Keragaman Pakaian Adat Jawa Timur yang Mesti Kamu Tahu

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 23 Agustus 2021

Jawa timur adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terdapat di pulau jawa. Provinsi di ujung timur pulau jawa ini mempunyai kota yang terbilang sibuk di pulau jawa, misalnya Surabaya, Blitar, Malang, Lamongan dan Madura. Kota-Kota Ini adalah kota yang tidak pernah berhenti beraktivitas. Tak heran jika jawa timur punya banyak hal yang menarik untuk disorot, salah satunya adalah pakaian adat khas Jawa timur.

Pakaian adat adalah bagian dari kebudayaan yang pastinya kental dengan nilai sejarah masyarakat setempat. Jawa timur mempunyai banyak pakaian adat. Beberapa di antaranya menjadi yang paling menonjol karena keunikan dan kekhasannya. Nah, apa saja pakaian adat jawa timur yang terkenal itu? Ulasan lengkapnya akan dipaparkan di bawah ini. 

1. Baju Manten

Baju MantenSumber: gambarprawedding.blogspot.com

Berbicara tentang pakaian adat pasti tak bisa melewatkan baju pengantin tradisionalnya. Jawa timur mempunyai baju adat yang khusus dikenakan saat upacara pernikahan yang disebut dengan baju manten atau baju mantenan. 

Disebut demikian sebab baju ini dikenakan oleh pasangan yang akan mengikat janji suci pernikahan. Model baju manten mengadopsi pakaian kebesaran raja Jawa zaman dulu. Baju adat ini, baik yang dikenakan oleh perempuan dan laki-laki, terbuat dari kain beludru hitam dengan sulaman benang emas.

Hiasan benang emas ini disulam dari mulai bagian pinggir leher baju, dada dan sampai bagian bawah baju. Pengantin wanita mengenakan kemben sebagai inner-nya baru setelah itu mengenakan baju manten. Sebagai bawahannya, pengantin wanita mengenakan kain jarik. 

Penampilan pengantin wanita ini dipercantik dengan adanya sanggul khas jawa dan tusuk pentul di kepala. Selain itu, pengantin Jawa timur mengenakan ronce melati dan paes berwarna hitam yang menghiasi dahi. 

Untuk pengantin pria, ia mengenakan beskap hitam dengan pada bagian depan dan belakang. Paduannya adalah kain jarik yang ditambahkan kain lagi pada bagian ekornya. Penampilan pengantin laki-laki ini dilengkapi dengan adanya peci hitam yang tinggi menjulang yang dihiasi aksen emas. 

2. Baju Cak dan Ning

Baju Cak dan NingSumber: youtube.com

Di Jakarta ada ajang pemilihan Abang None yang semua pesertanya mengenakan baju adat yang disebut baju sadariah. Di Jawa Barat ada Mojang Jajaka dengan kebaya dan baju pangsinya, sedangkan di Jawa Timur para pemuda pemudi mengikuti ajang serupa yang disebut dengan cak dan ning. 

Para pemuda dan pemudi ini mengenakan baju cak ning. Dari situ lah penamaan baju adat yang dikenakan oleh para pemuda dan pemudi Jawa Timur ini berasal.

Para pemuda dan pemudi yang berasal dari seluruh wilayah Jawa Timur mengenakan pakaian adat cak dan ning tersebut. Pemuda atau remaja Jawa Timur tersebut mengenakan beskap yang terdapat aksesoris berbentuk kuku macan dan sapu tangan merah di sakunya. 

Remaja putra ini mengenakan ikat kepala yang disebut dengan odheng. Paduan bawahannya mengenakan kain jarik dan alas kaki terompah. Untuk remaja putri, ia mengenakan kebaya dengan desain dan model sederhana yang dihiasi dengan renda pada ujungnya lengkap dengan selendang berwarna serupa. Bawahannya dipadukan dengan kain jarik. Remaja putri ini megenakan selop sebagai alas kakinya. 

3. Pese’an Madura

Pese’an MaduraSumber: kabarmadura.id

Baju adat Jawa Timur selanjutnya adalah pese’an. Kamu pasti sering melihat baju model ini dikenakan oleh para penjual sate Madura. Tapi di Madura, baju ini tidak hanya dikenakan oleh penjual sate saja, melainkan dikenakan oleh para lelaki dewasa. 

Baju ini terbuat dari bahan teteron dan dibuat oleh masyarakat Madura asli. Pese’an adalah baju adat yang dikenakan sehari-hari dan saat acara-acara adat tertentu. 

Corak khasnya sudah terkenal ke mana-mana. pese’an memiliki dua lapis baju. Inner atau kaos dalam baju pese’an memiliki corak belang merah dan putih atau hitam putih. Outter-nya berbentuk longgar dan dikenakan terbuka tanpa kancing. 

Outter dan celana yang dikenakannya berwarna sama, yaitu hitam dan modelnya pun sama longgar dengan panjang sampai mata kaki. Para pria ini mengenakan alas kaki berupa terompah. Sebagai pelengkap penampilan, pria Madura mengenakan ikat kepala atau odheng

4. Kebaya Rancongan

Kebaya RanconganSumber: instagram.com

Umumnya kebaya rancongan mempunyai warna merah yang khas dengan motif yang sederhana tapi ada pula kebaya yang berwarna biru atau hijau terang. Kebaya rancongan terbuat dari bahan tipis transparan seperti kain brokat. 

Para wanita mengenakan kebaya rancongan dengan paduan kain jarik yang terbuat dari batik Lasem. Motif kainnya beragam, ada yang bermotif strojan, lasem dan tabiruan. Kain ini dililitkan pada pinggang mengelilingi perut. 

Agar lilitannya kuat, para wanita ini mengenakan stagen yang dalam bahasa Madura disebut odhet. Agar tampila maksimal, para wanita ini mengenakan perhiasan besar yang mencolok. Misalnya saja kalung emas berbentuk biji jagung, giwang emas dan sisir dinar atau sisi cucuk. 

Kebaya rancongan masih digunakan sampai saat ini pada acara-acara tertentu misalnya upacara adat, dan pernikahan. Ada pula yang mengenakannya saat acara wisuda, hari kemerdekaan RI dan Hari Kartini. 

5. Baju Penadon

Baju Penadon

Baju adat selanjutnya berasal dari Kota Reog, Ponorogo. Baju khas kota ini dinamai baju penadon. Model dan tampilannya mirip dengan baju pese’an dari Madura. Kesamaan ini terlihat dari penggunaan kaos dalam yang bermotif belang merah dan putih. 

Hanya aja, kaos yang dikenakan pada baju penadon mempunyai gambar reog di bagian dada. Selain itu, penadon memiliki aksen khas pada baju atasan luar, yakni aksen merah pada ujung baju. Sementara, pada baju pese’an tidak terdapat aksen serupa. 

6. Baju Gothil

Baju GothilSumber: joeheadshot.wordpress.com

Selanjutnya, masih dari Kota Reog, Ponorogo. Kota ini punya satu baju adat yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Baju ini dinamakan baju gothil. Baju gothil adalah pakaian warok, lelaki berjiwa kstaria yang berasal dari Ponorogo yang memiliki wibawa tinggi dan budi pekerti luhur. 

Pakaian ksatria ini memiliki warna hitam polos, baik untuk atasan luar dan celananya. Baju ini memiliki lengan panjang dan berukuran longgar. 

Baju gothil adalah baju yang dibuat khusus dengan teknik tertentu yang tidak dikuasai oleh sembarang penjahit. Ini lah yang membuat baju gothil mempunyai nilai khusus. 

Pernik dan Aksesoris Yang Dikenakan Pada Pakaian Adat Jawa Timur

Pernik dan Aksesoris Yang Dikenakan Pada Pakaian Adat Jawa Timur

Pakaian adat pasti selalu dilengkapi oleh perhiasan, aksesoris atau pernik khusus yang hanya dikenakan saat mengenakan pakaian adat tertentu. Pada pakaian adat, pelengkap yang mempercantik ini memang tidak hanya berfungsi sebagai benda dekoratif yang membuat penampilan luar biasa. 

Lebih dari itu, aksesori pada pakaian adat merupakan sebuah simbol dan perlambang tertentu. Dalam pakaian adat Jawa Timur ada beberapa aksesoris atau hiasan khas yang sering dikenakan. Berikut ini adalah daftarnya. 

1. Ikat Kepala atau Odheng

Ikat Kepala atau OdhengSumber: instagram.com

Para lelaki Jawa Timur mengenakan ikat kepala tertentu yang dibentuk khusus. Orang Jawa Timur menyebutnya odheng. Odheng mempunyai model yang sekilas mirip blangkon tapi jika diperhatikan seksama tidak ada kemiripan antara odheng dengan blangkon. 

Odheng mempunyai hiasan tanduk yang unik. Pada odheng, kain batik digunakan sebgai pelapis bagian luar yang memperindah tampilan odheng. Di Jawa Timur terdapat beberapa bentuk tanduk odheng di antaranya adalah:

  • Odheng Tapoghan
Odheng Tapoghan

Odheng tapoghan adalah ikat kepala dari Madura yang mempunyai bentuk sederhana. Odheng tapoghan berbentuk seperti lembaran kain segitiga yang dibentuk sedemikian rupa. 

Kain odheng tapoghan mempunyai motif ikon bunga lidah api yang berwarna merah soga dengan hiasan cantik. Cara memakainya adalah dengan mengikatkan ikat kepala ini mengelillingi kepala sehingga rambut tidak akan tertutupi kain odheng

  • Odheng Ponorogo
Odheng Ponorogo

Berikutnya ada odheng ponorogo yang merupakan item pelengkap pakaian adat dari kota tersebut. Odheng Ponorogo disebut pula dengan udeng warok atau udeng wulung

Udeng warok biasanya berwarna hitam dan terdapat motid putih sebesar jari tangan. Motif tersebut terletak di bagian pinggir dan tengah udeng. Adanya motif tersebut membuat ikat kepala asal Ponorogo ini lebih khas. 

  • Odheng Santapan
Odheng Santapan

Penutup kepala ini terbuat dari kain batik khas Jawa Timur, berbentuk kupluk atau peci dengan desain kota asalnya, yaitu motif telaga biru atau storjoan yang berwarna merah soga. Fyi, warna merah soga adalah warna yang menggambarkan karakter masyarakat Madura. Orang Madura dikenal sebagai orang yang berani, tegas, berkeyakinan kuat dan terbuka dalam menyampaikan pemilkirannya. 

Odheng santapan adalah simbol derajat kebangsawananan masyarakat Madura. Bentuknya sekilas mirip bentuk blangkon. Odhen santapan berbentuk segitiga dengan ukuran peci yang dapat kamu atur ukurannya sesuai dengan lingkar kepala pemakainya. 

2. Ikat Pinggang atau Sabuk 

Ikat Pinggang atau SabukSumber: instagram.com

Item pelengkap lainnya saat mengenakan baju adat adalah ikat pinggang. Ikat pinggang berfungsi sebagai item yang mempererat ikatan kain atau celana yang dikenakan. Rata-rata ikat pinggang dikenakan oleh para pria Jawa Timur. 

Ikat pinggang dalam pakaian adat Jawa Timur mempunyai beberapa jenis. Material dan bentuknya pun beragam. Beberapa ikat pinggang khas Jawa Timur di antaranya adalah:

  • Sabuk Othok
Sabuk OthokSumber: detikkasus.com

Sabuk othok adalah sebuah ikat pinggang khas Ponorogo. Bentuk sabuk ini hampir menyerupai bentuk katemang kalep, ikat pinggang dari daerah Jawa Timur lainnya. Yang membedakan ikat sabuk othok dengan sabuk dari wilayah lainnya adalah material yang terbuat dari kulit berwarna hitam. 

Sabuk othok mempunyai dua lubang jarum untuk mengencangkan ikatan. Sabuk ini seringkali dikenakan sebagai pelengkap pemakaian baju gothil, pakaian para warok Ponorogo. 

  • Katemang kalep
Katemang kalepSumber: carakus.com

Sabuk berikutnya adalah katemang kalep. Telah disinggung sebelumnya bahwa katemang kalep adalah ikat pinggang atau sabuk pelengkap pakaian adat dari Jawa Timur. 

Katemang kalep disebut juga dengan katemang raja. Ikat pinggang ini mempunyai diameter yang lebih lebar dari diameter rata-rata ikat pinggang. Di bagian depan dari sabuk ini dilengkapi saku untuk tempat penyimpanan uang. 

Katemang kalep jika dilihat-lihat mempunyai kesamaan bentuk dengan ikat pinggang yang biasa dikenakan oleh para jawara dari Betawi. Namun, ikat pinggang dari Jawa Timur seluruhnya terbuat dari kulit sapi yang sudah bisa dipastikan kualitasnya. 

3. Senjata

SenjataSumber: instagram.com

Pakaian adat suatu daerah selalu mempunyai senjata sebagai item yang menambah tampilan lebih lengkap. Dalam pakaian adat Jawa Timur senjata yang digunakannya adalah clurit. Clurit biasa dibawa oleh penjual sate Madura yang mengenakan pakaian pese’an

Senjata lainnya adalah keris. Keris biasa diselipkan pada bagian belakang pinggang. Keris tersebut adalah sebuah simbol perlindungan diri, bukan untuk menyakiti orang. 

Itu dia penjelasan mengenai pakaian adat Jawa Timur dengan segala aksesoris pelengkapnya. Dengan melihat pakaian adat dan segala item pelengkapnya dapat kita perhatikan bahwa masyarakat Jawa Timur menjunjung tinggi nilai adat tradisi leluhur yang telah diwariskan turun temurun. 

Sehingga ciri tersebut menjadi identitas budaya asli daerah tersebut. ini patut kita jaga agar tetap lestari dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Jangan sampai hilang direbut orang lain. 

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram