Keluyuran / Tips Liburan / Liburan Sendirian? Simak 8 Tips Solo Backpacker Bagi Wanita

Liburan Sendirian? Simak 8 Tips Solo Backpacker Bagi Wanita

Ditulis oleh - Diperbaharui 8 Juli 2019

Kegiatan traveling selalu menjadi hal yang menyenangkan bagi setiap orang dan merupakan hobi yang banyak disukai. Setiap individu memiliki gaya traveling yang berbeda. Salah satunya backpacking. Traveling dengan modal seadanya dan menggunakan ransel, merupakan ciri jalan ala backpacking. Kini, tak sedikit orang yang melakukan solo backpacking, atau jalan-jalan sendiri.

Terkadang, backpacking bareng teman-teman sulit untuk mencocokkan jadwal libur atau susah untuk traveling, sehingga terpaksa backpacking ditunda. Namun, jika kamu bisa jalan sendiri, kenapa harus menunggu teman? Nah,  buat kamu yang ingin coba jalan-jalan sendiri, kali ini Keluyuran akan memberikan tips solo backpacker bagi kamu wanita yang senang berpetualang! Yuk, disimak!

1. Cari Informasi Sebanyak-Banyaknya

a (Copy)

Pertama yang perlu dilakukan adalah, mencari informasi! Mulai dari menentukan tujuan, transportasi, makan, penginapan, destinasi, dan lain-lain yang sekiranya akan kamu butuhkan di perjalanan nanti. Informasinya bisa kamu dapatkan melalui internet, kerabat, hingga grup backpacker seperti Backpacker Indonesia, Backpacker Nusantara, dan Backpacker Internasional.

Jika kamu melakukan perjalanan darat dan laut, perlu rajin cek dan ricek jadwal keberangkatan, dan efisiensi waktu. Karena, perjalanan melalui jalur darat dan laut memang menyenangkan, namun membutuhkan waktu yang cukup panjang bila dibandingkan dengan perjalanan udara. Di sini, kemampuan research-mu diuji!

2. Ketahui Karakter Daerah yang Dikunjungi

b (Copy)

Kedua, kamu perlu mengetahui karakter daerah yang akan kamu kunjungi. Tidak mau kan, mendapat hal kurang menyenangkan saat backpacking? Begitulah kamu perlu mengetahui karakter tempatnya. Seperti jika ke luar negeri, penting bagi kamu untuk tahu kondisi cuaca dan keamanan di sana.

Apabila kamu traveling ke tempat yang benar-benar baru dikunjungi, perbanyak mencari informasi daerah aman dan tidak aman di sana. Terlebih jika kamu ingin melakukan hitchhiking atau menumpang ke satu tempat menggunakan kendaraan yang melintas secara random. Karena, di Indonesia khususnya, ada beberapa daerah yang tidak aman untuk hitchhiking.

3. Bersikap Ramah dan Hangat

c (Copy)

Ketiga, kamu harus bersikap ramah terhadap siapapun yang kamu temui di perjalanan. Karena kamu solo backpacker, jadi kemampuan kamu dalam sosialisasi sangat diuji. Semakin kamu ramah terhadap orang lain, semakin mudah bagi kamu mendapat kepercayaan dari orang yang kamu temui. Bisa saja, orang tersebut memberimu tumpangan untuk sampai di tujuanmu.

Ketika kamu ramah dan hangat terhadap orang di sekelilingmu, rasa aman akan selalu menghampiri. Mereka, yang kamu temui di jalan, akan senantiasa ‘merangkulmu’. Meskipun kamu perempuan, dan perlu hati-hati terhadap orang baru, bukan berarti kamu bisa bersikap tidak peduli dengan orang di sekitarmu.

4. Gunakan Pakaian yang Sopan

solo backpacker

Keempat, gunakan pakaian yang sopan dimanapun. Bukan tidak boleh kamu menggunakan bikini di pantai, namun kamu perlu menjaga sikap dan hati-hati dalam memilih pakaian. Karena solo backpacker, artinya kamu sangat bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Sehingga kamu harus bisa menempatkan diri terutama dalam hal berpakaian.

Segala sesuatu yang tidak terduga bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Jika kamu menggunakan pakaian yang sopan, kamu akan lebih dihargai orang yang kamu temui di perjalanan dan menghindari kejahatan. Selain itu, pakaian tertutup akan melindungi kamu dari nyamuk dan penyakit yang ada selama perjalanan.

5. Selalu Berpikir Positif

e (Copy)

Kelima, kamu harus menanamkan pikiran positif dalam dirimu. Waspada boleh, namun bukan berarti berprasangka buruk. Percayalah, banyak sekali orang baik di dunia ini. Terutama di  Indonesia terkenal dengan masyarakat yang ramah dan santun. Tanamkan juga dalam diri “All is Well”. Sehingga kamu tak perlu takut lagi akan hal buruk yang terjadi.

Pikiran positif, akan membawamu ke kondisi yang baik pula. Jika kamu berpikir negatif akan satu hal, maka itu bisa saja terjadi di perjalanan. Kalaupun mendapatkan hal kurang baik, mentalmu akan lebih siap dan menjadikan itu sebagai sebuah pelajaran. Jadi, pikiranmu sangat mempengaruhi keadaan yang dihadapi. 

6. Izin Kepada Orang Tua

f (Copy)

Keenam, izin orang tua harus sudah ada di tanganmu. Karena, solo backpacker menanggung beban yang lebih banyak dibandingkan traveling bersama teman-teman. Di sini kamu akan belajar mandiri, tanggung jawab, bersosialisasi, dan menjadikanmu pribadi yang lebih dewasa dari sebelumnya. 

Dalam hal ini, izin orang tua sangat penting dan menentukan kepercayaan orang tua. Bagaimana cara meyakinkan orang tua? Semua ditentukan oleh diri sendiri, karena karakter orang tua berbeda-beda. Namun, tetap yakin pada diri sendiri bahwa kamu bisa melakukan solo traveling, sehingga orang tua akan percaya terhadap diri kamu.

7. Bersikap Tenang dan Tidak Mudah Panik

g (Copy)

Ketujuh, selalu bersikap tenang dan tidak mudah panik dalam kondisi apapun. Akan ada hal di luar dugaan yang kamu hadapi ketika solo backpacker. Ditambah lagi, kamu melakukan perjalanan seorang diri, yang mana kamu hanya bisa mengandalkan diri sendiri dalam hal apapun termasuk yang tidak terduga.

Misalnya, tiba-tiba ketinggalan pesawat. Kamu harus bisa mencari alternatif lain setenang mungkin. Atau, misalnya kamu kehabisan tiket kapal laut. Kamu harus sedia alternatif lain yang kamu ketahui. Jika hal-hal tidak terduga terjadi, hindari memperlihatkan ekspresi dan perasaan panik. Tetap fokus dan tenang dalam menghadapi apapun.

8. Kabari Orang Tua dan Teman Terdekat

h (Copy)

Terakhir, ini merupakan hal yang bisa membuatmu dipercaya untuk melakukan perjalanan seorang diri / solo backpacker. Selalu kabari orang tua dan teman terdekat dimanapun kamu berada. Misalnya, sudah sampai di stasiun, langsung kabari orang tua atau teman terdekat. Cara ini, selalu dilakukan saya jika sedang solo backpacking.

Ketika berada di tempat A, kemudian pindah ke tempat B saya akan selalu mengabari teman terdekat dan orang tua saya. Termasuk kendaraan apa yang digunakan. Sehingga, jika suatu saat terjadi hal buruk, orang tua akan tahu kondisi terakhir saya. Dengan begitu, orang tua akan percaya atas apa yang dilakukan selama di perjalanan.

Satu lagi, agar orang tua tidak khawatir dan tahu apa yang dilakukan saat solo backpacker. Jangan lupa untuk selalu bercerita kepada orang tua dan keluarga tentang perjalanan yang sudah dilalui, bertemu dengan siapa saja teman baru di perjalanan, hingga bagaimana rasanya menggunakan transportasi umum yang jauh dari kota asal.

Semakin banyak cerita kepada orang tua, maka mereka akan semakin percaya dengan anak. Selalu jujur kepada orang tua atas apapun. Sehingga, mereka tidak perlu lagi berprasangka. Karena, hal yang membuat izin tidak didapatkan adalah orang tua terlalu khawatir akan keselamatan anak, jadi penting bagi kamu untuk cerita kepada orang tua.

Perjalanan solo backpacking mungkin terkesan terlalu berani bagi seorang perempuan, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Jadi, kamu sudah siap solo backpacking? Sebelum berangkat, simak dulu yuk tips travelling dengan budget minim supaya perjalanan kamu lebih menyenangkan.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *