10 Candi di Mojokerto untuk Wisata Liburan Akhir Tahun

Ditulis oleh Dhini Oktavianti

Mojokerto adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Timur. Memang namanya belum terkenal Yogyakarta untuk dijadikan kota wisata. Tapi kota ini termasuk dari kawasan metropolitan. Jika kamu tertarik untuk menjelajahinya, bisa memulai dengan wisata candi.

Siapa yang mengira bahwa kawasan yang dilalui Sungai Brantas ini memiliki banyak peninggalan kebudayaan seperti candi. Nah, saat kamu berkunjung ke Mojokerto, gunakan beberapa hari untuk berkunjung ke candi-candi peninggalan dari berbagai masa kerajaan. Simak yuk ulasannya berikut ini!

1. Candi Tikus

Candi Tikus (Copy)

* sumber: www.javaloka.com

Setelah terkubur beratus-ratus tahun lamanya, pada 1914, candi ini pun ditemukan. Pertama kali ditemukan oleh R.A.A Kromo Djojo Adinegoro. Candi ini dinamakan Candi Tikus karena kemunculan berpuluh tikus saat menggali untuk mengetahui keberadaan bangunan ini.

Kamu bisa melihat bahwa bangunan ini berada sekitar 3,5 meter lebih rendah dari tanah sekitarnya. Ada yang berpendapat bahwa Candi Tikus digunakan untuk petirtaan, ada yang berpendapat untuk penampungan dan penyaluran air. Di sisi lain berpendapat bahwa Candi Tikus digunakan sebagai tempat pemujaan.

Bentuk candi ini sendiri mirip seperti petirtaan, dengan kolam besar, dan beberapa bangunan. Bahkan adanya 19 pancuran air. Selain itu, ada tangga ke bawah serta selasar yang mengelilingi bangunan. Jika ingin mengunjunginya, silakan datang ke Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

  •  Alamat: Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto
  • Jam Operasional: Setiap hari, 07.00-16.00 WIB

2. Candi Jolotundo

Candi Jolotundo (Copy)

* sumber: www.goodnewsfromindonesia.id

Disebut sebagai kolam air zam-zamnya Indonesia, kawasan Candi Jolotundo ini semakin menarik perhatian. Candi yang berada pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut ini memiliki dua sendang. Air di sini keluar dari lubang tengah batu. Banyak masyarakat mengambil air dari sini karena dipercaya bisa menyembuhkan banyak penyakit dan juga awet muda. Mau coba?

Biasanya pada malam satu Suro, Candi ini dikunjungi masyarakat terutama dari Bali. Ini dilakukan untuk melakukan ritual menyucikan diri di Petirtaan Jolotundo di kawasan Candi Jolotundo. Bila seperti itu, kamu bisa masukan lagi Candi Jolotundo ke dalam list liburan pada malam satu Suro untuk melihat keragaman ritual ini. 

  • Alamat: Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Trawas, Mojokerto.
  • Jam Operasional: Setiap hari, 24 jam

3. Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu (Copy)

* sumber: www.hipwee.com

Sekitar 600 meter dari Candi Tikus, terdapat Candi Bajang Ratu. Candi ini berbentuk seperti gapura menggunakan batu bata merah. Diyakini, bangunan ini dulunya berfungsi sebagai pintu menuju kerajaan Majapahit. Apalagi ditemukan bekas Kerajaan Majapahit tak jauh dari lokasi candi.

Kini digunakan sebagai pintu masuk bagi yang ingin berziarah. Selain sebagai pintu masuk, Candi Bajang Ratu diyakini juga untuk memeringati wafat Raja Jayanegara. Karena memiliki struktur kokoh dan kuat, bangunan ini bisa bertahan daripada candi-candi yang ada. Kamu perlu mengunjungi Candi Bajang Ratu setelah berkunjung ke Candi Tikus.

  • Alamat: Dukuh Kraton, Desa Temon, Trowulan, Mojokerto.
  • Jam Operasional: Setiap hari, 08.00-16.00 WIB

4. Candi Kesiman

Candi Kesiman (Copy)

* sumber: wisatalengkap.com

Candi Kesiman atau disebut juga Candi Cungkup diyakini dulunya adalah tempat untuk bersemedi atau ritual khusus. Pada dinding candi terdapat relief yang menceritakan tentang relief utama. Relief utama ini menceritakan kisah mengenai air suci yang bisa membuat seseorang hidup abadi.


Pada literatur lain, relief Samudramanthana bercerita tentang mitologi pembebasan kutukan. Untuk itu, kamu akan menemukan bahwa di Candi Kesiman sering dipakai untuk ritual tolak bala maupun penyucian.

Bila kamu berkunjung ke sini akan menemukan bahwa bangunan ini hanya setengah saja. Terbitan BP3 Jawa Timur menjelaskan bahwa bagian atas candi rusak. Walau begitu, Candi Kesiman tetap memiliki bentuk cantik untuk dikunjungi. Menurut pernyataan warga, pengunjung Candi Kesiman tak sebanyak candi peninggalan Majapahit lainnya. Untuk itu, yuk datang ke sini.

  • Alamat: Jalan Candi, Kesimantengah, Pacet, Mojokerto
  • Jam Operasional: Setiap hari, 24 jam
  • Harga Tiket: Rp3.000 per orang

5. Candi Jedong

Candi Jedong (Copy)

* sumber: travelingyuk.com

Saat mengunjungi Candi Jedong, kamu akan menemukan dua bangunan candi. Bentuknya seperti gapura dan dibedakan menjadi Gapura Jedong I dan Gapura Jedong II. Keduanya berbentuk paduraksa dengan gapura dan atap menjadi satu.

Bedanya, Gapura I memiliki motif seperti gunung kecil dan terdapat angka dalan bentuk Candra Sangkala. Sedangkan Gapura II tidak ada motif ataupun pencantuman angka pada bangunan.

Gapura Jedong I pun dijuluki Candi Lanang dan Gapura Jedong II dijuluki Candi Wadon oleh masyarakat sekitar. Diperkirakan fungsi gapura ini adalah pintu masuk ke Desa Perdikan (Sima). Desa ini dulu adalah kawasan yang dibebaskan dari wajib pajak. Tertarik mengunjunginya?

  • Alamat: Desa Wotanmas Jedong, Ngoro, Mojokerto
  • Jam Operasional: Setiap hari, 07.00-18.00 WIB

6. Candi Wringin Lawang

Candi Wringin Lawang (Copy)

* sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram