5 Senjata Tradisional Papua yang Menarik untuk Diketahui

Ditulis oleh Riastri Herliana - Diperbaharui 8 Desember 2020

Papua adalah pulau yang terletak di sisi paling timur Indonesia, dan berbatasan dengan Papua Nugini. Papua menjadi pulau terbesar di Indonesia dan merupakan tempat dimana puncak tertinggi Indonesia berada. Masyarakat Papua dikenal sangat melestarikan budayanya, beragam hal tradisional masih digunakan, mulai dari rumah tradisional, makanan, pakaian, hingga senjata tradisional.

Sebagian masyarakat di Papua, masih membudayakan tradisi memburu. Mereka sangat pintar dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di Tanah Papua. Saat melakukan pemburuan, mereka menggunakan senjata tradisional sebagai alat buru maupun perlindungan diri dari binatang buas. Masyarakat Papua sangat memegang teguh tradisi.

Dalam aktivitas perbuburan binatang, masyarakat Papua tidak diperbolehkan menggunakan senjata api. Hal ini sudah dilakukan secara turun temurun sesuai dengan adat dan tradisi yang mereka miliki. Jadi, senjata tradisional menjadi elemen penting bagi masyarakat Papua untuk bertahan hidup dan melindungi diri dari serangan musuh saat dengan berperang.

Ada beberapa senjata tradisional yang sampai saat ini masih aktif digunakan. Beberapa di antaranya dijadikan sebagai dekorasi rumah atau koleksi. Jika ingin belajar lebih jauh tentang budaya dan adat di Indonesia bagian timur, inilah 5 senjata tradisional khas Papua yang perlu kamu ketahui.

1. Kapak Batu

Kapak Batu

Kapak Batu merupakan senjata yang sudah digunakan oleh masyarakat Papua sejak dulu. Kapak Batu terbuat dari batu tajam yang berfungsi sebagai kapal, kemudian diikat pada sebuah tongkat menggunakan rotan yang dipakai sebagai pegangan dari senjata tersebut. Kapak Batu sebelumnya hanya dipakai oleh sebagian kecil masyarakat ketika berada di hutan.

Kapak Batu tidak digunakan sebagai alat untuk berperang atau menyerang musuh, tetapi sebagai sarana untuk bertahan hidup. Kapak Batu biasa digunakan sebagai alat untuk memotong daging, kayu, hingga membantu proses pembuatan sagu saat menebang pohon sagu untuk diolah menjadi bahan makanan asli Papua.

2. Tombak

Tombak

Tombak adalah senjata tradisional khas Papua yang biasa digunakan untuk berburu, maupun bertempur. Selain itu, Tombak kerap menjadi properti tari-tarian dalam acara budaya bagi masyarakat Papua Barat. Tombak dibuat dari bahan-bahan yang berasal dari alam. Ada kayu yang berfungsi sebagai gagang, kemudian batu kali yang dipertajam sebagai mata dari Tombak tersebut.

Meski menggunakan bahan yang berasal dari alam dan mudah untuk ditemukan, proses pembuatan Tombak memakan waktu yang cukup lama. Kayu yang diambil langsung dari pohonnya, dijemur, dipotong sepanjang 3 meter, dan dibentuk sedemikian rupa serta digosok menggunakan serbuk keong laut sampai runcing. Prosesnya kurang lebih selama 1 minggu.

Tombak tidak boleh digunakan selain untuk berburu dan berperang. Seperti misalnya membawa hasil kebun, memotong tunas pohon muda, dan aktivitas lain yang membutuhkan perkakas tambahan. Tombak hanya boleh dipakai sebagai alat berburu dan berperang saja. jikalau ada yang melanggar, maka akan mendapat kesialan berdasarkan adat istiadat yang ada.

3. Parang

Parang

Parang merupakan senjata tradisional khas Papua Barat yang dijadikan sebagai lambang dari kuat dan uletnya laki-laki dewasa dalam rumah tangga. Parang biasa digunakan sebagai keperluan rumah tangga, seperti alat untuk memotong daging, menebang sagu, dan memasak. Selain itu, Parang bisa dijadikan sebagai koleksi dan hiasan di rumah. Tak jarang menjadi alat untuk melamar calon pasangan.

Proses pembuatan parang memakan waktu yang cukup lama, mulai dari batu yang dibelah, kemudian diasah sampai berbentuk tajam. Kemudian ditambahkan minyak dan darah babi sbeelum diasah sampai tajam dan licin, dengan tujuan untuk menambah tingkat kekerasan dan keawetan dari parang tersebut.

4. Pisau Belati

Pisau Belati

Pisau Belati adalah senjata tradisional khas Papua yang berbentuk pisau kecil dan dilengkapi dengan hiasan rumbai-rumbai pada bagian gagangnya. Pisau Belati biasa digunakan sebagai alat untuk memotong dan menyayat saat melakukan perburuan binatang di hutan. Meskipun berburu hewan yang besar, masyarakat Papua tetap menggunakan senjata tradisional.

Pisau Belati terbuat dari hewan endemik papua, yaitu Burung Kasuari. Pada bagian pisaunya, berasal dari tulang dari burung tersebut, kemudian rambut-rambut yang menjadi hiasan dari Pisau Belati ini berasal dari bulu Burung Kasuari. Bahan untuk membuat Pisau Belati dapat dikatakan langka dan sulit ditemukan di daerah lain. Karena itu, senjata ini sangat khas bagi masyarakat Papua.

5. Busur dan Panah

Busur dan Panah

Busur dan Panah adalah kesatuan senjata tradisional khas Papua Barat yang sudah dikenal di seluruh Indonesia. Busur dan panah dijadikan sebagai alat untuk berburu babi hutan dan binatang lainnya. Tak jarang, Busur dan Panah digunakan berdampingan dengan Tombak sebagai senjata tambahan.

Busur dan Panah memiliki fungsi yang cukup beragam. Dapat dijadikan sebagai properti untuk mendekorasi rumah di sebagian wilayah Papua. Selain itu, bisa juga dijadikan sebagai barang koleksi, dimana penyimpanannya tidak boleh sembarangan. Harus disimpan di dinding rumah sebagai penghormatan terhadap budaya dan jasa sang pemanah.

Biasanya, daerah di Papua yang menjadikan Busur dan Panah sebagai koleksi dan dekorasi rumah adalah wilayah Jayapura, Kurulu, serta Wamena. Busur dan Panah mudah temukan di lokasi penjual panah, atau bisa juga dipesan langsung ke pengrajin panah.

Penggunaan Busur dan Panah sebagai alat buru, terdapat beberapa teknik yang sudah dikembangkan secara ilmiah. Diantaranya adalah :

  • Teknik yang satu ini memperhatikan posisi tubuh saat memanah. Tubuh harus lurus tanpa membungkuk, kemudian posisi kaki seimbang dan kuat.
  • Teknik memasukkan ekor panah pada titik kaluan dan poros dalam susunan panah. Jika penempatannya tepat, sangat mempengaruhi keberhasilan panah.
  • Persiapan target. Teknik menyelaraskan tujuan agar mencapai ke target sasaran. Pemanah harus santai dalam penarikan anak panah, dan berkonsentrasi pada tubuh yang tetap tegap.
  • Menggambar dan Menambat. Teknik dalam menarik tali busur. Pemanah menarik tali busur sampai ke bibir atau dagu sebelum akhirnya melepaskan anak panah. Saat menarik tali, diiringi dengan penahan tangan, sambil menarik mendekati dagu.
  • Setelah menarik tali busur, pemanah berkonsentrasi agar dapat menembak tepat pada sasaran.
  • Teknik menentukan bidikan dalam kondisi stabil dan rileks.
  • Teknik menarik panah yang dilakukan dengan tangan sebagai tarikan panah.

Papua dengan beragam kekayaannya, identik dengan budaya dan tradisi yang dilestarikan. Saat liburan ke Papua, ada banyak hal baru yang bisa dipelajari seperti kehidupan bersosial, kegiatan adat, mengenal potensi wisata, sampai mengetahui fungsi dari senjata tradisional khas Papua yang masih aktif digunakan dalam beberapa hal.

Selama ini wisatawan mengetahui tentang keberagaman Papua yang sangat kaya. Di balik keindahan dan kekayaan yang dimiliki, Papua memiliki masyarakat yang sangat menghargai dan melestarikan budaya yang diturunkan sejak zaman nenek moyang. Bagaimana, menarik sekali bukan? Yuk, berwisata dan mengenali budaya yang ada di Indonesia timur!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram