sebagai budaya asli di Indonesia.

Perempuan asli Suku Sasak wajib bisa membuat tenun. Mereka sudah diajarkan untuk menenun sejak masih anak-anak. Bagi perempuan Sasak, belum boleh menikah jika belum bisa membuat tenun. Itu mengapa tradisi tenun dari Lombok, khususnya Desa Sasak Sade masih terus dilestarikan. Mereka tak segan untuk memperkenalkan tenun khas Lombok kepada wisatawan.

Ketika mengeksplor Desa Sasak Sade, kamu bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan tenun mulai dari tenun selendang, sampai songket. Bagi wisatawan, bisa juga mencoba belajar membuat tenun yang akan dipandu langsung oleh penenun asli Suku Sasak. Proses pembuatan tenun mulai dari 1 minggu sampai 1 bulan tergantung tingkat kesulitan dari tenun itu sendiri.

Uniknya lagi, setiap wisatawan diizinkan untuk memakai baju adat Lombok sebagai properti untuk berfoto. Bagi laki-laki, akan dibantu untuk menggunakan Pegon, dan bagi perempuan dibantu untuk menggunakan Lambung. Dengan begitu, kamu bisa lebih memahami proses pemakaian baju adat dari Suku Sasak.

Sudah tidak mengherankan mengapa Lombok sangat menarik untuk dikunjungi. Terlebih jika kamu suka wisata budaya. Lombok adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi. Mengenal budaya Sasak dan menggunakan pakaian adatnya, merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya yang sudah ada sejak dulu. Yuk, wisata ke Desa Sasak Sade, dan pakai pakaian adat Suku Sasak!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram