Yuk, Mengenal Sejarah di 10 Tempat Bersejarah Kota Surabaya!

Ditulis oleh Riastri Herliana

Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia yang merupakan Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini dijuluki sebagai “Kota Pahlawan”. Surabaya menjadi salah satu kota dimana pemuda mempertahankan kemerdekaan dari serangan penjajah. Bukan hanya sejarah penjajahan saja yang terjadi di Surabaya, melainkan ada pula sejarah agama Islam.

Surabaya menjadi pintu masuk Kerajaan Majapahit dari arah lautan. Kota Surabaya juga menjadi saksi biru terjadinya penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Hingga kini, tempat-tempat yang menjadi saksi sejarah dapat kita temukan di Surabaya.

Inilah 10 tempat bersejarah di Surabaya yang bisa menambah wawasanmu tentang sejarah di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur. Simak ulasannya berikut ini yuk!

1. Taman Bungkul

Taman Bungkul

Taman Bungkul merupakan ruang terbuka hijau di jantung kota Surabaya. Taman yang berdiri di atas lahan 900 m2 ini selalu ramai dikunjungi masyarakat Surabaya terutama pada libur akhir pekan. Taman yang tertata rapi dan menjadi paru-paru kota ini bukan sekadar taman. Melainkan menjadi salah satu tempat bersejarah di Surabaya.

Mulanya, Taman Bungkul merupakan sebuah desa, yaitu Desa Bungkul. Desa ini dikenal dengan salah satu tokoh yang berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Surabaya. Ki Ageng Supo, merupakan keturunan Ki Ageng dari Kerajaan Majapahit ini memberikan dampak positif di Surabaya. Karenanya, Ki Ageng Supo dimakamkan di belakang Taman Bungkul. Kamu bisa rekreasi sambil wisata sejarah dan religi di sini.

  • Alamat: Jl. Taman Bungkul, Darmo, Wonokromo, Kota Surabaya
  • Operasional: 24 jam
  • Tiket Masuk: Gratis

2. Museum Siola Surabaya

Museum Siola Surabaya

* sumber: www.surabayarollcake.com

Museum Siola atau disebut juga sebagai Museum Surabaya, merupakan pusat perbelanjaan pertama di Surabaya yang dibangun pada tahun 1877. Gedung Siola pernah ditimpa bom saat masa perang. Pada saat zaman penjajahan, Gedung Siola dijadikan sebagai tempat untuk mengatur strategi dalam melawan penjajah Inggris.

Hingga akhirnya, Gedung Siola dibangun kembali dan menjadi icon Jalan Tunjungan Surabaya dengan berbagai cerita bersejarah di dalamnya. Kini, Siola menjadi kantor pelayanan Pemkot Surabaya, museum bersejarah, serta memiliki coworking space yang bisa dikunjungi selama 24 jam.

  • Alamat: Jl. Tunjungan No. 1, Genteng, Genteng Kota Surabaya
  • Operasional: 09.00 – 21.00 WIB
  • Tiket Masuk: Gratis

3. Museum 10 November

Museum 10 November

Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya tentu memiliki tempat dimana masyarakat dapat mengenal sejarah penjajahan di Indonesia. Museum 10 November merupakan salah satu museum yang unik dan bernilai sejarah. Di area luar terdapat Monumen Penjajahan dan bangunan berbentuk piramid.

Museum 10 November diresmikan pada tahun 2001 oleh Gus Dur. Jika dilihat dari luar, gedung ini hanya terlihat atapnya yang berbentuk piramid. Museum 10 November terletak di bawah tanah sehingga tidak mengganggu pemandangan tugu pahlawan. Terdapat dua lantai dengan cerita, foto bersejarah, serta koleksi peninggalan Bung Tomo.

  • Alamat: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Bubutan, Kota Surabaya
  • Operasional: 08.00 – 16.00 WIB
  • Tiket Masuk: Rp5.000/orang

4. House Of Sampoerna

House Of Sampoerna

Sampoerna merupakan salah satu perusahaan rokok tertua di Indonesia. Pendiri Sampoerna memulai bisnisnya pada tahun 1913 di Surabaya, hingga akhirnya  Sampoerna menjadi perusahaan dengan asset terbesar di Indonesia. Sampoerna bukan sekadar rokok, di Surabaya terdapat museum Sampoerna yang terletak di kawasan kota lama.


Museum House of Sampoerna dibangun pada tahun 1858 di kawasan rumah pemilik perusahaan Sampoerna. Di sini, kamu bisa mengetahui proses pembuatan rokok linting yang dilakukan secara manual, hingga membeli souvenir yang berkaitan dengan rokok Sampoerna. Sebagai rokok asli Indonesia, khususnya Surabaya, museum ini sungguh menarik.

  • Alamat : Taman Sampoerna No. 6, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Kota Surabaya
  • Operasional : 09.00 – 18.00 WIB
  • Tiket Masuk : Gratis

5. Jembatan Merah

Jembatan Merah

Jembatan Merah bukan sekadar jembatan. Tempat ini merupakan salah satu saksi sejarah penjajahan di Surabaya. Jembatan Merah dibangun pada tahun 1743 atas kesepakatan Pakubuwono II dengan VOC. Perjanjian itu menyebatkan daerah pantai utara diserahkan ke VOC, termasuk Surabaya.

Pada zaman itu, Jembatan Merah dipenuhi pedagang dari Eropa. Kawasan kini menjanjikan banyak keuntungan bagi pengusaha. Lalu pada tahun 1890 Jembatan Merah diubah, semula terbuat dari kayu kemudian diganti dengan besi. Hingga kini, Jembatan Merah masih dijadikan sebagai tempat bersejarah di Surabaya.

  • Alamat : Jl. Kembang Jepun, Nyamplungan, Pabean Cantian, Kota Surabaya
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

6. Museum Dr. Soetomo

Museum Dr. Soetomo

* sumber: www.genpi.co

Dr. Soetomo merupakan pahlawan yang berasal dari Surabaya. Sebagai pendiri organisasi pergerakan kemerdekaan pertama di Indonesia, Bung Tomo sangat berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bung Tomo merupakan lulusan pendidikan Kedokteran di School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA).

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram