Terkenal Dengan Kota Kretek, Inilah 10 Makanan Khas Kudus

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 April 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kudus merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di utara Pulau Jawa dan berjarak kurang lebih 51 kilometer dari Ibukota Jawa Tengah, Semarang. Secara geografis, Kudus dikelilingi oleh Kabupaten Pati, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Grobogan.

Kudus dikenal dengan penghasil rokok terbesar di Jawa Tengah, hingga dibuatlah julukan Kudus Kota Kretek. Namun tak hanya dikenal sebagai penghasil rokok saja, Kudus juga memiliki makanan khas seperti daerah lain di Indonesia.

Inilah 10 makanan khas Kudus yang bisa kamu coba ketika singgah di Kota Kretek. Simak ulasannya berikut ini ya!

1. Soto Kudus

Soto Kudus

Siapa yang tidak tahu soto? Makanan khas Indonesia ini mudah kita jumpai di beberapa kota di Indonesia. Namun, soto tidak hanya memiliki satu varian saja, setiap kota memiliki ciri khasnya masing-masing. Salah satunya, Soto Kudus. Makanan yang sangat terkenal ini jangan sampai kamu lewatkan ketika singgah di Kabupaten Kudus.

Hal unik dari Soto Kudus adalah bahan dasarnya yang menggunakan daging kerbau. Sejak zaman Sunan Kudus, ada larangan penyembelihan sapi. Karena pada zaman itu mayoritas masyarakat Kudus adalah umat Hindu, sehingga di sini tidak menyembelih sapi seraya menghormati umat Hindu. Jika tidak suka daging kerbau, kamu juga bisa meminta daging ayam pada Soto Kudus.

2. Opor Bakar Sunggingan

Opor Bakar Sunggingan

Opor merupakan makanan bersantan yang biasa disajikan ketika hari raya Idul Fitri tiba. Biasanya, opor berbahan dasar ayam yang direbus langsung di dalam kuah opor. Namun, berbeda dengan makanan yang satu ini. Opor Bakar Sunggingan, atau disebut juga dengan Opor Bakar Kudus, memiliki ciri khas tersendiri.

Opor Bakar Sunggingan terbuat dari bahan dasar ayam kampung yang dimasak dengan kuah opor terlebih dahulu, kemudian ayam tersebut dibakar di atas arang hingga matang. Maka dari itu, disebut Opor Bakar. Sedangkan nama Sunggingan berasal dari Desa Sunggingan, tempat dari mana makanan ini berasal.

3. Sate Kerbau

Sate Kerbau

Seperti yang sudah disebutkan pada poin pertama, Kudus memiliki larangan untuk menyembelih sapi, dengan tujuan menghormati Umat Hindu. Hingga akhirnya, di Kudus tidak terdapat sate sapi seperti di kota lainnya. Namun di sini sate dibuat dari bahan dasar kerbau.

Sate Kerbau disajikan dengan nasi, bumbu kacang, serta cabai rawit merah dan cabai rawit hijau melengkapi sajian ini. Bumbu kacang yang terdapat pada Sate Kerbau memiliki rasa yang lebih manis jika dibandingkan dengan bumbu sate lainnya. Maka dari itu cabai rebut memberikan cita rasa baru yang tidak ditemukan di makanan lain.

4. Ayam Gongso

Ayam Gongso

Ayam Gongso adalah makanan khas Kudus yang dimasak dengan bumbu kecap dan cabai. Sehingga rasa yang dihasilkan adalah pedas, manis, dan gurih yang melebur jadi satu. Ayam yang diolah menjadi Ayam Gongso adalah ayam tanpa tulang, jadi lebih mudah dimakan oleh berbagai kalangan.

Dalam bahasa Jawa, “gongso” artinya tumisan. Jadi, Ayam Gongso bisa diartikan pula sebagai tumisan ayam. Makanan ini cocok disajikan dengan nasi panas, bahkan lebih nikmat lagi bila disajikan dengan nasi goreng.

5. Pecel Pakis

Pecel Pakis

Tak hanya Madiun, Kudus juga memiliki pecel khas yang disebut dengan Pecel Pakis. Sesuai dengan namanya, pecel ini menggunakan campuran tumbuhan pakis, tauge, kacang panjang. Bumbunya terbuat dari kacang tanah, gula merah, garam, dan juga cabai keriting. Bumbu tersebut disiram di atas sayuran.

Tanaman Pakis mudah ditemukan di kawasan Gunung Muria. Sehingga sangat tepat jika Pecel Pakis menjadi makanan khas Kudus yang terletak di kaki Gunung Muria. Pecel Pakis biasanya dijadikan hidangan sarapan pagi oleh masyarakat Kudus, khususnya Desa Colo, tempat dimana Pecel Pakis ini berasal.

6. Lentog Tanjung

Lentog Tanjung

Lentog Tanjung adalah makanan khas untuk sarapan pagi bagi masyarakat Kudus. Lentog biasa kita kenal sebagai lontong yang terbuat dari beras dan dibungkus daun pisang. Sedangkan Tanjung merupakan nama desa di Kabupaten Kudus, yaitu Desa Tanjungkarang, yang menjadi tempat dimana Lentog Tanjung berasal.

Lentog Tanjung didampingi dengan tahu semur, telur, lontong, dan sayur lodeh, kemudian disajikan di atas piring kecil, dialasi daun pisang, dan diberi taburan bawang goreng. Berbeda dengan makanan lain yang dimakan menggunakan sendok, cara menikmati Lentog Tanjung adalah dengan menggunakan suru atau sendok yang terbuat dari daun pisang.

7. Lepet Beras Ketan

Lepet Beras Ketan

Lepet adalah makanan yang terbuat dari campuran beras ketan, kacang, kemudian dimasak salam santan, dan dibungkus daun janur. Dalam bahasa Sunda disebut juga Leupeut. Makanan ini secara fisik mirip seperti lontong.

Bedanya, tekstur lepet lebih liat dan lengket karena menggunakan beras ketan dan memiliki rasa yang gurih. Cara pembuatan Lepet cukup sederhana. Beras ketan dikukus hingga setengah matang, kemudian dicampur santan, daun pandan, dan garam.

Setelah itu diaron hingga kandungan santan terserap oleh ketan. Kemudian campuran ketan dan santan dicampur dengan kacang tanah dan kelapa parut. Di akhir, Lepet dibungkus daun janur dan diikat serat janur.

8. Nasi Pindang

Nasi Pindang

Nasi Pindang adalah makanan khas Kudus yang berbahan dasar daging kerbau, kemudian disajikan dengan kuah pindang dan daun melinjo. Awal mulanya, Nasi Pindang adalah hidangan untuk acara hajatan atau pesta di Kabupaten Kudus. Namun kini, Nasi Pindang dengan mudah ditemukan di warung kaki lima.

Nasi pindang memiliki kesamaan dengan Rawon, makanan khas Jawa Timur. Sama-sama menggunakan daging yang diiris tipis. Bedanya Rawon tidak menggunakan santan, sedangkan Nasi Pindang menggunakan santan pada kuahnya. Nasi Pindang disajikan di atas piring beralaskan daun pisang.

9. Nasi Jangkrik Daun Jati

Nasi Jangkrik Daun Jati

Nasi Jangrik adalah makanan kesukaan Sunan Kudus serta Kyai Telingsing, yang merupakan penyebar agama Islam di Kabupaten Kudus. Tidak seperti namanya, Nasi Jangkrik bukan berbahan dasar jangkrik tapi terdiri dari nasi putih, potongan daging kerbau, tahu, serta siraman kuah santan.

Daging kerbau dibumbui dengan bumbu halus yang terdiri dari kencur, bawang putih, bawang merah, lengkuas, cabai, dan kemiri. Daging direbus selama tiga jam hingga tekstur daging lebih empuk, lembut, dan bumbunya meresap. Rasa yang dihasilkan gurih dan sedikit pedas.

10. Intip Ketan

Intip Ketan

Intip Ketan adalah camilan yang terbuat dari kerak ketan. Pembuatannya dengan cara, ketan yang sudah direndam semalaman, dicampur dengan parutan kelapa serta garam. Kemudian ketan dituang di atas wajan tanah liat dan ditaburi gula pasir. Setelah itu ditutup beberapa saat hingga bagian bawah terlihat gosong.

Rasa yang dihasilkan dari Intip Ketan adalah  manis, asin, dan gurih. Bentuknya seperti serabi.  Biasanya, kudapan ini disajikan bersamaan dengan menu buka puasa. Tak heran, Intip Ketan akan dengan mudah ditemukan ketika Bulan Ramadan tiba. Intip Ketan ini menjadi makanan khas Kudus yang sudah ada sejak zaman Sunan Kudus.

Nah, itulah 10 makanan khas Kudus Kota Kretek. Kira-kira mana yang paling kamu suka? Jadi, jangan lupa coba makanan khas Kudus ketika kamu mampir atau liburan ke sini ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *