Yuk, Wisata Edukasi ke 10 Museum Bersejarah di Solo Ini!

Ditulis oleh Riastri Herliana

Kota Solo terkenal dengan sejarah dan budayanya yang terus dilestarikan. Meski tidak seramai kota kembarannya, Yogyakarta, Kota Solo juga memiliki tempat untuk berwisata. Jika kamu suka mempelajari sejarah, dan senang datang ke museum, di Solo terdapat museum yang bisa kamu kunjungi pada akhir pekan. Kali ini, Keluyuran akan memberikan referensi museum bersejarah di Kota Solo.

1. Museum Keraton Surakarta

Museum Keraton Surakarta

* sumber: www.indonesiakaya.com

Keraton merupakan tempat yang sangat bersejarah di Surakarta, memiliki museum yang menyimpan berbagai hal tentang sejarah, seni, dan budaya Surakarta. Bangunan museum berbentuk persegi panjang, dan memiliki dua area yang digunakan sebagai area pameran. Di dalamnya, terdapat 13 ruang di dalam museum.

Setiap ruang memamerkan jenis koleksi yang berbeda-beda. Ruang pertama adalah tempat untuk memamerkan foto-foto raja yang pernah berkuasa di Surakarta. Ruang kedua berisi arca perunggu seperti Buddha. Hingga ruang ke-13 yang berisi alat perlengkapan rumah tangga dan dapur, serta alat penanak nasi yang digunakan tantara saat berperang.

Museum Keraton Surakarta berlokasi di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Buka setiap hari Senin – Kamis, jam 09.00 – 14.00. Sementara hari Sabtu dan Minggu jam 09.00 – 15.00, dengan harga tiket masuk untuk weekday Rp10.000 dan weekend Rp15.000/orang.

2. Museum Radya Pustaka Surakarta

Museum Radya Pustaka Surakarta

* sumber: situsbudaya.id

Bangunan yang menjadi bukti pentingnya pengarsipan bagi masyarakat Solo yang didirikan oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada 18 Oktober 1890 ini merupakan museum tertua di Indonesia. Museum Radya Pustaka dulunya merupakan kediaman seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar, kemudian menjadi tempat penyimpanan surat-surat kerajaan.

Seiring berjalannya waktu, kini Museum Radya Pustaka terdapat benda-benda penting yang berhubungan dengan kerajaan. Hingga pada akhirnya, Radya Pustaka resmi dijadikan sebagai museum. Hal unik dari museum ini, karena pada awalnya merupakan rumah hunian, tata ruang museum tidak seperti museum pada umumnya karena bangunan asli tetap dipertahankan.

Museum Radya Pustaka berlokasi di Jalan Slamet Riyadi No. 275, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta. Tidak jauh dari Taman Sriwedari, kamu bisa menambah wawasan dengan membaca buku berbahasa Belanda dan Jawa. Museum ini buka setiap Selasa – Minggu, jam 08.30 – 13.00, cocok untuk kamu kunjungi pada akhir pekan.

3. Museum Pers Nasional

Museum Pers Nasional

* sumber: id.wikipedia.org

Bangunan yang semula diberi nama “Societeit Sasana Soeka” digunakan sebagai balai perkumpulan dan ruang pertemuan. Pada tahun 1933, Sarsito Mangunkusumo dan sejumlah insinyur lainnya bertemu di gedung ini dan Solosche Radio Vereeniging yang merupakan radio public pertama yang dioperasikan pribumi Indonesia.

Gedung ini menjadi terbentuknya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946, dan pada tahun 1973 mulai berganti nama menjadi Museum Pers Nasional. Pada 9 Februari 1978, museum ini diresmikan oleh Presiden Soeharto. Kemudian, kini Museum Pers Nasional dijadikan tempat wisata Pendidikan dan menerima sumbangan material pers Indonesia.

Meski terbilang cukup sepi dan jarang dikunjungi, museum ini tetap bisa jadi bucketlist-mu di Solo. Karena di sini memiliki pusat media yang mana masyarakat bisa mengakses internet menggunakan 9 komputer yang tersedia, perpustakaan dengan koleksi 12.000 buku, ruang baca koran, dan majalah lama yang sudah didigitalisasi.


Museum Pers Nasional beralamat di Jalan Gajah Mada No. 29, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Lokasinya di sebelah barat Istana Mangkunegaran. Buka mulai jam 08.00 – 16.00 WIB.

4. Museum Pesanggrahan Langenharjo

Museum Pesanggrahan Langenharjo

* sumber: situsbudaya.id

Tempat yang dijadikan sebagai Kawasan rekreasi keluarga kerajaan Keraton Surakarta ini dinamakan Langenharjo karena letaknya berada di pinggiran Sungai Bengawan Solo dan dimaknai sebagai perasaan nyaman dan damai. Kata “pesanggrahan” berarti tempat peristirahatan. Jadi, Pesanggrahan Langenharjo tempat istirahat yang nyaman dan damai.

Dulunya, tempat ini dipercaya sebagai tempat beristirahat Pakubuwono IX setelah berenang mencari ikan di Sungai Bengawan Solo. Di belakang bangunan Pesanggrahan Langenharjo terdapat Air Hangat Langenharjo, sehingga tepat untuk dijadikan tempat istirahat.

Pendopo Museum Pesanggrahan Langenharjo masih aktif digunakan untuk pertunjukan wayang, sarasehan, dan juga tirakatan. Museum ini berlokasi di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Bisa kamu kunjungi untuk mengenal sejarah Pakubuwono IX.

5. Museum Keris Nasional

Museum Keris Nasional

* sumber: pesona.travel

Museum yang dibangun pada tahun 2013 dan baru diresmikan pada 9 Agustus 2017 ini merupakan museum berisi koleksi keris dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari keris zaman Kerajaan Jenggala, hingga masa kini. Memiliki jumlah koleksi sekitar 338 bilah, baik keris maupun pedang, dan keris pinjaman dari kolektor yang berjumlah 32 keris.

1 23»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram