8 Senjata Tradisional yang Berasal dari Kalimantan Selatan

Ditulis oleh Dhini Oktavianti - Diperbaharui 4 Juni 2021

Apa sih yang identik dengan Kalimantan Selatan? Banyak! Yang paling terkenal adalah pasar apung yang unik bernama Pasar Apung Lok Baintan, Waduk Riam Kanan, dan Masjid Suriansyah. Lagu Ampar-ampar Pisang adalah salah satu lagu daerah dari Kalimantan Selatan. Kemudian ada kain Sasirangan khas suku Banjar yang mempesona juga tak bisa dilewatkan.

Namun, ada satu hal yang tak bisa dilepaskan dari Kalimantan Selatan. Salah satunya adalah senjata tradisional. Senjata ini membawa sejarah dan cerita yang menarik untuk disimak. Yuk, simak daftar 8 senjata tradisional Kalimantan Selatan yang lebih dari sekedar senjata.

1. Mandau

MandauSumber: asyraafahmadi.com

Tak hanya Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan juga memiliki senjata tradisional bernama Mandau. Ini karena Suku Dayak tak hanya bermukim di kawasan Kalimantan Timur tetapi juga di bagian Kalimantan Selatan.

Mandau Kalimantan Selatan memiliki ukiran pada bagian bilah yang tak tajam. Tak sedikit yang memiliki lubang-lubang lalu ditutup dengan tembaga atau kuningan agar Mandau terlihat lebih indah.

Mandau atau juga disebut dengan Parang Ilang adalah senjata yang cukup tajam tapi memiliki tangkai pendek. Biasanya senjata ini dibuat dari batu gunung yang mengandung besi. Mandau Kalimantan Selatan rata-rata dibuat di Desa Haridau dan Tumbukan Banyu.

Berat Mandau berkisar 1000 gram dengan bagian pisau utama memiliki panjang 50 cm, lebar ujung 5 cm, serta lebar pangkal sekitar 2 cm. Bagian pulung atau hulu atau juga gagang biasanya dibuat dari tanduk kerbau atau rusa. Namun, sekarang hulu dibuat dari kayu pilihan.

Ada ukiran berupa kepala naga atau motif paruh burung di bagian pulung. Tak lupa hiasan Takan atau rambut manusia melengkapinya. Kemudian bagian ujung disematkan cincin yang disebut dengan sopak atau kamang.

Tak lengkap bila membicarakan Mandau tanpa Sarung. Sarung adalah alat pelindung Mandau yang terbuat dari kayu dengan hiasan rotan. Ukiran cantik dan unik melengkapi Sarung. Lalu pada bagian depan ada wadah kecil untuk tempat pisau kecil. Wadah itu bernama Langgai Puai.

Pada sejarahnya, Mandau dianggap sebagai benda pusaka sehingga dikeramatkan. Namun, seiring perkembangan, kesakralan Mandau berkurang dan kini digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti memotong daging, menyabut rumput, atau cenderamata. Tak sedikit yang menggunakan Mandau untuk menebang pohon dan membabat semak.

2. Riwayang

RiwayangSumber: kaskus.co.id

Senjata tradisional Kalimantan Selatan selanjutnya adalah Riwayang. Riwayang memiliki bentuk seperti tombak kemudian dilengkapi dengan kait pada mata Riwayang. Senjata ini pun memiliki lubang untuk mengikat tali.  Tali terpasang pada bagian tengah gagang.

Cara menggunakannya dengan melemparkan senjata ini ke sasaran seperti lempar lembing kemudian tali dipegang oleh pelempar. Bila sudah mengenai sasaran, Riwayang ditarik dengan tali tersebut.

Biasanya masyarakat Kalimantan Selatan menggunakan Riwayang untuk berburu atau senjata. Salah satunya adalah untuk menangkap ikan atau disebut dengan Riwayang Tauman.

3. Parang

Parang

Mungkin kamu sudah sering mendengar Parang. Parang termasuk ke dalam salah satu senjata tradisional Kalimantan Selatan. Senjata ini dibuat dari besi yang dibentuk pipih dengan satu sisi mata tajam dan lainnya tumpuk. Gagang parang dibuat dari kayu atau akar bambu untuk memudahkan dalam menggenggam.

Ada banyak fungsi yang bisa dilakukan Parang. Beberapa di antaranya adalah senjata, alat rumah tangga, alat perburuan, alat pertanian, dan lainnya. Oleh sebab itu, Parang memiliki berbagai macam nama sesuai dengan bentuknya, yaitu Parang Lading, Parang Panjak, Parang Bungkul, dan Parang Lanting.

4. Sarapang

SarapangSumber: selasar.com

Bila di Sumatera Selatan ada senjata tradisional berbentuk tombak dengan mata tiga bernama Trisula, Kalimantan Selatan memiliki Sarapang. Sarapang adalah senjata tradisional Kalimantan Selatan yang memiliki lima mata. Lima mata tajam ini dibuat dengan empat mata pada sisi luar dan satu mata runcing pada bagian dalam.

Senjata ini dibuat dari baja yang dibelah menjadi lima bagian di sisi ujung. Tak hanya itu, ia juga disematkan sebatang bambu atau kayu panjang dan diikat atau dieratkan dengan salut dari kuningan atau besi. Sarapang digunakan selayaknya tombak. Fungsi Sarapang adalah membantu masyarakat untuk berburu atau menangkap ikan berukuran besar.

5. Keris

Kalimantan Selatan juga memiliki senjata tradisional bernama Keris. Berbeda dengan keris yang ada di Sumatera atau Jawa, Keris khas Kalimantan Selatan memiliki perbedaan pada bagian luk.

Ada dua jenis Keris yang terkenal di Kalimantan Selatan, yaitu Keris Banjar dan Bujak Beliung. Kesamaan keduanya ada pada bahan pembuatan yang terbuat dari besi, perak, ataupun emas. Panjangnya pun sama, sekitar 30 cm.

Perbedaan kedua jenis Keris Kalimantan Selatan ini adalah Keris Banjar tak memiliki luk sedangkan Bujak Beliung memiliki beberapa luk. Fungsi dari kedua keris ini pun sama, sama-sama digunakan untuk pertahanan diri ataupun pertempuran jarak dekat pada masa penjajahan.

6. Sungga

Bisa dikatakan Sungga memiliki peranan dalam serbuan penjajah pada masa dulu. Sungga adalah senjata pasif yang digunakan untuk jebakan pada masa Perang Banjar di kawasan Benteng Gunung Madang, Kandangan, Hulu Sungai Selatan.

Sungga dibuat dari baja kokoh kemudian dibentuk seperti ujung tombak dengan mata cukup runcing. Kamu bisa menemukan bentuk asli Sungga di Museum Banjar, Kalimantan Selatan.

Cara kerja Sungga cukup sederhana. Senjata ini ditempatkan pada bagian bawah jembatan. Sehingga saat musuh melintasi jembatan, mereka akan terjatuh dan tertancap Sungga yang disusun di bawah jembatan.

7. Wasi

Wasi

Tak hanya senjata berukuran besar, Kalimantan Selatan juga memiliki senjata berukuran kecil bernama Wasi. Wasi merupakan belati atau pisau kecil tajam yang dibuat dari logam. Banyak masyarakat Banjar yang memiliki Wasi untuk pertahanan diri.

Wasi dalam pertahanan diri digunakan untuk menikam. Tak hanya itu, untuk aktivitas sehari-hari, Wasi digunakan untuk berkebun. Menariknya Wasi merupakan salah satu benda pusaka peninggalan suku Dayak. Ada banyak bentuk Wasi yang cukup populer di Kalimantan Selatan, seperti Belitung, Raja Tumpang, Herder, dan Asu.

8. Lanting Kotamara

Lanting KotamaraSumber: attoriolong.com

Yang membedakan senjata tradisional Kalimantan Selatan dengan daerah lain adalah adanya jenis senjata pertahanan. Senjata itu bernama Lanting Kotamara. Lanting Kotamara sejatinya adalah benteng apung yang berdiri kokoh disusun dari kayu-kayu Kalimantan yang terkenal kuat.

Saking kuatnya, benteng ini sulit ditembus peluru ataupun meriam. Memang, tujuan dibuatnya Lanting Kotamara adalah untuk menahan serangan penjajah. Tak hanya itu, Lanting Kotamara dibuat untuk alat perlawanan bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Terlihat dari adanya meriam dan lila pada Kotamara. Benteng ini ada di Sungai Barito.

Namun, keberadaannya kini hanyalah sejarah. Walau begitu, benteng apung berjasa dalam perlawanan dan memang digunakan dalam dua kali peperangan, yaitu Perang Onrust pada Desember 1859 dan Perang Cipanas pada Juli 1859.

Lanting Kotamara menutup senjata tradisional Kalimantan Selatan. Dilihat dari sejarah memang terlihat bahwa senjata dari Kalimantan Selatan lebih dari sekedar senjata. Ada senjata pasif, senjata perlawanan, senjata jarak jauh, sampai jarak dekat. Beberapa diantaranya bahkan digunakan untuk melawan penjajah.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram