9 Oleh-Oleh Khas Klaten yang Wajib Dibawa Pulang

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Klaten merupakan salah satu kabupaten yang masuk ke dalam bagian Kasunanan Surakarta. Kabupaten ini terletak 40 km sebelah timur Yogyakarta dan 34 km sebelah barat daya Kota Surakarta. Sebagian wilayah Kabupaten Klaten tepatnya di sebelah barat laut kota, merupakan bagian dari kaki Gunung Merapi. Beberapa tahun ke belakang, Klaten terkenal karena ada tempat wisata Umbul Ponggok.

Terkenalnya tempat wisata Umbul Ponggok, membuat pariwisata di Jawa Tengah khususnya Klaten semakin dikenal masyarakat. Sama halnya dengan kota lain yang memiliki oleh-oleh, Klaten juga terdapat bermacam oleh-oleh khas yang bisa dibawa pulang setelah liburan ke kota kecil ini. Berikut 9 oleh-oleh khas Klaten yang bisa kamu bawa untuk kerabat di rumah.

1. Wajik

Wajik

Wajik merupakan salah satu makanan khas Klaten yang sering dijadikan sebagai oleh-oleh. Wajik terbuat dari bahan dasar beras ketan, ditambahkan kelapa parut, serta gula. Rasa yang dihasilkan dari wajik ini adalah legit dan manis. Wajik dibungkus dengan kertas minyak yang dibentuk kerucut pada ujung atasnya.

Wajik sering menjadi hidangan untuk menyuguhkan tamu ataupun sebagai kudapan untuk santai sore. Makanan ini menjadi salah satu oleh-oleh yang banyak dicari wisatawan. Wajik mudah ditemui di toko oleh-oleh yang tersebar di Kabupaten Klaten.

2. Geplak

Geplak

* sumber: putratravel.net

Geplak hampir mirip dengan Wajik. Bedanya, Geplak tidak menggunakan beras ketan. Geplak terbuat dari parutan kelapa yang ditambahkan gula, dan dibentuk seperti bola-bola. Warnanya pun unik. Geplak memiliki warna yang bermacam-macam seperti cokelat, putih, pink dan hijau. Sangat unik dan menggugah selera.

Geplak biasa dijadikan sebagai camilan dan bisa dibawa sebagai oleh-oleh untuk saudara di rumah. Tak lengkap rasanya jika ke Klaten tidak membawa Geplak sebagai oleh-oleh. Geplak biasa dijual di toko oleh-oleh atau rumah makan yang menyediakan makanan khas Klaten.

3. Kepelan

Kepelan

Sudah mengenal camilan bercita rasa manis nan legit dari Klaten, kini waktunya mengenal camilan bercita rasa gurih. Kepelan merupakan makanan berbahan dasar tepung terigu yang kemudian dicampurkan dengan bumbu dari bawang putih, bawang merah, garam, merica, penyedap rasa, serta air.

Bahan-bahan yang sudah tersedia, dihaluskan hingga menjadi sebuah adonan. Kemudian, adonan di bentuk kecil-kecil menyerupai kepalan tangan. Setelah dibentuk, adonan digoreng hingga berwarna kekuningan. Rasanya gurih dan lebih nikmat jika disajikan dengan saus sambal atau saus kacang. Kepelan mudah ditemukan di Alun-Alun Klaten.

4. Keripik Belut

Keripik Belut

Siapa suka keripik? Cemilan yang satu ini, banyak digemari oleh berbagai kalangan. Rasanya yang renyah dan gurih membuat siapa saja menyukai keripik. Di Klaten, terdapat sentra pembuatan keripik belut yang sudah banyak dikenal orang. Makanan ini tak hanya dijual sebagai camilan masyarakat Klaten saja, tetapi bisa juga dijadikan sebagai oleh-oleh.

Sesuai dengan namanya, keripik belut terbuat dari bahan dasar belut yang dicuci bersih dan dibelah menjadi dua bagian, kemudian dilumuri tepung yang sudah diberi bumbu. Setelah itu digoreng hingga kering. Keripik belut bisa dijadikan sebagai camilan atau pendamping nasi dan lauk. Rasanya yang gurih dan unik membuah keripik belut ini disukai semua kalangan dan sering dijadikan sebagai oleh-oleh.

5. Slondok

Slondok

* sumber: jejakpiknik.com

Singkong merupakan jenis umbi-umbian yang banyak digunakan sebagai bahan makanan yang diolah dengan berbagai cara. Selain dibuat singkong goreng dan singkong rebus, singkong juga dapat diolah menjadi camilan. Slondok merupakan salah satu olahan singkong yang menjadi camilan khas Klaten.

Slondok dibuat dari singkong yang sudah digiling dan diberi bumbu. Setelah adonan tercampur, dibentuk bulat seperti gelang, kemudian dijemur. Setelah kering, slondok siap untuk digoreng. Rasanya sangat gurih.

Awalnya, slondok hanya memiliki satu rasa namun seiring berjalannya waktu, kini slondok memiliki beragam varian rasa. Camilan ini sangat cocok dijadikan sebagai oleh-oleh atau santapan ketika dalam perjalanan.

6. Rempeyek Ikan Cethul

Rempeyek Ikan Cethul

Rempeyek merupakan camilan khas yang memiliki banyak varian. Biasanya, Rempeyek dijadikan sebagai kerupuk pendamping nasi pecel. Rempeyek yang paling umum ditemukan adalah rempeyek kacang tanah, rempeyek kacang hijau, rempeyek ikan asin, hingga rempeyek udang. Namun, bagaimana dengan rempeyek ikan cethul?

Di Klaten, terdapat rempeyek ikan cethul yang sering dijadikan sebagai pendamping nasi lauk, hingga menjadi oleh-oleh. Sebenarnya, rempeyek ikan cethul lebih dikenal di Kota Magelang. Namun, Rempeyek ini sangat mudah ditemukan di toko oleh-oleh Klaten. Jadi, kamu bisa jadikan rempeyek ikan cethul ini sebagai oleh-oleh ketika berkunjung ke Kabupaten Klaten.

7. Dodol Jenang

Dodol Jenang

Satu lagi camilan manis dari Klaten yaitu dodol jenang. Berbeda dengan dodol garut, dodol jenang khas Klaten teksturnya lebih lembek dan sedikit basah. Dodol jenang terbuat dari bahan dasar tepung ketan, santan kelapa, gula pasir, dan gula merah yang dimasak dengan cara diaduk hingga memiliki tekstur yang lembut.

Dodol jenang dibungkus dengan plastik atau kertas roti. Teksturnya yang lembut, dengan rasa manis dan legit, membuat dodol jenang disukai berbagai kalangan. Dodol jenang cocok dijadikan sebagai camilan untuk sore hari. Pokoknya jangan sampai lewatkan dodol jenang ini untuk dibawa sebagai oleh-oleh untuk kerabat.

8. Keripik Ceker

Keripik Ceker

Kamu suka ceker ayam? Jika biasanya ceker ayam dimasak sebagai sup, lain halnya dengan yang satu ini. Ceker ayam diolah menjadi sebuah keripik yang gurih dan renyah. Keripik Cakar menjadi salah satu cemilan khas Klaten yang unik dan banyak digemari masyarakat. Awal proses pembuatannya, ceker ayam dikuliti terlebih dahulu, kemudian dijemur hingga kering.

Keripik Cakar selanjutnya dibumbui dan dilakukan dua kali penggorengan. Pertama, penggorengan untuk mengeringkan kulit bagain luar, dan penggorengan kedua untuk mengeringkan kulit bagian dalam. Keripik ceker digoreng hingga kering dan menghasilkan rasa yang gurih juga renyah. Keripik ceker tak hanya cocok dijadikan sebagai camilan, tetapi juga kerupuk pendamping nasi dan lauk.

9. Keripik Paru

Keripik Paru

Setelah membahas keripik belut dan keripik cakar, Klaten juga memiliki keripik paru yang menjadi camilan khasnya. Keripik ini terbuat dari paru sapi pilihan yang diolah dengan bumbu dari resep turun temurun. Keripik paru sudah dikenal sejak 56 tahun lalu dan menjadi oleh-oleh khas Klaten yang paling banyak disukai.

Meski sudah dikenal sejak lama, keripik paru tetap menggunakan resep yang sama. Jadi, citarasanya tidak berubah sejak pertama. Keripik paru menjadi salah satu oleh-oleh khas Klaten yang wajib dibawa untuk kerabat. Selain rasanya yang khas, gurih dan renyahnya sangat nikmat. Keripik paru bisa kamu temukan di toko oleh-oleh yang tersebar di Kabupaten Klaten.

Itulah 9 oleh-oleh khas Klaten yang bisa kamu bawa pulang. Selain jenang, keripik, dan rempeyek, ada juga makanan lain yang unik dan lezat. Jadi, sudah tahu kan, apa saja oleh-oleh yang bisa kamu bawa ketika berkunjung ke kaki Gunung Merapi ini? Jangan lupa mampir dan belanja oleh-oleh khas Klaten, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *