Yuk, Kenalan dengan 6 Senjata Tradisional Jawa Timur Ini!

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 4 Juni 2021

Senjata tradisional adalah salah satu hasil dari kebudayaan Indonesia. Dahulu senjata ini mempunyai dalam kehidupan manusia memiliki bermacam kegunaan. Pada umumnya senjata tersebut tercipta sebab manusia ingin mempertahankan diri dari serangan kelompok lain. Tak hanya itu, kerasnya alam juga mengharuskan manusia untuk bisa bertahan hidup.

Untuk mempertahankan negara juga digunakanlah senjata-senjata ini. Tentu kamu ingat dengan bambu runcing, kan? Bagaimana senjata ini ikut dalam perjuangan negara kita. Karenanya eksistensi senjata tradisional ini penting sekali karena sudah berjasa besar dalam perjuangan. Salah satu senjata yang akan dibahas adalah senjata tradisional Jawa Timur. Kira-kira apa saja ya senjatanya?

1. Clurit

CluritSumber: in.pinterest.com

Clurit adalah salah satu senjata tradisional Jawa Timur yang sudah terkenal. Asal tepatnya senjata ini dari Madura. Suku ini terkenal dengan cluritnya. Senjata ini dipercaya memiliki banyak sejarah. Clurit  ini tak bisa dipisahkan dari tradisi serta kebudayaan masyarakat Madura sampai saat ini.

Senjata clurit pada umumnya punya bilah melengkung dengan mata pisau di sisi bagian dalam. Umumnya senjata ini runcing di bagian ujungnya serta mempunyai pegangan tangan yang panjangnya sekitar 20 cm. Senjata ini mudah sekali ditemukan di Pulau Jawa dengan berbagai sebutan.

Karena senjata tradisional ini dipakai para petani sebagai alat untuk memotong rumput ataupun mencari makanan hewan ternak maka senjata ini bisa juga disebut dengan sabit. Clurit adalah senjata tradisional yang memiliki sejarah panjang.

Pada zaman dulu senjata ini sering sekali digunakan oleh para tokoh masyarakat. Sakera adalah salah satu tokoh masyarakat yang menggunakan senjata ini. Konon katanya beliau merupakan seorang mandor yang juga seorang petani tebu.

Beliau merupakan salah satu seorang yang ikut dalam perjuangan ketika melakukan pemberontakan terhadap para penjajah asal Belanda. Beliau adalah seorang pahlawan yang asalnya dari Pasuruan dan senjata clurit ini tidak pernah beliau tinggalkan.

Terkadang masyarakat suku Madura memasukkan makhluk gaib ke dalam senjata clurit dengan cara melakukan ritual atau membacakan doa yang dipercayai bisa memasukkan makhluk gaib ke dalam benda tersebut. Akan tetapi sekarang banyak ditentang karena dianggap tak masuk akal.

2. Keris

KerisSumber: thejakartapost.com

Selanjutnya senjata tradisional Jawa Timur yang dibahas adalah keris. Mungkin bagi sebagian orang ketika mengatakan keris akan berpikir bahwa itu adalah senjata dari Jawa Tengah sebab senjata ini masih mempunyai hubungan erat dengan keraton.

Namun jangan salah, keris tak hanya merupakan senjata khas Jawa Tengah, tapi juga menjadi salah satu senjata tradisional Jawa Timur. Pada awalnya keris tak begitu dikenal karena keberadaannya belum banyak diketahui oleh masyarakat.

Namun sesudah masa Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Pajajaran senjata ini jadi populer di masyarakat, terutama  untuk wilayah Pulau Jawa serta Pulau Madura. Pada zaman dulu, senjata ini dipakai oleh masyarakat umum sebagai alat membela diri mampun untuk berburu.

Akan tetapi sekarang ini keris digunakan sebagai hiasan ketika acara pernikahan selain digunakan oleh orang-orang keraton. Kebiasaan ini banyak terjadi di daerah Jawa Tengah juga Jawa Timur.

Keris adalah senjata tikam yang mempunyai ujung yang runcing. Selain itu, keris juga mempunyai mata pisau di kedua sisinya. Senjata ini pada dasarnya merupakan senjata yang asalnya dari Desa Lenteng Barat, yang berada di Kecamatan Lenteng di wilayah Kabupaten Sumenep Madura.

3. Caluk

Caluk

Caluk merupakan senjata tradisional Jawa Timur yang asalnya dari daerah Kabupaten Tuban. Senjata ini adalah salah satu senjata tradisional dengan keunikan tersendiri karena mempunyai kapak kecil yang terletak di pangkal yang dekat dengan tangan.

Panjangnya kurang lebih setengah meter, caluk merupakan senjata tradisional yang nyaman untuk digunakan. Untuk memotong digunakan bagian pendek dari senjata caluk. Sementara bagian yang lebih panjang umumnya digunakan untuk menggapai buah-buah yang siap panen yang terlalu tinggi.

Adapun bahan yang digunakan untuk membuat caluk ternyata sangat mudah ditemukan. Bahannya adalah besi-besi stainless maupun bekas leburan rel kereta api. Setelah besi tersebut melalui proses penempaan yang lumayan lama maka terciptalah senjata caluk yang kokoh.

Meskipun dibuat dari besi, senjata ini tetap ringan saat digunakan. Kayu digunakan untuk membuat gagangnya sehingga nyaman saat digenggam. Caluk secara kegunaan merupakan alat yang pada zaman dulu digunakan sebagai senjata untuk berperang.

Bahkan masyarakat Tuban pada agresi militer Belanda kedua memakai senjata tradisional Jawa Timur ini ketika melakukan perlawanan. Di daerah Jawa Timur sendiri terdapat sebuah daerah yang terkenal sekali akan keterampilannya membuat caluk.

Daerah ini berada di Kec. Rengel, Tuban, Jawa Timur. Menurut kabar, dari sinilah bermula lahirnya caluk trantang, caluk yang sakti mandraguna. Nama tersebut merupakan nama pembuatnya, yakni Ki Trantang.

4. Buding

Buding

Buding merupakan senjata tradisional Jawa Timur yang berasal dari daerah Banyuwangi. Senjata ini agak terdengar asing di telinga banyak orang karena tidak terlalu populer di masyarakat. Buding ini dapat ditemukan di wilayah pemukiman Suku Osing yang berada di Banyuwangi.

Suku Osing memakai senjata ini untuk kemudahan dalam bekerja sehari-hari, contohnya memotong kayu, membelah bambu, dan sebagainya. Akan tetapi, bila mereka merasa terancam, senjata buding ini dapat dipakai sebagai senjata untuk membela diri.

Ancaman yang diterima bisa berasal dari serangan musuh ataupun terkaman binatang buas di hutan. Panjang senjata tradisional Jawa Timur ini sekitar 57 cm. Bagian gagangnya berukuran sekitar 18 cm. Panjang sarung sekitar 29 cm. Adapun panjang ornamen di sarung sekitar 10 cm.

Senjata buding secara bentukannya dapat dibilang sangat mirip dengan pisau dapur maupun golok modern. Buding ini juga mempunyai sarung seperti yang ada pada pedang.

Sarung tersebut gunanya untuk melindungi bagian yang tajam supaya tidak cepat rusak juga berkarat. Bahan untuk membuat sarung terbuat dari kayu dan mempunyai ornamen seperti ular, kepala naga, bunga, dan lain sebagainya.

Senjata caluk pada zaman sekarang telah menjadi barang langka dan sulit ditemukan keberadaannya. Karena itu, senjata ini oleh para kolektor hanya dijadikan sebagai koleksi benda-benda pusaka.

5. Kudi

KudiSumber: budaya-indonesia.org

Senjata tradisional Jawa Timur ini bernama kudi dan mempunyai banyak kegunaan. Karena itu dengan senjata ini disebut  dengan istilah “gaman” oleh sebagian masyarakat di Jawa Timur. Julukan tersebut artinya senjata yang serba bisa.

Kemampuan senjata tersebut sangat berhubungan dengan pekerjaan masyarakat di daerah pedesaan yang bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Semua pekerjaan penduduk yang masih sederhana dapat diselesaikan menggunakan kudi.

Pekerjaan tersebut di antaranya memotong kayu bakar menjadi kecil-kecil, menebang pohon pisang, memisahkan kulit kayu, dan sebagainya. Karenanya kudi juga sudah memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat dengan sifatnya yang serba guna tersebut.

Panjang kudi ini sekitar 35 cm, mulai gagang sampai ujung tajamnya. Sementara lebarnya sekitar 10 cm. Karena itu senjata ini tergolong ringan walaupun digunakan untuk pekerjaan berat sekalipun. Bagi masyarakat senjata kudi dirasa sangat berguna dalam membantu pekerjaan mereka.

Kudi mempunyai desain yang mirip dengan pisau yang dengan tambahan setengah lingkaran. Desain ini membuat daya potong jadi semakin besar. Kudi ini bisa memotong apa saja karena daya potong yang besar serta materialnya yang terbuat dari besi yang padat.

Dahulu senjata kudi dipakai sebagai senjata jarak dekat dalam pertempuran untuk menebas musuh yang dalam jangkauan. Sampai sekarang, masyarakat Jawa Timur tetap menggunakan kudi sebagai alat wajib saat melakukan aktivitas pertanian.

6. Bionet

BionetSumber: asyraafahmadi.com

Bionet merupakan senjata tradisional Jawa Timur yang dipakai untuk keperluan perang. Dahulu kala, bionet digunakan sebagai senjata kecil yang digunakan saat terjadi pertempuran jarak dekat. Bentuk senjata bionet ini ramping, kecil, dan lurus.

Ujung bionet dibuat runcing dengan tujuan untuk melancarkan aksi penyerangan. Terdapat balutan sarung pada ujung senjata yang runcing itu supaya tidak mencelakai si pengguna. Sekarang ini, bionet tidak lagi dipakai sebagai senjata pada pertempuran.

Bionet sekarang lebih dijadikan sebagai koleksi dan pajangan. Pada bagian gagangnya desain bionet dibuat melengkung dengan tujuan untuk menghabisi musuh pada satu serangan kejutan. Efeknya serangan ini bisa membuat orang kritis.

Karena itu, senjata bionet ini tidak cocok jika digunakan pada pertempuran terbuka sebab pola serangannya akan dengan mudah terbaca. Demikianlah ulasan mengenai enam senjata tradisional Jawa Timur yang sudah digunakan dalam berbagai pertempuran. Meskipun tak lagi digunakan untuk peperangan, senjata-senjata tradisional ini.  Sebagian senjata ini masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti clurit, kudi, dan caluk.

Sementara senjata tradisional lainnya kini dijadikan sebagai koleksi benda-benda antik, contohnya keris. Apakah nama senjata tradisional dari daerahmu?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram