Inilah Jenis-Jenis Pakaian Adat Bali dan Perlengkapannya

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 1 April 2021

Pulau Bali adalah sebuah pulau yang dianugerahi bentang alam yang indah dan kebudayaan yang kaya. Hal ini yang membuat Bali berhasil menarik perhatian para wisatawan domestik dan mancanegara. Kearifan lokal yang tercermin dari keseharian masyarakat bali, adat istiadat, dan pakaian adat mereka menjadi magnet yang membuat orang penasaran.

Pakaian adat Bali menarik karena keindahan warna-warna bajunya sekaligus makna yang ada di balik sehelai kain khas Bali ini. Nah, kita berkenalan lebih lanjut mengenai pakaian adat Bali yuk! Barangkali kita akan menemukan hal menarik lainnya dari pakaian adat Pulau Dewata ini. 

Makna di Balik Pakaian Adat Bali

Makna di Balik Pakaian Adat BaliSumber: unsplash.com

Dalam hal berpakaian, masyarakat Bali mempunyai aturan tertentu yang harus diikuti oleh pemakainya, misalnya saja dari segi kerapihan dan keindahan pakaian yang dikenakan. Selain itu, jenis pakaiannya pun beragam. Ada pakaian yang dikenakan sehari-hari dan pakaian yang dikenakan untuk upacara. 

Jenis pakaian adat Bali dibedakan berdasarkan jenis kelamin, usia dan kasta yang berlaku di masyarakat bali. Pakaian tersebut masih dibedakan menjadi beberapa golongan berdasarkan jenis yang menonjolkan ciri tertentu yang biasa dikenakan mulai dari bagian kepala sampai kaki. 

Pakaian adat, dari berbagai tempat manapun pasti mempunyai filosofi dan simbol tertentu yang menjadi keunikan dan kekhasan dari pakaian tersebut. 

Filosofi pakaian adat Bali berakar dari ajaran Sang Hyang Widhi atau Tuhan di mana ajaran itu menggambarkan kedamaian, keteduhan dan keindahan bagi penganutnya. 

Pakaian adat Bali mendapat pengaruh ajaran Hindu. Ini disebabkan karena mayoritas agama di Pulau Dewata ini adalah Hindu. Maka tak perlu heran apabila dalam berpakaian pun pengaruh tersebut terasa sangat kuat. 

Pakaian adat Bali mempunyai konsep dasar yang disebut dengan Tapak Dara atau Swastika. Tapak Dara terdiri dari tiga bagian, yaitu Dewa Angga yang merupakan bagian leher dan kepala. 

Lalu, ada Manusia Angga yang merupakan bagian dari leher sampai pusar. Terakhir, Butha Angga, bagian dari bawah pusar sampai mata kaki. 

Jenis-Jenis Pakaian Adat Bali

Jenis-Jenis Pakaian Adat BaliSumber: unsplash.com

Jika diperhatikan, pakaian adat Bali adalah pakaian yang menampilkan warna-warni khas yang indah. Menjadi lebih estetik ketika warna-warna tersebut dipadukan dengan hiasan atau item pelengkap yang membuat si pemakai terlihat menawan. 

Secara umum, orang Bali menghias diri dengan bunga sumpang, bunga berbau harum yang punya warna dan bentuk yang indah. Bunga ini disisipkan pada rambut. Sementara itu, kaum laki-laki mengenakan bunga tersebut pada daun telinga kiri atau pada kedua telinga. Nah, lebih lengkapnya sebagai berikut. 

1. Payas Alit

Payas AlitSumber: pixabay.com

Payas Alit atau pakaian adat Nista adalah pakaian yang tingkatannya paling rendah. Kata alit atau Nista dalam Bahasa Indonesia berarti kecil. Dalam arti pakaian ini adalah pakaian sederhana yang dikenakan sehari-hari termasuk saat melakukan sembahyang harian. 

Payas Alit adalah pakaian tradisional Bali yang dikenakan oleh rakyat biasa seperti nelayan atau petani. Pakaian ini menampilkan kesan sederhana dan anggun. Selain itu, biasanya orang Bali mengenakan Payas Alit saat mereka beribadah ke pura. 

Ciri khas dari Payas Alit adalah warna pakaiannya yang putih bersih. Payas Alit dilengkapi dengan hiasan di kepala atau udheng dan kamen, bagi laki-laki. Sementara bagi perempuan Payas Alit dilengkapi dengan selendang dan kamen.

2. Payas Madya

Payas MadyaSumber: instagram.com

Payas Madya adalah pakaian adat Bali tingkat tengah. Pakaian ini dikenakan untuk kegiatan sehari-hari dan ritual ibadah. Payas Madya pun bisa dikenakan saat menyambut tamu dan acara pesta. Tidak ada aturan mutlak pada pemakaian Payas Madya

Oleh karena itu, penggunaannya pun lebih fleksibel dan bisa dikenakan pada acara-acara lain. Kata madya berarti tengah. Pakaian ini tidak begitu mewah tetapi tidak pula sederhana. Plus, pemakaiannya tidak begitu ketat. 

Pemakaian Payas Madya dapat pula hanya menggunakan kaos atau kemeja untuk atasannya, sementara untuk bawahannya mengenakan selendang dan kamen

Payas Madya memberi kesan gagah pada laki-laki yang mengenakannya, dan akan terlihat cantik pada perempuan yang mengenakannya. 

3. Payas Agung

Payas AgungSumber: pixabay.com

Inilah payas dengan tingkatan paling tinggi di Bali. Payas Agung adalah simbol kemewahan dan keglamoran sehingga ia ditempatkan pada tingkat paling tinggi di atas Payas Madya dan Payas Alit

Zaman kerajaan Bali dulu, Payas Agung dikenakan oleh bangsawan dan keluarga kerajaan. Kini, Payas Agung bisa dikenakan oleh siapapun pada saat upacara pernikahan atau pre-wedding.

Payas Agung mempunyai tiga jenis desain yang dibedakan berdasarkan asal kerajaannya. Tiga desain tersebut adalah Payas Agung Badung, Payas Agung Karangasem dan Payas Agung Buleleng

Payas Agung Badung disebut pula Payas Agung Denpasar. Ini adalah model payas yang paling populer sebagai pakaian tradisional pengantin Bali. Penyebutan Payas Agung Denpasar disebabkan karena letak geografis kerajaan Badung ini berada di Denpasar. 

Payas Agung tidak boleh dikenakan asal-asalan. Perannya sebagai pakaian tingkat tertinggi menjadikan Payas Agung dikenakan dengan hati-hati dan lengkap. Payas Agung mempunyai tiga paduan warna utama, yaitu warna merah, emas dan putih serta mahkota besar sebagai pelengkapnya. 

Selain Payas Agung yang dikenakan pada saat upacara pernikahan, ada pula Payas Agung yang dikenakan untuk upacara potong gigi bagi remaja Bali yang beranjak dewasa. Payas ini disebut dengan Payas Agung Metatah. 

Pakaian Adat Bali

Pakaian Adat Bali

Masyarakat Bali dalam memakai pakaian mempunyai tujuan tersendiri, yaitu untuk membungkus tubuh dalam perwujudan Bhuana Alit. Seperti halnya sebuah ungkapan khas Bali, yaitu “Suci itu indah, tetapi indah belum tentu suci”. 

Nah, dalam berpakaian adat, orang Bali mempunyai item pelengkap yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Item-item ini membuat penampilan semakin menarik dan indah. Ini dia beberapa item pelengkap yang sering digunakan oleh masyarakat bali. 

Pakaian Adat Bali Laki-Laki dan Aksesoris

Pakaian tradisional Bali terdiri dari bagian dan dilengkapi dengan aksesoris tambahan. Tidak hanya melengkapi akan tetapi benda-benda ini mengandung makna tersendiri. 

Laki-laki Bali mempunyai aksesoris pelengkap yang cukup banyak. Inilah daftar pakaian adat Bali bagi laki-laki dan aksesoris pelengkapnya yang wajib dikenakan.

  • Baju Safari
Baju Safari

Baju Safari adalah baju adat Bali yang dikenakan oleh laki-laki bali. Baju safari dikenakan untuk sembahyang ke pura atau bersembahyang di hari-hari tertentu. 

Model potongan Baju Safari tidak jauh berbeda dari kemeja laki-laki pada umumnya, yaitu memiliki kancing di bagian depan. Selain itu, Baju Safari Bali mempunyai ciri yang lebih spesifik, yakni mempunyai kerah dan dua saku di kanan dan kiri bawah baju dan satu di sebelah kanan.

Baju Safari melambangkan kesucian dan kebersihan. Itulah mengapa Baju Safari menggunakan warna putih polos tanpa ada aksen apapun. 

  • Kamen dan Kampuh (Saput)
Kamen dan Kampuh (Saput)Sumber: youtube.com

Kamen adalah bawahan yang dikenakan oleh para laki-laki Bali sebagai paduan saat memakai baju safari, kamen berbentuk kain yang dililitkan pada pinggang. Kain ini biasa dikenakan oleh masyarakat Bali baik itu oleh perempuan maupun oleh laki-laki. Namun, tentu saja ada aturan tersendiri dalam memakainya. 

Kamen terbuat dari kain tipis. Para pria, kamen yang dikenakan ada dua lapis, yaitu kamen dan saput. Cara melilitkan kain ini mudah. Kain dililitkan pada pinggang dari kiri ke kanan, lalu pada bagian depan dibuat lipatan yang berbentuk simpul yang merupakan perlambang pengabdian. 

Jarak kamen dengan telapak kaki kurang lebih satu jengkal. Simpul pada kamen berbentuk lancip dan sebagian menjulur ke tanah sebagai perlambang rasa hormat pada tanah leluhur. 

Setelah memakai kamen, para lelaki biasanya mengenakan kampuh sebagai penutup yang ukurannya lebih kecil dari kamen. Kampuh dikenakan melingkar pada pinggang, sama dengan memakai kamen. Setelah itu, dua lapis kain ini diikatkan dengan selendang agar kamen tidak terlepas. 

  • Umpal (Selendang)
Umpal (Selendang)Sumber: pixabay.com

Selendang adalah sebuah aksesoris pelengkap yang berfungsi sebagai pengikat kamen dan kampuh. Kain selendang ini berukuran tidak terlalu besar dan diikatkan dengan simpul. 

Umpal melambangkan pengendalian pada hal-hal buruk seperti halnya emosi dan amarah pada kaum pria yang hanya akan membawa pada malapetaka. 

  • Udheng (Ikat Kepala)
Udheng (Ikat Kepala)

Ikat kepala khas Bali disebut dengan udheng. Ada pula yang menyebutnya destar. Ikat kepala ini adalah penutup yang dikenakan oleh para laki-laki. Saat kamu berkunjung ke Bali, kamu akan sering menjumpai laki-laki Bali mengenakan udheng

Udheng seringkali digunakan untuk sembahyang ke pura, saat menghadiri upacara adat dan saat berkegiatan sehari-hari. 

Udheng khas Bali terbuat dari kain yang dibentuk lancip mengerucut ke atas. Ada simpulan di bagian tengah di mana itu adalah sebuah simbol pengendalian diri dan pemusatan pikiran ketika sembahyang. 

Terdapat dua jenis warna udheng khas bali, yakni udheng polos yang biasa digunakan untuk kegiatan keagamaan dan ada pula udheng berwarna yang digunakan untuk berkegiatan sehari-hari. 

Pakaian Adat Bali Bagi Perempuan dan Aksesorisnya

Aksesoris pada wanita adalah sesuatu yang hampir mutlak. Sebab tanpa adanya aksesoris tersebut penampilan akan terlihat biasa saja. 

Terlebih lagi saat mengenakan pakaian adat. Pakaian adat Bali wanita mempunyai aksesoris tertentu yang terdapat makna khusus di baliknya. Ini dia pakaian adat Bali Bagi wanita yang mempunyai aksesoris tertentu. 

  • Kebaya
KebayaSumber: pixabay.com

Para perempuan Bali mengenakan kebaya sebagai pakaian adatnya. Kebaya Bali hampir mirip model dan potongannya dengan kebaya dari daerah lain. Hanya saja motif dan warnanya berbeda dari kebaya lainnya. 

Kebaya Bali bermotif bunga-bungaan dan warnanya terang. Di bagian lengannya terlihat lebih terbuka dan ada sabuk yang diikatkan pada dada. Sekilas kebaya ini mirip dengan kebaya Jawa. 

Para perempuan Bali biasa mengenakan kebaya khas ini untuk menghadiri perayaan keagamaan, pernikahan, dan acara ritual adat lainnya. 

  • Selendang
SelendangSumber: unsplash.com

Selendang, seperti yang telah disinggung sebelumnya, digunakan sebagai pelengkap saat memakai kebaya khas Bali. Kain tipis berukuran kecil ini dapat pula digunakan sebagai baju pengganti baju adat saat melakukan ritual persembahan. 

Pemakaian selendang pada pakaian adat ini adalah sebuah simbol pengikat diri dari perbuatan dan nafsu yang tidak baik. Selain itu, kain ini adalah pembatas antara bagian tubuh atas dan bagian tubuh bawah. 

  • Kamen
Kamen

Kamen adalah bagian dari pakaian adat Bali yang dikenakan oleh laki-laki dan perempuan. Namun, cara memakainya berbeda. Para perempuan Bali mengenakan kamen dengan cara melilitkannya pada pinggang tanpa membuat simpul depan. 

Tidak seperti laki-laki yang mengenakan kamen dengan cara menambahkan lipatan simpul yang menjulur ke bawah di bagian depan. 

  • Sanggul 
Sanggul

Bagi perempuan Bali, sanggul adalah hal yang penting. Sanggul ini adalah identitas dan penanda status pemakainya. Sanggul perempuan Bali terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah Sanggul Pusung Gonjenr, Sanggul Pusung Kekupu dan Sanggul Pusung Tagel. 

Perempuan Bali yang masih lajang mengenakan sanggul pusung gonjer, sementara mereka yang janda mengenakan pusung kekupu. Bagi perempuan yang sudah menikah sanggul yang dikenakannya adalah pusung tagel. 

  • Bunga
BungaSumber: pixabay.com

Item pelengkap yang digunakan ketika memakai pakaian adat adalah bunga. Bunga disisipkan di bagian kuping perempuan dan ini akan menambah kesan anggun pada perempuan Bali. 

Jenis bunga yang digunakan adalah biasanya bunga cempaka putih, bunga kamboja dan bunga cempaka kuning. Bunga-bungaan tersebut mempunyai aroma harum. 

  • Sabuk Prada
Sabuk Prada

Selain selendang, ada item aksesoris lainnya yang juga biasa dikenakan, yaitu sabuk prada. Sabuk ini dikenakan oleh para perempuan Bali dengan cara diikatkan pada pinggang sampai pinggang untuk mengikat kamen agar tidak longgar. 

Sabuk prada menambah kesan anggun dan cantik ketika dikenakan. Selain itu, ia adalah simbol pelindungan diri bagi rahim perempuan yang merupakan anugerah Tuhan. 

Nah, itu dia pakaian adat Bali dan aksesoris pelengkapnya. Banyak sekali, bukan? Ini baru dari Bali saja. Di wilayah Indonesia lainnya punya pakaian adat dan aksesorisnya yang tidak kalah beragam. Ini tentu membuat Indonesia menjadi kaya akan kebudayaan yang menarik. 

Sayang sekali kalau tidak dipelajari. Indonesia punya ragam budaya yang tidak habis digali. Nantikan ulasan pakaian adat dari daerah lain yang tidak kalah menarik selanjutnya ya!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram