10 Jenis Alat Musik Sulawesi Tengah yang Khas dan Unik

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 12 Mei 2021

Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Letak provinsi ini ada di bagian tengah dari Pulau Sulawesi. Kota Palu merupakan ibu kota provinsi ini dengan luas secara keseluruhan sekitar 61.841,29 km². Provinsi Sulteng seperti halnya provinsi yang lain mempunyai seni dan budayanya sendiri yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Salah satu aset seni dan budaya dari Provinsi Sulawesi Tengah adalah alat musiknya. Terdapat beragam alat musik Sulawesi Tengah yang digunakan sebagai alat untuk menghibur juga ritual keagamaan. Apa saja alat musik yang dimiliki oleh provinsi ini? Yuk, simak ulasan mengenai alat musik Sulawesi Tengah berikut ini.

1. Santu

Santu

Alat musik Sulawesi Tengah yang satu ini bernama santu yang bahan untuk membuatnya adalah bambu. Santu dapat dikelompokkan ke dalam alat musik sejenis sitar tabung dan masuk dalam kelompok ideo-kordofon.

Pada bagian tengah bambu, kulitnya dilubangi yang berfungsi sebagai resonato. Nantinya saat dipetik alat musik ini akan mengeluarkan suara yang sedikit lebih kencang. Alat musik santu pada umumnya sering dimainkan oleh penduduk di Sulawesi Tengah untuk mengisi waktu senggang saat di sawah.

Alat musik ini mereka mainkan sambil melihat langit biru. Selain itu, terkadang alat musik ini juga dipakai oleh anak-anak muda saat mereka sedang main perang-perangan. Fungsinya sebagai alat komunikasi antar kelompok mereka.

2. Lalove

Lalove

Lalove merupakan alat musik Sulawesi Tengah yang bentuknya bulat memanjang seperti suling dan dibuat dari bahan bambu. Alat musik ini sejenis alat musik tiup (suling) yang pada awalnya merupakan alat musik pengiring untuk tarian tradisional bali, selain juga alat lain contohnya gendang.

Balia, tarian tradisional ini, merupakan tarian ritual penyembuhan yang dilakukan oleh Suku Kaili di daerah Sulawesi Tengah. Awalnya, alat musik lalove tidak diperbolehkan untuk sembarangan ditiup.

Ini karena untuk sebagian orang yang biasa kerasukan roh, secara spontan akan kerasukan saat mendengar alat musik ini ditiup. Lalove mempunyai peran yang penting sekali dalam upacara penyembuhan.

Bila salah memainkan irama akan menyebabkan para penari yang telah kerasukan akan jadi marah. Namun, alat musik tersebut saat ini sudah banyak dipakai sebagai pengiring tarian tradisional kreasi.

3. Gimba

Gimba

Gimba atau gendang adalah alat musik Sulawesi Tengah lainnya yang bentuknya bulat dan Panjang. Bahan untuk membuat alat musik ini yaitu kayu, kulit Anoa, kulit sapi maupun kulit kerbau serta rotan. Gimba digunakan sebagai pengiring tari-tarian di upacara adat Balia.

Selain itu, alat musik ini juga sering dipakai untuk pertandingan maupun latihan pencak silat. Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan cara dipukul memakai tangan. Bisa juga digunakan alat pemukul untuk membunyikannya. Alat pemukulnya dibuat dari bahan kayu maupun rotan.

Cara memukul alat musik ini yaitu dengan cara saling berbalasan serta bervariasi agar menimbulkan bunyi yang berirama mengikuti gerakan tarian. Nama alat musik ini di kecamatan yang lain di wilayah Kabupaten Donggala disebut gimba, tapi ada juga yang menyebutnya ganda-ganda.

Alat musik ganda-ganda bentuknya lebih kecil. Tak ada keterangan yang pasti tentang gimba karena arti gimba secara pastinya tidak diketahui. Masyarakat hanya tahu bahwa nama itu sejak awalnya bernama gimba. Alat musik ini memiliki berbagai ukuran dan fungsinya juga berbeda-beda.

4. Geso-Geso

Geso-Geso

Geso-geso merupakan sejenis alat musik yang digesek. Alat musik Sulawesi Tengah yang mirip dengan tatali dan tutuba ini adalah alat musik khas dari Suku To Wana. Namun ada juga alat musik yang mirip yang dipakai oleh penduduk Toraja maupun tepanya yang berada di Kecamatan Saluputti.

Alat musik ini terbuat dari kayu nangka, tempurung kelapa yang digunakan untuk badan alat musik, kulit 'Kalissajang', yaitu hewan reptil mirip dengan iguana serta kawat untuk senarnya. Ada juga bulu ekor kuda yang digunakan untuk penggesek senarnya.

Cara membunyikan gesso-geso yaitu dengan menggesek dawai pada alat khusus yang dibuat dari bilah bambu serta tali, kurang lebih mirip seperti biola atau sinrili. Geso-geso hanya dimiliki oleh daerah Pinrang. Sayangnya, alat musik ini hampir tak banyak diketahui oleh masyarakat luas.

Hal ini diakibatkan karena mungkin kurang diekspos ke publik. Gesso-geso umumnya dimainkan oleh penduduk di acara-acara tertentu, misalnya panen kopi, syukuran, dan lain-lain. Ada syair khusus yang dinyanyikan oleh pemain saat memainkan alat musik ini.

5. Popondo

Popondo

Popondo adalah alat musik Sulawesi Tengah yang juga dinamakan dengan popondi atau talindo di Sulawesi Selatan. Alat musik ini popondo bahannya adalah kayu, tempurung kelapa, serta senar. Popondo adalah alat musik sejenis sitar berdawai satu.

Tempurung kelapa fungsinya sebagai resonator. Popondo dibawakan secara tunggal seusai para petani melakukan perayaan panen dan untuk mengisi waktu senggang bagi para remaja. Kata tolindo merupakan nama yang asalnya dari daerah Bugis sementara popondi nama di daerah Makassar.

Alat musik talindo atau popondi memiliki bentuk busur seperti tanduk sapi atau tanduk kerbau. Alat musik ini bertumpu pada tempurung kelapa yang di ujung bagian atas tanduknya diberi sebuah senar dan cara memainkannya dengan dipetik.

6. Paree

Paree

Paree merupakan alat musik Sulawesi Tengah yang dibuat dari bahan bambu. Fungsi dari paree yaitu sebagai alat hiburan di saat senggang serta bisa pula dipakai sebagai alat perkenalan maupun pergaulan sesama anggota kelompok masyarakat.

Biasanya alat musik ini mempunyai warna kecokelatan yang mirip dengan warna dari bambu yang telah kering. Paree terbuat dari buluh tui serta rotan. Alat ini bisa dimainkan secara berdiri ataupun duduk. Cara memainkan paree dengan dipukul-pukulkan ke telapak tangan kiri ataupun kanan.

7. Tatali

Tatali

Alat musik yang disebutkan hampir sama dengan suling ini asalnya dari daerah Sulawesi Tengah. Cara memainkan alat musik Sulawesi Tengah ini yaitu dengan ditiup. Adapun yang memainkan tatali adalah pada suku To Wana. Tak semua orang bisa memainkan tatali.

Hal ini karena ukuran alat musik tradisional ini mencapai 50 cm dan diameternya 2 cm. Terdapat tiga lubang pada alat musik tatali yang berfungsi sebagai resonansi udara serta tempat untuk meletakkan jari-jari.

Alat musik ini hanya mempunyai tiga pilihan nada saja dan ini bergantung pada kelihaian si pemain ketika memainkan alat musik tatali ini. Oleh karena itu, jika ingin suara yang dihasilkan enak didengar, si pemain harus memakai teknik khusus ketika meniupnya, yaitu menggunakan perasaan.

8. Tutuba

Tutuba

Jenis alat musik Sulawesi Tengah ini dibuat dari bambu dan mempunyai dawai. Alat musik ini disebut dengan tutuba dan merupakan alat musik milik suku To Wana. Suku ini adalah penduduk asli di daerah Wana Bulang yang mendiami daerah Kabupaten Morowali.

Pemukimannya terletak di Kecamatan Mamosolato, Soyojaya, dan Petasia. Ada juga di daerah pedalaman di Kab. Lueuk Banggai, Sulteng. Suku Wana ini disebut juga dengan nama Tau Taa Wana yang berarti “orang yang hidup di hutan”.

Alat musik tutuba merupakan sarana hiburan bagi masyarakat setempat. Tutuba juga merupakan alat musik pengiring untuk acara pesta rakyat, syukuran, dan lain-lain.

9. Ganda

Ganda

Ganda adalah alat musik Sulawesi Tengah yang dimainkan seperti gendang dengan cara ditabuh. Alat musik ganda bentuknya lebih mirip dengan tifa, tapi ukurannya lebih kecil serta ramping. Ganda diberi lapisan kulit binatang pada bagian kedua sisinya.

Biasa dikenal juga dengan kanda, hampir semua orang bisa mempelajari ganda dengan mudah, baik itu oleh pemula maupun yang sudah ahli. Teknik pukulan, kelihaian sang pemain serta bagaimana alat musik ganda dimainkan akan menentukan suara yang dihasilkan. 

10. Yori

Yori

Yori merupakan alat musik Sulawesi Tengah yang berbahan alam contohnya kulit pelepah enau serta tali yang berbahan kulit kayu. Alat musik ini dimainkan oleh masyarakat suku Kulawi saat menyaksikan gerhana bulan maupun gerhana matahari.

Akan tetapi, fungsi utama dari alat musik yori yaitu sebagai alat musik penghibur diri sendiri. Oleh karena itu, bunyi yang dihasilkan oleh alat musik ini tak terdengar keras. Alat musik ini proses pembuatannya memakan waktu lama. Bisa juga bergantung  dari ketersediaan bahan.

Yori juga tergolong sebagai jenis harpa mulut. Alat musik ini memanfaatkan bagian lidah untuk menjadi vibrator. Untuk resonatornya yaitu rongga mulut, sedangkan tali pada alat musik berguna untuk menjadi pengatur nada.

Alat musik Sulawesi Tengah adalah salah satu bentuk kesenian yang dimiliki oleh budaya Indonesia. Beragam alat musik ini memiliki variasi bentuk serta kekhasan dan keunikan dalam memainkannya. Beberapa bahkan tak bisa dimainkan oleh sembarang orang.

Sayangnya seiring perkembangan zaman, eksistensi dari beberapa alat musik Sulawesi Tengah ini mulai terancam karena jarang sekali diekspos. Ini menyebabkan tak banyak orang yang tahu.  Karena itu menjadi kewajiban kita semua untuk ikut melestarikannya agar tidak sampai punah.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram