10 Festival Musim Dingin di Jepang yang Tak Boleh Dilewatkan

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 23 Agustus 2021

Jepang terkenal memiliki festival yang berskala besar, yang berlangsung sepanjang tahun. Pada saat musim dingin, Jepang bagian utara, seperti Hokkaido, Aomori, dan Niigata, biasanya mengalami hujan salju yang cukup lebat. Sebagai hasilnya, penduduk di daerah tersebut akan merayakan lanskap bersalju dan festival dan acara khusus musim dingin.

Selama musim dingin pengunjung yang datang ke Jepang bisa menikmati banyak festival yang berhubungan dengan cuaca di sana, seperti Festival Salju Sapporo dengan patung-patung salju dan es yang lebih besar hingga igloo yang menghangatkan hati di Nikko. Kalau kamu tertarik untuk nanti pergi berlibur ke Jepang saat musim salju, inilah beberapa festival yang tak boleh kamu lewatkan.

1. Festival Salju Sapporo

Festival Salju Sapporo

* sumber: id.japantravel.com%20

Festival Salju Sapporo merupakan salah satu festival musim dingin paling populer di dunia. Acara ini diadakan di Kota Sapporo, di Pulau Hokkaido. Festival Salju Sapporo diadakan selama satu minggu pada awal Februari. Perayaan ini menarik lebih dari 2 juta pengunjung asal Jepang dan dari seluruh dunia.

Di acara ini ditampilkan ratusan patung dan patung kecil dan besar yang terbuat dari salju dan es yang ditampilkan di 3 zona berbeda di sekitar Taman Odori Koen di pusat kota, yaitu Odori Site, Tsu Dome Site dan Susukino Site. Cahaya lampu akan dihidupkan dari matahari terbenam hingga 22.00 malam.

  • Tanggal penyelenggaraan: 4 - 11 Februari 2020 (Situs Tsu Dome 31 Januari - 11 Februari 2020)
  • Waktu: sepanjang hari (Situs Tsu Dome 9: 00-17: 00)
  • Tempat: Kota Sapporo, Hokkaido
  • Website: https://www.snowfes.com/english/
  • Biaya: gratis

2. Festival Es Danau Shikotsu (Hokkaido)

Festival Es Danau Shikotsu (Hokkaido)

* sumber: travel.gaijinpot.com%20

Danau Shikotsu terkenal karena mempunyai air yang paling jernih di Jepang. Pengunjung bisa menyaksikan jernihnya danau itu bersamaan dengan serangkaian patung beku di malam hari. Tak hanya itu, pelancong dapat bersantai selama akhir pekan sambil menyaksikan kembang api di langit malam.

Aktivitas lainnya adalah menonton pertunjukan drum Wadaiko, berendam di air panas dan masih banyak lagi. Pengunjung juga bisa mengikuti tur dengan pemberhentian di Danau Toya dan bermalam di Toyako Onsen yang merupakan kota resor pemandian air panas yang berada di kaki Gunung Usu.

Tidak jauh dari Danau Toya terdapat Noboribetsu. Noboribetsu merupakan resor sumber air panas paling terkenal di Pulau Hokkaido. Nikmati berendam di air berkualitas tinggi dan jelajahi sumber air Jigokudani atau lembah neraka.

  • Tanggal penyelenggaraan: 24 Januari 2020 - 16 Februari 2020
  • Waktu: 9:00 pagi - 10:00 malam. Penyalaan cahaya pukul: 4:30 sore - 10:00 malam
  • Alamat: Shikotsuko Onsen, Chitose, Hokkaido 066-0281, Jepang
  • Website: https://hyoutou-special.asia/
  • Biaya: 300 Yen

3. Onsen Nozawa Dosojin Matsuri

Onsen Nozawa Dosojin Matsuri

Nozawa Fire Festival merupakan salah satu dari tiga festival api besar di Jepang. Pada acara ini pengunjung bisa menyaksikan pemandangan spektakuler dengan api menjulang yang dikelilingi oleh salju.

Sebuah shaden atau kuil dibangun dari pohon-pohon setempat, yang dibawa penduduk desa melalui kota sebelum pembangunan. Kuil Kosuge yang ada di daerah tersebut akan mengirimkan pendeta untuk memberkati bangunan itu dan memberkahinya dengan dosojin, dewa yang melindungi pelancong asing.

Saat festival, penduduk desa pria yang berumur 25 tahun dan 42 tahun memainkan peranan penting. Sebuah kepercayaan kuno di Jepang menyebutkan bahwa bagi pria usia-usia tersebut tidak membawa keberuntungan. Maka pria berumur 25 dan 42 tahun itu membangun shaden dari kayu beech.

Festival berpusat di sekitar shaden, tempat pria berusia 25 dan 42 tahun berjaga di sana. Pria berusia 41 dan 43 tahun berdiri di sekeliling untuk menonton. Penduduk desa yang membawa obor akan menerobos masuk dan membakar shaden dengan api obor. Pertempuran berlangsung selama satu jam.

  • Tanggal penyelenggaraan: 13 Jan - 15 Jan, 2021
  • Waktu: 19.00 - 22.00
  • Tempat: Baba-no-hara, Nozawa Onsen Village, Nagano
  • Web: https://www.nozawakanko.jp/
  • Biaya: gratis

4. Festival Musim Dingin Asahikawa

Festival Musim Dingin Asahikawa

* sumber: id.japantravel.com%20

Setelah Festival Salju Sapporo, Festival Musim Dingin Asahikawa merupakan festival salju terbesar kedua di Hokkaido. Festival ini menarik lebih dari 1 juta pengunjung setiap tahunnya. Para pengunjung tersebut menghadiri kedua festival karena diadakan sekitar waktu yang sama pada awal Februari.

Kota Ashahikawa dan Kota Sapporo pun hanya terpaut sekitar 130 km. Festival ini diadakan di Kota Asahikawa, yang terkenal dengan Kebun Binatang Asahiyama-nya. Festival Musim Dingin Asahikawa menampilkan sejumlah patung dan patung salju dan es dalam berbagai ukuran dan desain.

Pada malah hari, pengunjung bisa melihat patung-patung yang bercahaya. Akan ada acara khusus, pertunjukan dan kembang api selama festival. Meskipun festival ini bukan yang terbesar di Hokkaido tapi Asahikawa selalu memiliki satu patung salju terbesar dan pernah masuk dalam buku rekor Guinness.

5. Festival Lentera Salju Kastil Hirosaki – Aomori

Festival Lentera Salju Kastil Hirosaki – Aomori

* sumber: www.kyuhoshi.com%20

Waktu turun saju di Prefektur Aomori di wilayah Tohoku utara Jepang adalah pada awal November. Setelah musim dingin tiba dan salju mulai menumpuk, Aomori benar-benar diselimuti putihnya salju. Prefektur ini merupakan tuan rumah Festival Lentera Salju Kastil Hirosaki tahunan.

Festival ini diadakan di Taman Hirosaki yang merupakan sebuah landmark bersejarah nasional. Acara ini sudah diadakan semenjak tahun 1977 saat penduduk lokal memutuskan untuk membuat lentera untuk menghidupkan kota di saat musim salju yang panjang dan dingin.

Acara hangat ini hanya bisa dinikmati beberapa hari saja, jadi pastikan periksa jadwal dengan cermat. Di dekat Taman Hirosaki, pengunjung bisa menemukan Starbucks yang dibangun di salah satu Properti Budaya Tangible Aomori.

  • Tanggal Penyelenggaraan: 8 - 11 February 2020
  • Waktu: 09:00 pagi – 09:00 malam
  • Tempat: Hirosaki Park Shimoshiroganecho 1, Hirosaki, Aomori
  • Situs web: http://www.hirosaki-kanko.or.jp
  • Biaya: gratis

6. Festival Jalan Cahaya Salju Otaru

Festival Jalan Cahaya Salju Otaru

* sumber: www.japanistry.com%20%20

Kota Otaru di Hokkaido yang indah menjadi tuan rumah festival salju tahunan yang sama memukau dan indah. Ratusan lentera kecil mengapung di kanal dan berjejer ditepinya, cahaya lembutnya memantul di air dan menciptakan suasana yang sangat romantis dan nyaman.

Di samping jalur kereta api kota yang sudah tak aktif lagi juga dibangun patung-patung salju kecil yang diterangi cahaya. Di tempat tersebut pengunjung bisa menikmati jalan-jalan yang damai melalui pemandangan yang seperti di negeri dongeng.

  • Tempat Penyelenggaraan: 9 Februari - 16 Februari 2020
  • Waktu: Area festival utama menyala mulai pukul 5 sore - 9 malam
  • Alamat: Area Unga Kaijo, area Temiyasen Kaijo, Otaru Canal, Otaru, Hokkaido
  • Website: http://yukiakarinomichi.org/?page_id=2180
  • Biaya: gratis

7. Festival Namahage Sedo

Festival Namahage Sedo

* sumber: www.tsunagujapan.com%20

Festival Sedo Namahage merupakan sebuah tradisil ini berasal dari Semenanjung Oga. Tradisi ini merupakan acara menyaksikan para lelaki memakai pakaian seperti namahage atau setan. Para lelaki mengenakan topeng aneh dan jubah jerami, dan menggunakan replika pisau kayu.

Festival akan dimulai dengan api unggun besar di Kuil Shinzan sebelum namahage pembawa obor berbalut jerami turun ke kota. Pada tahun 2018, tradisi Namahage masuk ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

  • Tanggal penyelenggaraan: 8-10 Februari
  • Waktu: Area festival utama menyala mulai pukul 5 sore - 9 malam
  • Alamat: Kuil Shinzan, Museum Namahage, Museum Cerita Rakyat Oga Shinzan, Akita
  • Website: https://oganavi.com/sedo/
  • Biaya: gratis

8. Festival Rakasa Salju Zao

Festival Rakasa Salju Zao

* sumber: www.tokyosnowclub.com%20

Mungkin monster salju tidak persis seperti diharapkan oleh pengunjung, tetapi monster-monster ini sangat mengesankan. Mereka menutupi gunung-gunung dengan sosok bayangan di selama musim dingin.

Saat hujan salju lebat, pohon-pohon memperlihatkan bentuk yang tidak biasa dan menjadi juhyo, yaitu monster salju. Monster-monster ini adalah pohon-pohon yang ditutupi salju sehingga terlihat seperti monster. Pemandangan ini menjadi latar belakang untuk festival salju di lereng salju Desa Salju Zao.

Pada Sabtu malam festival, wisatawan dapat menyaksikan ratusan pemain ski dan snowboarder. Mereka berjalan menuruni Lereng Uenodai dengan membawa obor merah menyala saat mereka meluncur dan melompat di udara. Acara berakhir dengan tampilan kembang api yang indah.

Pada malam hari di akhir Desember hingga awal Maret juhyo terlihat bersinar. Wisatawan bisa naik lift ski baik itu pemain ski atau bukan, dengan biayanya ¥2600 pulang pergi. Kota ini juga memiliki banyak pilihan onsen untuk dicoba.

9. Festival Yokote Kamakura (Akita)

Festival Yokote Kamakura (Akita)

* sumber: www.tokyoweekender.com%20

Festival ini merupakan waktu yang tepat untuk membawa pasanganmu berlibur karena Festival Yokote Kamakura bertepatan dengan Hari Valentine dan sehari sesudahnya. Walaupun tidak ada hubungan apa pun dengan romansa, ratusan Kamakura, yaitu igloo salju kecil, akan menyala dalam gelap.

Yokka no Yuki Matsuri atau Festival Yokote Kamakura sejarahnya sudah berlangsung kira-kira 450 tahun. Tiap tahunnya festival ini diadakan di Kota Yokote yang berada di tenggara Prefektur Akita pada tanggal 15 dan 16 Februari.

Acara ini menampilkan banyak kamakura dan di tiap kamakura terdapat altar salju yang dipersembahkan untuk dewa air. Pada saat malam hari sekitar pukul 6 sampai 9, pengunjung akan diundang oleh anak-anak untuk masuk ke kamakura miliknya.

Pengunjung akan ditawari kue beras serta amazake, yaitu sejenis anggur manis yang tidak mengandung alkohol atau kandungan alkoholnya rendah. Nantinya pengunjung akan melakukan persembahan pada dewa air sebagai gantinya.

  • Tanggal penyelenggaraan: 15 dan 17 Februari 2020
  • Waktu: buka dari 11 pagi - 9 malam
  • Alamat: 8–12 Chuomachi, Yokote, Prefektur Akita
  • 10 menit berjalan kaki dari stasiun Yokote (jalur JR Kitakami / jalur JR Ou)
  • Biaya: gratis

10. Festival Salju Tokamachi

Festival Salju Tokamachi

* sumber: www.kyuhoshi.com%20

Di Jepang, Festival Salju Tokamachi merupakan salah satu festival salju yang paling tradisional. Festival ini dimulai pada tahun 1950, bersamaan dengan tahun penyelenggaraan Festival Salju Sapporo. Festival ini diadakan selama 3 hari pada pertengahan Februari di Kota Tokamachi, Prefektur Niigata.

Niigata merupakan salah satu destinasi liburan paling terkenal untuk bermain ski atau snowboarding bagi mereka yang datang dari arah Tokyo. Pengunjung bisa mengakses dengan Shinkansen dalam beberapa jam. Festival Salju Tokamachi pada tahun 2020 ini merayakan hari jadinya yang ke-71.

Pada festival ini, ditampilkan sejumlah patung salju dan patung pahatan es di beberapa lokasi di kota selama festival. Di samping itu, akan ada acara special yang berlangsung di panggung besar yang terbuat dari salju termasuk pertunjukan tari, nyanyi, dan pertunjukan kembang api.

  • Tanggal Pelenggaraan: 14-16 Februari 2020
  • Waktu: tgl 15 Feb 2020, 06:00 pagi – 09:00 malam
  • tgl 16 Feb, 09:00 pagi - 09:00 malam
  • tgl 17 Feb, 09:00 - 15:00 lebih
  • Alamat: Yokote Chiiki Kyoku Mae, Taman Doro, 7-9, Chuomachi, Yokote-shi, Akita
  • Biaya: gratis

Meski Indonesia tidak memiliki musim salju, tapi kita masih bisa merasakan kegembiraan musim tersebut dengan melancong ke negara-negara yang memiliki empat musim, salah satunya Jepang. Jepang selalu menjadi incaran wisatawan yang ingin menyaksikan festival-festival di tiap musimnya. Nah, apakah kamu juga tertarik untuk ikut merasakan kemeriahan festival musim dingin di Jepang?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram