Yuk, Wisata Sejarah ke 10 Candi Bersejarah di Jawa Timur Ini!

Ditulis oleh - Diperbaharui 19 Juni 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jawa Timur merupakan provinsi terbesar di Pulau Jawa yang menjadi salah satu provinsi tertua di Indonesia. Jawa Timur mulai ditinggali manusia pada abad ke-8, diketahui sejak ditemukannya Prasasti Dinoyo di Malang. Kemudian dibangunlah Kerajaan Singasari yang menjadi kerajaan pertama di Jawa Timur. Provinsi ini menyimpan banyak hal bersejarah yang sangat menarik.

Ada dua masa kerajaan di Jawa Timur yaitu masa Kerajaan Singasari dan masa Kerajaan Majapahit. Setelah itu mulai bermunculan kerajaan Islam dan dilakukan penyebaran agama Islam di Jawa Timur. Adanya masa Kerajaan Singasari dan Majapahit, membuat Provinsi Jawa Timur memiliki banyak candi yang menjadi saksi sejarah. Berikut ini 10 candi di Jawa Timur yang bisa kamu kunjungi. Simak ulasannya ya!

1. Candi Singasari

Candi Singasari

* sumber: www.nativeindonesia.com

Singasari merupakan kerajaan pertama di Jawa Timur dan memiliki candi tertinggi pada masanya. Candi Singasari didirikan sekitar tahun 1300 Masehi. Candi ini dibangun sebagai persembahan untuk menghormati Raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari. Bangunan Candi Singasari memiliki tinggi sekitar 15 meter dan tidak dihiasi dengan relief pada bagian kaki.

Candi Singasari terletak di tengah halaman. Terdapat sebuah tangga tanpa hiasan makara untuk masuk ke dalam tubuh candi. Pada bagian atap tangga terdapat pahatan sederhana berbentuk kepala Kala. Di sisi dan kanan pintu masuk candi terdapat relung sebagai tempat arca, begitupun pada halaman candi yang menjadi tempat disimpan arca Kerajaan Singasari.

  • Alamat : Jl. Kertanegara No. 124B, Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang
  • Operasional : 08.30 – 16.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp5.000/orang

2. Candi Penataran

Candi Penataran

Candi Penataran merupakan salah satu jejak sejarah Kerajaan Majapahit di Kabupaten Blitar. Candi Penataran disebut juga sebagai Candi Palah. Terletak di lereng Gunung Kelud, candi ini terdiri dari sekumpulan bangunan kuno. Menurut sejarah, Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit sering mengunjungi Candi Palah sekitar tahun 1350 hingga 1389 Masehi.

Candi Penataran terdiri dari beberapa bagian. Pada area gerbang terdapat dua arca raksasa penjaga pintu. Kemudian area pelatadan depan terdapat 6 bangunan bekas. Pelataran tengah terdapat dinding batu yang membatasi pelataran depan dan pelataran tengah. Pelatasan dalam terdapat 9 bangunan candi.

  • Alamat : Penataran, Nglegok, Kabupaten Blitar
  • Operasional : 08.00 – 17.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp3.000/orang

3. Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu

Mojokerto merupakan salah satu tempat paling bersejarah di Jawa Timur. Di kota ini, tepatnya di Kecamatan Trowulan terdapat banyak candi-candi bersejarah. Salah satu diantaranya adalah Candi Bajang Ratu. Menurut Arkeolog, penamaan Bajang Ratu ada kaitannya dengan Raja Jayanegara yang dinobatkan sebagai raja di saat usianya masih kecil.

Bajang memiliki arti “kerdil”. Bangunan bersejarah ini diberi nama Candi Bajang Ratu karena gelar “Ratu Bajang” yang dimiliki Raja Jayanegara. Candi ini dibangun untuk menghormati Raja Jayanegara. Candi Bajang Ratu memiliki ketinggian 16,1 meter dengan panjang 6,74 meter.

  • Alamat : Jl. Candi Tikus No. 9 Pelem, Telom, Trowulan, Kabupaten Mojokerto
  • Operasional : 08.00 – 16.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp3.000/orang

4. Candi Tikus

Candi Tikus

Candi Tikus terletak tak jauh dari Candi Bajang Ratu. Awal mulanya, Candi Tikut terkubur dalam tanah dan ditemukan kembali pada tahun 1914. Menurut masyarakat setempat, Candi Tikus ditemukan di dalam sarang tikus hingga akhirnya candi ini diberi nama “Candi Tikus”.

Candi Tikus dibangun sekitar abad ke-13 dan abad ke-14. Bangunan candi berbentuk seperti pemandian dengan terdapat kolam dan beberapa bangunan dalam kolam tersebut. Bangunan candi berbentuk persegi empat yang terbuat dari bata merah. Pada dinding luar candi, terdapat pancuran terbuat dari batu andesit yang berbentuk teratai.

  • Alamat : Jl. Raya Trowulan, Jatirejo, Temon, Trowulan, Kabupaten Mojokerto
  • Operasional : 07.00 – 16.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp3.000/orang

5. Candi Gununggangsir

Candi Gununggangsir

Candi Gunung Gangsir disebut juga dengan Candi Keboncandi. Namun karena lokasinya berasa di Desa Gunung Gansir, candi ini lebih dikenal dengan Candi Gunung Gangsir. Menurut informasi, bangunan candi ini dibangun pada abad ke-11 pasa masa kejayaan Raja Airlangga. Candi Gunung Gangsir dibangun sebagai penghormatan Nyi Sri Grati.

Candi Gunung Gangsir tidak dibangun dengan batu andesit, melainkan sudah menggunakan batu bata. Sejak awal dibangun, Candi Gunung Gangsit belum pernah mengalami pemugaran secara menyeluruh. Meski begitu, bangunan candi masih terlihat kokoh dan megah dengan tinggi sekitar 15 meter.

  • Alamat : Dusun Kebon Candi, Gununggangsir, Beji, Kabupaten Pasuruan
  • Operasional : 09.00 – 20.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp3.000/orang

6. Candi Kidal

Candi Kidal

Candi Kidal merupakan candi pemujaan tertua di Jawa Timur yang dibangun pada masa kejayaan Airlangga, yaitu sekitar abad ke-11 hingga abad ke-12 Masehi. Lebih tepatnya, Candi Kidal dibangun pada tahun 1248 Masehi yang dilakukan setelah upacara pemakaman untuk Raja Anusapati dari Kerajaan Singasari.

Candi Kidal dibangun menggunakan batu andesit berbentuk vertikal. Candi ini dikelilingi susunan batu yang berfungsi sebagai pagar. Bentuk Candi Kidal terbilang ramping dan dalam tubuh candi tidak terlalu luas. Pada bagian sisi candi terdapat hiasan berupa pahatan bermotif medallion. Namun, di sini tak ditemukan arca seperti candi pada umumnya.

  • Alamat : Jl. Raya Kidal, Panggung, Kidal, Tumpang, Kabupaten Malang
  • Operasional : 08.00 – 17.00 WIB
  • Tiket Masuk : Gratis

7. Candi Jago

Candi Jago

Satu lagi candi di Tumpang, Kabupaten Malang. Candi Jago atau disebut juga Candi Tumpang, dibangun pada tahun 1268 hingga 1280 Masehi sebagai penghormatan untuk Sri Jawa Wisnuwardhana yang merupakan Raja Singasari ke-4. Candi ini memiliki luas 23 x 14 meter. Sayangnya, atap candi sudah hilang jadi tidak bisa diprediksi berapa tinggi candi.

Bangunan Candi Jago berbentuk punden berundak yang umumnya digunakan untuk membangun tempat pemujaan arwah leluhur. Candi Jago dipenuhi paneh relief yang terpahat rapi, berisikan cerita yang mengandung pelepasan kepergian. Hingga disebut candi ini erat kaitannya dengan wafatnya Sri Jaya Wisnuwardhana.

  • Alamat : Jl. Wisnuwardhana, Ronggowuni, Tumpang, Tumpang, Kabupaten Malang
  • Operasional : 09.00 – 17.00 WIB
  • Tiket Masuk : Gratis

8. Candi Brahu

Candi Brahu

Candi Brahu merupakan candi di Mojokerto yang terletak tepat di depan kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur. Berada di Jalan Raya Mojokerto – Jombang, kamu akan mudah menemukan candi ini jika hendak ke Surabaya dari arah Jombang atau Madiun.

Candi Brahu merupakan candi Buddha yang dibangun sekitar abad ke-15. Candi Brahu dibuat dengan batu bata dan memiliki tinggi sekitar 20 meter. Bangunannya terbilang unik dengan bentuk berlekuk, bersudut banyak, tumpul, dan tidak tegak. Pada bagian kaki, terdapat tangga setinggi 2 meter untuk menuju ke selasar kedua candi.

  • Alamat : Jl. Candi Brahu No. 73, Siti Inggil, Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto
  • Operasional : 08.00 – 16.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp3.000/orang

9. Candi Wringin Lawang

Candi Wringin Lawang

Satu lagi candi bersejarah di Mojokerto yang berada di Kecamatan Trowulan. Candi Wringin Lawang merupakan candi berbentuk gapura tanpa atap, atau disebut juga sebagai Candi Bentar. Biasanya, Candi Bentar digunakan sebagai gerbang untuk masuk ke dalam kompleks bangunan sehingga candi ini disebut sebagai gapura menuju kompleks bangunan di kota Majapahit.

Candi Wringin Lawang dibangun dengan batu bata merah, dan berdiri kokoh setinggi 15,50 meter dengan celah yang cukup lebar. Atap candi berbentuk piramida dengan pundak persegi. Candi Wringin Lawang sempat dilakukan pemugaran pada tahun 1991 hingga 1995.

  • Alamat : Jatipasar, Trowulan, Kabupaten Mojokerto
  • Operasional : 07.00 – 17.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp3.000/orang

10. Candi Jawi

Candi Jawi

Candi Jawi merupakan dibangun atas perintah raja terakhir dari Kerajaan Singasari, yaitu Raja Kertanegara. Candi Jawi dibangun untuk dijadikan sebagai tempat ibadah bagi umat Syiwa-Buddha. Selain itu, Candi Jawi juga menjadi tempat penyimpanan abu jenazah Raja Kertanegara.

Candi Jawi merupakan candi bersejarah yang terletak di kaki Gunung Arjuno. Candi Jawi memiliki model bangunan yang unik. Pada bagian kaki hingga selasar, menggunakan bata berwarna gelap. Sedangkan pada bagian tubuh candi, menggunakan batu putih. Dan atap candi menggunakan batu berwarna gelap dan batu putih.

  • Alamat : Jl. Raya Candiwates, Jawi, Candi Wates, Prigen, Kabupaten Pasuruan
  • Operasional : 07.00 – 17.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp3.000/orang

Demikian informasi 10 candi di Jawa Timur yang bernilai sejarah tinggi. Sebagai provinsi dengan budaya paling kaya di Pulau Jawa, ada banyak hal menarik yang bisa kamu dapatkan di sini. Apalagi, buat kamu pencinta sejarah. Yuk, belajar sejarah di Jawa Timur!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *