10 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Masih Ada Saat Ini

Ditulis oleh Albar Fahrul Roji

Mataram kuno atau Kerajaan Medang merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu Budha di Indonesia khususnya di tanah Jawa. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-8 di Jawa Tengah dan kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10. Nama “Mataram” sendiri diambil dari salah satu ibu kota Kerajaannya yaitu “Bhumi Mataram” atau nama lain dari Yogyakarta.

Untuk membedakan antara Mataram Hindu dengan Mataram Islam, maka Mataram Hindu ini lebih dikenal sebagai Mataram Kuno karena berdiri lebih awal dibandingkan dengan Mataram Islam. Terdapat setidaknya 3 Dinasti yang berkuasa di bawah pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Medang antara lain Dinasti Sanjaya, Dinasti Syailendra dan Dinasti Isyana.

Pendiri sekaligus raja pertamanya bernama Ratu Sanjaya. Kerajaan ini dikenal sebagai Kerajaan Agraris karena sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Agama resmi yang dianut oleh Kerajaan Mataran Kuno pada awalnya adalah Hindu aliran Syiwa yaitu pada masa Dinasti Sanjaya dan berubah menjadi Budha Mahayana pada Dinasti Syailendra.

Kerajaan Mataram Kuno ini runtuh pada abad ke-11 dengan terbunuhnya Dharmawangsa Teguh, Raja Mataram Kuno saat itu oleh sekutu Kerajaan Sriwijaya. Kematiannya ini menjadi awal runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno dan berganti menjadi Kerajaan Kahuripan yang dipimpin oleh Pangeran Airlangga.

Runtuhnya Mataram Kuno banyak meninggalkan kisah sejarah dan beberapa peninggalan berharganya. Penasaran apa saja sih peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno? Simak pemaparannya di bawah ini!

1. Candi Borobudur

Candi Borobudur (Copy)

* sumber: blog.reservasi.com

Siapa sih yang tak kenal dengan Candi yang spektakuler ini? Ya, apalagi kalau bukan Candi Borobudur yang berdiri di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini merupakan candi bercorak Budha Mahayana yang dibangun pada tahun 800-an yaitu pada masa Dinasti Syailendra.

Candi Borobudur menjadi Candi atau Kuil Budha terbesar di dunia dan ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Candi Borobudur memiliki 504 arca Budha dan 2.672 relief yang menghiasi sepanjang dindingnya. Terdapat satu stupa besar di tengahnya sebagai mahkota dari bangunan suci ini.

Candi ini dibangun dengan tujuan sebagai tempat ibadah dan tempat ziarah bagi pemeluk agama Budha. Hingga saat ini, Candi Borobudur tak pernah sepi pengunjung baik bagi para pemeluk agama Budha untuk berziarah dan beribadah, maupun para wisatawan lokal dan asing untuk berwisata.

2. Candi Prambanan

Candi Prambanan (Copy)

* sumber: momokiro.com

Tak kalah populer dari Candi Borobudur, masih di tanah Jawa juga berdiri sebuah candi megah bercorak Hindu yang juga merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno bernama “Candi Prambanan”.  Candi Prambanan ini memiliki nama lain Candi Roro Jonggrang karena kerap dikaitkan dengan cerita rakyat.

Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9 dan menjadi Candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi Prambanan dibangun sebagai persembahan kepada Trimurti yaitu 3 dewa dalam agama Hindu diantaranya adalah Dewa Brahma, Dewa Wishnu dan Dewa Shiwa.


Candi ini terletak di Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta dan Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah dengan bentuk bangunan menjulang tinggi dan ramping yang di dalamnya terdapat satu candi utama berupa candi Dewa Shiwa setinggi 47 meter.

Candi Prambanan juga ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO dan menjadi salah satu situs sejarah sekaligus objek wisata yang selalu dipenuhi para wisatawan lokal maupun asing.

3. Candi Kalasan

Candi Kalasan (Copy)

* sumber: www.alodiatour.com

Terletak kurang lebih 2 km dari Candi Prambanan, terdapat sebuah candi lainnya yang berdiri tepat di Desa Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sebagaimana ia berdiri yaitu di Desa Kalasan, candi ini bernama Candi Kalasan yang dikategorikan sebagai Candi Budha.

Candi Kalasan ini memiliki 52 stupa dengan detail yang indah. Candi ini dibangun sebagai persembahan bagi para Bodhisattva wanita di bawah pimpinan Maharaja Tejapurnapana Panangkaran yang merupakan bagian dari wangsa Syailendra.

Candi Kalasan memiliki detail serta pahatan batu yang indah dan sangat halus. Hal ini menjadi bukti bahwa sejak zaman dulu teknik pahat di Indonesia sudah sangat maju dan banyak pemahat handal.

4. Candi Sewu

Candi Sewu (Copy)

* sumber: borobudurpark.com

Candi Sewu atau yang memiliki nama asli “Prasada Vajrasana Manjusrigrha” merupakan salah satu candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-8 saat Kerajaan Mataram Kuno dipimpin oleh Rakai Panangkaran. Candi ini merupakan Candi Budha terbesar kedua setelah Candi Borobudur.

Konon usia candi Sewu ini lebih tua jika dibandingkan dengan candi lainnya seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Nama “Sewu” atau yang artinya “Seribu” ini diambil dari legenda rakyat yang sudah dipercaya secara turun temurun yaitu legenda mengenai Roro Jonggrang.

Di dalamnya terdapat 249 candi yang megah dengan satu candi utama yang terbuat dari batu andesit dengan denah menyerupai salib atau menyilang. Terdapat 4 pintu masuk di kompleks candi ini yang masing-masingnya terdapat 2 arca Dwarapala sebagai penyambut para pengunjung atau wisatawan.

5. Candi Mendut

Candi Mendut (Copy)

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram