9 Seni Bela Diri Jepang yang Populer Selain Karate dan Sumo

Ditulis oleh Anggie Warsito - Diperbaharui 14 April 2020

Karate dan sumo adalah dua nama yang langsung terngiang ketika menyebut seni bela diri asal Jepang. Keduanya amat populer, entah itu di Jepang maupun negara lain termasuk Indonesia.

Karate merupakan seni bela diri Jepang dengan ciri khas berupa pelakunya yang memakai pakaian putih. Sementara itu, sumo merupakan seni gulat yang dilakukan dua pegulat berbadan gempal.

Selain karate dan sumo, Jepang masih memiliki sejumlah seni bela diri lainnya. Beberapa nama mungkin sudah kamu kenal, seperti judo dan ninjutsu. Berikut adalah bahasan selengkapnya.

1. Judo

Judo

Seni bela diri yang satu ini tak kalah populer dari karate dan sumo. Bela diri ini merupakan salah satu bentuk pengembangan dari aliran jujutsu. Secara pakaian, bela diri ini tak beda jauh dengan karate. Dan secara gerakan, bela diri ini lebih menekankan aspek kuncian, bantingan, dan serangan.

Dalam judo, serangan yang dipakai biasanya berbentuk tendangan dan pukulan, bahkan dengan senjata tajam. Khusus untuk senjata tajam, penggunaannya hanya sebatas untuk kepentingan atlet judo tingkat tinggi, dan tidak dipakai pada pertandingan resmi.

Judo merupakan seni bela diri pertama di Jepang yang mendapat pengakuan internasional. Bahkan, seni bela diri ini sudah menjadi salah satu olahraga resmi ajang Olimpiade.

2. Aikido

Aikido

Seni bela diri ini merupakan perpaduan budaya tradisional dan pemikiran modern yang ada di Jepang. Seperti halnya judo, seni bela diri aikido juga mulanya berakar dari aliran jujutsu. Teknik-teknik yang terkandung dalam bela diri ini adalah kuncian, elakan, dan lemparan yang serupa dengan bantingan.

Di Indonesia, seni bela diri ini mulai masuk dan dikenal pada tahun 1970. Seiring dengan kembalinya sejumlah pemuda Indonesia dari masa kuliah mereka di Jepang, bela diri ini kian dikenal dan mengalami perkembangan pesat di Indonesia pada tahun 1990.

3. Ninjutsu

Ninjutsu

Ini merupakan seni bela diri yang menjadi salah satu inspiratori serial Naruto. Dalam anime Naruto, ninjutsu dikenal sebagai salah satu jutsu yang lazim dikuasai seorang shinobi, selain genjutsu, taijutsu, dan senjutsu.

Mulanya, seni bela diri ini hanya dipelajari oleh kalangan ninja saja. Seiring berjalannya waktu, bela diri ini pun mulai bisa dipelajari oleh semua orang. Bela diri ini sangat menekankan aspek batin pelakunya, sehingga setiap orang harus menguasai jiwanya bila ingin mempelajari ninjutsu.

4. Kendo

Kendo

Bisa dibilang kalau ini adalah seni bela diri yang tergolong modern. Secara bahasa, kendo berasal dari kata ken yang berarti “pedang”, dan do yang berarti “jalan”.

Untuk melakoni bela diri ini, seseorang harus memakai seragam kendo gi dan hakama, pedang bambu (shinai), dan satu set bogu (pelindung tubuh). Kendo memiliki empat teknik serangan dasar, yaitu:

  • Men: Merupakan teknik yang mengutamakan tebasan pedang kayu ke kepala lawan, khususnya di areah dahi hingga dagu.
  • Kote: Merupakan teknik serangan yang menjadikan salah satu atau kedua tangan lawan sebagai target.
  • Do: Merupakan teknik serangan yang mengarah ke bagian kiri atau kanan perut.
  • Tsuki: Merupakan teknik menusuk lawan, terutama di bagian lehernya. Teknik ini hanya dilakukan oleh atlet kendo profesional dan sangat tidak disarankan untuk dipakai saat pertandingan, kecuali jika sudah disetujui oleh pelatih atau pihak penyelenggara pertandingan.

5. Kyudo

Kyudo

Ini merupakan salah satu seni memanah khas Negeri Sakura. Seni memanah ini sudah mulai dikenal sejak masa feudal di Jepang. Perkembangan seni ini mulai melesat setelah perang saudara Jepang terjadi.

Sehabis era tersebut, kyudo mengalami perkembangan dari segi teknik busur panahnya. Hi, kan, chu adalah tiga teknik busur yang dimaksud. Adanya tiga teknik itu membuat kyudo lebih mudah untuk dipelajari siapa saja.

Di Jepang, kyudo bisa dipelajari di sejumlah sekolah khusus. Rata-rata, sekolah yang mengajari bela diri ini memiliki gaya belajar yang variatif, serta memiliki sistem rangking di dalamnya.

Saat ini kyudo lazim dipertandingkan di sejumlah kompetisi, serta menjadi sorotan dalam sejumlah festival atau pagelaran seremonial di Jepang.

6. Shorinji Kempo

Shorinji Kempo

Di Indonesia, seni bela diri ini lebih populer dengan sebutan kempo. Bela diri ciptaan Doshin So ini konon merupakan versi mutakhir dari bela diri kung fu khas Tiongkok. Seni bela diri ini menekankan pelakunya untuk tidak menyerang lawan sebelum lawan menyerang mereka.

Ini membuat kempo terlihat berbeda dengan seni bela diri lainnya di Jepang. Di Indonesia, kempo pertama kali diperkenalkan pada periode 1964-1965 oleh para pelajar Indonesia yang pernah sekolah di Jepang.

7. Yabusame

Yabusame

Ini merupakan bela diri panahan Jepang lainnya, selain kyudo tentunya. Berbeda dengan kyudo, pemanah pada bela diri ini diharuskan menaiki kuda sembari menembak busur panah. Ini membuat yabusame begitu rumit dibanding kyudo.

Bela diri ini pertama kali di perkenalkan pada awal periode Kamakura. Saat itu, bela diri ini dipakai untuk meningkatkan kemampuan memanah para samurai, khususnya saat dalam peperangan. Kini, bela diri ini lazim dipakai sebagai salah satu pertunjukkan seni di Jepang.

Seperti halnya kyudo, bela diri ini juga bisa dipelajari di sejumlah sekolah, salah satunya adalah Ogasawara yang didirikan oleh Ogasawara Nagakiyo. Fyi, Ogasawara Nagakiyo adalah salah satu pendiri klan Ogasawara, sebuah klan yang mengembangkan bela diri kyudo.

8. Taido

Taido

Secara bahasa, nama bela diri ini memiliki arti “caranya tubuh dan jiwa”. Bela diri ini dulunya adalah salah satu cabang bela diri karate. Namun, karena teknik taido banyak yang menyimpang dari karate, taido pun perlahan menjadi salah satu bela diri yang berdiri sendiri.

Seperti halnya karate, bela diri ini juga lazim dipertandingkan. Pertandingan Taido sendiri terbagi atas lima kategori, yaitu hokei, dantai-hokei, tenkai, jissen, dan datai-jissen.

Di antara kelimanya, jissen adalah kategori yang paling menarik. Di kategori itu, kamu bakal melihat para atlet taido mengeluarkan seluruh teknik terbaiknya untuk mengalahkan lawan.

9. Iaido

Iaido

Serupa dengan kendo, bela diri ini juga memakai pedang dalam praktiknya. Hanya saja, pedang yang dipakai iaido adalah pedang berbahan besi. Berbeda dengan kendo yang memakai pedang berbahan kayu.

Sebagian praktisi iaido memakai pedang besi bermata tumpul. Sebagian lainnya memakai pedang yang bermata tajam. Sebelum memakai pedang besi, para praktisi iaido harus berlatih dulu dengan pedang kayu.

Hal itu dilakukan agar mereka mempunyai kemampuan berpedang yang baik, sebelum nantinya memakai pedang besi.

Itulah sembilan seni bela diri di Jepang selain karate dan sumo yang menarik untuk diketahui. Deretan bela diri itu menjadi bukti bahwa Jepang bukan hanya kaya akan tarian dan alat musik tradisionalnya saja, namun juga kaya akan seni bela diri.

Sebagai pengingat, Indonesia juga memiliki sejumlah bela diri yang terkenal, salah satunya adalah pencak silat. Sebelum mempelajari seni bela diri negara lain, ada baiknya untuk menguasai seni bela diri milik kita sendiri agar tetap lestari dan dikenal banyak orang.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram