"Kopi Djongko", Tempatnya Kopi Enak Untuk Wargi Cimahi

Ditulis oleh Syuri - Diperbaharui 29 Juli 2020

Halo, anak gaul Cimahi. Author mau tanya, kamu lebih sering nongkrong di kafe-kafe Bandung atau di Cimahi? Kemungkinan besar jawabannya sih di Bandung, ya, kan? Wajar, sih, soalnya kota Bandung memang lebih luas dari Cimahi. Terus, wisata kuliner di Bandung jauh lebih cepat perkembangannya daripada di Cimahi, apalagi untuk kuliner unik, restoran, kafe, dan kedai kopi.

Ngomong-ngomong soal coffee shop, di Cimahi ada satu tempat ngopi yang recommended buat kamu para penikmat kopi, namanya adalah Kopi Djongko. Dengar-dengar sih djongko itu artinya nongkrong dalam Bahasa Sunda. Tapi, author tidak tahu kepastiannya, author tidak fasih berbahasa Sunda, sih. Yang jelas Kopi Djongko merupakan tempat yang cociks banget buat nongki bareng teman-teman sambil ngopi dan ngemil.

Kopi Djongko bulan ini genap 1 tahun usianya. Ya, kedai kopi di Cimahi ini berdiri sejak Desember 2016 lalu. Terletak di Jalan Raya Jenderal H. Amir Machmud membuat kedai ini tidak sulit dicari.

Kebanyakan yang nongkrong di sini adalah anak-anak muda dan usia kantoran. Waktu author mampir ke Kopi Djongko, ada beberapa pasangan yang pacaran (cie), beberapa genk-gonk sekolahan, anak-anak kampus, orang kantoran, dan orang-orang militer.

Pengunjung Kopi Djongko datang dari berbagai kalangan karena memang tempat ini universal banget. Siapapun bisa nongkrong di sini. Jika kamu bertanya-tanya kenapa bisa ada orang militer nongkrong di kedai kopi ini, Kota Cimahi kan memang dikenal karena militernya, jadi jangan kaget kalau melihat ada banyak orang kemiliteran nongki di kafe-kafe Cimahi, ya. Sekarang, mari kita kenali lebih dalam seluk-beluk Kopi Djongko, yuk!

Ambience Outdoor

Ambience Kopi Djongko

Ini penampakan depan Kopi Djongko. Kedai kopi ini agak unik karena tanahnya melandai, tapi setelah sampai di tempat duduk tanahnya stabil, kok. Kamu bisa pilih, mau duduk di dalam atau di luar. Untuk ruangan outdoor sendiri ada dua bagian, yaitu di dekat bar dan di pojok sebelah kiri.

outdoor side Kopi Djongko

Ini dia sudut sebelah kiri bagian outdoor Kopi Djongko. Total ada tiga bangku dengan dua macam kursi, yaitu kursi kayu panjang dan kursi yang dibuat dari bekas drum. Kursi yang dibuat dari bekas drum lucu, loh, motifnya dibuat macam-macam dan tidak ada yang sama satu sama lain. Kreatif, ya?

Tapi, sayangnya, karena Kopi Djongko benar-benar berada di pinggir jalan.. Kalau kamu duduk di sini untuk mencari ketenangan sambil minum kopi pasti tidak akan bisa. Suara klakson mobil, motor, dan kendaraan lainnya akan terdengar jelas.

outdoor side Kopi Djongko

Bagian ini juga dekat sekali dengan parkiran. Iya, parkiran motornya dibagi jadi di depan kedai dan di dalam kedai, dan lebih luas parkiran yang di dalam. Mungkin pemandangan kamu akan sedikit terganggu karena bagian outdoor yang sebelah kiri ini seperti "dikepung" oleh motor-motor.

outdoor

Lain halnya dengan bagian outdoor kiri, bangku di bagian kanan terkesan lebih nyaman. Walaupun, tentu saja suara bising kendaraan dan suara orang-orang dari luar tetap terdengar dengan jelas. Di sini ada dua meja yang muat untuk sekitar 6 orang/meja. Lalu, kamu bisa juga duduk di depan barnya langsung di kursi yang tinggi-tinggi itu.

counter

Lampu di bagian outdoor sebelah kanan jauh lebih terang daripada yang di sisi kiri. Mungkin karena di bagian kanan terdapat bar dan kasa, sehingga sengaja dibuat terang. Sedangkan keseluruhan tempat ini (selain bar) lampunya remang-remang manjah~ Sambil menunggu pesanan jadi, kamu bisa menonton cara penggilingan kopi hingga pembuatan kopi di sini.

counter - kassa

Bagian barnya multifungsi banget. Selain sebagai open kitchen, bar ini merupakan tempat memesan, tempat membayar, sekaligus tempat duduk. Satu meja difungsikan hingga tuntas, boleh juga ya idenya? Sekarang, mari kita intip bagian indoor-nya.

Ambience Indoor

Indoor

Sebelum masuk ke ruangan indoor Kopi Djongko, kamu akan disambut dengan pintu kayu (yang sudah dibuka) dan jendela gelap yang diberi gambar lucu-lucu ini. Dari luar saja kamu sudah bisa melihat kalau lampu-lampu pada ruangan bagian dalam menggunakan yang temaram. Sekarang, mari kita masuk ke dalam.

Kopi Djongko

Ini dia bagian dalam Kopi Djongko. Tersedia satu televisi LCD di tengah atas ruangan, tapi orang-orang tidak ada yang menontonnya, sih. Mungkin tv ini jadi "laku" kalau ada pertandingan sepak bola.

Ada banyak sekali meja yang bisa kamu duduki. Ada meja dengan kursi kayu, meja dengan kursi kayu + sofa yang menempel pada dinding, serta ada juga sofa super lebar dengan meja pendek pada sisi sebelah kiri ruangan.

indoor (5)

Author akan menyisipkan foto sofanya. Tapi, sebelum itu, mari kita menghargai lampu-lampu yang super cantik ini. Indah dan sangat aesthetic.

place

Satu lagi foto bagian indoor (pengambilan foto dari sudut paling belakang). Cantik banget, ya, lampunya?

sofa

So, ya, ini dia sofanya. Sofa ini ada di dead end bagian indoor, jadi tidak akan terlihat dari pintu keluar. Tempat duduk ini terdiri dari tiga sofa lebar yang disatukan. Sofanya sih tidak empuk-empuk banget, tapi jelas lebih nyaman. Apalagi jika kamu datangnya rombongan bersama teman atau keluarga, pilih duduk di sofa untuk kenyamanan ekstra.

Food

all food (2)

Nongkrong tidak seru kalau tidak ada makanannya, betul tidak? Sekarang author akan menjabarkan makanan apa saja yang kami cicipi di Kopi Djongko. Enaknya diurutkan dari makanan berat ke ringan, kali, ya?

  • Nasi Goreng Djongko (IDR 23.5K)

Nasi Goreng Djongko (3)

Makanan berat yang pertama ada Nasi Goreng Djongko. Author selalu memesan makanan yang disisipkan nama tempatnya, karena berarti makanan itu s-p-e-c-i-a-l. Nasi goreng ini beda banget sama nasi goreng yang biasa ada di kafe-kafe. Nasi Goreng Djongko tidak menggunakan kecap atau pun saus, tapi digoreng bersama potongan sosis, paprika, dan merica, sehingga rasanya pedas-asam-segar.

Nasi Goreng Djongko (2)

Lalu, di bagian atas nasi goreng ini diberi topping melted mozarela yang super banyak. Pokoknya si mozarela leleh ini bakal menutupi nasi goreng kamu. Mantap, kan? Nasi goreng ini datang dengan mangkuk besar yang diberi alas piring dan tisu, karena mangkuknya memang terasa hangat ketika tersentuh. Mungkin piringnya terkena suhu panas saat mozarelanya di-torch.

Porsi Nasi Goreng Djongko ini pas banget buat seorang jika kamu sedang benar-benar lapar. Tapi, kalau kamu tidak sedang lapar sepertinya akan tersisa cukup banyak. Untuk mengakalinya, kamu bisa sharing sama teman kamu. Sepiring berdua, gitu.. Segera makan saat masih panas, ya. Kalau sudah dingin, mozarelanya akan kembali menyatu, jadinya kurang sedap.

  • Roti Egg Benedict Djongko (IDR 19.5K)

Roti Egg Benedict

Menu berat yang kedua adalah Roti Egg Benedict. Roti ini, jujur, tidak sesuai ekspektasi author. Karena, setahu author, egg benedict itu menggunakan English muffin, roti tebal, atau waffle, lalu diberi poached egg di atasnya.

Poached egg itu telur yang direbus tanpa kulitnya, jadi sudah diceplok terlebih dahulu baru direbus. Biasanya poached egg dibuat setengah matang, jadi ketika dibelah kuning telurnya akan meleleh ke mana-mana.

Sedangkan Roti Egg Benedict versi Kopi Djongko ini sangat berbeda. Rotinya menggunakan dua lembar roti tawar biasa, lalu di atasnya diberi telur ceplok goreng. Iya, telurnya digoreng, bukan direbus.

Lalu, di roti yang satunya lagi diberi irisan mentimun, tomat, lalu diselimuti oleh melted mozarela. Mungkin menu ini disesuaikan dengan lidah orang Indonesia, khususnya Cimahi. Karena poached egg memang tidak terlalu populer di sini.

Roti Egg Benedict

Tekstur rotinya renyah tapi tetap empuk, jadi mudah dipotong dan enak dikunyah. Roti dengan telur merupakan perpaduan yang wajar buat author. Tapi, ketika akan mencoba roti dengan topping mentimun, tomat, dan keju, author agak ragu karena tadinya author pikir ide menyatukan makanan ini agak aneh. Tapi, setelah dicoba, ternyata rasanya masuk akal.

Roti yang empuk bertemu dengan mentimun yang kriuk, tomat yang asam segar, dan keju yang legit. Ternyata perpaduan makanan ini boleh juga. Memang, kita tidak boleh menghakimi sesuatu dari tampilannya saja. Tapi, sepertinya akan lebih baik jika Roti Egg Benedict ini ditumpuk saja seperti sandwich daripada dipisahkan lembarannya. Karena, rasa roti ini akan lebih baik jika dimakan bersamaan.

Oh, iya. Seporsi Roti Egg Benedict ini hadir tanpa saus atau cocolan sama sekali. Jadi, kesannya "kering" dan seret. Akhirnya author minta dikasih saus, lalu saus pun diantarkan oleh waiter-nya dengan jumlah yang banyak (satu mangkuk kecil).

  • Roti Butter Sugar (IDR 10.5K)

Roti Butter Sugar

Di atas tadi sudah ada roti asin, sekarang, mari kita icip-icip roti yang manisnya. Roti ini simpel banget, yaitu roti bakar yang dioles mentega dan ditaburi gula. Rasanya jadi kangen rumah kalau makan ini.

Roti Butter Sugar

Satu lagi foto close up Roti Butter Sugar, biar kamu kabita (ingin coba), hihi!

  • Ayam Katsu Sambal Matah (IDR 16K)

Ayam Katsu Sambal Matah

Menu makanan berat yang selanjutnya ada Ayam Katsu Sambal Matah. Sebenarnya menu ini bisa dikategorikan juga sebagai camilan, karena ayam katsunya hadir tanpa ditemani karbohidrat lainnya seperti nasi atau kentang. Jadi, seporsi menu ini terdiri dari ayam katsu yang cukup panjang dan lebar, lalu disiram oleh sambal matah yang super segar.

Sambal matah ini terdiri dari tomat, bawang, cabai, dan irisan daun jeruk. Tadinya author underestimate sama menu ini, karena author belum pernah makan ayam katsu dengan sambal tradisional sebelumnya. EH, ternyata, rasanya mantap!

Author suka sekali dengan sambal matahnya. Rasanya pedas, asam, segar, dan wangi karena daun jeruknya cukup banyak. Kalau kamu tidak suka bawang mentah, jangan khawatir karena bawangnya tidak terasa eneg.

  • Cheese Fries (IDR 15K)

Cheese Fries

Siapa yang tidak suka kentang goreng? Pasti semua orang suka sama makanan yang satu ini. Kentang goreng merupakan camilan terenak, porsinya cukup banyak, dan harganya terjangkau mau di kafe mana pun juga. Dan, kentang goreng di Kopi Djongko ini dibuat dengan cara unik, yaitu dengan ditambah keju mozarela leleh.

Cheese Fries

Para penggemar melted mozarella pasti bakal suka banget sama menu ini. Kentangnya berpotongan besar-besar dan agak panjang. Tekstur bagian dalamnya tetap empuk walaupun sudah digoreng. Rasa kentangnya tidak asin, karena rasa asinnya akan kamu dapatkan dari si keju meleleh ini.

Cheese Fries

Seporsi Cheese Fries ini banyak banget menurut author. Kalau kalian bertujuan untuk cemal-cemil banyak, kayaknya kentang goreng ini tidak bakal habis sendirian. Sekali lagi author ngajak kalian untuk udunan bareng teman-teman kalau mau jajan di sini. Di bagian depan dan belakang Cheese Fries ada apa ya itu? Kita bahas sekarang, yuk.

  • Tahu Lada Garam (IDR 10.5K)

Tahu Lada Garam (2)

Jika tadi author sudah membahas makanan yang berat, sekarang kita mulai bahas makanan yang ringan-ringan. Ini adalah Tahu Lada Garam. Pastinya kalau kamu sering nongkrong di kedai kopi atau kafe yang berkonsep "warung" familiar sama menu ini.

Tapi, dijamin Tahu Lada Garam punyanya Kopi Djongko ini beda banget, banget, banget sama tahu lada garam di kafe lain. Author sudah pernah icip-icip menu serupa di kafe lain, dan rata-rata tahunya tuh cuma tahu kuning yang digoreng biasa, terus ditaruh sambal dadak di atasnya. Bahkan author pernah mencoba yang garamnya banyak banget, jadi rasanya kayak makan garam pakai tahu.

Tahu Lada Garam

Nah, kalau di Kopi Djongko, tahunya tuh digoreng krispi dan garing, tapi bagian dalamnya tetap lembut. Rasanya? Gurih dan asinnya pas. Tahu ini sudah terasa agak pedas, mungkin tepungnya yang diberi cabai, karena kamu tidak akan menemukan topping bubuk cabai pada menu ini. Justru kamu akan dikasih cabai rawit beneran. Rasa pedasnya jadi lebih dahsyat kalau pakai cabai rawit segar begitu.

  • Mozarella Cheese Ball (IDR 15K)

Mozarella Cheese Ball 

Ini dia yang tadi ada di belakang Cheese Fries. Nama camilan ini adalah Mozarella Cheese Ball. Kayaknya banyak menu yang menggunakan melted mozarella, ya, di sini?

Kalau kamu penggemar berat perkejuan pas banget pokoknya nongkrong di Kopi Djongko. Mozarella Cheese Ball ini dibuat dari roti yang dibentuk bundar-bundar. Di dalam bola roti ini terdapat mozarela juga. Tidak berhenti di situ, nanti bola-bola roti keju ini akan disiram oleh keju leleh juga. Mantap, ya?

  • Onion Ring (IDR 12K)

onion ring

Siapa yang suka Onion Ring angkat tangan! Sudah jelas, ya, kalau camilan ini dibuat dari bawang bombai. Sepiring Onion RIng ini dibuat dari bawang berukuran besar dan isinya cukup banyak. Onion Ring sudah datang bersama cocolan saus sambal dan saus tomat.

Jika kamu tidak suka bawang, terutama bawang bombai, mungkin akan menjauhi menu ini. Tapi, menurut author rasa bawang dari Onion Ring ini tidak terasa, loh. Rasa bawangnya sudah terkamuflase oleh tepung krispi dan saus. Jadi, tidak ada salahnya untuk kamu coba.

Drinks

Puas sudah author membahas makanan berat dan camilan di Kopi Djongko. Dari semua makanan yang author cicipi, semuanya enak-enak. Tapi, yang jadi favorit author adalah Onion Ring, Cheese Fries, dan Ayam Katsu Sambal Matah-nya. Sekarang mari kita telusuri minuman yang ada di Kopi Djongko.

  • Caramel Cappuccino (IDR 19K)

Caramel Cappuccino

Kamu suka yang manis-manis? Pesanlah secangkir Caramel Cappuccino hangat. Author suka banget menu ini. Kopinya sengaja dibuat tidak manis, karena rasa manisnya akan kamu dapatkan dari karamel yang menjadi topping kopi ini. Karamelnya dibentuk dengan sangat cantik seperti bunga.

  • Cappuccino (IDR 16K)

Cappuccino

Selain Caramel Cappuccino di atas, ada juga menu Cappuccino biasa. Ukuran cangkir yang digunakan sama dengan Caramel Cappuccino. Yang membedakan dua menu ini cuma karamel saja.

Cappuccino

Menurut author, rasa Cappuccino ini pas. Jika menurut kamu kurang manis, bisa kamu tambahkan gula. Dari segi tampilan dan rasa, sepertinya tidak mungkin kalau Cappuccino ini dihargai under 20K, ya?

  • Kopi Tiis (IDR 20.5K)

Kopi Tiis

Menu kopi lainnya yang author coba di Kopi Djongko adalah Kopi Tiis. Kalau dibahasa Indonesiakan, artinya adalah "kopi dingin". Kopi ini dibuat dari espresso, butterscotch, rhum essence, creamer, dan susu segar. Rasanya cukup unik. Author tidak menemukan file foto lainnya untuk menu ini, jadi maaf fotonya ketika kopinya sudah diminum, ya!

  • Kopi Single Origin Manual Brew

Kalau kamu penikmat kopi asli, murni, tanpa diolah dengan apapun lagi, pesanlah Kopi Single Origin Manual Brew. Kamu bisa request menu ini dibuat di meja kamu, loh. Jadi, kamu bisa langsung melihat bagaimana proses pembuatan kopi yang nikmat ini.

  • Charcoal Latte (IDR 16K)

Charcoal Latte

Charcoal Latte merupakan menu minuman selain kopi yang paling menarik menurut author. Dari namanya saja sudah menarik, charcoal, berarti arang. Apakah kita akan disediakan minuman arang?

Jadi, Charcoal Latte ini memang dibuat dari arang aktif (activated charcoal). Arang aktif merupakan pendatang baru di dunia kesehatan dan kecantikan. Fungsi arang aktif ini untuk detoks tubuh dari racun dan zat berbahaya lainnya.

Arang ini bukan dibuat dari arang untuk membuat bara api, ya! Jadi, arang aktif sering disebut juga sebagai karbon aktif, yaitu zat arang yang dihasilkan dari bahan alami seperti tempurung kelapa sawit tua atau serbuk kayu.

Arang aktif banyak khasiatnya, loh, mulai dari memutihkan gigi, obat pelancar pencernaan, menawar racun seperti yang sudah author sebutkan di atas, meredakan perut kembung dan masuk angin, mengusir bau badan tak sedap, hingga dapat mengatasi jerawat.

  • Mango Thai (IDR 17K)

Mango Thai

Selain aneka kopi dan latte, Kopi Djongko juga menyediakan minuman-minuman manis dan segar seperti Mango Thai yang sekarang sedang ngehits. Seperti kebanyakan kafe, Mango Thai di sini juga tersaji dalam gelas super besar. Tidak lupa potongan mangga dan whipped cream yang menjadi topping wajib Mango Thai.

Mango Thai

Overall rasanya enak, tapi agak sedikit terlalu manis untuk selera author. Tapi, lebih baik Mango Thai manis daripada yang asam, bukan? Dan, Mango Thai di Kopi Djongko ini merupakan yang termurah sekota Cimahi dan Bandung. Serius, deh. Rata-rata kafe lainnya menjual dengan harga 25 - 60 ribu seporsi. Sedangkan di sini cuma Rp 17.000 saja.

  • Lemonade (IDR 18.5K)

Lemonade

Yang terakhir, ada Lemonade. Gelasnya lucu banget, ya? Jadi ingin bawa pulang gelasnya, deh, hihi. Menurut author, Lemonade ini merupakan salah satu menu yang aesthetically pleasing. Cantik banget visualnya!

Lemonade (2)

Rasanya segeeerrrr banget. Apalagi kalau kamu tadi habis makan yang keju-keju seperti author, rasanya tenggorokan jadi kembali plong setelah diguyur Lemonade ini.

Parking Lot

Parking Lot

Seperti yang sudah author sebutkan di awal, Kopi Djongko ini terletak di pinggir jalan. Jadi, parkirannya dibagi menjadi dua, yaitu yang di luar (di trotoar depan kedai kopi) dan di dalam. Di atas adalah parkiran bagian dalam yang sebelah kiri.

Parking Lot

Kalau ini, parkiran yang di dalam sebelah kanan. Tepat di dalam gerbang Kopi Djongko.

Parking Lot

Author tidak sempat memotret area parkiran yang di luar, pokoknya karena berupa trotoar, jadinya cuma muat satu baris motor saja. Supaya lebih aman sebaiknya kamu memarkirkan motor di dalam. Sepertinya hanya tersedia parkiran untuk motor saja, jadi author tidak tahu kalau kamu bawa mobil pribadi harus diparkirkan di mana.

Mushola

mushola

Yes, kedai kopi ini ada musholanya. Mushola ini terletak di gedung yang terpisah dengan kedai. Di dekat mushola terdapat toilet juga. Di sini ada sajadah, sarung, dan mukenanya juga, jadi tidak perlu khawatir kalau kamu lupa bawa keperluan sholat.

Address

plang (1)

Kopi Djongko terletak di Jalan Raya Jenderal H. Amir Machmud no. 667, Padasuka, Cimahi Tengah. Patokannya adalah tepat disamping PLN Cisangkan.

Kesimpulan:

  • Mushola: ada + alat sholat
  • Toilet: bersih dan luas
  • WiFi: ada
  • Music: up to date
  • Pegawai: cekatan, ramah, dan seru
  • Makanan: good
  • Minuman (termasuk kopi): excellent!

Social Media:

Ya, itu dia cerita tentang pengalaman author nongkrong di Kopi Djongko Cimahi. Waktu author datang jam 7-an, tempat ini belum terlalu penuh. Tapi, ketika di atas jam 9 malam, tempat ini langsung penuh! Berarti prime time buat nongkrong di Kopi Djongko itu memang malam-malam.

Kedai kopi di cimahi ini memang bukanya dari jam 2 siang - 12 malam, sih. Jadi, kamu tidak perlu pergi ke Bandung lagi untuk nongkrong dan mencari kopi enak, karena sudah ada Kopi Djongko di Cimahi.

Oh, iya. Di Kopi Djongko ada satu rak penuh berisi mainan seperti Monopoli dan UNO, loh. Tapi sayang author tidak sempat mengambil fotonya. Pasti seru banget deh nongkrong bareng teman-teman sambil main mainan yang sudah disediakan Kopi Djongko.

Jangan lupa baca review kuliner lainnya di Keluyuran, ya. Apakah kamu pernah ngopi, makan, atau nongkrong di Kopi Djongko juga? Bagikan pengalaman kamu di kolom komentar, yuk!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram