10 Makanan Khas Demak yang Enak dan Mesti Kamu Coba

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apa yang terlintas di  pikiran kamu ketika mendengar nama kota Demak? Masjid agungnya yang terkenal ataukah sejarah kerajaan demak yang tersohor? Selain hal-hal tersebut, kota yang terletak di provinsi Jawa Tengah ini juga memiliki warisan kuliner yang khas dan menggugah selera.

Bagi kamu yang akan berkunjung ke kota ini, berikut 10 kuliner khas Demak untuk rekomendasi kulinermu. Simak ulasannya di bawah ini ya!

1. Nasi Kropokhan

Nasi Kropokhan

* sumber: ranggawisata.com

Kerajaan Demak meninggalkan banyak warisan sejarah pada kota ini, termasuk salah satu kuliner yang kini menjadi khas kota Demak, nasi kropokhan. Menurut sejarahnya, kuliner ini dulunya merupakan makanan para raja. Kuliner ini terbilang cukup unik karena daging yang menjadi bahan utamanya adalah daging kerbau dan irisan labu putih.

Daging dan labu ini dimasak dalam kuah santan dengan aneka bahan rempah yang bermanfaat untuk menghangatkan tubuh, termasuk rempah khusus berupa helaian daun kedondong yang dipercaya menghilangkan kadar kolesterol dari daging dan santan. Kuah daging ini kemudian disajikan bersama nasi putih hangat.

2. Nasi Ndoreng

Nasi Ndoreng

* sumber: jejakpiknik.com

Jika nasi kropokhan adalah hidangan para raja, maka nasi ndoreng adalah santapan khas para rakyat Demak. Nasi ndoreng merupakan sajian berupa nasi putih yang dipadukan dengan urap dan berbagai macam sayuran. Nasi ndoreng juga disajikan dengan botok khas Demak dan taburan kelapa. Warga Demak biasa menyantap nasi ini sebagai menu sarapan di pagi hari.

Nasi ndoreng juga memiliki peranan yang spesial bagi masyarakat Demak. Kuliner ini selalu disajikan ketika diselenggarakan perayaan Megenggan di Alun-Alun Demak. Pada perayaan itu, para warga Denak akan beramai-ramai menyerbu nasi ndoreng ini karena dipercaya akan memberi keberkahan bagi siapapun yang menyantapnya.

3. Sop Balungan

Sop Balungan

Dalam bahasa Jawa, balungan memiliki arti tulang. Kuliner ini disebut sop balungan karena memang menggunakan bahan utama tulang, baik tulang sapi atau tulang kerbau. Tulang sapi atau tulang kerbau tersebut akan dimasak menjadi sajian sop dengan campuran sayuran seperti wortel, kentang, kol, dan kacang merah.

Ciri khas dari sop balungan khas Demak ini terletak pada kuah dari sop tersebut yang dibuat kental dan gurih. Selain itu, daging dan tulang dalam sop ini juga direbus hingga lima jam agar membuat daging memiliki tekstur yang empuk. Sop balungan merupakan sajian kuliner yang tepat bagi kamu yang ingin menikmati hidangan berkuah dan panas.

4. Nasi Brongkos

Nasi Brongkos

* sumber: medium.com

Nasi brongkos juga menjadi kuliner khas Demak yang sering menjadi sajian untuk sarapan di pagi hari. Sekilas kuliner ini mirip dengan sajian nasi rawon. Bahan-bahan untuk membuat nasi brongkos adalah kacang merah, buncis, kentang, santan, lengkuas, jahe, daun salam, serai, garam, dan air.

Sementara rempah-rempah yang digunakan untuk menjadi bumbu kuah nasi brongkos adalah bawang merah, bawang putih, gula, asam jawa dan tambahan nangka muda. Kuah ini kemudian akan disiramkan pada nasi putih hangat dan sayur-sayuran pelengkap tadi. Selain sayuran, nasi brongkos juga biasa disajikan bersama tahu atau tempe.

5. Asem-Asem Daging

Asem-Asem Daging

* sumber: selerasa.com

Sesuai dengan namanya, kuliner khas Demak ini memiliki cita rasa asam yang berasal dari belimbing wuluh dan asam jawa. Selain cita rasa asam yang dominan, asem-asem daging juga memiliki paduan cita rasa manis dan pedas. Bahan utama dalam pembuatan asem-asem daging ini adalah daging sapi yang direbus dan dipotong-potong kecil.

Selain belimbing wuluh dan asam jawa, bumbu untuk membuat kuliner ini adalah lengkuas, daun salam, tomat hijau, daun buncis, gula merah, garam, dan kecap yang ditumis dan kemudian dicampurkan dengan kaldu daging. Asem-asem daging juga memiliki ciri khas daging sapinya yang direbus hingga memiliki tekstur sangat empuk.

6. Botok Telur Asin

Botok Telur Asin

Botok telur asin merupakan sajian kuliner dengan bahan dasar telur asin yang dibungkus dengan daun pisang. Telur asin kemudian akan dicampurkan dengan tahu, parutan kelapa, cabai merah, cabai rawit, dan daun salam. Sementara bumbu halus yang diperlukan adalah bawang merah, bawang putih, lengkuas, kencur, dan garam.

Bumbu halus, tahu, parutan kelapa, dan cabai merah akan direbus dan dicampur rata diatas daun pisang, kemudian ditambahkan telur asin yang masih mentah. Setelah dibungkus, adonan tadi kemudian akan dikukus hingga matang. Botok telur asin sangat cocok dihidangkan bersama nasi hangat dan disantap saat cuaca dingin.

7. Wingko Salem

Wingko Salem

Wingko salem merupakan cemilan ringan khas Demak yang juga sering menjadi pilihan oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Nama salem diambil dari kata buah salamah, yaitu buah yang terkenal manis. Bahan utama yang digunakan untuk membuat wingko salem adalah tepung beras ketan yang kemudian dicampur dengan kelapa, gula dan garam.

Wingko salem memiliki cita rasa yang manis dengan teksturnya yang lembut. Proses pembuatan wingko salem ini juga masih tetap menggunakan cara tradisional. Adonan tepung beras ketan akan dipanggang dalam oven atau kendil yang dimasak di atas tungku kayu bakar hingga didapatkan tingkat kematangan yang tepat.

8. Brayo

Brayo

Keripik brayo juga sering disebut dengan nama keripik api-api. Kuliner khas Demak dengan nama yang unik ini sekilas mirip seperti keripik bayam. Namun keripik brayo sebenarnya terbuat dari daun buah brayo atau daun mangrove. Kuliner ini sangat terkenal terutama di daerah asalnya, Morosari, Demak. Keripik brayo memiliki paduan cita rasa gurih dan asam.

Selain daunnya yang diolah menjadi olahan keripik, buah brayo di daerah Morosari, Bedono, Demak juga biasa diolah dengan cara dikukus kemudian diberi parutan kelapa. Olahan ini akan menghasilkan hidangan yang mirip seperti melinjo kukus dengan cita rasa yang gurih. Buah yang berkulit tipis ini juga akan menjadi empuk setelah dikukus sehingga memberi sensasi tersendiri.

9. Kerupuk Catak

Kerupuk Catak

Camilan khas kota Demak lainnya ialah kerupuk catak. Kerupuk ini terbuat dari paru-paru ikan besar, seperti ikan patin atau ikan manyung. Ikan tersebut akan diambil bagian kantung pernafasannya dan diolah dengan cara dijemur hingga kering lalu digoreng. Dalam prosesnya, paru-paru ikan tersebut tidak dicampurkan tepung atau bahan tambahan apapun.

Kerupuk catak memiliki cita rasa yang sangat gurih. Proses pengolahannya yang menggunakan cara alami membuat kerupuk ini bisa bertahan cukup lama untuk dijadikan sebagai oleh-oleh. Kerupuk catak juga dikenal memiliki kandungan gizi dan protein yang cukup tinggi. Pada zaman dahulu cemilan ini juga identik sebagai makanan para elite atau kaum bangsawan.

10. Kerupuk Udang Tambak

Kerupuk Udang Tambak

Kerupuk khas kota Demak lainnya ialah kerupuk udang tambak. Bahan dasar pembuatan kerupuk ini ialah udang segar yang diambil langsung dari hasil tangkapan para petani tambak di pesisir Demak. Kerupuk udang tambak memiliki bentuk kotak persegi dengan cita rasanya yang gurih dan tekstur kerupuk yang renyah.

Proses pengolahan kerupuk udang tambak juga menggunakan proses alami dan tanpa tambahan bahan kimia sehingga menghasilkan cita rasa yang lezat dan tahan lama. Kerupuk udang tambak sangat cocok dinikmati sebagai lauk untuk nasi hangat ataupun dikonsumsi sebagai cemilan dan oleh-oleh.

Ternyata selain menyimpan banyak kekayaan sejarah, kota para wali ini juga memiliki banyak kekayaan kuliner yang lezat ya! Jadi, kuliner mana yang akan kamu cicipi terlebih dulu saat mengunjungi kota Demak? Bagikan tanggapanmu di kolom komentar ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *