keluyuran web banner

10 Alat Musik Tradisional Sumatera Utara yang Unik

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 31 Maret 2021

Sumatera Utara adalah salah satu provinsi yang terletak di bagian Utara pulau Sumatera, Indonesia. Selain sumber daya alamnya yang dikenal melimpah, provinsi yang satu ini memiliki banyak tradisi dan kebudayaan unik yang menarik untuk diketahui oleh generasi muda. Salah satunya adalah keberadaan alat musik tradisional yang menjadi bagian dari kesenian yang ada di sana. 

Nah, untuk mengetahui lebih jelas mengenai berbagai alat musik khas dari Sumatera Utara. Kamu bisa menyimak ulasan yang telah Keluyuran rangkum dalam artikel di bawah. Seperti apa itu? Berikut adalah penjelasannya: 

1. Aramba

Aramba

Aramba adalah salah satu alat musik yang berasal dari Sumatera Utara, lebih tepatnya dari Pulau Nias. Aramba merupakan instrumen musik yang terbuat dari bahan campuran logam seperti perunggu, perak, dan tembaga berbentuk lingkaran yang memiliki tonjolan pada bagian tengah. Sekilas alat musik ini mirip dengan alat musik Gong. 

Aramba sendiri memiliki dua jenis, yaitu Fatao dan Hongo. Fatao diketahui berukuran kecil dan biasa digunakan saat upacara adat pernikahan oleh rakyat biasa. Sementara Hongo merupakan alat musik yang biasa digunakan oleh kaum bangsawan. Ukurannya pun jauh lebih besar dari Fatao.

2. Gendang Sisibah 

Gendang Sisibah

Gendang Sisibah adalah alat musik pukul yang dimainkan oleh delapan atau sembilan orang pemain yang disebut Pande, yaitu orang yang pandai dan bijaksana. Gendang Sisibah sendiri sekilas mirip dengan alat musik gendang atau kendang yang ada di pulau Jawa. 

Instrumen musik yang terdiri dari sembilan Sibah ini biasa digunakan oleh masyarakat Sumatera Utara, khususnya oleh masyarakat yang ada di Pakpak untuk upacara adat seperti pernikahan, pesta mejan, peresmian rumah baru, dan sebagainya. 

Gendang Sisibah sendiri menjadi salah satu alat musik tradisional Sumatera Utara yang masuk ke dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2016 silam.

3. Kulcapi Karo 

Kulcapi Karo

Dari namanya kita pasti tahu bahwa alat musik ini berasal dari Suku Karo yang ada di Sumatera Utara. Alat musik yang satu ini terbuat dari kayu Tulang yang diberi dua helai senar. Bunyi dari alat musik yang satu ini cukup menarik dan memiliki ciri khas. 

Kulcapi Karo biasa digunakan oleh masyarakat Sumatera Utara ketika mengadakan sebuah upacara adat, ritual, mengiringi tarian, atau nyanyian lagu khas dari Suku Karo. Cara memainkan alat musik ini hampir sama seperti bermain gitar, yaitu dengan cara di petik. Nah, alat musik ini biasa dikombinasikan dengan instrumen musik lain seperti gendang Karo, Keteng-keteng, dan Balobat.

4. Gordang

Gordang

Gordang adalah alat musik tradisional Sumatera Utara lainnya yang juga dimainkan dengan cara dipukul. Gordang sendiri merupakan instrumen musik yang berasal dari Suku Batak Toba. Gordang terbuat dari kayu yang dilapisi dengan kulit sapi atau kerbau. 

Gordang pada awalnya digunakan untuk setiap ritual atau upacara adat yang bersifat sakral. Namun, seiring perkembangannya instrumen yang satu ini mulai banyak diperdengarkan untuk acara-acara lain seperti pesta pernikahan, menyambut tamu, atau pada acara besar nasional.

5. Garantung

Garantung

Garantung merupakan instrumen musik melodi yang terbuat dari kayu dengan lima bilah nada dengan 7 belahan yang digantung di atas resonator. Garantung sendiri dimainkan dengan cara memukul bilah-bilah kayu dengan sepasang stik. 

Stik yang dipegang tangan kiri untuk memainkan melodi dan juga ritem. Sementara stik yang ada pada tangan kanan memukul pada bagian tangkai garantung dan bilah. Masyarakat Sumatera Utara sendiri menyebut teknik memukul tersebut dengan cara mamalu

6. Taganing

Taganing

Alat tradisional lainnya yang juga cukup unik adalah Taganing. Taganing adalah salah satu instrumen yang penting dalam Gondang Sabagunan. Alat musik ini berfungsi sebagai pembawa melodi atau ritem variabel dalam sebuah lagu. Taganing sendiri merupakan alat musik pukul yang terdiri dari 5 buah gendang, dimana setiap gendang memiliki ukuran dan intonasi suara yang berbeda satu sama lain. 

Untuk memainkan alat musik yang satu ini, para pemain atau yang biasa disebut dengan partaganing harus menggunakan pemukul berupa stik yang oleh masyarakat Sumatera Utara dinamakan dengan palu-palu. 

7. Gendang Singanaki

Gendang Singanaki

Berikutnya ada Gendang Singanaki. Instrumen yang satu terbuat dari kayu yang dilapisi dengan kulit sapi atau kerbau. Alat musik khas Batak Karo ini diketahui memiliki dua bagian, yaitu gendang penganaki yang berukuran panjang dan anak gendang garantung/enek-enek, yaitu gendang berukuran kecil yang berada di samping gendang penganaki. 

Alat musik yang satu termasuk dalam alat musik pukul.  Masyarakat sendiri biasa memainkan alat-alat musik ini saat upacara adat, ritual, dan pesta muda-mudi atau masyarakat Sumatera Utara menyebutnya dengan gulo-guli aron.

8. Sitalasayak

Sitalasayak

Alat musik yang satu ini digunakan sebagai pengiring lagu. Sitalasayak sendiri merupakan alat musik yang terbuat dari Kuningan dan memiliki suara nyaring ketika dimainkan. Cara memainkan alat ini pun cukup mudah, yaitu hanya dengan menepuk-nepuk kedua alat tersebut secara bersamaan. Masyarakat Batak sendiri kerap menggunakan alat ini untuk upacara adat Simalungun. 

Nah, meskipun alat yang satu ini terlihat mudah untuk dimainkan, namun para pemain juga harus memiliki keahlian agar tidak terjadi kesalahan ketika harus tampil mengiringi alat musik lain seperti Gondrang sipitu-pitu, Gondrang sidua-dua, Ogung, dan Sarune bolon.

9. Balobat 

Balobat

Nah, alat musik asal Sumatera Utara selanjutnya adalah Balobat. Alat musik unik yang terbuat pucuk bambu. Sekilas Balobat menyerupai dengan alat musik suling dengan 6 lubang yang memiliki nada berbeda. Balobat sendiri biasa dimainkan solo ataupun sebagai ensambel sebagai pembawa melodi. 

Dahulu, Balobat merupakan alat musik yang digunakan oleh anak-anak yang sedang menggembala hewan ternak, atau yang sedang menghalau burung di sawah untuk menghilangkan rasa kantuk dan menghibur diri sendiri. 

10. Sarune Bolon

Sarune Bolon

Terakhir adalah Sarune Bolon. Alat musik ini merupakan bagian dari Gondang Sabangunan. Sarune Bolon dimainkan dengan cara ditiup dan sering dimainkan bersama alat musik lain seperti Taganing, Gondang, Ogung, Hesek , dan Adap. Konon, sarune bolon sendiri merupakan akulturasi Sarune Kalee asal Aceh dan budaya Batak. 

Alat musik ini memiliki 5 lubang yang memiliki nada berbeda. Jika alat musik tiup hanya akan berbunyi ketika ditiup, maka Sarune sendiri cukup unik karena dapat menghasilkan suara saat pemain menghirup nafas. 

Nah, itulah 10 Alat musik Sumatera Utara yang berhasil Keluyuran rangkum untuk kamu. Sekilas alat musik yang ada di Sumatera Utara dan daerah lain di tanah air memang memiliki kemiripan. Meskipun begitu, antara satu dan yang lain memang berbeda, baik dari segi suara maupun filosofi yang terdapat di dalamnya. Apakah kamu tertarik untuk mencoba alat musik di atas? Beri komentar di bawah, ya.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram