Daftar Agenda Kebudayaan Jepang Sepanjang Tahun

Ditulis oleh Mutiara Dwi C.K. - Diperbaharui 26 Oktober 2019

Suatu kegiatan di Jepang tidak hanya kegiatan yang tidak bermakna, tapi ada unsur-unsur baik budaya, agama, legenda dan lain-lain. Salah satu kegiatan atau festival yang terkenal adalah tanabata, hinamatsuri, sapporo yuki matsuri dan masih banyak lagi. Berikut adalah daftar agenda kebudayaan Jepang yang diselenggarakan setiap bulannya.

Januari

Tahun baru di Jepang diawali dengan sambutan 「あけましておめでとう。」atau dibaca dengan akemashite omedetou, artinya adalah selamat tahun baru.

  • 1 Januari

Pada tanggal 1 Januari ini disebut dengan gantan. Ditengah-tengah dinginnya salju, ada makanan khas saat tahun baru d iantaranya adalah osechi ryouri, ozoni, nanakusa gayu dan mochi.

Selain makanan khas tadi, ada juga kegiatan yang rutin dilakukan, yakni hatsumode. Hatsumode merupakan kunjungan pertama ke kuil pada tahun baru. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan pada hari pertama, kedua dan ketiga pada tahun baru.

Kemudian biasanya orang Jepang membeli omikuji. Omikuji merupakan sebuah ramalam peruntungan nasib mereka pada tahun tersebut. Jika ramalan mereka baik, maka kertas ramalannya akan dibawa, sedangkan apabila ramalannya buruk, biasanya akan diikatkan pada pohon-pohon di dekat kuil atau di tempat yang sudah disediakan.

  • 10 Januari

Di kota Osaka tepatnya di Naiwa, pada tahun baru diadakan festival Tooka Ebisu. Pada festival ini para wanita menjual daun bambu dengan harapan akan mendapatkan karir bagus di masa depan, dan para geisha berparade di jalanan.

  • 13 Januari

Seijin Shiki atau disebut juga dengan upacara hari kedewasaan dilaksanakan pada Senin minggu kedua bulan Januari. Upacara ini dilaksanakan bagi orang-orang yang mencapai usia 20 tahun karena di Jepang disebut telah dewasa apabila telah berumur 20 tahun. Pada hari tersebut, para wanita menggunakan kimono cerah dan laki-laki mengenakan jas.

Februari

kebudayaan jepang Sapporo Yuki Matsuri

Sapporo Yuki Matsuri

  • 3 atau 4 Februari

Setsubun merupakan festival tradisional untuk mengusir iblis. Biasanya festival ini dilakukan dengan cara menebarkan atau melemparkan omame (biji kacang kedelai) yang sudah dipanggang untuk mengusir iblis atau yang dimaksud adalah untuk mengusir nasib buruk dan membawa keberuntungan juga kebahagiaan.

Biasanya salah satu anggota keluarga berperan sebagai iblis dengan memakai topeng iblis atau disebut dengan oni dan dilempari dengan omame sambil meneriakan ’oni wa soto, fuku wa ie!’ yang artinya adalah “Iblis keluar, keuntungan masuk!”.

  • 11 Februari

Pada 11 Februari diperingati sebagai hari pembentukan negara. Acara ini bertujuan untuk membina rasa cinta rakyat terhadap negaranya.

  • 5-11 Februari

Sapporo Yuki Matsuri atau disebut juga dengan Festival Salju Sapporo adalah salah satu festival salju terbesar yang berada di Jepang tepatnya di pulau Hokkaido di kota Sapporo.  Terdapat lebih dari 150 patung besar yang terbuat dari salju dan es dengan berbagai karakter.

Pada malam hari tempat ini dihiasi dengan cahaya sehingga menciptakan suasana romantis. Patung-patung yang berwarna-warni tersebut layaknya dunia impian di musim dingin. Anda juga dapat menyaksikan konser dan acara lainnya.

  • 14 Februari

Sama halnya di negara barat, hari kasih sayang atau valentine di Jepang sudah menjadi suatu kebiasaan. Kaum wanita muda menandai hari tersebut dengan memberikan coklat pada kaum laki-laki yang mereka sayangi atau kagumi.

  • 15-16 Februari

Kamakura Festival merupakan festival yang diadakan di kota Yakote, Akita. Orang-orang akan membuat rumah yang terbuat dari gundukan salju dan kemudian dilubangi bagian dalamnya dan dijadikan ruangan. Luasnya sekitar 2 meter dan disebut dengan istilah iglo.

Maret

kebudayaan Jepang Hinamatsuri

Hinamatsuri

  • 3 Maret

Hinamatsuri merupakan festival yang tidak asing khususnya bagi pembelajar bahasa Jepang. Festival boneka Hina, atau festival anak perempuan ini dipajang untuk menghiasi rumah dan juga dilaksanakan untuk mendoakan pertumbuhan dan kebahagiaan anak-anak perempuan.

Boneka ini terdiri atas seperangkat boneka kostum ala bangsawan kuno bersama dengan bunga persik. Disajikan juga makanan kecil yang disebut arare yang terbuat dari beras dan minuman amasake yang terbuat dari beras yang difermentasi tapi tidak berakohol.

Konon boneka ini dipajang sejak pagi hari dan apabila sebelum petang boneka ini belum dimasukkan atau dirapihkan kembali, maka anak-anak perempuan mereka akan mengalami kesialan.

  • 14 Maret

Apabila pada 14 Februari valentine day, maka pada tanggal 14 Maret disebut dengan white day. Pada hari ini giliran para lelaki membalas hadiah dari para wantia yang memberikan coklat berupa permen atau marshmallow. Tradisi ini merupakan tradisi dari Jepang, bukan dari negara barat.

April

  • 29 April

Green day (Hari Hijau) ini merupakan libur nasional yang dilaksanakan untuk mendorong rakyat Jepang agar menikmati dan menghormati alam. Hingga tahun 1988, hari ini dirayakan sebagai hari ulang tahun Kaisar Showa yang konon suka menanam pohon. Karena kecintaannya terhadap lingkungan inilah tanggal 29 April ini di sebut juga dengan Showa Day.

  • April-Mei

Onbashira merupakan perayaan yang dilaksanakan setiap enam tahun sekali di Nagano, tepatnya pada tahun monyet dan macan. Pohon-pohon besar dipotong untuk membuat tiang di ujung Kuil Suwa. Kemudian yang menjadi pusat perhatian adalah orang-orang naik ke atas pohon besar dan meluncur dari atas gunung.

Mei

kebudayaan jepang koi no bori

Koi no bori

  • 3 Mei

Hari Konstitusi. Rakyat memperingati berlakunya konstitusi Jepang dan mengharapkan majunya pembangunan Negara.

  • 5 Mei

Kodomo no hi atau hari anak-anak khususnya anak laki-laki. Nama tradisonalnya adalah Tanggo no Sekku. Pada hari ini orang-orang melakukan acara untuk mengusir roh-roh jahat dengan menggunakan bunga iris. Belakangan pada hari ini menjadi hari untuk mendoakan pertumbuhan anak laki-lakinya, yang kemudian menjadi hari raya bagi semua anak.

Bagi keluarga yang memiliki anak laki-laki akan memajang boneka atau replika baju perang dengan topi kabuto dan memasang umbul-umbul koi yang sering disebut sebagai koi no bori. Ikan koi merupakan ikan yang dapat berenang melawan arus deras, diharapkan anak tersebut menjadi anak yang kuat, percaya diri dan sukses.

  • Minggu ke-2 Mei

Pada hari ini diperingati sebagai hari ibu. Di mana pada hari ini merupakan hari untuk menyatakan rasa terimakasih kepada para ibu, umumnya ditandai dengan memberikan bunga carnation.

  • 15 Mei

Aoi Festival merupakan salah satu festival terbesar di Kyoto. Festival ini mulai dikenal pada zaman Edo (1603-1868). Pada hari ini, lebih dari 500 orang mengenakan kostum tradisional dari zaman Heian (794-1185) berangkat dari Istana kaisar Kyoto dengan menaiki kuda, dengan kereta yang ditarik oleh lembu, dan memikul tempat suci yang mereka bawa.

  • 4 hari di bulan Mei

Sanja Festival ini sudah dilaksanakan selama hampir 200 tahun. Diselenggarakan di Asakusa, Tokyo.

Juni

  • Minggu ke-1 bulan Juni

Rice Planting Festival, merupakan musim menanam padi pada bulan Juni di Jepang. Festival ini ditujukan agar mendapatkan panen yang berlimpah di musim gugur nanti.

  • 10 Juni

Sanno festival, Chiyoda Tokyo. Festival ini diselenggarakan oleh kuil Hie yang telah berdiri sejak 1478. Menampilkan 500 orang yang berparade menggunakan kostum pengadilan kaisar. Festival ini mulai diselenggarakan pada tahun 1681.

  • Minggu ke-3 bulan Juni

Apabila pada bulan Mei ada hari menyatakan rasa terimakasih kepada ibu, maka pada minggu ke-3 bulan Juni ada hari untuk menyatakan rasa terimakasih kepada para ayah.

Juli

  • 7 Juli

Tanabata, atau disebut juga sebagai festival bintang. Festival ini mencampur dengan legenda Cina dengan kepercayaan kuno Jepang mengenai dua buah bintang di kedua ujung Bimasakti yaitu bintang Altar (si Pengembala/Hiko Boshi) dan bintang Vega (si penenun/Ori Hime) yang merupakan sepasang kekasih. Mereka dihukum oleh Raja Dewa karena terlalu banyak bermain sehingga hanya dapat bertemu satu tahun satu kali di bulan ke-7 pada hari ke-7.

Menurut legenda tersebut, pertemuan di waktu malam sepasang kekasih ini adalah malam di mana suatu kesempatan untuk membuat permintaan. Biasanya permintaan tersebut dituliskan pada sebuah kertas berwarna (tanzaku) dan menggantungkannya di pohon bamboo. Harapan tersebut dipercaya akan terkabul apabila pada hari itu tidak turun hujan.

  • Senin ke-3 bulan Juli

Umi no Hi, merupakan sebuah festival untuk mengungkapkan rasa terimakasih atas anugerah laut serta harapan akan kemakmuran Jepang yang merupakan sebuah negeri yang dikelilingi oleh laut. Biasanya pada festival tersebut, pantai-pantai akan dipenuhi oleh lilin yang berjajar. Dan pada malam hari akan menciptakan suasana yang romantis.

  • 17 Juli

Gion festival, merupakan satu dari tiga festival terbesar di Jepang. Festival ini telah dilaksanakan selama 1100 tahun. Festival ini dilaksanakan untuk mengusir roh jahat dan juga penyakit.

  • 22-25 Juli

Soma Namaoi Festival, biasanya dilaksanakan setiap tahun selama empat hari di kota Haramachi, Fukushima. Festival ini menggambarkan peperangan pada 1000 tahun yang lalu, yang terlihat dari orang-orang yang mengenakan pakaian perang lengkap dengan bendera-bendera masing-masing klan.

  • 24-25 Juli

Tenjin Matsuri, ditujukan untuk menghormati Michizane Sugawara yang dipercaya sebagai Tuhan Pengetahuan. Festival ini merupakan even kuno pada tahun 951 yang ditujukan untuk memerangi penyakit. Festival ini biasanya diadakan di Osaka.

  • Akhir Juli

Pesta kembang api yang dilaksanakan di sepanjang tepi sungai Sumida, Tokyo. Pesta kembang api ini juga menampilkan kompetisi dari beberapa pasar kembang api dari luar negeri dan juga kontes foto kembang api pada saat acara berlangsung.

Agustus

kebudayaan jepang Kanto festival

Kanto festival

  • 3-5 Agustus

Aomori, Nebuta. Nebuta merupakan festival musim panas yang diselenggarakan untuk rasa ngantuk selama musim panas. Para penari meneriakkan ‘rassera rasssera rasse rasse…’. Dan pada lentera raksasa digambar samurai dan di belakang lukisan samurai digambar lukisan dewi.

  • 5-7 Agustus

Kanto festival, Akita. Merupakan salah satu dari tiga festival terbesar di daerah utara Jepang. Ditujukan untuk meminta panen yang berlimpah. Festival ini menjadi simbol dari Akita, yaitu daerah yang terkenal dengan daerah padi.

  • Pertengahan bulan Agustus

Obon Matsuri dilaksanakan pada 13-15 Juli atau dalam pertengahan bulan Agustus tergantung daerahnya berasal. Festival ini dipersembahkan untuk arwah para leluhur, karena konon pada hari tersebut arwah orang yang telah meninggal pulang ke rumah untuk mengunjungi cucu atau keluarganya.

Budaya obon matsuri ini dapat berbeda-beda tergantung daerahnya pula. Ada yang memasang lentera penerangan dan api untuk menyambut arwah datang atau sebagai ucapan selamat datang yang diletakkan di pintu depan rumah, begitu pula pada akhir festival.

September

  • 20 Agustus – 3 September

Kaze no bon merupakan festival untuk menghindari kerusakan akibat angin yang diadakan di Jepang pada hari yang disebut ni hyaku toka. Festifal ini diadakan di Toyama. Pada festival ini para penari diiringi oleh lagu owara. Lagu  ini merupakan lagu rakyat yang terkenal. Orang-orang desa memakai kimono dan menari mengikuti lagu owara tersebut sambil berjalan mengelilingi kota.

  • Pertengahan September

Tsukimi (Hari menikmati sinar rembulan) pada musim gugur. Kemudian kue mochi dan rumput susuki diletakkan dekat jendela sebagai ‘persembahan’ bagi rembulan. Pada saat malam tersebut orang-orang sambil memakan kue dango dan taro, minum sake dan merayakan datangnya musim gugur.

  • Senin minggu ke-3 September

Selain hari ibu dan hari ayah, di Jepang pun ada hari yang dirayakan untuk kaum manula. Hari tersebut untuk mengungkapkan rasa hormat kepada orang-orang berusia lanjut, yang telah bekerja keras bagi masyarakat selama bertahun-tahun, dan merayakan panjang usianya.

  • 23 September

Autumnal Equinox Day (hari ketika siang dan malam sama lamanya, ketika matahari tepat melintasi garis khatulistiwa). Di hari tersebut, orang mengungkapkan rasa hormat kepada arwah para leluhur dan mengingat kembali mereka yang telah meninggal.

Oktober

  • Senin ke-2 Oktober

Hari olahraga, di mana rakyat Jepang menikmati olahraga dan membina pikiran dan juga tubuh yang sehat. Kegiatan ini pun kerap dilaksanakan di sekolah-sekolah mulai dari TK, SD, SMP dan juga SMA.

  • 14 Oktober

Nada Fighting Festival, festival ini dikenal sebagai festival saling membenturkan kuil-kuil. Setiap kuli saling dibenturkan, karena konon semakin keras dibenturkan, maka Dewa akan semakin senang dan memberikan kesejahteraan.

  • 22 Oktober

Jidai Matsuri, merupakan festival yang dimulai pada 1895 untuk merayakan pindahnya ibukota Jepang ke Kyoto tahun 794 yang dikenal sebagai Heain-kyo.

November

kebudayaan jepang

Shichi-Go-San festival

  • 2-4 November

Karatsu Kunichi festival yang telah berlangsung lebih dari 300 tahun. Menampilkan parade dengan lampion besar berbentuk singa emas, ikan, dan sebagainya.

  • 13 November

Hari Kebudayaan atau disebut sebagai bunka no hi, pada mulanya diperingati untuk merayakan ulang tahun Kaisai Meiji. Tapi setelah kaisar meninggal dunia diganti untuk perayaan kebudayaan. Sekolah-sekolah biasanya mengadakan bunka no hi pada akhir pekan.

  • 15 November

Shichi-Go-San (Festival 7-5-3) festival ini merupakan festival bagi anak-anak yang berusia 3, 5 dan 7 tahun. Bagi orang tua yang memiliki anak laki-laki berusia 3 atau 5 tahun sedangkan anak perempuan berusia 3 atau 7 tahun, akan didandani dengan pakaian tradisional resmi.

Kemudian para orang tua akan membawa mereka ke kuil untuk mendoakan kesehatan dan pertumbuhan anak-anaknya. Kemudian anak-anak akan mendapatkan permen khusus yang bernama chitose ame alias ‘permen seribu tahun’. Bentuk permen tersebut panjang dan tipis, bahkan akan lebih panjang ketika ditarik dan merupakan jimat keberuntungan yang melambangkan keinginan untuk umur panjang.

  • 23 November

Labour’s day. Merupakan perayaan untuk menghormati para pekerja, merayakan hasil produksi dan mengungkapkan rasa terimakasih kepada para pekerja.

Desember

  • 2-3 Desember

Chichibu Night Festival. Merupakan festival yang diiringi dengan music rakyat. Pemain kabuki melakukan pertunjukan di atas perahu apung. Di sore harinya empat buah perahu diterangi oleh lampu dan dihiasi dengan 1800 letusan kembang api.

  • 23 Desember

Rakyat Jepang merayakan ulang tahun Kaisar Akihito.

  • 25 Desember

Hari Natal. Banyak orang mengikuti kebiasaan tukar-menukar hadiah dengan anggota keluarga dan rekan-rekannya. Orang-orang Jepang menikmati makan bersama pada hari ini.

  • Malam Tahun Baru

Menjelang tengah malam, kuil-kuil di seluruh Jepang akan mulai mendentangkan lonceng. Lonceng tersebut berdentang sebanyak 108 kali yang merupakan sah satu cara untuk mengusir satu-persatu nafsu.

Selain itu ada kebiasaan memakan soba (semacam mie) pada malam tahun baru sebagai lambing harapan akan panjang umur dan kesehatan yang baik di tahun baru. Karena bentuk mie ini panjang dan dapat direntangkan, maka dipercaya melambangkan hidup yang lama dan bahagia.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram