Yuk Ketahui Apa Saja Perbedaan dari Visa dan Paspor

Ditulis oleh Syuri

Visa dan paspor. Keduanya merupakan dokumen penting yang harus ada kalau Anda mau pergi ke luar negeri. Kalau Anda sudah sering bepergian ke luar negeri mungkin sudah tidak bingung lagi dengan kedua dokumen ini.

Tapi, untuk orang awam yang jarang atau belum pernah pergi ke luar negeri, mungkin akan bertanya-tanya kiranya apakah perbedaan visa dan paspor. Untuk itu, sekarang Keluyuran akan membahas tentang perbedaan visa dan paspor. Yuk, disimak!

Paspor

paspor

* sumber: www.thejakartapost.com

Sebelum membahas perbedaan visa dan paspor, pertama-tama, mari kenali lebih dalam tentang paspor. Karena, benda yang harus ada terlebih dahulu adalah paspor, baru kita bisa memiliki visa. Paspor merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh instansi berwenang di suatu negara, kalau di kita berarti departemen imigrasi.

Paspor berisi identitas kita, mulai dari nama, foto, usia, kebangsaan, tanda tangan, dan seterusnya. Paspor wajib dimiliki untuk dapat pergi ke luar negeri secara legal. Bentuk paspor Indonesia mirip seperti buku nikah, ukurannya kecil dan tipis, bisa muat ke saku kemeja atau kaos.

Pada bagian depan paspor terdapat logo garuda dan ada tulisan "Republik Indonesia"-nya. Lalu, isi paspor adalah kertas dengan halaman kosong sekitar 24 - 48 lembar. Halaman yang kosong ini nanti diisi oleh visa.

Berbeda dengan visa yang masa berlakunya berbeda-beda, sama seperti KTP, paspor pasti habis masa berlakunya setelah lima tahun. Jadi, setiap lima tahun sekali Anda harus mengajukan paspor ulang kalau Anda rutin bepergian ke luar negeri.

Biasanya biaya untuk membuat paspor adalah sekitar 155 ribu (untuk paspor 24 halaman) dan 355 ribu (untuk paspor 48 halaman). Ada juga yang memakan biaya 655 ribu untuk e-paspor.

Perlu Anda ketahui kalau paspor itu tidak cuma satu, tapi ada enam jenis. Keluyuran akan membahas semua jenis paspor dimulai dari yang paling banyak dimiliki orang.

1. Paspor Biasa

 Paspor Biasa

* sumber: alarif-aholic.blogspot.co.id

Yaitu paspor standar yang berisi dokumen perizinan untuk memasuki negara lain. Paspor jenis ini merupakan yang paling populer alias paling banyak yang punya. Paspor ini diberikan atas dasar permintaan, jadi kalau Anda menginginkannya, Anda harus mengajukan permohonan ke Ditjen Keimigrasian, Departemen Hukum, atau Hak Asasi Manusia.

Paspor standar ini berbentuk buku kecil dengan sampul berwana hijau tua. Seperti yang sudah Keluyuran bahas sebelumnya, kalau jumlah halaman paspor itu ada yang 24 - 48 lembar.


Nah, untuk paspor dengan 24 halaman biasanya dibuatkan untuk calon Tenaga Kerja Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri. Mungkin karena TKI cenderung diam di tempat dalam waktu yang lama, jadi tidak membutuhkan banyak lembaran kosong pada paspor.

2. Paspor Dinas

Paspor Dinas

* sumber: andimuhammadalfian.wordpress.com

Yaitu paspor yang dimiliki oleh pegawai negeri yang akan melaksanakan tugas negara ke luar negeri. Biasanya paspor ini dimiliki oleh bidang-bidang penting negara. Tujuan kepemilikan paspor ini adalah untuk kunjungan kerja, studi banding, atau rapat antar instansi negara. Paspor ini berbentuk buku kecil berwarna biru dengan tulisan "Paspor Dinas" di bagian cover-nya.

3. Paspor Orang Asing

Paspor Orang Asing

Yaitu paspor yang diberikan kepada seseorang yang bukan warga negara dari negara tersebut. Syarat dan
ketentuan untuk dapat memegang paspor ini berbeda di setiap negara. Salah satu contoh umumnya adalah paspor haji yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

4. E-Paspor (Paspor Biometrik)

E-Paspor (Paspor Biometrik)

* sumber: adiartapratama.wordpress.com

Wujud dan fungsi e-paspor sebenarnya sama dengan paspor konvensional. Perbedaannya hanya terletak pada adanya sebuah chip yang berisi data lengkap pemegang paspor pada bagian cover paspor. Jadi, petugas atau pihak berwajib hanya perlu me-scan chip tersebut tanpa perlu membuka dan membaca paspor Anda.

Karena datanya berbentuk elektronik, tentu paspor jenis ini lebih sulit dipalsukan daripada paspor biasa. Karena data yang ada di dalam chip tersebut adalah biometrik wajah, biometrik sidik jari dan berbagai macam data pendukung lainnya dari pemilik paspor. E-paspor cocok sekali untuk orang yang super sibuk dan tidak suka menunggu.

Hingga saat ini penanaman/pembuatan chip pada e-paspor sudah digunakan di berbagai negara seperti Australia, Malaysia, Inggris, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Jepang. E-paspor juga sedang gencar dipromosikan oleh pemerintah Indonesia untuk kemudahan pemegang paspor itu sendiri. Pasalnya, untuk negara Jepang misalnya, WNI pemilik e-paspor akan mendapatkan hak eksklusif yang menggratiskan visa.

Jadi, Anda hanya perlu mendaftarkan e-paspor ke kantor Duber Jepang/Konsulat Jepang di Indonesia, dan Anda tidak akan memerlukan visa lagi (bebas visa). Kabarnya negeri ginseng Korea Selatan juga akan memberlakukan hak yang sama untuk WNI yang akan berkunjung ke sana, mengingat banyak sekali orang Indonesia yang sering hilir mudik di Korea Selatan.

5. Paspor Kelompok

Adalah paspor yang diberikan untuk sekelompok orang. Misalnya, kelompok perjalanan anak sekolah yang akan melaksanakan study tour. Semua anak dalam perjalanan tersebut cukup memiliki satu paspor kelompok selama perjalanan mereka berlangsung.

6. Paspor Diplomatik

Paspor Diplomatik

1 23»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram