Inilah 6 Gorengan Khas Jepang yang Mesti Kamu Coba

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 4 Juni 2021

Mungkin sebagian kamu sudah sangat familiar dengan nama-nama makanan seperti tempura, karaage atau katsu. Makanan ini bisa kamu temui dalam versi fresh yang dibuat di restoran atau kedai-kedai dan ada juga dalam bentuk mentah yang dijual di supermarket.

Tapi tahukah kamu, ternyata nama-nama tadi adalah bagian dari agemono. Ada beragam jenis agemono, yaitu tempura, kaarage dan katsu. Tiap-tiap jenis itu memiliki varian yang beragam. Ingin tahu lebih dalam tentang gorengan khas Jepang? Simak ulasannya berikut ini ya!

Mengenal Agemono

Mengenal Agemono

Gorengan khas Jepang disebut dengan istilah agemono yang dalam masakan Jepang merujuk pada semua masakan yang digoreng. Teknik menggoreng agemono terdiri dari tiga teknik dasar, yaitu suage yang merupakan makanan digoreng dengan tidak diberi lapisan tepung maupun adonan.

Ada lagi karaage, yaitu cara menggorengnya dengan pertama kali diberi lapisan tepung maupun pati garut. Tujuannya yaitu untuk mempertahankan kandungan air alaminya sehingga hasilnya adalah permukaan luar yang renyah.

Yang ketiga yaitu koromo-age, yakni jenis makanan yang sebelum digoreng dilapisi dengan adonan, misalnya masakan tempura. Koromo-age ini paling pas untuk makanan laut, ikan musiman serta sayuran.

Kebanyakan teknik suage digunakan untuk menggoreng terong, ikan air tawar, paprika hijau serta sayuran lainnya yang tekstur, warna, dan bentuknya bisa dimanfaatkan untuk memberikan efek yang bagus pada makanan.

Terakhir adalah karaage. Ini biasanya digunakan untuk daging, kebanyakan adalah daging ayam, dan termasuk juga varian yang dinamakan tatsutaage. Dalam cara ini, potongan ayam pertama-tama direndam dalam campuran sake, gula dan soy sauce, dibalut sedikit tepung garut dan lalu digoreng.

Juga, ada yang dinamakan furai atau kawari-age, yang secara harfiah yaitu jenis deep-frying yang berbeda-beda, adalah teknik yang relatif baru yang berasal dari Barat. Teknik ini merujuk pada makanan yang diberi lapisan tepung roti kemudian digoreng.

Jenis-Jenis Gorengan Khas Jepang (Agemono)

Seperti yang sudah disebutkan di atas, agemono memiliki beberapa jenis. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis agemono.

1. Karaage

Karaage

Gorengan khas Jepang ini merupakan makanan yang digoreng dengan deep-frying yang sebelumnya dilapisi dengan tepung garut, kemudian di-deep-fry. Penggunaan tepung garut menjaga kandungan air alami dari makanan yang digoreng. Hasilnya adalah permukaan luar yang renyah.

Sebagai bahan pelapis alternatif lainnya di antaranya tepung tapioka dan terigu. Selain itu, tepung kentang juga dapat digunakan. Karaage biasanya berupa berbagai daging, ikan, cumi-cumi, gobo (akar burdock, tapi paling sering dihubungkan dengan ayam.

Variasi khusus dari karaage disebut tatsutaage, yaitu berupa potongan ayam yang sebelumnya direndam dalam campuran sake, soy sauce, dan gula yang kemudian dibalur tipis dengan pati garut dan selanjutnya digoreng.

Gorengan khas Jepang ini biasanya diberi bumbu dengan bawang putih dan jahe, dan dihidangkan dengan soy sauce sebagai pendamping. Kaarage dapat ditemui di izakaya, berupa tempat untuk minum dan menyantap makanan ringan sesudah kerja.

Karaage memiliki beberapa varietas yang terkenal, di antaranya:

  • Chicken Nanban: Ini adalah jenis karaage yang berasal dari prefektur Miyazaki di Kyushu. Saking populernya, chicken nanban bisa kamu temukan di menu setiap restoran makanan Jepang di seluruh Jepang. Karaage goreng gurih tanpa tulang dengan saus tartar putih di atasnya ini merupakan jenis chicken nanban yang menjadi sajian favorit banyak orang.
  • Teba shio - sayap ayam asin: Walaupun sebagian besar varian karaage menggunakan ayam tanpa tulang sebagai bahan utamanya, teba shio merupakan salah satu jenis karaage yang menggunakan sayap ayam, yaitu sayap ayam asin goreng.
  • Toriten - tempura ayam: Jenis karaage ini berasal dari Prefektur Oita di Kyushu, salah satu prefektur yang memproklamasikannya sebagai pusat kuliner karaage. Ini adalah jenis karaage yang unik berupa kombinasi dari dua hidangan populer yang berbeda, tempura dan karaage.

2. Tempura

Tempura

Jenis gorengan khas Jepang yang kedua adalah tempura. Bahan yang paling disukai untuk gorengan ini termasuk kerang, udang, cumi-cumi, dan kepiting kecil, atau sayuran seperti asparagus, jamur shiitake, terong Jepang, juga kacang polong salju.

Adonan pelapis dalam tempura terdiri dari tepung, air, dan telur yang membuat bahan tidak kering dan tetap beraroma. Asal-usul tempura cukup membingungkan karena ada yang menyebutkan berasal dari Portugal dibawa ke Jepang. Ada juga yang menyebutkan diperkenalkan oleh orang Cina.

Terlepas dari asal-usul tempura, gorengan khas Jepang ini tetap menjadi hidangan ikonik yang disajikan dengan berbagai cara, seperti disajikan sendiri, di atas nasi, ditemani tentsuyu atau soy sauce, atau bahkan sebagai isian sushi gulung.

Tempura memiliki beberapa varian. Varian tempura yang paling umum, di antaranya:

  • Ebi: Ebi adalah bahasa Jepang untuk udang yang merupakan bahan makanan laut yang paling umum untuk tempura. Udang selalu dimasak dengan cara yang menjaga bentuknya tetap lurus dan mencegahnya menggulung. Udang atau udang ukuran besar bagus untuk tempura, termasuk udang windu (ushiebi), udang windu (kuruma ebi), dan udang whiteleg (baname ebi).
  • Ika: Cumi-cumi atau ika dalam bahasa Jepang adalah bahan tempura yang populer, dan tempura cumi-cumi dan udang sering disajikan bersama. Rasanya lebih ringan dibanding tempura udang.
  • Sakana (ikan): Fillet kecil atau ikan kecil utuh dibuat menjadi potongan tempura. Ikan putih seperti whiting Jepang, ikan teri, ikan goby, dan ikan ayu atau sweetfish biasanya jadi bahan untuk tempura.
  • Nasu (terong): Bergantung pada ukuran nasu, terong bisa diiris menjadi bundar, dipotong menjadi dua, atau dipotong menjadi bentuk kipas sebelum dilumuri adonan tepung dan digoreng.
  • Kinoko (jamur): Jamur merupakan bahan populer untuk membuat tempura. Semua jenis jamur digunakan, terutama shiitake dan maitake.
  • Kabocha (labu): Kabocha adalah labu Jepang dengan kulit tipis berwarna hijau tua dan daging berwarna oranye. Kulitnya dibiarkan saat dimasak dan dimakan bersama dagingnya. Irisan kabocha tempura yang tipis, manis dan bertepung merupakan bahan yang umum pada menu tempura.
  • Satsumaimo (ubi jalar): Satsumaimo adalah sejenis ubi jalar Jepang dengan kulit berwarna ungu dan daging buah berwarna kuning. Saat digunakan untuk tempura, diiris tipis-tipis dan dibiarkan kulitnya. Seperti kabocha, satsumaimo manis dan bertepung.
  • Shiso (perilla): Daun shiso memiliki rasa seperti mint. Mereka biasanya disajikan sebagai hiasan untuk sashimi dan juga bahan tempura yang cukup umum.
  • Kakiage: Kakiage adalah sejenis tempura yang terbuat dari berbagai macam irisan sayuran dan makanan laut yang dicampur bersama dalam adonan tempura dan digoreng. Kakiage dapat disajikan sebagai hidangan pembuka atau lauk, atau sebagai taburan nasi atau mie.

3. Katsu

Katsu

Katsu, yang berarti potongan daging, adalah gorengan khas Jepang lainnya yang berupa daging atau makanan laut ditumbuk menjadi tipis, dilapisi tepung roti, kemudian digoreng dengan minyak panas.

Ada sedikit perbedaan antara katsu dan irisan daging yang dilapisi tepung roti dan digoreng, tetapi katsu selalu dibuat dengan remah roti panko (bersama dengan tepung dan telur kocok) dan harus disajikan dengan saus katsu yang kental dan dengan rasa yang tajam.

Teknik ini asalnya dari era Meiji saat kaisar mendorong pengaruh Barat, jadi daging babi dan deep-fry diperkenalkan ke masakan Jepang. Variasi katsu yang ada sekarang ini yaitu daging, seafood, dan sayuran seperti daging babi, beef steak, daging giling, ayam, salmon, bahkan keju serta kentang untuk versi modern.

Katsu memiliki beberapa varian. Berikut ini adalah beberapa yang popular, yaitu:

  • Tonkatsu: Ini adalah potongan daging babi yang dilumuri tepung roti kemudian digoreng. Awalnya tonkatsu bergaya barat tapi seiring waktu, tonkatsu jadi semakin bergaya Jepang, dan lebih populer. Tonkatsu bisa dihidangan tersendiri atau digabungkan dengan bahan-bahan lain, seperti ramen atau nasi, disiram dengan saus miso kental.
  • Tori katsu: Tori atau chicken katsu adalah hidangan tradisional Jepang dan sejenis katsu. Ini dibuat dengan cara melumuri dada ayam empuk dengan tepung, telur, dan remah roti panko, lalu irisan daging digoreng dalam minyak panas hingga menjadi keemasan dan renyah. Meskipun dada ayam adalah pilihan paling populer, bagian lain dari burung juga dapat digunakan. Hidangan ini disajikan dengan nasi putih kukus dan saus katsu.
  • Kaki furai: Tiram goreng Jepang biasanya disiapkan di restoran atau di rumah, dan terdiri dari tiram yang dikupas yang ditaburi tepung dan dicelupkan ke dalam telur kocok sebelum dilapisi dengan remah roti panko dan akhirnya digoreng hingga renyah dan keemasan. Biasanya disajikan dengan irisan lemon, lalapan, dan berbagai saus dan bumbu seperti tonkatsu atau saus tartar.

Jenis Gorengan Jepang lainnya

Selain jenis gorengan khas Jepang di atas, masih ada lagi jenis gorengan lainnya yang tak kalah lezatnya. Berikut ini beberapa jenisnya:

1. Kushiage/Kushikatsu

Kushiage/Kushikatsu

Gorengan khas Jepang ini berupa potongan-potongan seukuran gigitan dari berbagai ikan dan makanan laut, babi, ayam, daging sapi, dan bahkan daging kuda atau sayuran segar. Bahan-bahan tadi dilapisi tepung roti, ditusuk dengan tusukan bambu dan digoreng.

Asal kushikatsu dari Osaka, kota yang dijuluki dapur Jepang. Kushiage pertama kali muncul pada tahun 1920-an di Shinsekai, tetapi sekarang, sate goreng yang sangat populer ini dapat dinikmati di mana saja dari berbagai kedai makanan kaki lima hingga restoran khusus kushiage.

Sementara itu versi kudapan kaki lima dari kushiage hanya disajikan dengan saus cokelat seperti Worcestershire yang disajikan dalam panci komunal, kushiage gourmet yang disiapkan di restoran fusi Asia kelas atas sangat kreatif. Kushiage disajikan dengan berbagai saus dan bumbu celup.

Yang paling umum adalah saus cokelat kushiage klasik, ponzu atau soy sauce yang dicampur dengan cuka atau jus jeruk, ichimi atau garam cabai, saus wijen, dan mayones kewpie Jepang yang dibuat dengan sari apel atau cuka beras.

Menu Kushiage berubah sesuai dengan musimnya, sering kali menampilkan bermacam-macam variasi dan kombinasi yang tak terhitung jumlahnya seperti udang dengan shiso basil, capit kepiting, salmon dan keju, jamur shiitake, siung bawang putih utuh, kue beras, okra, telur puyuh dan masih banyak lagi.

2. Menchi Katsu

Menchi Katsu

Menchi katsu merupakan hidangan tradisional Jepang dan sejenis katsu. Potongan daging giling ini dibuat dengan kombinasi daging sapi giling, daging babi giling, bawang bombay, remah roti panko, minyak, telur, susu, lada hitam, dan pala.

Setelah dibentuk, patty tadi dilapisi dengan tepung, telur kocok, dan remah roti panko, lalu digoreng dengan minyak panas hingga keemasan dan renyah. Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi putih, sup miso, dan saus katsu.

3. Korokke

Korokke

Korokke merupakan variasi masakan Jepang yang digoreng yang merupakan versi masakan Perancis yang disebut kroket. Bahan untuk membuat korokke yaitu kentang tumbuk dicampur dengan daging cincang, seafood atau sayuran.  Kemudian semua bahan tadi dicampur dan dibentuk jadi patty.

Sesudahnya dilapisi dengan tepung, telur serta remah roti dan barulah digoreng. Dengan kepopulerannya yang sangat tinggi, terdapat juga sejumlah varian korokke termasuk daging, kentang, kari, tuna, krim, serta okara korokke.

Nah, itulah gorengan khas Jepang yang mungkin sebagian kita hanya tahu istilah tempura, karaage dan katsu saja. Ternyata ketiga gorengan tersebut memiliki berbagai varian. Ada juga gorengan lain yang tak kalah enaknya.

Untuk pencinta makanan Jepang pasti sudah familiar dengan makanan ini. Coba sebutkan jenis gorengan khas Jepang mana yang jadi kesukaanmu?

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram