10 Alat Musik Kalimantan Selatan yang Patut Dilestarikan

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 9 Mei 2021

Berapa banyak informasi yang Anda ketahui tentang alat musik Kalimantan Selatan? Pengetahuan semacam ini menjadi hal yang sulit dijawab karena kenyataannya alat musik tersebut tidak familiar dan dekat dengan generasi muda Indonesia. Kita lebih akrab dengan gitar, bass, drum atau piano dibandingkan alat-alat musik di bawah ini.

Alat musik Kalimantan Selatan setidaknya ada sepuluh macam. Masing-masing sangat unik, terutama dari segi bentuk. Salah satunya bahkan berukuran sangat kecil dan dimainkan dengan ditempelkan langsung pada bibir. Ada lagi alat musik yang dimainkan dengan dihentakkan, ia tidak dipetik atau dipukul. Ingin tahu lebih lanjut mengenai alat musik Kalimantan Selatan? Simak uraian di bawah ini!

1. Panting

PantingSumber: instagram.com

Ketika pertama melihat alat musik Kalimantan Selatan yang satu ini, Anda pasti akan langsung teringat pada salah satu alat musik gambus. Padahal tentu saja bukan karena panting berasal dari Kabupaten Tapin, salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan. Nama panting sendiri berasal dari memanting atau memetik dalam bahasa Banjar, sesuai dengan cara memainkannya, yaitu dipetik.

Berdasarkan sejarahnya, panting semula dimainkan oleh perorangan, akan tetapi seiring perkembangan zaman, saat ini panting banyak dimainkan bersama dengan alat musik lainnya. Kolaborasi antara panting dan alat musik yang lain seperti babun, gong, biola, ketipak, suling dan tamburin dikenal dengan nama musik panting.

2. Gamelan Banjar

Gamelan BanjarSumber: karimganas.com

Gamelan Banjar sudah ada sejak zaman Kerajaan Dipa pada abad ke 14. Ketika itu, seni ini dibawa ke Kalimantan Selatan bersamaan dengan wayang kulit oleh Pangeran Suryanata. Gamelan Banjar termasuk alat musik instrumental yang terdiri atas alat musik pukul dari bahan logam. Berdasarkan jenisnya, gamelan dari Banjar ini dibedakan menjadi gamelan versi keraton dan versi rakyat.

Gamelan Banjar versi keraton memiliki alat musik yang lebih banyak dan lengkap dibandingkan versi rakyat. Pada gamelan versi keraton ia dilengkapi dengan rebab, babu, gambang, gendang, slenthem, kethui, saron, abu, langsi, gong kecil, gong besar, kandung dan seruling.

Sementara gamelan Banjar untuk rakyat biasa hanya terdiri atas babun, sarantam, gong kecil dan besar, abu, langsi, saron dan kandung. Gamelan Banjar bukan hanya berfungsi sebagai hiburan atau pertunjukan musik daerah melainkan juga musik pengiring untuk acara atau ritual adat yang sakral.

3. Sarunai Banjar

Alat musik Kalimantan Selatan yang selanjutnya merupakan alat musik tiup bernama Sarunai Banjar. Bentuknya seperti terompet tapi dengan ukuran yang lebih kecil. Pada salah satu sisinya terdapat semacam corong sebagai tempat keluarnya suara, sementara di sisi yang satunya terdapat lubang untuk meniup hingga bisa menghasilkan suara. Bagian-bagian tersebut rupanya bisa dilepaspasang, lho!

Sarunai Banjar atau Serunai Banjar dibunyikan untuk mengiringi pertujukan tarian tradisional. Pada beberapa kesempatan ia juga dibunyikan sebagai pengiring pertunjukan seni bela diri Kuntai bersama dimainkannya gong dan gendang. Khusus bagi masyarakat Suku Bukit (Dayak), seruling ini kerap dipakai untuk mengiringi upacara adat.

4. Kalampat

Kalampat

Kalampat merupakan alat musik pukul sejenis gendang tapi berkepala tunggal. Maksudnya, hanya satu bagian yang bisa dipukul. Alat musik ini dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari rotan. Kalampat dibuat dari batang batung; sejenis bambu tapi berukuran diameter cukup besar dan tebal.

Anda akan mendengar Kalampat dimainkan bersama gong saat upacara panen padi diselenggarakan. Dalam bahasa setempat upacara tersebut dikenal dengan nama Bawanang. Selain itu, Kalampat juga biasa dimainkan dalam upacara pengobatan bersifat magis atau Babalian, terutama oleh masyarakat Dayak di daerah Labuhan, Hulu Sungai Tengah.   

5. Terbang Madihin

Terbang MadihinSumber: ukmritb.tumblr.com

Alat musik Kalimantan Selatan selanjutnya adalah Terbang Madihin, sebagian menyebutnya Mahidin. Alat musik tersebut berbentuk seperti rebana atau gendang yang terbuat dari kerangka kayu dan kulit kambing yang sudah dibersihkan dan dikeringkan. Alat musik ini bisa dimainkan untuk mengiringi kesenian Madihin.

Kesenian Madihin merupakan salah satu seni tutur lisan berupa pantun asli milik masyarakat Banjar. Alat musik Madihin berperan sebagai pengiringnya. Seni lisan berupa pantun pada kesenian Madihin tidak memiliki sampiran, berbeda dengan pantut pada umumnya. Musik Madihin dimainkan oleh sepasang sebab nantinya mereka harus berbalas pantun yang isinya berupa ejekan, humor, plesetan, sindiran, dan nasihat.

6. Terbang Lamut

Terbang LamutSumber: dantimarina.wordpress.com

Alat musik tradisional dari Kalimantan Selanjutnya ini masih mirip dengan Terbang Madihin, yaitu Terbang Lamut. Ia juga merupakan bagian tidak terpisahkan dari seni tutur lisan asli dari Kalimantan Selatan. Kali ini seni tutur yang dimaksud adalah Lamut. Berbeda dengan Madihin yang pantun dan hiburan, Lamut menuturkan mengenai nilai-nilai keagamaan, budaya dan sosial.

Pertunjukan Lamut yang diiringi alat musik Terbang Lamut biasanya dimulai malam hari, yaitu pukul 22.00 hingga 04.00 keesokan harinya. Orang yang membawakan seni tutur ini dinamalam Palamutan. Saat bercerita, Palamutan akan memangku Terbang Lamut dan memainkannya.

Seni tutur Lamut dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Lamut Battamba untuk pengobatan dan Lamut Baramin sebagai sesuatu yang sifatnya hiburan untuk mengisi acara pesta pernikahan atau khitan. Masing-masing pertunjukan tersebut tentu saja membutuhkan syarat berbeda.

7. Kurung Kurung

Kurung KurungSumber: bingkaibanua.com

Alat musik Kalimant Selatan  yang berasal dari Kabupaten Balangan ini cukup unik. Kurung Kurung tidak dipetik, tidak juga dipukul atau dimainkan dengan cara ditiup. Ia dimainkan dengan cara dihentak-hentakkan. Alat musik ini terbuat dari bambu berukuran panjang dan kayu di bagian bawah.

Kurung Kurung mengeluarkan bunyi saat ia dihentak-hentakkan. Menariknya walau terlihat sama, bunyi yang dikeluarkan tiap Kurung Kurung bisa berbeda. Bebunyian tersebut terdengar unik dan lucu. Jika seorang pemain ingin membuat irama, alat musik ini harus dihentakkan sesuai yang diinginkan.

8. Kuriding

Kuriding

Kuriding disebutkan merupakan alat musik Kalimantan Selatan yang diturunkan sejak zaman nenek moyang Suku Banjar. Kuriding sendiri bisa terbuat dari bambu atau kayu yang dilengkapi dengan alat getar berupa tali serta tali penarik.

Cara memainkannya sangat menarik, yaitu Anda harus menempelkan alat musik tersebut ke dekat bibir kemudian tarik bagian gagang tali getar yang akan menghasilkan bunyi. Nantinya ia akan mengeluarkan sebuah ritme yang indah dan merdu.

Bentuk Kuriding cukup kecil tapi ia dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian dalam dan bagian luar. Bagian dalam ditempelkan pada bibir saat dimainkan sedangkan bagian luar menghadap ke arah sebaliknya. Kuriding juga bisa terbuat dari pelepah enau, hanya biasanya di tiap bagian dalam Kuriding dilengkapi dengan pelapis hingga tidak menyakiti.

9. Sampek

SampekSumber: seringjalan.com

Sampek sendiri merupakan alat musik khas yang dimiliki Suku Dayak, yang menyebar ke berbagai wilayah di Kalimantan termasuk bagian selatan. Sampek terbuat dari kayu berbagai jenis. Hanya, yang paling dominan dipakai antara lain kayu arrow, kayu ulin atau kayu kapur. Sampek masih dibuat menggunakan metode tradisional yang menghabiskan waktu hingga beberapa minggu.

Sampek merupakan jenis alat musik petik yang memiliki 3 hingga 6 senar. Alat musik ini juga sangat khas dan cantik sebab ukiran yang ada di seluruh badan. Ukiran yang dipahatkan di sana disesuaikan dengan keinginan sang pengrajin. Sampek juga mudah dikenali karena warna-warna yang cerah khas Suku Dayak.

10. Kalang Kupak

Kalang KupakSumber: instagram.com

Alat musik Kalimantan Selatan yang terakhir adalah Kalang Kupak. Ia biasa juga dikenali dengan nama Paring Tamlang, yaitu alat musik dari bambu yang merupakan bagian dari musik tradisional masyarakat Suku Bukit. Kalang Kupak terdiri atas 8 bambu yang masing-masing dipotong setengah dan pada bagian ujung dibuat runcing.

Lalu delapan bambu tersebut masing-masing disatukan menggunakan serat rotan. Alat musik yang satu ini memiliki peran untuk membawa melodi yang diikuti oleh bebunyian dari alat musik lain seperti gong, gendang, gendang dan kecapi sebagai pengiringnya. Alunan musik tersebut lumrah dimainkan saat upacara Balian yang merupakan upacara keselamatan untuk kehidupan masyarakat.

Upacara ini dilaksanakan setiap tahun dan biasanya diiringi oleh tari-tarian, salah satunya tari Gintor. Selain bagian dari upacara, oleh masyarakat Dayak Maanyan, Kalang Kupak juga berperan sebagai sarana hiburan petani serta pengusir hewan buas. Mereka menyebut alat musik ini dengan nama Salung.

Itu tadi sepuluh alat musik Kalimantan Selatan yang masih harus kita lestarikan keberadaannya. Alat-alat musik tersebut sangat khas karena merupakan peninggalan nenek moyang. Penasaran dengan bunyi yang mereka hasilkan? Semoga suatu saat berkesempatan untuk mendengarnya secara langsung ya!  

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram