keluyuran web banner

Inilah 10 Oleh-Oleh Khas Dieng yang Wajib Dibawa Pulang

Ditulis oleh Riastri Herliana - Diperbaharui 26 Agustus 2020

Dieng merupakan kawasan kawasan dataran tinggi di Provinsi Jawa Tengah yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Dieng berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, dan merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa. Selain itu, Dieng juga diakui sebagai dataran tinggi terluas kedua setelah Nepal, India.

Dieng dikenal memiliki wisata yang sangat menarik, mulai dari sunrise spot terbaik, wisata budaya dan edukasi, jelajah kawah, hingga mendaki gunung. Setiap bulan Agustus, diselenggarakan acara tahunan yaitu Dieng Culture Festival. Bagi kamu yang berencana untuk keluyuran ke dataran tinggi Dieng, inilah 10 oleh-oleh khas Dieng yang wajib kamu bawa pulang.

1. Carica

Carica

* sumber: caricaku.com

Terletak di dataran tinggi, Dieng memiliki buah yang unik yaitu Carica atau disebut juga pepaya gunung. Carica tumbuh di ketinggian 1.500 – 3.000 meter di atas permukaan laut. bentuk pohon Carica mirip dengan pohon pepaya, maka dari itu buah unik khas Dieng ini dikenal dengan nama pepaya gunung.

Carica mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E dan B kompleks, juga gula. Kandungan serat dalam buah Carica pun tinggi sehingga dapat memperlancar proses pencernaan. Ketika keluyuran ke Dieng, kamu akan dengan mudah menemukan pohon Carica. Buah kini juga menjadi salah satu oleh-oleh khas Dieng yang sayang bila dilewatkan.

2. Purwaceng

Purwaceng

* sumber: www.oleholehwonosobo.com

Purwaceng merupakan tanaman herbal khas Dieng yang hanya dapat tumbuh pada area dengan ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut. Purwaceng semula merupakan tanaman liar yang membuat petani merasa tubuhnya hangat dan bertenaga kembali. Caranya adalah dengan mengunyah Purwaceng sambil beristirahat.

Purwaceng dipercaya kaya akan manfaat yang baik untuk tubuh. Semula, masyarakat Dieng mengonsumsinya dengan cara direbus terlebih dahulu, namun saat ini sudah semakin dikembangkan. Purwaceng dicampur dengan olahan lain seperti kopi, teh, hingga susu. Purwaceng dapat dijadikan sebagai oleh-oleh ketika keluyuran ke Dieng.

3. Keripik Tempe Kemul

Keripik Tempe Kemul

* sumber: berandama-sakan.blogspot.com

Tempe Kemul merupakan camilan khas Wonosobo yang mudah kamu temukan di Dataran Tinggi Dieng. Tempe merupakan salah satu sumber protein yang baik untuk kesehatan tubuh, kaya antioksidan, kalsium, dan zat besi. Tempe diolah menjadi beragam makanan, salah satunya Tempe Kemul.

Tempe Kemul memiliki rasa yang khas dan berbeda dengan tempe goreng biasa. Menggunakan adonan tepung yang dicampur dengan rempah-rempah, ketumbar, garam, kencur, kunyit, kemiri, serta potongan kucai, membuat Tempe Kemul menjadi salah satu cemilan khas yang banyak dicari di Dieng. Tempe Kemul juga bisa dijadikan sebagai salah satu oleh-oleh.

4. Kacang

Kacang

Kacang merupakan makanan yang mudah ditemukan di kota maupun pedesaan. Seperti halnya di Dataran Tinggi Dieng. Di sini, terdapat kacang khas yang sering disebut dengan nama Kacang Babia tau dikenal juga dengan nama Kacang Dieng. Kacang Dieng merupakan jenis kacang-kacangan yang hanya tumbuh di Dataran Tinggi Dieng.

Kacang Dieng memiliki bentuk unik, dengan bentuk yang besar dan melebar. Kacang Dieng menjadi salah satu makanan khas yang sering dicari wisatawan. Kacang ini diolah menjadi cemilan dengan berbagai macam rasa dan tentunya khas. Kacang Dieng menjadi salah satu oleh-oleh dari Dataran Tinggi Dieng.

5. Keripik Jamur

Keripik Jamur

* sumber: www.oleholehwonosobo.com

Selain kacang yang diolah menjadi cemilan dengan berbagai rasa, ada juga Keripik Jamur khas yang berasal dari Wonosobo. Keripik Jamur Dieng terbuat dari Jamur Merang yang ditanam di Pegunungan Dieng. Jamur Merang diolah menjadi keripik dengan rasa asin gurih dengan warna cokelat kehitaman yang khas.

Keripik Jamur Dieng menjadi salah satu cemilan khas yang banyak dicari oleh wisatawan. Karena jamurnya yang khas dan rasanya gurih membuat ketagihan. Ketika keluyuran ke Dataran Tinggi Dieng, jangan sampai lupa untuk bawa Keripik Jamur khas Dieng.

6. Opak Singkong

Opak Singkong

* sumber: www.arinamabruroh.com

Singkong merupakan jenis umbi-umbian yang banyak dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Seperti keripik, singkong rebus, singkong goreng, hingga singkong keju. Namun bagaimana dengan opak? Opak biasanya dikenal sebagai camilan khas Tanah Sunda, tetapi ternyata di Dieng juga terdapat opak yang berbeda dari biasanya.

Opak Singkong merupakan cemilan khas Wonosobo, khususnya Dieng yang terbuat dari singkong pilihan. Singkong diolah dengan cara dihaluskan, kemudian dijemur, dan digoreng hingga kering. Opak Singkong khas Wonosobo memiliki rasa yang gurih dan khas.

7. Sagon

Sagon

* sumber: www.inibaru.id

Sagon merupakan makanan khas Dieng yang terbuat dari campuran tepung ketan, parutan kelapa, gula pasir, dan vanili. Setelah adonan tercampur, dimasak dengan cara dibakar menggunakan bara arang dari dua sisi. Proses memasaknya tidak sampai lima menit. Waktu yang singkat untuk membuat makanan yang lezat ini.

Kue Sagon biasanya disajikan dengan taburan gula pasir agar menghasilkan rasa yang gurih dan manis. Kue Sagon tidak banyak dijual di area perkotaan, tetapi jika kamu sedang berada di Dieng, dan berkunjung ke Kawah Sikidang, maka akan menemukan Kue Sagon dan bisa dijadikan sebagai oleh-oleh.

8. Dendeng Gepuk

Dendeng Gepuk

* sumber: carica.co.id

Siapa suka dendeng? Makanan berbahan dasar daging sapi ini menjadi salah satu makanan terfavorit di Indonesia. Beberapa daerah mengolah dendeng daging sapi sesuai dengan khas daerahnya masing-masing. Begitu pun dengan Wonosobo. Di sini terdapat Dendeng Gepuk yang menjadi salah satu makanan khas Wonosobo.

Dendeng Gepuk Wonosobo diolah dengan rempah-rempah dan bumbu khas. Rasa yang dihasilkan gurih dan sedikit manis. Dendeng Gepuk tak hanya bisa dijadikan sebagai lauk ketika makan di Dieng, tetapi juga bisa menjadi oleh-oleh karena ada Dendeng Gepuk yang disajikan kering.

9. Teh Tambi

Teh Tambi

* sumber: fahmianhar.com

Dataran tinggi selalu menghasilkan teh dengan rasa yang khas. Seperti halnya di Pegunungan Malabar, Kabupaten Bandung, Wonosobo juga memiliki produk teh asli yang dipasarkan hingga ke mancanegara. Teh khas Wonosobo berasal dari Desa Tambi, Kecamatan Kejajar.

Perkebunan Teh Tambi berada di kaki Gunung Sindoro. Jika memiliki waktu senggang, kamu bisa berkunjung ke perkebunan teh ini dan melihat proses pembuatan Teh Tambi khas Wonosobo. Kamu pun bisa membawa Teh Tambi sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Rasa teh yang dihasilkan sangat khas dan membuatmu rindu dengan Dataran Tinggi Dieng.

 10. Mie Ongklok Instan

Mie Ongklok Instan

* sumber: www.oleholehwonosobo.com

Mie Ongklok merupakan salah satu mie khas Dieng yang wajib kamu coba ketika keluyuran ke Dataran Tinggi Dieng. Mie Ongklok memiliki kuah kental berwarna cokelat yang khas dan lezat. Di Dieng, kamu akan dengan mudah menemukan Mie Ongklok karena makanan ini sangat terkenal dan laris di mata wisatawan.

Buat kamu yang suka dengan Mie Ongklok dan ingin membuatnya di rumah, saat ini Mie Ongklok sudah dibuat versi mie instan dengan rasa yang persis dengan Mie Ongklok yang biasa dibeli di warung sekitar Dieng. Sejak dipasarkan tahun 2016, hingga saat ini Mie Ongklok Instan selalu menjadi favorit bagi wisatawan yang berlibur ke Dieng.

Itulah 10 oleh-oleh khas Dieng yang bisa kamu bawa pulang. mulai dari makanan kering seperti keripik, hingga mie instan khas Dieng bisa kamu bawa untuk keluarga dan kerabat di rumah. Jalan-jalan di Dataran Tinggi Dieng, jangan sampai lupa untuk membawa oleh-oleh khasnya ya!

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram