Inilah Keunikan Rumah Adat Baileo, Rumah Suku Huaulu Maluku

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 18 Februari 2021

Suku Huaulu mendiami wilayah Maluku daerah tengah. Suku asli Maluku ini merupakan suku yang telah ada sejak zaman dahulu. Suku ini dihormati oleh penduduk yang mendiami pulau seram. Suku Huaulu memiliki karakter ramah dan hidup rukun dengan antar suku. Padahal dahulu suku Huaulu dikenal sebagai suku kanibal.

Di zaman modern seperti sekarang suku Huaulu sudah lebih terbuka dengan orang asing dan hidup berdampingan dengan perubahan-perubahan zaman. Dari sekian banyak kekayaan budaya dari suku tua yang masih tersisa ini, rumah adat mereka lah yang paling menarik. Banyak peneliti budaya yang tertarik menggali informasi penting dari suku Huaulu ini.

Untuk kamu yang penasaran dengan keunikan rumah adat Baileo dari Suku Huaulu Maluku, simak penjelasannya berikut ini ya!

Letak Permukiman Suku Huaulu

Letak Permukiman Suku Huaulu

* sumber: backpackerjakarta.com

Secara geografis suku Huaulu menempati wilayah pulau Seram sebelah utara. Wilayah tempat mereka bermukim berada di kaki Gunung Binaiya. Suku Huaulu merupakan saudara suku Naulu yang mendiami wilayah selatan Pulau Seram.

Permukiman suku Huaulu yang masih memegang erat tradisi leluhur mereka memiliki potensi sebagai kampung adat. Meski mereka telah menerapkan tata cara hidup modern, namun nilai-nilai tradisi masih sangat dijungjung tinggi.

Masyarakat suku Huaulu sudah mengenal uang rupiah sebagai alat tukar, namun sistem barter masih tetap digunakan. Selain itu mereka mempunyai tradisi yang menarik yang banyak dipelajari oleh para peneliti yaitu sistem “bayar mata ruma”.

Mereka juga masih mempertahankan tradisi tersebut. Bayar mata ruma yaitu tradisi di mana anak laki-laki pertama di dalam keluarga harus diberikan dan diurus oleh keluarga ibunya.

Sejak dahulu suku Huaulu selalu dicari oleh para peneliti lantara memiliki kekayaan budaya yang kental dan sangat unik. Secara garis besar suku Huaulu membagi ruangan tempat mereka tinggal berdasarkan gender anggota keluarga.

Perempuan dan laki-laki dari suku Huaulu tinggal terpisah. Salah satunya adalah ritual pembangunan rumah yang menggunakan tengkorak kepala musuh sebagai pondasinya. Kini ritual tersebut tidak digunakan kembali. Tengkorak manusia yang digunakan dalam upacara ritual pembangunan rumah diganti dengan tempurung kelapa dan dikubur pada setiap tiang rumah.

Keunikan Rumah Adat Baileo

Keunikan Rumah Adat Baileo

Di antara rumah yang ditinggali oleh suku Huaulu, ada sebuah rumah adat utama yang memiliki nilai penting bagi suku yang mendiami pulau Seram ini. Rumah adat itu utama kepunyaan suku Huaulu ini dinamai Rumah Baileo. Rumah adat ini mempunyai pesona dan keunikan khas yang tak dimiliki oleh kebudayaan lain di Nusantara.

1. Tempat Bermusyawah Yang Bersifat Privasi

Tempat Bermusyawah Yang Bersifat Privasi

* sumber: www.nesabamedia.com

Rumah adalah tempat di mana kita menetap dan berlindung dari hujan dan terik matahari. Rumah pula tempat bercengkerama dengan sesama anggota keluarga.

Rumah adat utama suku Huaulu, Baileo selain berfungsi sebagai rumah tinggal, rumah ini juga difungsikan sebagai balai. Di rumah Baileo ini para warga suku berkumpul dan bermusyawarah atau menyusun strategi perang, dulu.

Di rumah ini pula berbagai upacara adat dan ritual lainnya diadakan. Benda-benda pusaka dan bersejarah milik suku Huaulu yang dikeramatkan disimpan di tempat rumah Baileo.

Ketika hendak memasuki rumah Baileo, setiap orang wajib menaiki sebuah tangga yang berukuran 1,5 meter. Tangga ini membawa kita ke ruangan utama Baileo yang merupakan tempat seluruh warga berkumpul.

2. Ukuran Besar dan DibangunTanpa Paku

Ukuran Besar dan DibangunTanpa Paku

* sumber: www.indonesiakaya.com

Jika dibandingkan dengan rumah adat dari suku lain, ukuran rumah adat di salah satu pulau Mauluku ini mempunyai ukuran yang sangat besar. Ukuran rumah yang luas dan besar ini mampu mengakomodasi banyak orang.

Dengan ukuran ini, memungkinkan banyak yang orang dapat terlibat saat tetua adat membahas perkembangan isu tertentu. Selain itu, rumah adat Baileo menggunakan bahan-bahan dari alam seperti kayu, bambu dan rumbia atau ijuk untuk atapnya.

Pembangunan rumah adat ini tidak menggunakan bahan modern sama sekali. Termasuk untuk menyambungkan rangka rumah. Kalau biasanya orang membangun rumah menggunakan paku, orang Huaulu menggunakan teknik khusus sebagai alternatif paku untuk rumah mereka.

3. Menggunakan Model Rumah Panggung

Menggunakan Model Rumah Panggung

Struktur rumah Baileo berbentuk panggung. Makna di balik meninggikan lantai rumah sehingga berpanggung ini adalah untuk menghormati roh leluhur. Di sekeliling rumah adat ini terdapat ukiran bermotif dua ekor ayam yang diapit oleh anjing di kanan kirinya.

Didalam rumah Baileo terdapat satu ruangan khusus menyerupai kamar tidur namun kamar tersebut bukan untuk istirahat, melainkan digunakan sebagai ruangan khusus menyimpan memasak dan aktivitas domestik lainnya.

4. Dibanding Tanpa Dinding dan Pintu

Dibanding Tanpa Dinding dan Pintu

* sumber: www.indonesiakaya.com

Keunikan lain dari rumah adat yang sarat akan makna filosofis ini adalah ketidakadaan dinding dan pintu pada bangunannya. Dinding dibiarkan melompong dan hanya terdapat tiang-tiang penopang atap dan pembatas di sisi-sisinya.

Rumah adat ini dibangun tanpa dinding agar masyarakat yang berada di luar dapat melihat dan mengetahui apa yang sedang berlangsung di dalam rumah adat.

Di sisi kanan dan kiri ruangan Baileo terdapat tempat duduk yang sangat panjang. Tempat duduk tersebut ditempatkan mengelilingi ruangan. Karena ukurannya yang panjang, tempat duduk panjang tersebut menjadi multifungsi, bisa digunakan saat rapat dan makan besar.

5. Dekorasi Penuh Arti

Dekorasi Penuh Arti

* sumber: www.indonesiakaya.com

Umumnya rumah adat dibangun dengan memperhatikan unsur-unsur dan nilai tertentu yang dianut oleh suku setempat. Ini berlaku pada rumah adat Baileo.

Rumah adat ini dilengkapi hiasan berubah ornamen-ornamen khas yang memiliki arti penting. Rumah Baileo mempunyai dekorasi berupa dua ekor ayam yang ekornya saling berhadap-hadapan dan diapit oleh dua ekor anjing di kanan kiri ayam.

Ada pula ukiran bulan dan bintang serta matahari dalam dekorasi rumah Baileo.  Ukiran tersebut ditempatkan di atap rumah. Agar lebih cantik, ukiran ayam dan anjing tersebut dicat warna-warni, seperti warna kuning, hitam dan merah.

Masyarakat suku Huaulu percaya bahwa ukiran tersebut adalah tanda yang menunjukan kesiapan rumah untuk dijadikan balai yang dapat menjaga keutuhan aturan yang dianut oleh suku Huaulu.

6. Jumlah Tiang dan Batu Pamali

Jumlah Tiang dan Batu Pamali

Beda rumah adat yang diperuntukan sebagai rumah tinggal dan rumah adat khusus Baileo adalah keberadaan batu pamali. Batu kerikil tempat menyimpan sesajen saat ritual terhadap roh leluhur tersebut biasa ditempatkan di depan pintu utama.

Dalam pembangunannya rumah adat Baileo memperhatikan jumlah tiang yang digunakan tidak boleh lebih atau kurang dari aturan yang berlaku. Rumah adat Baileo menggunakan 9 tiang penyangga.

9 tiang yang berada di sebelah kanan rumah diartikan sebagai perkumpulan antara desa yang disebut dengan Siwak Lima. Sementara 4 tiang lainnya ditempatkan di sisi lain dari rumah ini.

Itu dia informasi mengenai keunikan rumah adat Baileo. Keberadaan suku tua yang masih kental dengan tradisinya merupakan kekayaan budaya Indonesia yang wajib dilestarikan. Baik itu melalui cara konservasi atau promosi yang dapat memperkenalkan suku ini ke khayalak luas. Agar suku-suku adat seperti ini dapat bertahan sampai waktu ke depan.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram