Yuk, Mengenal Sejarah di 10 Tempat Bersejarah Kota Surabaya!

Ditulis oleh Riastri Herliana - Diperbaharui 18 Juni 2020

Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia yang merupakan Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini dijuluki sebagai “Kota Pahlawan”. Surabaya menjadi salah satu kota dimana pemuda mempertahankan kemerdekaan dari serangan penjajah. Bukan hanya sejarah penjajahan saja yang terjadi di Surabaya, melainkan ada pula sejarah agama Islam.

Surabaya menjadi pintu masuk Kerajaan Majapahit dari arah lautan. Kota Surabaya juga menjadi saksi biru terjadinya penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Hingga kini, tempat-tempat yang menjadi saksi sejarah dapat kita temukan di Surabaya.

Inilah 10 tempat bersejarah di Surabaya yang bisa menambah wawasanmu tentang sejarah di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur. Simak ulasannya berikut ini yuk!

1. Taman Bungkul

Taman Bungkul

Taman Bungkul merupakan ruang terbuka hijau di jantung kota Surabaya. Taman yang berdiri di atas lahan 900 m2 ini selalu ramai dikunjungi masyarakat Surabaya terutama pada libur akhir pekan. Taman yang tertata rapi dan menjadi paru-paru kota ini bukan sekadar taman. Melainkan menjadi salah satu tempat bersejarah di Surabaya.

Mulanya, Taman Bungkul merupakan sebuah desa, yaitu Desa Bungkul. Desa ini dikenal dengan salah satu tokoh yang berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Surabaya. Ki Ageng Supo, merupakan keturunan Ki Ageng dari Kerajaan Majapahit ini memberikan dampak positif di Surabaya. Karenanya, Ki Ageng Supo dimakamkan di belakang Taman Bungkul. Kamu bisa rekreasi sambil wisata sejarah dan religi di sini.

  • Alamat: Jl. Taman Bungkul, Darmo, Wonokromo, Kota Surabaya
  • Operasional: 24 jam
  • Tiket Masuk: Gratis

2. Museum Siola Surabaya

Museum Siola Surabaya

* sumber: www.surabayarollcake.com

Museum Siola atau disebut juga sebagai Museum Surabaya, merupakan pusat perbelanjaan pertama di Surabaya yang dibangun pada tahun 1877. Gedung Siola pernah ditimpa bom saat masa perang. Pada saat zaman penjajahan, Gedung Siola dijadikan sebagai tempat untuk mengatur strategi dalam melawan penjajah Inggris.

Hingga akhirnya, Gedung Siola dibangun kembali dan menjadi icon Jalan Tunjungan Surabaya dengan berbagai cerita bersejarah di dalamnya. Kini, Siola menjadi kantor pelayanan Pemkot Surabaya, museum bersejarah, serta memiliki coworking space yang bisa dikunjungi selama 24 jam.

  • Alamat: Jl. Tunjungan No. 1, Genteng, Genteng Kota Surabaya
  • Operasional: 09.00 – 21.00 WIB
  • Tiket Masuk: Gratis

3. Museum 10 November

Museum 10 November

Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya tentu memiliki tempat dimana masyarakat dapat mengenal sejarah penjajahan di Indonesia. Museum 10 November merupakan salah satu museum yang unik dan bernilai sejarah. Di area luar terdapat Monumen Penjajahan dan bangunan berbentuk piramid.

Museum 10 November diresmikan pada tahun 2001 oleh Gus Dur. Jika dilihat dari luar, gedung ini hanya terlihat atapnya yang berbentuk piramid. Museum 10 November terletak di bawah tanah sehingga tidak mengganggu pemandangan tugu pahlawan. Terdapat dua lantai dengan cerita, foto bersejarah, serta koleksi peninggalan Bung Tomo.

  • Alamat: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Bubutan, Kota Surabaya
  • Operasional: 08.00 – 16.00 WIB
  • Tiket Masuk: Rp5.000/orang

4. House Of Sampoerna

House Of Sampoerna

Sampoerna merupakan salah satu perusahaan rokok tertua di Indonesia. Pendiri Sampoerna memulai bisnisnya pada tahun 1913 di Surabaya, hingga akhirnya  Sampoerna menjadi perusahaan dengan asset terbesar di Indonesia. Sampoerna bukan sekadar rokok, di Surabaya terdapat museum Sampoerna yang terletak di kawasan kota lama.

Museum House of Sampoerna dibangun pada tahun 1858 di kawasan rumah pemilik perusahaan Sampoerna. Di sini, kamu bisa mengetahui proses pembuatan rokok linting yang dilakukan secara manual, hingga membeli souvenir yang berkaitan dengan rokok Sampoerna. Sebagai rokok asli Indonesia, khususnya Surabaya, museum ini sungguh menarik.

  • Alamat : Taman Sampoerna No. 6, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Kota Surabaya
  • Operasional : 09.00 – 18.00 WIB
  • Tiket Masuk : Gratis

5. Jembatan Merah

Jembatan Merah

Jembatan Merah bukan sekadar jembatan. Tempat ini merupakan salah satu saksi sejarah penjajahan di Surabaya. Jembatan Merah dibangun pada tahun 1743 atas kesepakatan Pakubuwono II dengan VOC. Perjanjian itu menyebatkan daerah pantai utara diserahkan ke VOC, termasuk Surabaya.

Pada zaman itu, Jembatan Merah dipenuhi pedagang dari Eropa. Kawasan kini menjanjikan banyak keuntungan bagi pengusaha. Lalu pada tahun 1890 Jembatan Merah diubah, semula terbuat dari kayu kemudian diganti dengan besi. Hingga kini, Jembatan Merah masih dijadikan sebagai tempat bersejarah di Surabaya.

  • Alamat : Jl. Kembang Jepun, Nyamplungan, Pabean Cantian, Kota Surabaya
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

6. Museum Dr. Soetomo

Museum Dr. Soetomo

* sumber: www.genpi.co

Dr. Soetomo merupakan pahlawan yang berasal dari Surabaya. Sebagai pendiri organisasi pergerakan kemerdekaan pertama di Indonesia, Bung Tomo sangat berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bung Tomo merupakan lulusan pendidikan Kedokteran di School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA).

Jejak perjuangan Bung Tomo patut diketahui generasi muda masa kini. Hingga akhirnya, di Surabaya dibangunlah Museum Dr. Soetomo yang diresmikan pada tahun 2017 lalu. Di sini, kamu dapat mempelajari perjuangan Bung Tomo, melihat koleksi semasa menjadi dokter di Rumah Sakit Central Burgelijke Ziekeninrichting, dan peninggalan barang pribadi Bung Tomo.

  • Alamat : Jl. Bubutan No. 85 – 87, Bubutan, Bubutan, Kota Surabaya
  • Operasional : 08.00 – 16.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp2.000/orang

7. Taman Prestasi Surabaya

Taman Prestasi Surabaya

* sumber: humas.surabaya.go.id

Taman Prestasi Surabaya merupakan taman rekreasi yang terletak di pusat kota Surabaya. Di taman ini, terdapat Monumen Pesawat Tempur jenis Bomber B-26 Intruder yang digunakan pada masa pemberontakan Republik Indonesia tahun 1950. Pesawat ini dipakai dalam aksi penumpasan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia di Riau.

Pesawat Tempur ini juga digunakan saat Operasi Seroja di Timor Timur. Hingga akhirnya, tempat ini dijadikan sebagai destinasi wisata edukasi di Kota Surabaya. Taman Prestasi selain dikenal dengan monumen bersejarah, juga terdapat wisata susur sungai karena letaknya tepat berada di tepi sungai. Kamu dapat merasakan sensasi menyusuri sungai di tengah kota.

  • Alamat : Jl. Ketabang Kali No. 6, Ketabang, Genteng, Kota Surabaya
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

8. Makam Sunan Ampel

Makam Sunan Ampel

Sunan Ampel merupakan salah satu Walisongo yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Sunan Ampel memiliki nama asli Raden Rahmat merupakan orang berdarah Uzbekistan dan Champa. Sunan Ampel masuk ke Pulau Jawa pada tahun 1443 dan mulai menyebarkan agama Islam.

Falsafah dakwah yang dipegang Sunan Ampel untuk memperbaiki kerusakan akhlak masyarakat pada zaman itu adalah “Mohlimo” yang di antaranya berarti tidak minum minuman keras, tidak main judi, tidak berbuat zina, tidak memakai narkoba, dan tidak mencuri. Hal itu selalu ditekankan Sunan Ampel dalam dakwahnya. Hingga akhir hayatnya, Sunan Ampel akhirnya dimakamkan di Makam Sunan Ampel, Surabaya.

  • Alamat : Jl. Ampel Masjid No. 43, Ampel, Semampir, Kota Surabaya
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

9. Arca Joko Dolog

Arca Joko Dolog

* sumber: surabaya.go.id

Arca Joko Dolog merupakan peninggalan Kerajaan Singosari dan denjadi perwujudan raja terakhir, yaitu Raja Kertanegara. Arca Joko Dolog berasal dari Candi Jawi yang sempat menghilang. Arca yang dibuat 3 tahun sebelum Raja Kertanegara meninggal ini memiliki panjang 166 cm, lebar 138 cm, dan tebal 105 cm.

Arca Joko Dolog terdapat di Taman Apsari, Surabaya. Pada bagian dudukan Arca Joko Dolog terdapat prasasti berupa sajak yang dibuat menggunakan huruf Jawa kuno serta bahasa Sansekerta. Di komplek tempat disimpannya Arca Joko Dolog terdapat arca yang lebih kecil dan digunakan sebagai tempat air suci.

  • Alamat : Taman Apsari, Embong Kaliasin, Genteng, Kota Surabaya
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

10. Kota Tua Surabaya

Kota Tua Surabaya

Tak hanya Jakarta yang memiliki kawasan kota tua. Di Surabaya, kamu dapat mengunjungi sisi lain Kota Surabaya yang merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Bangunan-bangunan tua terlihat menarik dan membayangkan Kota Surabaya pada zaman dulu. Ada pula bangunan yang dibuat berwarna-warni dengan kesan vintage yang kental.

Kawasan Kota Tua Surabaya hingga kini tetap aktif menjadi toko-toko hingga café. Namun pada hari minggu, toko-toko tersebut tutup. Jadi kamu bisa leluasa menikmati kawasan Kota Tua Surabaya. Mengunjungi Kota Tua Surabaya sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari, ketika udara di Surabaya belum terlalu panas.

  • Alamat : Jl. Gula, Bongkaran, Pabean Cantian, Kota Surabaya
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

Nah, sudah tahu kan, apa saja tempat bersejarah di Surabaya? Mulai mengenal sejarah kemerdekaan di Surabaya, ziarah, hingga mengenal sisi lain kota metropolitan Surabaya, bisa kamu lakukan di sini. Bagimana? Sudah ada rencana wisata sejarah di Surabaya? Yuk, liburan sambil mengenal sejarah!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram