10 Candi di Mojokerto untuk Wisata Liburan Akhir Tahun

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 Desember 2019

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Mojokerto adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Timur. Memang namanya belum terkenal Yogyakarta untuk dijadikan kota wisata. Tapi kota ini termasuk dari kawasan metropolitan. Jika kamu tertarik untuk menjelajahinya, bisa memulai dengan wisata candi.

Siapa yang mengira bahwa kawasan yang dilalui Sungai Brantas ini memiliki banyak peninggalan kebudayaan seperti candi. Nah, saat kamu berkunjung ke Mojokerto, gunakan beberapa hari untuk berkunjung ke candi-candi peninggalan dari berbagai masa kerajaan. Simak yuk ulasannya berikut ini!

1. Candi Tikus

Candi Tikus (Copy)

* sumber: www.javaloka.com

Setelah terkubur beratus-ratus tahun lamanya, pada 1914, candi ini pun ditemukan. Pertama kali ditemukan oleh R.A.A Kromo Djojo Adinegoro. Candi ini dinamakan Candi Tikus karena kemunculan berpuluh tikus saat menggali untuk mengetahui keberadaan bangunan ini.

Kamu bisa melihat bahwa bangunan ini berada sekitar 3,5 meter lebih rendah dari tanah sekitarnya. Ada yang berpendapat bahwa Candi Tikus digunakan untuk petirtaan, ada yang berpendapat untuk penampungan dan penyaluran air. Di sisi lain berpendapat bahwa Candi Tikus digunakan sebagai tempat pemujaan.

Bentuk candi ini sendiri mirip seperti petirtaan, dengan kolam besar, dan beberapa bangunan. Bahkan adanya 19 pancuran air. Selain itu, ada tangga ke bawah serta selasar yang mengelilingi bangunan. Jika ingin mengunjunginya, silakan datang ke Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

  •  Alamat: Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto
  • Jam Operasional: Setiap hari, 07.00-16.00 WIB

2. Candi Jolotundo

Candi Jolotundo (Copy)

* sumber: www.goodnewsfromindonesia.id

Disebut sebagai kolam air zam-zamnya Indonesia, kawasan Candi Jolotundo ini semakin menarik perhatian. Candi yang berada pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut ini memiliki dua sendang. Air di sini keluar dari lubang tengah batu. Banyak masyarakat mengambil air dari sini karena dipercaya bisa menyembuhkan banyak penyakit dan juga awet muda. Mau coba?

Biasanya pada malam satu Suro, Candi ini dikunjungi masyarakat terutama dari Bali. Ini dilakukan untuk melakukan ritual menyucikan diri di Petirtaan Jolotundo di kawasan Candi Jolotundo. Bila seperti itu, kamu bisa masukan lagi Candi Jolotundo ke dalam list liburan pada malam satu Suro untuk melihat keragaman ritual ini. 

  • Alamat: Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Trawas, Mojokerto.
  • Jam Operasional: Setiap hari, 24 jam

3. Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu (Copy)

* sumber: www.hipwee.com

Sekitar 600 meter dari Candi Tikus, terdapat Candi Bajang Ratu. Candi ini berbentuk seperti gapura menggunakan batu bata merah. Diyakini, bangunan ini dulunya berfungsi sebagai pintu menuju kerajaan Majapahit. Apalagi ditemukan bekas Kerajaan Majapahit tak jauh dari lokasi candi.

Kini digunakan sebagai pintu masuk bagi yang ingin berziarah. Selain sebagai pintu masuk, Candi Bajang Ratu diyakini juga untuk memeringati wafat Raja Jayanegara. Karena memiliki struktur kokoh dan kuat, bangunan ini bisa bertahan daripada candi-candi yang ada. Kamu perlu mengunjungi Candi Bajang Ratu setelah berkunjung ke Candi Tikus.

  • Alamat: Dukuh Kraton, Desa Temon, Trowulan, Mojokerto.
  • Jam Operasional: Setiap hari, 08.00-16.00 WIB

4. Candi Kesiman

Candi Kesiman (Copy)

* sumber: wisatalengkap.com

Candi Kesiman atau disebut juga Candi Cungkup diyakini dulunya adalah tempat untuk bersemedi atau ritual khusus. Pada dinding candi terdapat relief yang menceritakan tentang relief utama. Relief utama ini menceritakan kisah mengenai air suci yang bisa membuat seseorang hidup abadi.

Pada literatur lain, relief Samudramanthana bercerita tentang mitologi pembebasan kutukan. Untuk itu, kamu akan menemukan bahwa di Candi Kesiman sering dipakai untuk ritual tolak bala maupun penyucian.

Bila kamu berkunjung ke sini akan menemukan bahwa bangunan ini hanya setengah saja. Terbitan BP3 Jawa Timur menjelaskan bahwa bagian atas candi rusak. Walau begitu, Candi Kesiman tetap memiliki bentuk cantik untuk dikunjungi. Menurut pernyataan warga, pengunjung Candi Kesiman tak sebanyak candi peninggalan Majapahit lainnya. Untuk itu, yuk datang ke sini.

  • Alamat: Jalan Candi, Kesimantengah, Pacet, Mojokerto
  • Jam Operasional: Setiap hari, 24 jam
  • Harga Tiket: Rp3.000 per orang

5. Candi Jedong

Candi Jedong (Copy)

* sumber: travelingyuk.com

Saat mengunjungi Candi Jedong, kamu akan menemukan dua bangunan candi. Bentuknya seperti gapura dan dibedakan menjadi Gapura Jedong I dan Gapura Jedong II. Keduanya berbentuk paduraksa dengan gapura dan atap menjadi satu.

Bedanya, Gapura I memiliki motif seperti gunung kecil dan terdapat angka dalan bentuk Candra Sangkala. Sedangkan Gapura II tidak ada motif ataupun pencantuman angka pada bangunan.

Gapura Jedong I pun dijuluki Candi Lanang dan Gapura Jedong II dijuluki Candi Wadon oleh masyarakat sekitar. Diperkirakan fungsi gapura ini adalah pintu masuk ke Desa Perdikan (Sima). Desa ini dulu adalah kawasan yang dibebaskan dari wajib pajak. Tertarik mengunjunginya?

  • Alamat: Desa Wotanmas Jedong, Ngoro, Mojokerto
  • Jam Operasional: Setiap hari, 07.00-18.00 WIB

6. Candi Wringin Lawang

Candi Wringin Lawang (Copy)

* sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Bangunan yang berada di Dukuh Wringinlawang ini dulu berada dekat pohon beringin besar. Itulah asal nama Candi Wringin Lawang yang dalam bahasa Jawa, Wringin berarti pohon beringin dan lawang adalah pintu. Masyarakat setempat lebih mengenal candi ini sebagai Gerbang Wringin Lawang.

Bentuk Candi Wringin Lawang selayaknya gapura tanpa atap. Oleh sebab itu masuk ke dalam jenis candi bentar. Biasanya candi bentar memiliki fungsi sebagai gapura terluar dari kompleks suatu bangunan. Candi Wringin Lawang sudah melewati satu kali pemugaran dimulai pada tahun 1991. Saat berkunjung, kamu akan menemukan bangunan ini sudah cantik terpoles.

  •  Alamat: Dukuh Wringinlawang, Desa Jati Pasar, Trowulan, Mojokerto
  • Jam Operasional: Setiap hari, 07.00-17.00 WIB

7. Candi Brahu

Candi Brahu (Copy)

* sumber: www.dictio.id

Salah satu candi yang diperkirakan sudah ada sebelum muncul Kerajaan Majapahit yaitu Candi Brahu. Candi Brahu diyakini dibangun saat Empu Sendok menjabat sebagai raja Kerajaan Mataram Kuno. Pada prasasti tembaga Alasantan yang ditemukan tak jauh dari lokasi, bangunan ini digunakan untuk acara keagamaan.

Bila dilihat dari struktur bangunan, Candi Brahu termasuk ke dalam candi agama Budha. Masyarakat sekitar pun mengatakan bahwa bangunan ini digunakan untuk membakar jenazah raja-raja Majapahit. Namun, berdasarkan penelitian, belum ada penemuan bekas abu pembakaran sisa jenazah.

  • Alamat: Dukuh Jambu Mete, Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto
  • Jam Operasional: Setiap hari, 08.00-16.00 WIB

8. Candi Minak Jinggo

Candi Minak Jinggo (Copy)

* sumber: jurnalmojo.com

Saat memutuskan untuk mengunjungi Candi Minak Jinggo, jangan berharap bahwa kamu akan menemukan bangunan megah tinggi. Sejujurnya Candi Minak Jinggo terlihat seperti batu-batu andesit yang tersusun rapi. Tapi siapa sangka dibalik minimalisnya Candi Minak Jinggo terdapat cerita sejarah pertarungan antara Damarwulan dan Adipati Blambangan.

Diperkirakan bangunan ini berfungsi sebagai tempat pemujaan khusus raja dan kerabat kerajaan Majapahit. Ini dikuatkan dengan adanya arca Dewi Sri, Dewi laksmi, dan Garuda Wisnu yang melambangkan Dewa Wisnu. Sampai sekarang pun masih ada pengunjung yang datang untuk bersemedi.

Uniknya bangunan ini memang belum terlihat secara menyeluruh karena banyaknya relief yang ditemukan tak utuh. Sehingga diperkirakan bahwa masih banyak batu terkubur. Namun, terlihat bahwa Candi Minak Jinggo memiliki bagian susunan bata merah berbentuk labirin. Tengahnya ada altar untuk pemujaan.

  • Alamat: Jalan Candi Minak Jinggo, Unggaran, Unggahan, Trowulan, Mojokerto
  • Jam Operasional: Setiap hari, 08.00-16.00 WIB

9. Candi Kedaton

Candi Kedaton (Copy)

Candi Kedaton sebenarnya bisa juga disebut dengan kompleks. Ini karena di lokasi ini ditemukan banyak sekali peninggalan berbentuk pondasi bangunan, seperti rumah. Diyakini bahwa kawasan ini dulunya adalah tempat tinggal seseorang yang mempunyai jabatan atau keluarga kerajaan.

Letak Candi Kedaton berdekatan dengan Sumur Upas. Sumur Upas mengandung racun tinggi yang bisa merusak sistem saraf manusia. Namun airnya tetap bisa berguna untuk memandikan pusaka seperti keris. Jangan kaget bila menemukan banyak binatang berbisa di sumur ini seperti lipan, kodok bangkong beracun, kalajengking, serta ular welang.

  • Alamat: Jalan Pendopo Agung, Sidodadi, Trowulan, Mojokerto
  • Jam Operasional: Setiap hari, 24 jam

 10. Candi Bangkal

Candi Bangkal (Copy)

* sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Candi Bangkal terletak di tengah pematang sawah milik masyarakat sekitar. Sudah pasti banyak rumah penduduk yang mengelilinginya. Namun, kecantikan dan kemegahan Candi Bangkal tetap tak terbendung. Ditambah dengan adanya tanaman bunga di sekeliling bangunan mempercantik lingkungan Candi Bangkal.

Sampai saat ini belum ada referensi pasti atau penelitian lebih lanjut mengenai Candi Bangkal. Namun posisinya yang menghadap ke barat bisa jadi dibuat untuk upacara keagamaan. Selain itu, candi ini juga dekat dengan Kali Porong yang bermakna penolakan atau mencegah bahaya pada sungai tersebut.

  • Alamat: Bangkal, Candiharjo, Ngoro, Mojokerto
  • Jam Operasional: Setiap hari, 06.30-17.00 WIB

Itulah 10 candi di Mojokerto yang bisa dikunjungi untuk wisata candi. Tak hanya itu, kamu pun bisa hunting foto untuk menambah kemampuan berfoto. Jika kamu menemukan candi lain yang menarik dan cantik saat berkunjung ke Mojokerto, silakan tambahkan di kolom komentar.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *