10 Warisan Dunia yang Ada di Yaman Hingga Saat Ini

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 8 September 2021

Saat mendengar nama Yaman, maka yang terbayang adalah sengitnya pertempuran yang terjadi di sana. Padahal Yaman menyimpan sekelumit keindahan dan keunikan dari budaya yang mereka miliki. Yaman memiliki tempat-tempat bersejarah yang penting dan berkontribusi pada kemajuan peradaban dunia.

Berikut ini adalah beberapa tempat bersejarah dan unik yang terdapat di Yaman yang telah masuk ke dalam daftar Situs warisan Dunia oleh UNESCO, serta beberapa lagi yang masuk ke dalam daftar tentatif. Tempat-tempatnya indah dan unik, menarik untuk kamu kunjungi.

1. Kota Bersejarah Zabid

Kota Bersejarah Zabid

Zabid merupakan sebuah kota yang terletak di dataran pantai barat dari Yaman. Kota ini termasuk satu kota tertua di Yaman. Kota Zabid juga menjadi tempat asal dari seorang sahabat rasul yaitu Abu Musa Ashaari. Kota ini memiliki sejarah yang sangat penting dalam penyebaran agama Islam. Dahulu Zabid merupakan ibu kota dari Yaman pada sekitar abad ke-13 hingga ke-15.

Kota Zabid telah berkembang sejak abad ke-7 yang ditandai dengan banyaknya mesjid yang dibangun. Mesjid–mesjidnya dibangun dengan struktur yang sederhana hingga menggunakan bata yang dipahat. Zabid memiliki banyak mesjid, satu di antaranya ada yang dibangun pada masa Nabi Muhammad masih hidup. Ada 86 mesjid yang terdapat di Kota Zabid.

Selain mesjid ada juga madrasah yang menjadi tempat untuk menuntut ilmu, sehingga Zabid sering didatangi dari berbagai penjuru dunia untuk belajar dimadrasah-madrasah tersebut. Sejarah dan keindahan dari kota Zabid ini memasukkannya menjadi satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Bangunan modern dengan struktur beton serta semrawutnya jaringan kabel mengancam keindahan dari kota Zabid yang kaya akan nilai sejarah. Zabid memiliki arsitektur militer  dan juga tata letak kota yang luar biasa, menyelaraskan antara tata letak dari mesjid dengan pasar serta bangunan-bangunan rumah.

2. Kota Tua Sana’a

Kota Tua Sana’a

Sana’a merupakan satu kota terbesar yang ada di Yaman, dan juga berperan sebagai ibu kota negara. Kota ini telah dihuni lebih dari 2500 tahun lamanya. Kota tua Sana’a ini terletak di sebuah lembah di pegunungan, bangunan kotanya memiliki karakter yang khas dari bangunan yang bertingkat dengan dekorasi berbentuk geometri.

Kota Sana’a pada abad ke-2 sebelum masehi merupakan pos terdepan dari kerajaan Yaman dan muncul sebagai pusat jalur perdagangan pada abad pertama masehi. Pada abad ke-7 Kota Sana’a menjadi pusat dari penyebaran agama Islam. Satu buktinya ditunjukkan oleh sisa arkeologi berupa mesjid agung yang dibangun pada saat Nabi Muhammad masih hidup.

Kota Sana’a memiliki lanskap kota  yang indah dan juga artistik. Bangunannya memperlihatkan kehebatan rancang bangun yang hanya menggunakan material lokal. Kota ini juga menghadapi tantangan dengan pembangunan modern di sekitar kota tua  yang perlahan menghilangkan karakter dari kota itu sendiri.

3. Kota Benteng Shibam

Kota Benteng Shibam

Shibam merupakan sebuah kota yang dibangun dengan dikelilingi benteng. Kota ini merupakan kota tua yang dibangun pada abad ke-16. Shibam dapat dikatakan sebuah kota yang memiliki sebuah perencanaan yang baik untuk hunian yang dibangun secara vertikal, terutama untuk sebuah kota tua.

Shibam merupakan kota yang memperoleh julukan sebagai Manhattan dari gurun. Bangunan-bangunannya yang tinggi menjulang tampak seperti sebuah kota metropolitan. Satu hal yang membedakannya adalah material yang digunakan untuk membangun gedung-gedungnya. Gedung tinggi di kota ini dibangun bukan dengan konstruksi beton melainkan dengan bata lumpur.

Bangunan gedungnya terlihat unik karena menggunakan material bata lumpur. Sayangnya bangunan ini perlahan mengalami kerusakan diakibatkan oleh banjir. Hal ini disebabkan karena drainasenya yang tidak memadai selain itu juga karena mulai ditinggalkannya sistem lama untuk pengelolaan banjir pertanian.

4. Kepulauan Socotra

Kepulauan Socotra

Kepulauan Socotra terletak di barat laut dari Samudera Hindia dengan panjang 250 km. Ada empat pulau dan dua pulau berbatu dari Kepulauan Socotra ini. Kepulauan ini memiliki peran penting sebagai rumah bagi banyak  spesies tumbuhan ataupun binatang endemik. Kepulauan ini dikatakan sebagai tempat yang tampak paling asing di bumi.

Selain rumah untuk spesies endemik, Socotra memiliki peran penting sebagai tempat untuk konvervasi dikarenakan banyaknya keragaman hayati  dari flora dan faunannya. Keanekaragaman hayati dari floranya berjumlah sekitar 825 tumbuhan dan 307 di antaranya adalah tanaman endemik. Sehingga Socotra berperan penting untuk kehidupan populasi burung.

Satu spesies yang paling menonjol di Socotra adalah pohon darah naga, yang bentuknya seperti sebuah payung dan memiliki getah yang berwarna merah. Tak hanya kekayaan hayati di darat saja, Socotra juga memiliki keanekaragaman hayati di dalam lautnya. Socotra dapat dikatakan seperti sebuah permata keanekaragaman hayati dari laut Arab.

5. Situs Arkeologi Marib

Situs Arkeologi Marib

Marib merupakan ibu kota dari sebuah kerajaan kuno Saba, yang dipercaya sebagai kerajaan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan injil. Letaknya berada di sebelah timur ibu kota modern Sanaa. Kerajaan ini membangun sistem irigasi  yang reruntuhannya masih dapat dilihat hingga saat ini, yaitu Bendungan Marib.

Budaya yang berkembang hingga ribuan tahun dapat tercapai karena adanya bendungan Marib ini. Selain itu mereka juga membangun kastil dan juga kuil-kuil seperti Awwam dan Barran. Kerajaan Saba sangat diuntungkan dari perdagangan resin yang digunakan untuk industri parfum

Reruntuhan yang terdapat di kota Marib saat ini sempat dijadikan sebagai tempat pertempuran antara kaum Houthis dengan pihak pemerintah yang dipimpin oleh Abdrabbbuh Mansour Hadi. Selain menjadi situs bersejarah tempat ini juga memiliki sumber daya alam berupa minyak.

6. Kota Bersejarah Saada

Kota Bersejarah Saada

Saada merupakan kota tertua di Yaman yang berasal dari abad pertengahan. Kota ini didirikan oleh Imam Hadi Yaya pada abad ke-9,  yang menjadi tempat lahirnya “Zaydisme”.  Zaidiyyah atau Zaydisme merupakan sebuah tempat seperti sekolah atau madrasah yang menjadi tempat pemikiran Muslim berkembang dengan subur.

Bangunan di kota yang unik ini seperti rumah dan juga istana terbuat dari tanah dan juga batu bata yang terdiri dari beberapa lantai.  Terdapat hiasan pada bagian dalam tembok rumah dan istana yang letaknya di halaman pada lantai atas. Mesjid yang terdiri dari 14 buah, di kota ini merupakan mesjid-mesjid yang berasal dari abad ke-10 hingga 16.

7. Kota Bersejarah Thula

Kota Bersejarah Thula

Kota bersejarah Thula adalah sebuah kota yang berasal dari periode kerajaan Himyarite. Kotanya sendiri berada di wilayah Sanaa yang dikelilingi oleh benteng dan berdiri di sebuah kaki tebing dari batu pasir merah. Kota ini terdiri dari bangunan rumah yang mencapai lima lantai dengan bangunan rumah yang terbuat dari batu

Benteng yang mengelilingi kota ini diperkirakan sekitar 2000 meter panjangnya dan di dalam bentengnya selain rumah ada juga mesjid, istana, makam, dan juga pasar. Rumah-rumah dibangun dengan sangat berdekatan sehingga tersisa jalan-jalan yang sempit. Rumah yang terbuat dari batu pasir ini juga memiliki beragam ukiran yang menghiasinya.

8. Madrasah Amiriya dari Rada

 Madrasah Amiriya dari Rada

Madrasah Amiriya merupakan sebuah mesjid yang juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan pada abad ke-16, letaknya berada di kota Rada Yaman. Madrasah ini dibangun pada masa dinasti Tahirid, atas prakarsa dari Sultan Amir bin Abd al-Wahab. Bangunannya memiliki dekorasi yang rumit berupa plesteran ukiran serta lukisan dinding  geometri, tanaman, dan juga tulisan Al-Qur’an.

Kerusakan yang terjadi pada lukisan dindingnya mendorong seorang Arkeolog Selma al-Radi untuk melakukan konservasi untuk memulihkan keindahan dari bangunan ini seperti masa jayanya. Program konservasi ini menggunakan bahan dan juga teknik tradisional. Perlu waktu dua puluh tahun lamanya untuk menyelesaikan konservasi bangunan madrasah ini yang selesai di tahun 2005.

9. Jibla dan Sekitarnya

 Jibla dan Sekitarnya

Jibla merupakan sebuah sebuah ibukota pada masa kuno yang terletak di sebuah tempat yang tinggi. Pada masa itu yang berkuasa adalah dari dinasti Sulayhid, yaitu Ali al-Sulayhid. Setelah dia wafat, kepemimpinan digantikan oleh putranya di tahun 1064, tetapi kekuasaan diberikan kepada istrinya yaitu Ratu Arwa dikarenakan sang suami mengalami kelumpuhan.

Ratu Arwa memindahkan ibukota kerajaan dari Sana’a ke Jibla agar dapat dengan mudah untuk menyerang musuh ayah mertuanya yaitu pemimpim dari Nahajid, Sa’id ibnu Najar. Setelah berhasil mengalahkan musuhnya ia membangun sebuah istana dengan namanya yaitu Istana ratu Arwa.

Reruntuhan dari Istana memperlihatkan kemegahan istana ini dimasa jayanya dahulu. Satu hal yang menarik dari bangunan ini adalah jumlah ruangannya yang jumlahnya sebanyak hari dalam satu tahun. Sehingga ratu setiap saat tidur selalu di tempat yang baru untuk menghindari  serangan dari musuh yang tidak akan tahu di mana ia tidur.

10. Jabal Haraz

Jabal Haraz

Jabal Haraz adalah pegunungan yang terletak di antara Sana’a dan Al-hudayyah, Yaman. Jabal Haraz menjadi benteng bagi dinasti Sulayhid pada abad ke-11 atau sekitar tahun 1037. Keindahan pemandangan yang terdapat di Jabal Haraz yang menjadikannya tempat terkenal. Selain itu, ia juga terkenal akan sebuah desa berbenteng yang menempel pada bebatuan.

Arsitektur dari bangunannya memberikan fungsi sebagai tempat perlindungan untuk warga, tetapi tetap terdapat ruang agar penduduk tetap dapat bercocok tanam. Bangunan rumahnya dibangun layaknya seperti sebuah kastil dan dibangun dengan menggunakan material dari batu pasir dan basalt.

Itulah empat warisan dunia dari Yaman dan enam di antaranya masuk ke dalam daftar tentatif oleh UNESCO. Yaman yang tercabik-cabik oleh perang sesungguhnya menyimpan sejarah dan budaya yang berperan dalam kemajuan sebuah peradaban. Sayangnya Yaman lebih sering dikenal karena perang yang berkecamuk.

Beberapa tempat di Yaman ini juga memiliki nilai religius bahkan diakui oleh dua agama, yaitu Islam dan Kristen. Tempat tersebut bahkan tercantum dalam kitab suci mereka masing-masing. Yaman menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi jika perang di negaranya telah usai.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram