10 Makanan Khas Suku Dayak yang Merupakan Warisan Leluhur

Ditulis oleh - Diperbaharui 31 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Salah satu suku yang mendiami Pulau Kalimantan adalah suku Dayak. Suku Dayak yang mendiami wilayah Kalimantan terkenal kaya akan budayanya. Dayak memiliki dari 200 lebih suku bangsa. Mereka bisa ditemui di Kalimantan Barat sampai Malaysia. Selain tradisinya, suku Dayak juga mempunyai kuliner yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya. Penasaran? Simak ulasannya berikut ini.

1. Juhu Singkah

Juhu Singkah

Makanan khas suku Dayak ini bernama juhu singkah. Kuliner suku Dayak ini merupakan masakan yang berbahan dasar umbu rotan muda. Bahan ini kemudian dimasak dengan ikan baung dan terong asam. Tak lupa diberi berbagai rempah-rempah serta santan.

Dalam bahasa Dayak Maanyan, umbu rotan disebut dengan uwut nang’e, sementara dalam bahasa Dayak Ngaju disebut dengan nama juhu singkah. Untuk membuat juhu singkah harus menggunakan rotan yang masih muda.

Rotan yang akan dimasak duri-duri di batangnya dibersihkan dulu. Kemudian kulit rotannya dibersihkan lalu dipotong kecil-kecil. Sesudahnya rotan muda itu dimasak bersama bermacam bumbu dan rempah. Jugu singkah memiliki cita rasa yang unik dan khas, ada rasa gurih, pedas, asam, manis juga pahit.

Masakan suku Dayak yang bernama Juhu singkah ini banyak sekali ditemui di Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Pada umumnya penduduk suku Dayak di daerah Kalimantan Barat juga sering membuat masakan super lezat ini.

2. Kalumpe

Kalumpe

Mari kita beralih ke masakan khas Suku Dayak yang kedua. Kuliner khas Dayak yang satu ini biasa disebut kalumpe. Dibuat dari daun singkong, Kalumpe bagi penduduk suku Dayak Maanyan adalah makanan khas yang lebih dikenal dengan sebutan Karuang.

Makanan khas suku Dayak ini dimasak dengan cara  menumbuk daun singkong  berbarengan dengan bumbu. Sesudahnya barulah bahan tersebut dimasak dengan terong kecil atau disebut juga terong pipit. Biasanya makanan ini sering dihidangkan dengan sambel terasi dan sebagai lauknya adalah ikan asin.

3. Sayur Umbut Kelapa

Sayur Umbut Kelapa

Keunikan makanan khas suku Dayak ini terletak dari pemilihan bahannya. Untuk membuat makanan yang bernama sayur umbut kelapa ini diperlukan umbut atau bonggol yang berasal dari pohon kelapa yang masih muda. Bonggol diambil dari pohon kelapa yang masih sangat muda  yang ditebang.

Sesudah itu kemudian bonggol dimasak dengan campuran ikan atau daging dalam bumbu berkuah. Masakan dari Dayak ini tak mudah untuk dicari karena bahannya yang susah didapat, tapi kamu masih bisa mendapatinya di beberapa warung makan yang jual makanan khas Dayak di daerah Kalimantan.

4. Kue Dange

Kue Dange

Indonesia memiliki beragam kue tradisional, salah satunya adalah kue dari suku Dayak ini. Nama kue ini adalah kue dange. Kue ini disukai tak hanya oleh masyarakat suku Dayak tapi juga oleh wisatawan yang datang ke Kalimantan. Umumnya kue ini dihidangkan di acara pesta atau di tengah keluarga.

Karena memiliki rasa gurih serta kelezatan dari kue dange membuat orang yang mencicipinya menjadi ketagihan. Bahan utama untuk membuat kue dange adalah parutan kelapa yang dicampur bersama dengan tepung serta tambahan sedikit gula. Ini adalah kombinasi yang menghasilkan rasa yang pas.

Ada rasa manis, gurih, juga sedikit renyah. Pembuatan kue dange memerlukan cetakan khusus. Umumnya makanan khas suku Dayak ini banyak dijumpai di acara-acara tertentu seperti pesta tapi bisa juga dijual sebagai makanan ringan. Pembuatan kue ini sangatlah mudah.

5. Kue Lepet

Kue Lepet

Ada kue lain yang menjadi makanan tradisional khas suku Dayak, yaitu kue lepet. Kuliner dari Kalimantan ini banyak disukai oleh penduduk suku dayak karena rasanya sangat lezat dan dibuat dengan memakai dari bahan-bahan tradisional.

Cara pembuatan kue ini pun masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan dikukus memakai alat masyarakat suku dayak. Bahan dasar pembuatan kue ini adalah parutan kelapa yang diberi gula merah juga tambahan sedikit minyak goreng.

Adonan kemudian dibungkus memakai daun pisang yang sebelumnya telah diolesi dengan minyak. Kue lepet umumnya dihidangkan pada acara-acara adat, contohnya acara pernikahan juga acara lainnya. Cobalah kue ini saat kamu bertandang ke daerah Kalimantan.

6. Botok Mengkudu

Botok Mengkudu

Botok atau bothok merupakan makanan khas dari wilayah Jawa. Awalnya makanan ini dibuat dari ampas atau bungkil kelapa yang telah diperas dan diambil santannya. Dulu botok yang terbuat dari ampas kelapa ini hanya diberi bumbu cabai, merica, garam, juga daun salam.

Kemudian ampas tadi  dibungkus dengan memakai daun pisang lalu dikukus uap panas sampai matang. Namun dengan berkembangnya kuliner di Indonesia, botok banyak kini banyak dimodifikasi dengan menambahkan bahan lain seperti tahu, petai cina, teri, udang bahkan tawon.

Ternyata, tak hanya suku Jawa yang memiliki botok, suku Dayak pun memiliki botok khas yang lumayan terkenal. Bedanya botok khas suku Dayak dibuat dari daun mengkudu. Botok daun mengkudu dibuat dari campuran ikan tongkol, ikan lais, ikan baung atau ikan lainnya dengan daun mengkudu.

Cara memasak yaitu dengan membuang terlebih dahulu tulang daunnya sesudah sebelumnya  daun dicuci bersih dan diiris-iris. Kemudian daun mengkudu direbus. Sebaiknya daun tersebut direbus sebanyak dua kali agar rasa pahitnya hilang.

Daun mengkudu yang sudah direbus kemudian dibuang airnya. Barulah sesudahnya daun tersebut dimasak dengan diberi campuran bumbu, santan, serta ikan.

7. Wadi

Wadi

Penduduk suku Dayak yang berada di Kabupaten Barito Selatan yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah dalam mengolah makanan memiliki kebiasaan turun-temurun yang disebut wadi. Arti kata wadi yaitu fermentasi.

Wadi adalah cara masyarakat Dayak untuk mengatur pola makan agar makanan tersebut bisa dibuat jadi cadangan makanan ketika penduduk sibuk dengan aktivitas berladang serta panen padi. Panganan yang sudah dibuat jadi wadi kemudian disimpan dalam balanai atau belanga.

Tujuannya agar makanan tersebut bisa dibawa ke sawah atau ke kebun ketika mereka sibuk di musim bercocok tanam. Wadi pada umumnya dibuat dari beragam jenis ikan atau daging babi hutan. Untuk mengolah makanan menjadi wadi digunakan bumbu yang berasal dari beras ketan putih atau biji jagung.

Bumbu tersebut disangrai hingga kecoklatan lalu ditumbuk kasar. Daging babi atau ikan kemudian dicampur dengan garam setelahnya didiamkan selama sekitar satu jam. Baru sesudahnya wadi dicuci bersih kemudian dicampur dengan bumbu yang sudah ditumbuk atau disebut sa’mu/kenta.

Untuk mencegah wadi jadi busuk dan berulat, masyarakat Dayak memberikan beberapa lembar daun nangka di bagian atas belanga. Selain itu, belanga harus ditutup dengan rapat. Meskipun cara pembuatannya tampak mudah, jika ada salah sedikit saja, wadi jadi tak bisa dikonsumsi.

Cara mengolah makanan menjadi wadi adalah bentuk kearifan lokal dari warga Dayak ketika menghadapi masa paceklik ataupun musim sulit dapat ikan. Proses fermentasi atau pengasinan jadi wadi memiliki fungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri merugikan.

8. Keripik Kalakai

Keripik Kalakai

Pernah mendengar tentang tanamana kalakai? Tanaman ini merupakan warisan leluruh suku Dayak yang dipercaya mempunyai manfaat untuk kesehatan seperti menambah darah, menyembuhkan diare, bahkan bisa juga membuat awet muda.

Maka tak heran kalau tanaman ini sering digunakan dalam beragam olahan makanan khas Dayak, seperti salah satunya adalah keripik kalakai. Sebelum digoreng, kalakai dibalut adonan tepung sehingga saat digoreng menjadi renyah. Rasa makanan ini gurih dan tentu teksturnya renyah.

9. Tempoyak Buah Durian

Tempoyak Buah Durian

Untuk kamu para penyuka durian, jangan pernah lewatkan makanan khas Dayak yang satu ini. Pada dasarnya tampoyak dibuat dengan mengunakan durian yang digoreng. Makanan ini juga tak menggunakan pengawet sehingga aman juka dimakan atau disantap sesuka hati.

Tempoyak buah durian yang menjadi makanan khas suku Dayak ini dibuat dari daging durian ini memiliki rasa yang sangat khas. Itu karena daging durian yang lembut tersebut akan menjadi lebih enak sesudah digoreng. Kalau kamu penasaran, sebaiknya mencoba makanan ini saat datang ke Kalimantan.

10. Kue Tampi

Kue Tampi

Kue Tampi adalah kuliner dari masyarakat Dayak yang juga berbentuk kue. Nama kue ini adalah kue tampi. Liburanmu di Kalimantan akan jadi lebih lengkap jika kamu mencoba makanan yang satu ini. Kue tampi adalah kue khas suku Dayak yang cukup istimewa.

Biasanya makanan ini disajikan saat acara adat suku dayak. Adapun bahan yang digunakan untuk pembuatan kue ini adalah tepung beras. Olahan tepung tersebut dimasak dengan cara digoreng. Rasa kue tampi sederhana sekali tapi meskipun demikian, kue ini jadi kue khas di upacara adat.

Suku Dayak memang terkenal dengan budayanya. Namun ternyata tak hanya budayanya saja, kulinernya pun layak untuk kamu cicipi. Makanannya yang unik pasti membuat kamu penasaran, contohnya wadi. Bagaimana rasa makanan hasil fermentasi ala masyarakat adat suku Dayak tersebut? Tertarik untuk mencoba?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *