10 Makanan Khas Dubai yang Kaya Rasa dan Penuh Rempah

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 13 Oktober 2021

Terkenal dengan Burj Khalifa-nya Dubai memang mempunyai daya tarik yang sudah terkenal secara internasional untuk keindahan arsitekturnya. Tak hanya bangunannya, Dubai yang merupakan bagian dari Uni Emirat Arab ini terkenal di kalangan para wisatawan dengan kocek tebal karena memiliki tempat wisata yang menawarkan beragam kemewahan.

Selain itu, Dubai juga punya banyak hal yang menarik, seperti makanannya. Makanan khas Dubai adalah perpaduan dari beragam masakan lain misalnya masakan Timur Tengah serta Asia. Banyak hal yang ditawarkan oleh makanan dari negara ini. Tak hanya lezat, hidangannya juga sehat. Dikenal memiliki banyak restoran dan koki berkelas, berikut ini makanan khas Dubai yang bisa kamu coba.

1. Stuffed Camel

Stuffed CamelSumber: youtube.com

Ini adalah makanan yang masuk dalam rekor Guinness World Book of Records. Makanan ini merupakan salah satu makanan terbesar yang dapat dimakan di seluruh dunia. Stuffed camel atau unta isi dianggap sebagai salah satu makanan paling mewah pada perayaan di Dubai.

Unta isi ini bisa diisi dengan telur, ayam, domba, ikan, dan rempah-rempah serta dimasak di atas api terbuka. Di Dubai, stuffed camel masih dianggap sebagai makanan tradisional, tapi karena terlalu mewah, unta isi ini hanya dihidangkan saat ada acara khusus, seperti upacara Badui, festival, atau acara budaya maupun keluarga penting lainnya.

2. Baleelat

Makanan khas Dubai ini merupakan perpaduan antara unsur manis dan asin. Baleelat merupakan menu sarapan yang dibuat dari telur dadar serta bihun. Untuk rasa, ditambahkan kayu manis, gula, kapulaga, kunyit serta bunga jeruk atau air mawar. Kemudian rempah-rempah tersebut ditambahkan ke bihun manis lalu di atasnya diberi telur dadar tipis.

Pada saat yang bersamaan baleelat bisa dijadikan makanan sarapan juga makanan penutup. Makanan ini selalu menjadi bagian dari menu buka puasa dan perayaan Idul Fitri di Uni Emirat Arab. Makanan yang mirip dekat baleelat bisa ditemukan di masakan negara lain, seperti faloodeh dari Persia juga sheer khurma dari India yang merupakan hidangan seremonial serupa yang berbahan bihun.

Sebagai menu sarapan, baleelat disajikan dalam keadaan hangat. Sementara ketika dikonsumsi sebagai hidangan penutup, baleelat dihidangkan dalam keadaan dingin. Untuk menemani baleelat, bisa juga dihidangkan kacang garbanzo dan kacang hitam. Menurut legenda, balaleet jadi bagian dari masakan Emirati saat penduduknya bereksperimen dengan pasta.

3. Luqaimat

Asal nama dari makanan ini berasal dari bahasa Arab, luqma, yang artinya gigitan atau seteguk. Menurut cerita pertama kali lokma dibuat di Turki oleh juru masak sultan Kekaisaran Ottoman walaupun dokumentasi tertua dari makan yang serupa ini bahkan ditemukan di pusara Ramses IV.

Dalam masakan tradisional UEA, luqaimat juga adalah salah satu makanan paling popular. Selain itu, makanan ini juga sering tampil di berbagai acara budaya UEA. Makanan ini nampak seperti pastry dan makanan ini selalu muncul dalam acara-acara khusus yang berbeda. Kue lezat ini berbentuk bola berwarna emas halus yang meleleh di mulut ketika digigit.

Bahan untuk membuat luqaimat di antaranya tepung, biji wijen, susu, kunyit, garam dan ragi. Adonan diremas lalu didiamkan beberapa saat supaya semua bahan tercampur. Sesudah itu, adonan digoreng dengan minyak lalu untuk menambah rasa manis dicelupkan ke dalam sirup. Makanan ini tak hanya populer di Arab tapi juga di Yunani dan disebut dengan louka.

4. Roti Chabab

Roti ChababSumber: talabat.com

Di Amerika ada pancake, di Maroko adan baghrir, di Prancis ada crepe dan di Dubai ada roti chabab. Roti ini bentuknya tipis dengan tekstur yang renyah dan rasanya manis. Sekilas memang makanan khas Dubai ini terlihat sangat mirip dengan pancake Amerika. Bahan utama untuk membuat roti chebab yaitu tepung terigu, mentega cair, telur, dan ragi.

Untuk membuat rasanya lebih baik ditambahkan beberapa adas dan sejumput kunyit. Asal nama chabab dari fakta bahwa roti ini dimasak hingga berwarna cokelat muda atau kuning keemasan pada kedua sisinya.

Biasanya roti chabab dan keju Chami atau keju krim Kraft dihidangkan bersama. Chami merupakan keju asin yang dibuat dari buttermilk. Untuk menghiasi roti chabab ditambahkan sirup kurma dan madu. Terkadang roti ini juga dihiasi dengan biji wijen. Untuk sarapan, hidangan ini disajikan panas. 

5. Madrouba

Madrouba

Salah satu makanan paling terkenal di Dubai, yaitu madrouba dan makanan khas Dubai ini juga punya penggemar di Bahrain serta Oman. Varian yang paling terkenal adalah madrouba dengan ayam walaupun madrouba juga dihidangkan dengan domba, ikan, dan biji-bijian yang dihancurkan.

Makanan ini dibuat menggunakan beras, bawang putih, bawang bombay, yoghurt, tomat, dan bumbu. Mentega juga ditambahkan secukupnya. Hidangan ini disebut 'madrouba' yang berarti 'dipukuli' dalam bahasa Arab. Ini karena, pada tahap terakhir memasak, bahan-bahannya campur untuk menghasilkan tumbukan yang halus. Hidangan ini cocok untuk segala usia karena mudah dicerna.

6. Saloona

Salona atau saloona merupakan stew Arab klasik yang umumnya disantap sebagai makanan rumahan sehari-hari. Varian yang paling umum dibuat dengan bahan berupa ayam (dejaj). Namun jenis sayuran, jenis daging lain seperti domba, sapi atau dan ikan juga bisa digunakan untuk jadi bahan utama.

walaupun cukup serbaguna, biasanya saloona memadukan kaldu berbahan dasar tomat yang sudah dibumbui dengan tumisan bawang bombay, jahe, bawang putih, sayuran, dan bahan utama pilihan. Hidangan lezat ini dipercaya asalnya dari Badui dan sering dihidangkan selama bulan Ramadhan. Biasanya saloona ditemani oleh nasi atau roti.

7. Falafel

FalafelSumber: bautrip.com

Falafel merupakan resep tradisional dari Timur Tengah yang bahannya adalah kacang fava dan chickpea. Sentuhan akhirnya yaitu dengan membentuknya menjadi tampilan bola atau patty yang digoreng. Makanan ini merupakan salah satu hidangan paling popular yang dicintai oleh para wisatawan yang datang ke Dubai.

Untuk mencicipi makanan ini, kamu bisa mencobanya dengan beragam jenis roti. Resep falafel berbeda-beda karena setiap restoran memiliki cara memasaknya masing-masing. Sebelum memesan, tanyakan tentang apa resepnya kepada pelayan karena bisa jadi mengandung bahan-bahan yang membuat kamu alergi.

8. Roti Khameer

Roti KhameerSumber: twitter.com

Makanan khas Dubai ini merupakan salah satu roti paling lembut di dunia. Roti Khameer merupakan roti pipih berbentuk bulat yang mengembang dengan dua lapisan yang mudah dipisahkan. Untuk mempermanis, alih-alih menggunakan gula, roti ini menggunakan kurma. Sebagai bahan penyedap dalam roti digunakan kunyit, adas, dan kapulaga.

Dulu, untuk memanggang roti khameer orang Arab menggunakan oven batu bara. Sekarang bisa pakai oven biasa. Mungkin roti khameer akan mengingatkan kamu pada roti burger karena ada taburan biji wijen di atasnya. Saat makan, roti bisa dibagi jadi dua lapisan dan di dalamnya bisa diisi dengan mentega atau krim.

9. Dango – Buncis Rebus

Pada dasarnya dango merupakan chickpea rebus tapi diberi cabai merah dan rempah-rempah. Makanan khas Dubai ini bisa bertahan lama tanpa jadi busuk. Karenanya orang-orang Arab membawa makanan ini saat mereka harus melakukan perjalanan jauh melalui gurun. Dango bisa dibuat kapan saja sehingga makanan ini jadi camilan malam yang popular.

Dango merupakan versi Emirati untuk hummus levantine. Bedanya, dango tidak tidak dibuat jadi pasta tapi hanya direbus sampai lunak dan diberi garam serta rempah-rempah. Chickpea harus direndam dalam air semalaman agar bisa mempersingkat waktu memasak. Air rebusan chickpea tidak dibuang, tapi dipakai untuk membuat sup dan stew.

10. Al Harees

Al HareesSumber: finmail.com

Untuk membuat makanan khas Dubai ini diperlukan waktu yang cukup lama, tapi bahan yang digunakannya cukup sederhana sekali. Panci yang berisi gandum serta daging diberi tambahan sedikit garam. Kemudian rebusan dimasak hingga teksturnya halus dan menyatu sehingga tak bisa dibedakan lagi mana daging mana biji-bijian.

Kemudian, semua campuran tersebut dipanggang menggunakan api kecil selama beberapa jam lagi. Di negeri memiliki banyak rempah-rempah ini, al harees merupakan hidangan sederhana yang memberikan banyak kejutan untuk penikmatnya.

Itulah hidangan khas Dubai yang bisa kamu cicipi saat mampir ke negara ini. Makanannya tak bisa dipungkiri memang mirip-mirip dengan negara-negara di daerahnya. Ada yang memiliki kesamaan bahan tapi cara pembuatan berbeda.

Kalau kamu penyuka makanan dari jazirah Arab, sepertinya makanan khas Dubai tak boleh kamu lewatkan. Rasakan kekayaan rempah-rempah di tiap kelezatannya.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram