Inilah 10 Makanan Khas Kyoto yang Menggugah Selera

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 2 Oktober 2021

Kyoto dahulunya merupakan ibu kota kekaisaran Jepang. Kini kota ini menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat populer di negara matahari terbit ini. Kota ini memiliki kuil yang indah, taman yang terawat serta jalan-jalan tua yang dipenuhi oleh bangunan bergaya Jepang tradisional. Namun Kyoto tidak hanya berisi tempat wisata saja, ada juga tempat untuk para pencinta kuliner.

Masakan khas Kyoto dikenal mempunyai penampilan yang anggun dan otentik baik dalam rasa ataupun penyajiannya. Berada di lembah yang lokasinya diapit oleh pegunungan, Kyoto mempunyai air tanah yang sangat bersih dan segar sehingga ideal untuk digunakan dalam produk mi soba, tahu, teh matcha serta sake berkualitas tinggi. Apa saja makanan khas Kyoto? Cek daftarnya di sini.

Baca juga: Tempat wisata di Kyoto

1. Yatsuhashi

Yatsuhashi

Yatsuhashi merupakan salah satu meibutsu atau produk khas Kyoto yang sangat popular. Makanan khas Kyoto ini sejenis wagashi, yaitu penganan tradisional Jepang yang umumnya dihidangkan dengan teh dan terutama dijual sebagai souvenir berupa manisan yang disebut miyagegashi.

Meibutsu Kyoto yang terkenal ini pertama kali muncul di tahun 1689 dan sangat mencerminkan ratusan tahun sejarah serta tradisi kotanya. Namanya diambil dari nama pemain harpa Jepang yang terkenal serta komposer musik koto, Kengyo Yatsuhashi. Itulah mengapa yatsuhashi yang paling tradisional bentuknya seperti koto.

Dengan berjalannya waktu, industri omiyage atau suvenir Jepang pun mulai memperkenalkan jenis lain. Ada yaki yatsuhashi. Ini adalah kue kering rasa kayu manis yang dipanggang dengan tekstur yang renyah yang dibuat dari tepung ketan. Sementara yatsuhashi merupakan versi mentahnya dan biasanya dilipat jadi segitiga serta mempunyai tekstur yang lembut, mirip sekali dengan mochi.

Yatsuhashi paling sering diberi rasa dengan teh hijau atau wijen hitam. Di dalamnya diisi dengan pasta kacang merah manis, tapi ada juga beberapa rasa yang lain.

2. Yudofu

Yudofu

Jika berkunjung ke Kota Kyoto, pastikan untuk tak melewatkan yudofu. Makanan khas Kyoto ini berupa tahu rebus yang dimasukkan ke dalam panci panas yang diberi saus cuka. Kedengarannya sederhana bukan? Namun jangan remehkan makanan yang sederhana ini karena hidangan ini memerlukan air bersih serta kedelai berkualitas tinggi untuk mendapatkan tahu yang baik.

Kyoto sudah memenuhi semua kriteria tersebut. Selain itu, makanan ini dahulu merupakan masakan vegetarian untuk para biksu Buddha. Untuk mendapatkan yodofu terbaik di Kyoto, umumnya orang akan memilih restoran Yudofu Sagano. Di Arasihayama, restoran ini terkenal dengan tahu kaiseki.

3. Uji Matcha

Uji MatchaSumber: fun-japan.jp

Matcha adalah salah satu produk paling terkenal di Kyoto. Ini adalah sejenis teh hijau premium dibuat dengan cara digiling sehingga menghasilkan bubuk yang halus. Matcha sudah dipakai dalam upacara minum teh tradisional semenjak abad ke-12. Saat itu upacara minum teh diperkenalkan ke Jepang oleh para biksu Buddha melalui Cina.

Kota Uji merupakan penghasil matcha terbaik di Jepang. Kota ini berada di prefektur Kyoto di selatan Kota Kyoto. Tempat tersebut tanah dan iklimnya sempurna untuk menanam teh. Sekarang Uji matcha tak hanya dipakai untuk upacara minum teh tapi juga untuk dikonsumsi sebagai minuman sehari-hari pada teh latte dan sebagai bahan untuk memasak dan membuat kue.

Beberapa contoh makanan penutup popular yang menggunakan matcha di antaranya parfait es krim matcha, permen rasa matcha, matcha yatsuhashi, dan lainnya.

4. Kuzukiri

Kuzukiri

Kuzukiri merupakan makanan penutup yang berasal dari Kyoto tapi sekarang hidangan ini bisa ditemukan di mana saja di Jepang. Kuzukiri manis juga terkenal di Kyoto. Makanan khas Kyoto ini berupa mie agar-agar transparan yang ketika dimakan terasa menyegarkan. Karena itu makanan ini populer sekali saat musim panas.

Makanan ini dibuat dari bubuk yang berasal dari akar kudzu. Setelah itu, bubuk tadi dilarutkan dalam air lalu dimasukkan ke dalam cetakan. Proses selanjutnya adalah adonan tadi dipanaskan menjadi padat kemudian dipotong halus seperti mie. Mienya tidak memiliki rasa sehingga kuzukiri dihidangkan dengan sirup gula hitam, yang disebut kuromitsu.

Kebanyakan orang lebih sering menuangkan sirup di atas mie tapi sebagian lagi ada yang lebih senang memisahkan keduanya saat penyajian. Jadi ketika dimakan, mie tersebut dicelupkan ke dalam sirup. Meski mie ini populer saat musim panas, tapi makanan penutup ini bisa dijumpai di sepanjang tahun di Kyoto.

5. Tsukemono

Tsukemono

Sebelum ditemukan lemari es, orang Jepang mengawetkan sayuran dengan cara mengasinkannya, yaitu dengan ditambah garam. Di Jepang asinan ini disebut tsukemono. Di Kyoto terdapat tiga jenis acara yang populer, yaitu shibazuke, sugizuke dan senmaizuke.

Shibazuke merupakan asinan yang berupa campuran mentimun dengan terong cincang yang renyah dan gurih. Asinan ini diasamkan bersama dengan shiso merah (perilla). Shiso memberikan warna magenta pada bahan asinan.

Secara harfiah senmaizuke artinya "seribu lembar acar." Bahannya yaitu lobak shogoin bulat yang besar. Lokan ini kemudian dipotong jadi irisan dengan ketebalan sekitar satu milimeter dan diasinkan bersama dengan konbu rumput laut.

Jenis lobak yang digunakan untuk sugukizuke yaitu sugukina. Selama lebih dari satu abad produksi lobak yang kepalanya kecil dengan daunnya yang panjang ini sudah dikontrol secara ketat. Hanya terbatas di daerah sekitar Kuil Kamigamo saja. Proses fermentasi membuat asam alami sayuran jadi melunak dan berubah jadi rasa getir yang menyegarkan.

6. Nishin Soba

Nishin Soba

Nishin soba merupakan salah satu makanan khas Kyoto. Hidangan mie soba ini dilengkapi dengan ikan herring lokal dan ditambah kaldu soy sauce. Ikan herring yang berasa manis dan asin ini diasap dengan sempurna. Mie soba gaya Kyoto yang unik sekali ini merupakan spesialisasi Kyoto sehingga yang tidak bisa ditemukan di daerah mana pun.

Jika ingin mencoba nishin soba, mampirlah ke Matsuba Soba yang merupakan restoran nishin soba tertua dan paling ternama di Kyoto. Restoran ini disebut sebagai penemu nishin soba dan banyak direkomendasikan oleh penduduk lokal.

Struktur mie soba Matsuba yang dibuat dengan tangan berbeda dibandingkan dengan ramen. Nishin soba ini mempunyai rasa yang enak. Ditambahkan lagi layanan hangat dari para stafnya yang ramah membuat pengunjung seperti berada di rumah.

7. Shojin Ryori

Shojin Ryori

Shojin ryori muncul dari kesederhanaan para biksu Buddha. Para biksu Buddha yang dilarang mengambil nyawa makhluk hidup lainnya harus hidup tanpa makan daging atau ikan. Shojin ryori adalah hidangan vegetarian, yang meski tanpa daging tetap gurih dan mengenyangkan. Wisatawan yang menginap di penginapan kuil akan bisa menikmati hidangan ini sebagai bagian dari layanan.

Tahu merupakan bahan utama dalam shojin ryori. Bahan makanan ini adalah makanan khas Kyoto dan biasa dinamakan sebagai masakan tahu. Yudofu adalah salah satu hidangan terkenal yang banyak dihidangkan di restoran. Ini berupa tahu lembut yang direbus bersama dengan sayuran dalam kaldu.

8. Kyozushi

Kyozushi

Di kebanyakan kota di Jepang nigiri sushi dibuat dari ikan mentah segar, tetapi karena kekurangan ikan segar pada masa dahulu, Kyoto membuat variasi sushi lokal unik. Sushi ini dikenal dengan nama kyozushi atau disebut juga Kyoto-sushi. Kyozushi dibuat memakai ikan hasil pengawetan menggunakan garam atau cuka.

Aabazushi merupakan salah satu jenis kyozushi yang terkenal sekali. Ini adalah sushi mackerel yang diawetkan yang bisa dijumpai di Izuju, yaitu sebuah restoran yang usianya lebih dari 100 tahun. Restoran ini selalu dipenuhi dengan antrean panjang pelanggan yang datang menunggu meja kosong.

Hisago zushi merupakan pilihan bagus lainnya untuk kyozushi. Pelanggan bisa melihat koki membuat sushi melalui jendela depan toko sebelum mereka mengambil beberapa sushi buatan koki untuk disantap saat piknik di dekat Sungai Kamo.

9. Hamo

Hamo

Hamo (belut conger) merupakan belut dengan gigi yang runcing sehingga membuatnya susah untuk ditangani. Di sepanjang tubuhnya yang ramping membentang tulang-tulang kecil. Agar hamo bisa disantap, koki membuatnya menjadi potongan daging fillet. Hamo bisa digoreng, direbus atau dipanggang, bahkan dihidangkan sebagai shabu-shabu atau dalam rebusan nabe.

Di musim panas, hamo rebus yang dingin yang dihidangkan bersama dengan saus asam ume (prem) popular sekali. Karena memiliki gigi yang runcing, para koki harus hati-hati karena bisa menggigit jarinya meskipun lehernya sudah dipotong. Kekuatan hidup hamo yang inilah yang membuat hewan ini jadi bagian dari budaya Kyoto.

10. Kaiseki

KaisekiSumber: hisgo.com

Kaiseki merupakan masakan umum dikenal oleh orang Kyoto. Hidangan ini terdiri dari sashimi, makanan yang dipanggang, direbus dan digoreng, nasi, sup, dan makanan penutup. Masing-masing makanan dihidangkan secara terpisah. Kaiseki dibuat dari bahan musiman dan memberikan perhatian khusus pada cara makanan dihidangkan, termasuk wadah yang dipakai.

Dahulu kaiseki merupakan makanan ringan yang disantap sebelum minum matcha saat upacara minum teh. Di zaman sekarang, jumlah hidangan sudah bertambah dan penampilannya semakin diperhatikan.  Untuk menu makan malam, sebagian restoran akan mematok harga kaiseki sekitar 10.000 yen. Sementara untuk makan siang harganya sekitar 3.000 sampai 5.000 yen.

Kyoto yang merupakan kota tua selalu berhasil memukau para wisatawan dengan keindahan kota serta kuil-kuilnya. Selain itu, kota ini juga memanjakan lidah para pencinta kuliner melalui makanan khasnya.

Bahan makanan yang terkenal dari Kyoto adalah tahu dan matcha. Kedua bahan ini sering digunakan dalam makanan khas Kyoto. Jadi, saat jalan-jalan di kota tua ini, jangan lupa untuk mencicipi kulinernya yang sehat dan lezat.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram