10 Tarian Adat Riau Khas Suku Melayu yang Wajib Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Masyarakat Riau merupakan masyarakat yang banyak di huni oleh Suku Melayu. Suku Melayu ini memiliki budaya yang khas  sebagai satu keragaman budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia. Keragaman itu terlihat dalam bentuk tariannya. Berikut ini beberapa tarian yang khas Riau yang menjadikan satu keragaman budaya yang harus dipelihara.

1. Tari Zapin Matahari

Tari Zapin Matahari

Tari Zapin Matahari merupakan tarian tradisional dari masyarakat Melayu, dan merupakan tarian yang berasal dari arab, tepatnya dari Yaman. Di daerah lain tarian seperti ini memiliki nama yang berbeda-beda. Tarian ini pada awalnya digunakan sebagai tarian hiburan di kalangan istana.

Tari Zapin Matahari mengisahkan hubungan asmara antara seorang pria dan wanita. Setelah penantian panjang akhirnya mereka berdua bisa menikah. Tarian jenis ini disukai remaja, karena mengkisahkan tentang percintaan antara dua orang muda mudi pada zamannya

Awalanya Tari Zapin ini hanya dilakukan oleh pria. Tetapi wanita juga melakukannya sering perkembangan zaman. Baju yang dikenakan saat menari adalah baju kurung. Bagi pria biasanya ditambah dengan peci hitam dan juga baju kurung dan juga bros, pakaiannya mencerminkan budaya melayu.

2. Tarian Tandak Sedati

Tarian Tandak Sedati

Tarian Tandak Sedati merupakan tarian yang ditarikan oleh pria dan juga wanita. Tarian ini dilakukan untuk mempererat silaturahmi antara remaja pria dan wanita dalam satu kampung. Tandak Sedati merupakan tarian yang dilakukan pada malam hari dengan iringan musik tradisional.

Saat ini tarian ini masih sering dibawakan untuk tetap dilestarikan dengan membawanya pada acara pagelaran seni atau hiburan. Tetapi tarian ini masih dilakukan juga pada upacara adat seperti perkawinan. Dahulunya Tandak Sedati merupakan tarian yang dijadikan tempat untuk mencari jodoh.

Tandak sedati biasanya ditarikan oleh delapan orang  pria dan wanita dengan berpasangan. Pakaian yang dikenakan adalah pakaian khas adat melayu, dan musiknya menggunakan alat musik tradisional dan juga rebana serta akordion. Syair yang digunakan dalam lagunya biasanya berisi syair atau pantun Melayu. 

3. Tarian Persembahan atau Tarian Makan Sirih

Tarian Persembahan atau Tarian Makan Sirih

Tarian Persembahan atau Tari Makan Sirih merupakan tarian yang dilakukan dalam rangka  penyambutan tamu kehormatan. Tarian ini diakui oleh pemerintah melalui sebuah musyawarah pada tahun 1957 di Pekanbaru. Tari persembahan bermakna rasa terima kasih kepada tamu yang bersedia datang atau hadir.

Gerakan pada tarian Makan Sirih ini cukup sederhana, lebih berfokus kepada kepada tangan dan kaki. Jumlah dari penarinya biasanya berjumlah ganjil yang semuanya adalah perempuan. Satu orang di antara mereka ada yang menari sambil membawa tempat sirih yang akan dipersembahkan kepada tamu.

Tempat sirih itu akan diberikan kepada tamu yang paling dihormati baru akan diberikan kepada tamu yang lainnya. Tariannya diiringi musik yang berasal dari akordion, gendang, gambus, dan juga biola. Baju yang dikenakan pada tarian ini adalah pakaian adat yang berupa baju kurung telu baga dan juga songket.

4. Tari Melemang

Tari Melemang

Tarian Melemang merupakan tarian yang istimewa. Tarian Melemang dahulu digunakan sebagai tarian yang dimainkan di istana kerajaan. Tariannya dipersembahkan kepada raja dan yang menjadi penarinya adalah dayang-dayang istana. Tariannya dilakukan oleh 14 orang penari, wanita dan juga pria.

Tarian ini biasanya memperihatkan keahlian atau kecakapan dari seorang penari dalam mengambil sebuah benda seperti saputangan atau juga uang receh. Cara mengambil barang tersebut dilakukan dengan cara melemang atau membungkukan badan ke belakang atau gerakan kayang dalam olahraga.

Tari ini merupakan tarian yang lahir di daerah Tanjungpisau. Tariannya menceritakan tantang kehidupan raja yang tinggal di Kerjaan Bentan. Walau kini kerajaan itu telah runtuh, tetapi mereka tetap hidup dalam tarian-tarian yang sampai saat ini masih dimainkan pada acara-acara festival budaya.

5. Tarian Rentak Bulian

Tarian Rentak Bulian

Tarian Rental Bulian merupakan tarian khas Melayu dari daerah Indragiri Hulu. Nama dari tarian ini adalah Rentak yang berarti melangkah, sedangkan Bulian merupakan tempat tinggal dari mahluk halus. Tarian ini merupakan tarian yang sarat akan unsur magis, sehingga ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Syarat-syaratnya adalah dari jumlah penarinya harus berjumlah 8 atau 7 orang gadis suci, atau tidak haid. Satu orang pria yang telah baligh dan gagah perkasa. Pada saat menari posisi mereka tidak boleh berdekatan. Selain itu para penari tidak boleh memiliki pertalian darah.

Sebelu memulai menari para penari akan diasapi terlebih dahulu dengan gaharu. Alat musik yang digunakan juga harus dikeramati Mayang Pinang Muda, dan perapian tidak boleh diberi mantera. Tari Rentak Bulian merupakan tarian yang dilakukan dalam rangka pengobatan tradisional.

6. Tari Zapin

Tari Zapin

Tari Zapin merupakan tari tradisional yang berasal dari rumpun Melayu yang berpadu dengan budaya arab. Nama tarian ini berbeda di setiap daerah, tetapi gerak dan langkah dari setiap tariannya sama. Perbedaanya hanya pada pakaian yang dikenakan oleh para menari pada saat tampil.

Zafin sendiri berasal dari bahasa arab yang berarti gerak kaki yang senada dengan hentakan kaki. Zapin adalah tarian yang biasa ditarikan oleh kaum lelaki, tetapi kini kaum wanitapun bisa menarikannya. Syair pengiringnya  biasanya berisi nasehat, lirik-lirik yang mengandung unsur moral.

7. Tari Gamelan

Tari Gamelan

Tarian Gamelan adalah tarian klasik yang penamaannya berdasarkan alat musik yang mengiringi tarian ini. Sejak abad ke-17 Tarian Gamelan ini telah ada, dan merupakan tarian yang telah populer sejak zaman Kerajaan  Riau dan Lingga. Tarian ini hanya dipertontonkan di Istana kepada orang-orang penting saja.

Pada tahun 1811, tariannya mulai diperkenalkan pada khalayak ramai, di acara pernikahan Teungku Hussain, putra dari Sultan Abdul Rahman. Tarian ini biasanya terdiri dari penari wanita yang jumlahnya 4 orang. Gerak tarinya dibawakan dalam posisi berdiri hingga posisi terduduk, dengan musik yang meriah.

8. Tari Suku Melaut Teluk Meranti

Tari Suku Melaut Teluk Meranti

Tarian Suku melaut ini merupakan tarian yang berkembang di daerah pesisir pantai Teluk Meranti. Tarian ini menggunakan ambong yang merupakan alat untuk membawa kelapa. Tarian ini memperlihatkan bagaimana manfaat dari perkakas yang mereka gunakan sehari-hari dan dapat menjadi alat untuk menari.

Tarian ini memperlihatkan gerak tari yang suka cita dari suku Melaut Teluk meranti dalam menjalani pekerjaan dan kebiasaan hidup mereka. Karakter penduduk yang senang bekerja terlihat dari gerak tarinya. Tarian ini biasanya ditampilkan pada acara-acara penting seperti acara adat. 

9. Tari Dramatari Mak Yong

Tari Dramatari Mak Yong

Dramatari Mak Yong merupakan tari yang telah berusia cukup tua, lebih dari 100 tahun. Tari dalam sebuah seni pertunjukan ini kental dengan budaya Melayu. Penari dalam tarian ini tampil mengenakan topeng, dan dibawakan oleh para penari profesional dan tampil pada acara-acara internasional.

Pada awalnya  pementasan ini berupa tarian atau ronggeng. Dahulunya tarian ini dianggap sebagai kesenian istana, pada masa Kesultanan Riau Lingga. Tetapi kini pementasan dari dramatari ini biasanya membaurkan beragam unsur, di antaranya sandiwara, tari musik, dan upacara keagamaan.

10. Tari Manggar

Tari Manggar

Tari Manggar adalah tarian yang menceritakan mengenai sejarah terbentuknya kota Pekanbaru. Cerita dimulai dengan ditemukannya sebuah kota dengan nama Sena yang pada saat ini dikenal dengan nama Senapelan. Tarian ini memperlihatkan bagaimana asal muasal bandar Senapelan menjadi Kota Pekabaru.

Tarian ini ditampilkan oleh pria dan wanita dengan mengenakan pakaian khas Melayu. Tongkat yang telah diberi hiasan biasanya digunakan oleh para penari pria. Sedangkan para wanitanya biasanya mengenakan pakaian adat kurung dengan hiasan di kepalanya berupa suntiang.

Setiap daerah memiliki keragaman budaya dalam bentuk tarian yang memperlihatkan keindahan dari budaya Indonesia. Orang Indonesia patutnya berbangga dengan begitu banyaknya ragam kesenian yang dimiliki dengan ciri khasnya masing-masing. Termasuk indahnya ragam seni tari yang dimiliki oleh masyarakat Riau.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *