10 Keju Buatan Prancis yang Terkenal dengan Rasa yang Khas

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 29 Juli 2021

Bicara soal Prancis, orang akan langsung mengaitkannya dengan Menara Eiffel, fashion, makanan berkelas, tas-tas bermerek atau kota-kotanya yang indah. Selain semua itu, ternyata Prancis juga terkenal dengan produksi kejunya. Terdapat lebih dari 1600 jenis keju Prancis. Tiap wilayah di negara ini mempunyai kejunya sendiri-sendiri.

Kembali pada zaman Jenderal de Gaulle, Prancis mempunyai 246 jenis keju. Sekarang negara ini mempunyai lebih banyak lagi jenis keju karena banyaknya produk baru, baik yang penemuan baru ataupun mengikuti resep keju tradisional, yang dihasilkan oleh ratusan perusahaan susu Prancis di 20 tahun terakhir. Nah, berikut ini adalah sebagian dari produk keju buatan Prancis yang terkenal.

1. Camembert

Camembert

Camembert berada di posisi nomor satu sebagai keju buatan Prancis yang terkenal. Keju ini asalnya dari Normandia yang berada di ujung barat laut Prancis. Di sana banyak hujan, sinar matahari yang lembut serta kelembapan yang menghasilkan rumput bergizi yang dikonsumsi oleh sapi Normandia.

Susu merupakan bahan dasar untuk mentega, krim, dan keju Pont l'Évêque, Livarot, dan Camembert Normandia yang terkenal. Camembert berhasil mendapatkan status AOC (Appellation d'Origine Contrôlée, yaitu istilah pelabelan makanan Prancis) pada tahun 1983.

Cara menilai Camembert bisa dilakukan dari bentuk, tekstur, aroma, dan rasanya. Bentuk kejunya harus utuh serta kulitnya tertutup jamur putih. Sementara bagian dalamnya harus lembut dan kenyal saat ditekan oleh jari. Aromanya harus tercium sedikit berjamur dan rasanya kaya dan asin.

2. Carré Corse

Carré Corse merupakan keju susu domba betina dengan kulit yang dicuci atau dibasahi yang diproduksi di bagian utara Pulau Corsica di daerah Mediterania.

Merupakan cara yang umum untuk mencuci kulit keju berulang kali baik menggunakan bir, minuman anggur, sari buah apel, minuman beralkohol atau dalam hal ini, air garam. Tujuannya untuk menuakan dan menambahkan rasa pada keju yang sudah jadi.

Keju dengan kulit yang dicuci seringkali adalah keju yang sangat “harum”. Namun aromanya yang kuat tersebut dapat menipu karena itu tidak berarti kejunya memiliki rasa yang kuat. Carré Corse merupakan pengecualian karena keju ini kuat di aroma dan rasa juga. 

Keju Carré Corse kaya dan kompleks yang memiliki banyak rasa, seperti dulce de leche, anggur ungu, dan hazelnut. Aroma kejunya merupakan hasil campuran yang kuat dari jerami manis, ragi, dan hewan. Jadi serasa berdiri di sebuah lumbung. Keju ini benar-benar keju yang enak.

3. Brie

Berasal dari daerah Brie. Saat ini daerah tersebut dikenal sebagai pinggiran timur Paris Seine-et-Marne. Brie merupakan keju lunak yang cukup kaya dan lembut. Terdapat dua jenis, yaitu Brie de Meaux dan Brie de Melun. Itu merupakan nama dua kota di daerah tersebut.

Pada tahun 1815, keju yang terbuat dari susu sapi mentah ini dinyatakan sebagai "Raja keju" oleh Talleyrand, seorang politisi Prancis.

4. Fourme d'Ambert

Fourme d'Ambert merupakan keju biru bentuknya tinggi sekali dan bulat. Keju ini tidak mengalami proses pengerasan dan tidak dimasak serta memiliki kandungan lemak yang tinggi, sekitar 50%. Fourme d'Ambert dibuat dari susu sapi pasteurisasi atau mentah.

Keju ini adalah salah satu keju yang tertua di Prancis. Bagian luarnya keju ini berupa kulit kering berjamur warna abu-abu, sedangkan di bagian dalamnya berwarna putih krem ​​dengan urat warna hijau atau biru yang tersebar di seluruh keju.

Fourme d'Ambert matang sampai 28 hari di gua-gua di daerah-daerah Prancis, seperti Puy-de-Dôme, Cantal, dan Loire. Selama proses pematangan, keju diberi suntikan anggur putih manis. Rasa keju ini halus dan ringan dengan rasa lembut di mulut.

5. Reblochon

Reblochon

Keju buatan Prancis yang terkenal ini lahir pada abad XIII, di lembah Thones, Haute-Savoie. Pada Abad Pertengahan, para petani tidak memiliki tanah dan diharuskan membayar “hak pakai” supaya ternaknya bisa merumput. Hak pakai itu ditentukan atas jumlah susu yang diproduksi.

Sesudah kunjungan pengawas, para petani mulai menerapkan “Rebloche”yang berarti mencubit ambing sapi dua kali supaya susu yang dihasilkan sangat kental. Susu seperti ini sempurna untuk keju dan terlebih lagi ini gratis.

Pada tahun 1860, daerah Savoy dimasukkan ke dalam Kekaisaran Prancis, yang membuat perdagangan Reblochon dimulai dan dipromosikan oleh kereta api di Annecy. Penuaan pada keju Reblochon terjadi empat sampai lima minggu pada irisan tipis.

6. Mont d'Or

 Mont d'Or

Keju ini diproduksi di sepanjang perbatasan Prancis-Swiss, di ketinggian sekitar 800 meter. Sama halnya seperti Comté yang dibuat di daerah yang sama, keju ini merupakan keju yang proses pembuatannya tidak mengalami banyak berubah selama berabad-abad.

Keju yang kulitnya dicuci ini matang dalam bingkai bundar yang dibuat dari potongan kayu cemara lokal yang tipis. Selama proses pematangan keju, kayu ini memberikan aroma yang lezat ke dalam keju. Ketika dijual, keju dikemas dalam kotak bundar yang dibuat dari kayu yang sama.

Sayangnya, Mont d'Or merupakan keju musiman. Jadi keju ini tidak diproduksi saat bulan-bulan musim panas karena kualitas susu di wilayah itu berbeda saat sapi merumput di padang rumput musim panas.

Akan tetapi berkat metode penyimpanan modern saat ini keju tetap tersedia hampir sepanjang tahun di beberapa outlet. Walaupun keju ini aromanya cukup kuat, biasanya Mont d'Or bukan keju yang tajam. Ini membuat keju disukai banyak orang.

7. Beaufort

BeaufortSumber: pixabay.com

Keju ini namanya diambil dari kota asal keju ini dan diproduksi di wilayah Rhône-Alpes Prancis sejak Abad Pertengahan. Keju Beaufort merupakan keju keras yang bahan pembuatnya adalah susu mentah jenis sapi Tarentaise.

Biasanya keju ini matang lebih lama dibandingkan keju Alpine yang lebih lembut. Waktu matangnya keju ini sekitar empat sampai lima bulan. Pada dua bulan pertama, setiap hari Beaufort digosok dengan garam dan sesudah kulitnya cukup matang, roda keju dioles dengan morge.

Morge merupakan campuran whey, air garam, serta parutan keju tua. Keju ini memiliki sisi cembung yang khas dan muncul dalam tiga varian, yaitu Le Beaufort yang diproduksi dari November sampai Mei, lalu Le Beaufort d'Été yang diproduksi di musim panas.

Terakhir adalah Le Beaufort Chalet d'Alpage yang merupakan paling berharga yang dibuat di pondok Alpine. Keju ini hanya dibuat menggunakan susu dari satu kawanan sapi saja yang digembalakan pada ketinggian 1500m ke atas.

8. Rovethym

Rovethym

Pada awal 2000-an, Pierre Pradier, putra seorang pembuat keju, mendirikan peternakannya sendiri di daerah Haute-Provence yang diisi oleh kawanan kecil kambing Rove. Kambing jenis ini asalnya dari daerah tersebut dan terkenal dengan tanduknya yang khas dan berbentuk kecapi.

Di perbukitan Provence serta di sepanjang cekungan Mediterania tumbuh tumbuh-tumbuhan aromatik semacam rosemary, thyme, lavender dan winter savory. Tumbuhan rempah ini dikenal sebagai la garrigue yang jadi makanan kambing dan domba saat musim semi, musim panas, dan gugur.

Keju Rovethym tercipta dari gabungan kata Rove dan thym. Rovethym dibentuk menggunakan tangan sehingga berbentuk quenelle khas dan dihiasi dengan setangkai thyme. Ini memudahkan keju ini dikenali di fromagerie atau pabrik keju.

Keju ini merupakan keju muda yang tidak dipasteurisasi. Rovethym paling baik dikonsumsi ketika baru berumur beberapa minggu. Tekstur kejunya sangat padat dan lengket dengan wangi jeruk, thyme dan rempah-rempah aromatik lainnya.

9. Tomme de Savoie

Tomme de Savoie merupakan keju setengah lunak mentah yang memiliki kulit abu-abu dengan bintik-bintik kuning dan merah di bagian atasnya. Keju ini bahannya adalah susu sapi dari daerah Savoie dan Haute-Savoie di Prancis. Tomme de Savoie merupakan keju tertua dari wilayah Savoie.

Iklim pegunungan menghasilkan kualitas keju yang unik. Tomme de Savoie diciptakan saat petani lokal harus bertahan selama musim dingin. Mereka mengubah persediaan susu musim panas yang mereka miliki jadi keju.

Tomme de Savoie diproduksi dari sisa susu skim yang digunakan untuk membuat mentega sehingga kandungan lemaknya cukup rendah, yaitu sekitar 40%.

Sesudah dua sampai empat  bulan matang, tekstur kejunya akan lentur dan kencang dan rasanya seperti kacang, ada rasa rumput, dengan sedikit aroma jamur dan jeruk.

10. Pont-l'Eveque

Pont-l'EvequeSumber: pixabay.com

Pont-l'Eveque merupakan keju lunak lainnya yang berasal dari kota dengan nama yang sama. Keju ini merupakan jenis keju mentah dan tidak ditekan dengan bau yang sedikit menyengat.

Dipercaya kalau nama keju ini berasal dari 'Biara Norman' di Normandia, Prancis. Di sana keju ini diproduksi selama abad ke-12. Pont-l'Eveque juga dikenal sebagai keju Moyaux.

Mungkin keju ini adalah salah satu keju tertua di daerah tersebut. Pada zaman kuno, Pont l'Eveque disebut sebagai d'Angelot. Dibuat dari bahan susu sapi, keju Pont-l'Eveque diproduksi sepanjang tahun. Bentuk keju ini persegi kecil berwarna kuning pucat sementara kulitnya berwarna putih-oranye.

Itulah deretan keju buatan Prancis yang terkenal. Beberapa keju tersebut sudah ada sejak berabad-abad yang lalu dan masih bisa dijumpai hingga sekarang. Ada keju yang dibuat dari susu sapi ada juga yang berbahan susu kambing.

Apakah kamu penyuka keju? Mungkin keju buatan Prancis tersebut agak susah didapatkan tapi kamu bisa membelinya secara online jika tertarik untuk mencobanya.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram