keluyuran web banner

5 Senjata Tradisional Palembang yang Unik dan Mematikan

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 22 April 2021

Senjata adalah alat yang digunakan oleh manusia untuk sejumlah keperluan. Keberadaan senjata sendiri bisa menjadi simbol kekuatan dan kekuasaan bagi sang empunya. Di Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis senjata unik dan berbeda satu sama lain setiap daerah. 

Meskipun tidak secanggih senjata yang dimiliki bangsa luar, namun senjata-senjata tradisional yang dimiliki oleh masyarakat tanah air pun dikenal cukup berbahaya dan mematikan. Nah, setelah sebelumnya kita membahas beberapa senjata tradisional Jambi. Kali ini Keluyuran akan mengulas senjata tradisional khas Palembang yang juga dikenal karena keunikannya.

Apa yang membuat senjata-senjata ini menarik? Yuk, kita simak hal tersebut dalam artikel di bawah. Berikut adalah penjelasannya:

1. Skin

Skin

Salah satu senjata khas Palembang yang dikenal memiliki filosofi yang cukup menarik adalah Skin. Senjata ini juga sempat menjadi inspirasi bagi pembuatan obor untuk Asian Games tahun 2018. Skin adalah salah satu senjata tradisional yang berasal dari Sumatera Selatan. Selain dikenal dengan nama Skin, senjata ini juga sering disebut dengan nama Ayam, Taji Ayam, dan Jembio. 

Hal tersebut memang cukup beralasan mengingat senjata ini memiliki bentuk yang hampir mirip dengan taji serta ekor ayam jantan. Senjata ini memiliki karakteristik berbentuk pendek dengan dua bilah dua sisi yang cukup tajam dan mematikan. Berbeda dengan pisau biasa, Skin memiliki bentuk yang melengkung dengan ujung yang cukup tajam mirip dengan Kerambit yang ada di Sumatera Barat. 

Meski memiliki bentuk yang hampir mirip, namun Skin sendiri memiliki ukuran yang jauh lebih kecil. Pegangan untuk senjata ini terbuat dari kayu dengan sebuah lubang pada ujung pegangan untuk mengunci senjata. Skin biasanya ini digunakan untuk pertarungan jarak dekat. Senjata ini cukup efektif untuk menusuk dan mengoyak. 

Sebagian masyarakat sendiri mempercayai bahwa Skin adalah salah satu senjata yang memiliki nilai magis. Keberadaan senjata khas tradisional Palembang ini konon merupakan perpaduan kebudayaan antara Melayu dan Tionghoa. Skin sendiri biasanya dibuat dari baja dengan kualitas yang cukup bagus. 

Skin sendiri terdiri dari dua macam, yaitu Skin Rambai ayam yang memiliki ukuran sekitar 20-30 cm dan Skin Taji ayam yang memiliki ukuran jauh lebih kecil, yaitu sekitar 10-15 cm.

2. Keris Palembang

Keris Palembang

Keris adalah salah satu senjata khas yang cukup dikenal di tanah air. Keris adalah jenis senjata tikam yang memiliki ciri khas bergelombang. Keris sendiri merupakan senjata yang telah digunakan pada masa kerajaan. Berbeda dengan keris yang ada di tanah Sunda dan Jawa. Keris Palembang memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dengan jenis keris lainnya. 

Nah, keris Palembang dikenal memiliki bentuk sudut yang sedikit lebar ukuran yang jauh lebih panjang dari keris yang ada di Jawa ataupun Sunda. Keris Palembang sendiri dikenal memiliki luk atau lekukan yang ganjil. Biasanya lekukan sendiri terdiri dari 7, 9, dan 13 lekukan. Keris Palembang biasanya terbuat dari campuran beberapa logam, yaitu Pamor, Besi dan Baja. 

Gagang keris sendiri biasanya terbuat dari kayu yang sangat keras atau terbuat dari gading yang diukir membentuk kepala seekor burung. Sementara sarungnya sendiri berbentuk perahu Bidar, yang menjadi  simbol kedaulatan Kesultanan Palembang di masa lalu yang dikenal sebagai kerajaan Maritim yang kuat. 

Nah, selain digunakan sebagai senjata, keris Palembang juga kerap digunakan sebagai simbol kekuasaan dan kekuatan. Keris sendiri kerap digunakan oleh masyarakat setempat untuk sebuah ritual adat atau disematkan pada pakaian adat. 

3. Kudok

Kudok

Selanjutnya ada Kudok. Senjata tradisional khas Palembang ini berasal dari wilayah Pagar alam. Sebuah wilayah yang berada di Sumatera Selatan. Kudok adalah sebilah pisau kecil yang memiliki bentuk mirip dengan sebuah Badik yang berasal dari daerah Lampung. Kudok sendiri merupakan senjata yang kerap dibawa oleh masyarakat pada zaman dulu sebagai senjata untuk pertahanan. 

Senjata ini biasa digunakan untuk pertarungan jarak dekat. Kudok sendiri terdiri dari beragam jenis. Namun, yang cukup dikenal oleh masyarakat adalah jenis Luncu, Gerahang, Rambai Ayam dan Betelok. Kudok terbuat dari logam besi. Sementara gagangnya sendiri biasanya terbuat dari beragam jenis kayu yang kera seperti kayu Jati, kayu Nangka, dan kayu Ghumai. 

Kudok juga sering digunakan oleh masyarakat untuk membantu aktivitas sehari-hari seperti berkebun dan bertani. Sementara masyarakat yang berada di hulu Pagar alam sendiri masih melakukan tradisi membawa senjata ini untuk pertahanan, terutama oleh pria lajang. 

Sampai saat ini senjata ini bisa dengan mudah ditemukan di beberapa wilayah yang ada di Sumatera. Masyarakat sendiri kerap membuat khusus senjata jenis ini untuk dijadikan sebagai koleksi 

4. Tombak Trisula

Tombak Trisula

Selain Kudok, senjata tradisional lain yang juga terkenal di Palembang adalah Tombak Trisula. Masyarakat sendiri kerap menyebut salah satu senjata khas ini dengan trisula Serampang. Tombak Trisula adalah tombak yang memiliki 3 mata pisau berbentuk runcing. 

Tombak sendiri merupakan senjata yang umum ditemukan di berbagai negara. Senjata ini merupakan senjata yang digunakan pada masa kerajaan. Tombak Trisula sendiri konon merupakan bagian dari perkembangan kerajaan Sriwijaya yang ada di tanah air, yaitu sekitar abad ke-7 Masehi. 

Seperti yang kita ketahui bahwa Sriwijaya sendiri merupakan kerajaan Hindu yang mempercayai keberadaan Dewa Siwa, dimana dalam hal ini ia dipercaya kerap membawa trisula sebagai senjata. Meskipun demikian, belum ada informasi pasti tentang asal usul salah satu senjata tradisional ini. 

Trisula sendiri memiliki ciri khas tajam pada setiap mata pisaunya. Selain digunakan untuk menyerang atau bertahan, trisula sendiri kerap digunakan sebagai simbol kebijaksanaan dan keberanian. Nah, masyarakat sendiri bisa melihat bentuk senjata peninggalan dari kerajaan ini secara langsung di Museum Balaputradewa.

5. Klewang Hembrug

Klewang Hembrug

Nah, senjata terakhir adalah Klewang Hembrug. Senjata ini diketahui sebagai  dari provinsi Sumatera Selatan. Sepintas senjata ini terlihat mirip dengan pedang bermata satu yang cukup tajam atau sebuah golok. Memiliki ukuran yang dan cukup ramping. Senjata ini cukup efektif untuk menusuk, menebas dan menyayat. 

Senjata ini memiliki panjang yang cukup bervariasi. Namun, pada umumnya senjata ini memiliki ukuran sekitar 36-76 cm. Senjata ini terdiri dari dua macam, yaitu Klewang yang bentuknya pendek dan Klewang berbentuk panjang melengkung. Senjata Klewang sendiri diduga mulai dikenal ketika terjadi perang melawan Aceh. 

Klewang sendiri merupakan senjata yang cukup sulit ditemukan. Senjata ini biasanya menjadi salah satu senjata warisan yang kerap diturunkan secara turun temurun. 

Nah, itulah berbagai jenis senjata tradisional khas Palembang yang  memiliki nilai sejarah yang cukup menarik. Meskipun terlihat sederhana, namun senjata-senjata unik tersebut dikenal cukup mematikan. Jika ada senjata lain yang kamu ketahui, maka kamu bisa beri komentar di kolom komentar yang telah disediakan di bawah.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram