Itoya, Restoran Japanese Bowl yang “Canggih” di Surabaya

Ditulis oleh - Diperbaharui 11 April 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Japanese bowl adalah menu yang cukup familiar di Indonesia. Sejak kemunculan Yoshinoya di Indonesia, menu nasi di dalam mangkok ini memang cukup populer. Yoshinoya mencoba menawarkan Japanese bowl dengan rasa yang enak dan harga yang bersahabat. Bahkan, sampai saat ini, antrian di Yoshinoya tetap ramai meskipun restoran tersebut sudah hadir di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu.

Di tahun 2018, sebuah restoran Jepang yang menawarkan menu Japanese bowl hadir di Surabaya, namanya adalah Itoya. Tim Keluyuran sangat tertarik untuk mencoba Japanese bowl lain selain Yoshinoya. Akhirnya, beberapa waktu lalu kami mampir kemari untuk mencoba langsung makanan di restoran yang terkenal dengan menu Gyutan Don-nya ini.

Lokasi

Itoya 1

Cabang pertama Itoya dibuka di Pakuwon Mall, pusat perbelanjaan terbesar dan terkenal di Surabaya Barat. Sebelum mencoba langsung makan di sini, kami sempat melewati bagian depan restoran ini saat soft opening. Restoran yang tidak terlalu besar ini begitu ramai saat pembukaan. Bahkan, para pengunjung rela antri untuk makan di tempat.

Setelah beberapa bulan gerai pertama dibuka, gerai kedua juga dibuka di Tunjungan Plaza. Kali ini, Itoya memilih pusat perbelanjaan yang paling ramai di Surabaya. Jadi, tak ada alasan untuk tidak mencoba Itoya karena kini restoran tersebut membuka cabang di mall yang berada di tengah kota.

Lokasi Itoya yang kami kunjungi adalah yang di Pakuwon Mall. Pasalnya, kediaman Tim Keluyuran memang terletak di Surabaya Barat, sehingga mall inilah yang paling sering kami kunjungi. Keramaian pengunjung pada waktu soft opening membuat kami penasaran dengan kelezatan Japanese bowl yang disajikan oleh Itoya. Akhirnya, kami memutuskan untuk makan malam di Itoya.

Suasana

Itoya 2

Ketika kami mengunjungi Itoya, suasana di restoran tersebut sudah tidak sepadat pada waktu soft opening. Tak ada antrian panjang di kasir dan kami mendapat meja dengan mudah. Seorang pelayan langsung sigap membersihkan meja yang kami tempati karena nampaknya meja tersebut baru digunakan oleh pengunjung sebelum kami.

Cara memesan makanan di Itoya hampir sama dengan Yoshinoya. Kami harus ke meja kasir untuk memesan makanan dan minuman. Semua pesanan juga harus segera dibayar langsung (seperti restoran fast food kebanyakan).

Itoya 4

Yang membuat kami takjub, setelah membayar pesanan, kami diberikan sebuah remote yang ada angkanya. Kata petugas kasir, remote tersebut akan berbunyi jika pesanan kami sudah siap. Saat remote berbunyi, kami harus mengambil makanan dan minuman di meja kasir.

“Remote” ini menjadi first experience bagi kami. Tentu saja kami semakin excited untuk merasakan hidangan yang disajikan Itoya. Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, remote kami berbunyi dan kami menunjukkan remote itu ke kasir untuk mengambil pesanan.

Menu

Itoya 6

Itoya Beef Bowl

Menu andalan dari Itoya adalah Gyutan Don, namun karena menu tersebut terbuat dari irisan lidah sapi, maka tidak ada yang memesan menu tersebut. Ya, di antara kami tidak ada yang menyukai lidah sapi. Namun, petugas kasir sempat menyarankan untuk memesan Itoya Beef Bowl, irisan daging sapi yang rasanya hampir sama dengan Gyutan Don.

Akhirnya kami memesan menu tersebut dengan tambahan Onsen Egg Top (telur rebus setengah matang). Semangkuk menu ini berisi nasi putih yang di atasnya diberi irisan daging sapi tipis dengan potongan cabai rawit dan daun bawang. Hmmm, looks yummy!

Karena kami memesan Itoya Beef Bowl dalam bentuk paket, maka kami sudah memperoleh Miso Soup dan Ocha. Khusus Ocha bisa refill sepuasanya. Harga menu paket Itoya Beef Bowl ini saat itu kurang lebih 90 ribu rupiah. Cukup mahal bagi kami, sih.

Itoya 7

Spicy Beef Mazesoba

Selain Itoya Beef Bowl, kami juga memesan Spicy Beef Mazesoba with Onsen Egg. Ini seperti soba, mie rebus dengan kuah yang sangat sedikit. Kemudian, mie ini diberisi topping daging sapi, jamur, bawang putih goreng, daun bawang, dan telur rebus setengah matang. Harga untuk menu Spicy Beef Mazesoba adalah 56 ribu rupiah.

Menu terakhir yang kami pesan adalah Paket Hemat 3, sebuah paket nasi yang dilengkapi dengan 2 tusuk bakso yang ditusuk seperti sate. Menu yang ini paling murah harganya karena hanya sekitar 30 ribuan rupiah. Uniknya, menu ini juga sudah dilengkapi dengan Ocha yang bisa refill sepuasnya.

Itoya 8

Paket Hemat 3

Berbicara soal rasa, menurut kami Itoya Beef Bowl kurang pas di lidah kami. Minyak yang dipakai untuk menumis daging terlalu banyak sehingga terasa pekat di lidah. Selain itu, bumbu-bumbunya tidak terlalu kuat jadi rasanya terlalu hambar. Bahkan, dengan berat hati kami lebih memilih menyantap Yakiniku Beef Bowl dari Yoshinoya dibanding Itoya Beef Bowl. Apalagi menurut kami harganya jauh lebih mahal dibanding Yoshinoya.

Untuk Spicy Beef Mazesoba juga rasanya biasa saja. Penggunaan topping jamur yang sudah dibumbui ini membuat rasa sobanya jadi kurang pas. Padahal, porsi soba ini sudah cukup banyak dan harganya pun lebih masuk akal dibanding salah satu restoran soba yang paling terkenal di Surabaya.

Itoya 5

Nah, menu yang paling murah ini juga sedikit mengecewakan. Paket Hemat 3 tidak sesuai ekspektasi kami. Bakso yang ditusuk seperti sate ini rasanya juga biasa saja bagi kami. Bumbu yang digunakan tidak terlalu kuat sehingga rasanya sedikit hambar. Bagi kami, masih lebih baik Hoka Hemat yang disajikan oleh Hoka-Hoka Bento meskipun harga keduanya tidak terlalu jauh.

Penilaian untuk Itoya

Itoya 3

Makanan yang disajikan oleh Itoya membuat kami sedikit “kapok” untuk datang kembali. Apalagi harganya juga cukup mahal, tetapi rasa yang kami dapat di luar ekspektasi kami. Mungkin karena kami tidak mencoba signature bowl-nya, yaitu Gyutan Don. Bagi kalian penggemar lidah sapi, kalian bisa memesan menu andalan dari Itoya jika datang kemari.

Kami berkunjung kemari saat hari sabtu malam minggu, sehingga semua meja terisi penuh. Bahkan, seseorang yang nampaknya adalah manajer restoran ini ikut turun tangan membantu. Si bapak manajer ini cukup ramah dan tanggap dalam melayani pengunjung. Jadi, kami pun sangat mengapresiasi manajer dan pelayan Itoya yang tetap berusaha tanggap dan ramah meskipun kondisi restoran sedang ramai.

Apakah Tim Keluyuran akan datang kembali ke Itoya yang berlokasi di  Pakuwon Mall Lt. 2M (Food Society) ini? Pertanyaan ini membuat kami kesulitan untuk menjawabanya karena kami sendiri lebih prefer dengan rasa dan harga Japanese Bowl yang disajikan Yoshinoya. Namun, buat Anda yang ingin mencoba teknologi remote yang ditawarkan oleh restoran ini, maka tak ada salahnya untuk mencoba makan di Itoya.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *