Inilah 10 Makanan Khas Suku Mandar yang Perlu Diketahui

Ditulis oleh Sri Sulistiyani - Diperbaharui 19 April 2021

Suku mandar adalah salah satu suku dari 4 suku besar yang berada di sekitar wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Setiap suku di pulau tersebut memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing, tidak terkecuali dari segi makanan atau kuliner khas yang dimiliki masyarakat Mandar.

Bagi kamu yang ingin lebih mengetahui mengenai Suku Mandar di pulau Sulawesi ini, berikut beberapa makanan khas suku mandar yang unik dan lezat.

1. Bikang

Bikang

Bikang adalah kue khas suku Mandar yang tampilannya sekilas mirip dengan kue surabi di pulau Jawa. Kuliner ini terbuat dari bahan utama tepung beras dan air santan yang dicetak dalam cetakan berbentuk lingkaran. Setelah matang, kue bikang ini akan dipotong dengan bentuk segitiga seperti bentuk pizza.

Keunikan kue ini juga terdapat pada proses pembuatannya yang menggunakan peralatan dari tanah liat. Kue ini memiliki cita rasa yang manis dengan teksturnya yang memiliki banyak pori. Tekstur ini membuat golla calla atau gula merah yang disiramkan pada kue ini setelah matang menjadi begitu meresap ke dalam.

2. Paso

Paso

* sumber: www.pesonamandar.com

Dalam Bahasa Mandar, paso memiliki arti paku. Nama paso ini merujuk pada bentuknya yang runcing layaknya sebuah paku. Kue paso terbuat dari bahan utama tepung beras yang dicampur dengan gula aren cair serta santan. Bahan-bahan ini akan dimasukkan dalam cetakan daun pisang yang berbentuk kerucut.

Selanjutnya kue akan dimasak dengan cara dikukus. Kue yang memiliki cita rasa manis ini biasa dinikmati selagi masih panas. Cara memakan kue ini juga cukup unik, yaitu dengan membuka sedikit demi sedikit bungkusan daun pisang dari bagian yang runcing hingga sampai ke ujung lainnya.

3. Tetu

Tetu

Tetu adalah kuliner khas Mandar berupa kue sering disebut dengan kue perahu. Penyebutan ini dikarenakan bentuk kue tetu yang menyerupai perahu. Kue ini terbuat dari bahan utama tepung terigu dan santan yang dimasukkan ke dalam wadah yang terbuat dari daun pisang atau daun pandan wangi yang sudah dijemur terlebih dahulu.

Wadah yang terbuat dari daun pandan tersebut akan dilumuri dengan cairan gula merah atau gula putih, kemudian dituangkan adonan dari santan dan tepung terigu. Adonan kemudian akan dikukus hingga mengental. Tetu memiliki paduan cita rasa asin, manis, dan gurih serta aroma yang wangi.

4. Bau Peapi

Bau Peapi

* sumber: www.reseppedia.com

Bau peapi merupakan kuliner khas Mandar yang menjadi makanan sehari-hari masyarakat di sana. Dalam Bahasa Mandar, bau berarti ikan dan peapi berarti dimasak. Seperti Namanya, kuliner ini adalah olahan ikan khas yang dimasak dengan kuah khas Mandar. Ikan yang dipilih untuk diolah biasanya adalah ikan tuna atau ikan cakalang.

Ikan tersebut akan dimasak dengan minyak kelapa lokal khas Mandar dan racikan bumbu-bumbu lainnya dengan menggunakan kuali dan dimasak menggunakan tungku. Bau pepai akan disajikan dengan kuah bercita rasa asam, pedas, dan gurih. Orang Mandar biasa menjadikan bau peapi sebagai lauk untuk nasi.

5. Jepa

Jepa

Makanan unik suku Mandar selanjutnya adalah jepa. Jepa merupakan sejenis sajian roti pipih yang terbuat dari ampas singkong dan parutan kelapa. Ampas singkong ini didapat dari parutan signkong yang diperas untuk menghilangkan airnya. Parutan singkong ini lalu dipadatkan dan dicetak dalam piringan tipis.

Jepa diolah dengan cara dipanggang sehingga memberi aroma singkong bakar yang lezat. Setelah matang, jepa akan berwarna putih kecokelatan dengan cita rasa yang gurih. Makanan yang tinggi kalori ini biasa disajikan dengan ikan tuing-tuing, sejenis ikan kecil yang mirip seperti pindang dan banyak ditemukan di pesisir Somba.

6. Apang

Apang

* sumber: masita96.blogspot.com

Apang merupakan jajanan tradisional khas suku Mandar yang terbuat dari tepung beras, gula aren, dan ragi. Adonan tersebut kemudian akan dikukus dan dicampurkan dengan baking powder sehingga mengembang. Apang biasanya akan dikemas dalam daun pandan dengan bentuk persegi, belah ketupat, atau segitiga.

Setelah matang, apang akan disajikan dengan taburan kelapa yang sudah setengah tua. Sajian ini akan memberikan paduan cita rasa yang manis dan gurih. Jajanan ini bisa dengan mudah kamu temui dijajakan di warung atau pedagang kaki lima dan biasa disajikan sebagai menu sarapan.

7. Bolu Paranggi

Bolu Paranggi

Bolu paranggi merupakan sajian kue tradisional khas Mandar yang terbuat dari bahan-bahan utama seperti tepung, gula merah, air, dan pengembang. Adonan ini kemudian akan dimasukan ke dalam cetakan khusus dan kemudian dipanggang dengan menggunakan bara api hingga matang.

Bolu paranggi memiliki tampilan warna merah kecoklatan atau coklat terang dengan lelehan gula aren di bagian tengahnya. Kue ini memiliki tekstur yang padat namun terasa lembut di lidah. Bolu paranggi juga sering dijadikan pilihan oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung karena bolu ini bisa tahan hingga seminggu.

8. Jalangkote

Jalangkote

* sumber: herstory.co.id

Jalangkote merupakan sajian camilan ala suku Mandar yang cukup popular di daerah Sulawesi. Sekilas, sajian jalangkote memiliki bentuk yang mirip seperti kue pastel. Jalangkote khas Mandar ini berisi berbagai isian seperti daging, sayur, dan soun. Namun isian jalangkote ini biasanya berbeda-beda di setiap daerah di Sulawesi.

Terkadang jalangkote juga diberi isian seperti daging ayam, daging sapi, atau daging ikan. Sementara kulit jalangkote terbuat dari tepung terigu yang kemudian dibentuk seperti setengah lingkaran. Jalangkote biasanya juga disajikan Bersama saus khas yang terbuat dari cabai rawit dan cabai merah yang dihaluskan lalu dimasak  dengan air, gula, dan garam.

9. Baje

Baje

* sumber: ayubkai.blogspot.com

Baje adalah kue tradisional khas Mandar yang terbuat dari bahan utama tepung ketan, gula aren, serta parutan kelapa. Baje biasanya akan dibungkus menggunakan daun pisang yang sudah kering. Ada beberapa varian rasa dari baje, misalnya seperti baje durian atau baje kacang. Baje juga memiliki peranan penting dalam tradisi suku Mandar.

Masyarakat biasa menyajikan baje dalam acara ma’bongi, yaitu acara peringatan kematian untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia, Baje akan menjadi sajian untuk dicicipi dan juga dibawa pulang oleh para tamu. Baje juga merupakan kue yang cukup awet dan bisa bertahan hingga 3 bulan lamanya.

10. Sambusa

Sambusa

Sambusa merupakan makanan sejenis gorengan dengan bentuk segitiga dan berisi macam-macam isian seperti ikan tuna dan daun bawang. Ada yang menyebut bahwa kuliner ini dipengaruhi oleh kuliner khas India yang cukup mirip, samosa. Hal yang membedakan keduanya adalah dari segi isiannya.

Sambusa memiliki cita rasa yang gurih dengan tekstur tekstur kulit luar yang renyah ketika digigit. Kulit sambusa ini terbuat dari tepung terigu yang kemudian dibentuk menjadi bentuk segitiga. Masyarakat Mandar biasanya menyantap sambusa sebagai sajian saat berbuka puasa. Ketika bulan Ramadhan, sambusa memang banyak dijual di daerah tersebut.

Itulah 10 kuliner khas suku Mandar yang unik dan lezat. Semoga ulasan tentang kuliner Mandar ini bisa membuatmu semakin mengenal masyarakat Mandar ya. Adakah diantaranya yang sudah pernah kamu cicipi? Mana yang menjadi kuliner favoritmu? Bagikan ceritamu tentang kuliner khas Mandar ini di kolom komentar ya!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram