6 Pakaian Adat Sumatera Selatan dengan Desain Menawan

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 4 Juni 2021

Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi di tanah air yang dikenal memiliki beragam adat dan budaya yang unik. Salah satunya adalah pakaian adat yang biasa digunakan oleh masyarakat Sumatera Selatan untuk sebuah upacara adat setempat. Pakaian adat dari Sumatera Selatan dikenal memiliki beragam desain menarik yang dapat membuat siapapun yang melihatnya terpesona.

Selain memiliki kombinasi warna yang menarik, desain untuk pakaian adat Sumatera Selatan pun dikenal cukup menawan. Nah, pakaian adat apa saja yang terdapat di provinsi yang beribukota di Palembang ini? Yuk, kita sama-sama simak artikel yang telah Keluyuran rangkum di bawah.

1. Pakaian Adat Aesan Gede

Pakaian Adat Aesan GedeSumber: budayanesia.com

Pakaian adat Sumatera Selatan yang pertama adalah pakaian adat Aesan Gede. Pakaian adat ini merupakan pakaian pengantin yang biasa digunakan oleh masyarakat Sumatera Selatan. Dahulu, pakaian adat ini biasa digunakan oleh para bangsawan, khususnya yang ada di Palembang. Saat ini pakaian adat ini sangat umum digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat.

Pakaian Adat Aesan Gede memiliki warna-warna cerah dengan didominasi sulaman berwarna keemasan. Pakaian adat ini biasanya terdiri dari kain songket dengan motif napan perak, baju dodot, dan berbagai aksesoris tambahan seperti sebuah mahkota dengan hiasan bungo cempako, kelapo standan, dan kembang goyang yang membuatnya terlihat sangat elegan dan terkesan mewah.

Nama Aesan Gede sendiri diketahui memiliki kaitan erat dengan julukan pulau Sumatera di masa lalu sebagai pulau emas. Pakaian Adat Aesan Gede merupakan sisa peninggalan dari kerajaan Sriwijaya, yang menjadi simbol keagungan dan kekuasaan kerajaan. Pakaian ini biasanya digunakan untuk acara puncak dalam upacara adat pernikahan Sumatera Selatan.

2. Pakaian Adat Besemah

Pakaian Adat BesemahSumber: komeringonline.com

Pakaian adat Sumatera selanjutnya yang tidak kalah menarik adalah pakaian Adat Besemah. Pakaian ini diketahui berasal dari Kota Pagar Alam, yaitu salah satu kota yang berada di Sumatera Selatan. Pakaian Adat Besemah biasanya digunakan dalam rangkaian upacara pernikahan adat di daerah tersebut.

Masyarakat sendiri menganggap pakaian adat ini sebagai lambang keagungan dan kemakmuran. Sama seperti pakaian adat Aesan Gede, pakaian adat ini juga memiliki detail yang sangat menawan. Pakaian adat Besemah biasanya terdiri dari berbagai komponen yang dipadukan dengan berbagai aksesoris sebagai pelengkap penampilan.

Untuk pakaian pria biasanya terdiri dari kain songket yang digunakan sebagai sarung, pakaian berbahan beludru berwarna merah, dan juga aksesoris pelengkap seperti pernak-pernik dari logam berwarna emas. Pada bagian kepala biasanya menggunakan mahkota yang terbuat dari beludru yang memiliki warna senada dengan pakaian.

Sementara untuk pakaian wanita sendiri biasanya terbuat dari bahan beludru dengan detail jauh lebih rumit dan banyak. Meskipun demikian, komponen utama yang digunakan oleh wanita mirip dengan pengantin pria.

Baik wanita dan pria biasanya memakai aksesoris tambahan berupa kalung emas berbentuk tanduk kerbau. Pengantin wanita sendiri biasanya dipakaikan sebuah Singal, yaitu mahkota yang memiliki berbagai hiasan seperti konde berwarna keemasan.

3. Pakaian Adat Banyuasin

Pakaian Adat BanyuasinSumber: tambahpinter.com

Jika pakaian adat Sumatera Selatan lainnya didominasi oleh warna-warna cerah, maka pakaian adat satu ini memiliki warna yang jauh lebih gelap. Pakaian adat ini berasal dari salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Selatan, yaitu Banyuasin.

Pada dasarnya, pakaian adat wanita Banyuasin menggunakan jenis baju kurung sebagai dasar pakaian yang kemudian dipadukan dengan berbagai aksesoris tambahan seperti subang koin dua tingkat, kalung anak ayam, gelang kano, gelang sempuru, cincin zamrud, dan pending.

Sementara untuk pengantin pria, aksesoris yang digunakan sebagai hiasan berupa peci pesirah yaitu peci hijau berlapis sulaman emas, badong, keris, jam bandul yang dipakai di dada sebelah kiri, cincin batu akik, dan juga selop sebagai alas kaki.

Salah satu ciri khas yang cukup unik dan menarik adalah hiasan kepala yang digunakan pengantin wanita yang memiliki bentuk seperti Loyang dengan didominasi warna keemasan. Penutup kepala tersebut berfungsi untuk menaruh lemang. Sama seperti dua pakaian sebelumnya, pakaian adat Banyuasin sendiri menjadi simbol dari keanggunan, kebesaran, dan juga kemewahan.

4. Pakaian Aesan Paksangko

Pakaian Adat Sumatera Selatan selanjutnya adalah Baju Adat Aesan Paksongko. Pakaian adat yang satu ini sekilas memang tampak mirip dengan pakaian Aesan Gede. Hanya saja pakaian Aesan Paksangko sendiri jauh lebih rumit dengan berbagai tambahan aksesoris yang cukup banyak.

Nah, untuk pakaian pria sendiri biasanya menggunakan songket lepus sulam emas yang dipadukan dengan songket selempang, cap bermotif bunga berwarna emas dan juga penutup kepala berwarna keemasan. Sementara untuk bawahannya biasanya menggunakan celana dengan warna senada dengan bagian atasan.

Sementara untuk wanita menggunakan baju kurung atau dodot berwarna merah dengan motif bintang emas dan penutup dada berwarna senada dan juga mahkota sebagai penutup kepala. Pakaian Asean Paksangko sendiri biasanya menggunakan jenis kain songket bermotif lepus, jando beraes, bunga inten, tretes midar, kembang suku hijau, pulir biru, dan motif bunga pacik.

Salah satu pakaian adat Sumatera Selatan ini memang cukup menarik perhatian. Selain warnanya yang cantik, desain pakaian ini pun cukup menarik dan mengesankan.

5. Pakaian Adat Kabupaten Ogan Ilir

Selanjutnya ada pakaian adat Ogan Ilir. Sama seperti jenis pakaian adat lainnya yang ada di Sumatera. Pakaian adat Ogan Ilir menggunakan kain songket sebagai salah satu komponen penting dalam pakaian adat ini. Selain itu, penambahan aksesoris pun menjadi sesuatu yang tidak kalah penting dan memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Salah satunya penggunaan aksesoris seperti bungo rampai yang memiliki makna, dimana sebagai manusia harus menutup aurat pada lawan jenis yang bukan muhrim. Penggunaan selempang sendiri merupakan bentuk kesetaraan antara wanita dan pria.

Pada dasarnya pakaian ada pria memakai setelan kemeja dengan celana panjang yang dipadukan dengan sarung songket yang melingkar pada bagian pinggang. Sementara pakaian wanita menggunakan pakaian kurung yang dilapisi hiasan pada bagian dada. Untuk melengkapi penampilan pengantin wanita menggunakan mahkota yang dihiasi dengan bunga rampai.

6. Pakaian Adat Empat Lawang

Pakaian adat Sumatera Selatan yang terakhir adalah pakaian Adat Empat Lawang. Pakaian adat ini diketahui berasal dari Kabupaten Empat Lawang, yang merupakan daerah perbatasan Rajang Lebong, Bengkulu.

Pakaian adat ini dikenal karena motif songket yang digunakan cukup unik. Pada umumnya, pakaian adat ini didominasi dengan warna merah dengan sulaman warna keemasan. Untuk pakaian pria sendiri biasanya mengenakan baju atau jubah yang cukup panjang, bahkan melebihi lutut.

Sementara untuk wanita biasanya memakai pakaian dengan lapisan songket pada beberapa bagian. Secara keseluruhan, pakaian adat yang satu ini dihiasi dengan berbagai motif bunga dan aksesoris berwarna emas yang membuat penampilan pengantin jauh lebih menawan dan terlihat lebih mewah.

Sama seperti pakaian adat lain, pakaian adat Empat Lawang menggunakan penutup dan mahkota yang memiliki warna senada.

Demikianlah 6 jenis pakaian adat Sumatera Selatan yang berhasil Keluyuran rangkum untuk kamu. Selain memiliki desain yang unik, pakaian adat tersebut juga memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Sumatera Selatan. Nah, kira-kira pakaian adat mana yang membuatmu terkesan? Tulis komentarmu di bawah, ya!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram