10 Transportasi di Thailand yang Siap Mengantar Wisatawan

Ditulis oleh Imma - Diperbaharui 1 Mei 2020

Thailand! Negara yang terkenal akan kuliner lezat dan tempat wisatanya yang beragam ini, memang menjadi list tempat yang wajib dikunjungi. Selain biaya tiket pesawat dan hotel yang cukup murah, transportasi umum di Thailand juga sangat mendukung bagi para wisatawan yang hendak berangkat secara mandiri tanpa harus dipandu oleh tour guide.

Tidak kalah macet dengan Jakarta, lalu lintas di Thailand khususnya Bangkok, juga termasuk ramai dan padat. Beruntung, negeri gajah putih ini memiliki ragam transportasi umum yang lumayan banyak sehingga kamu memiliki cukup opsi untuk memangkas kemacetan dan menyesuaikan jenis transportasi sesuai dengan kebutuhan dan budget yang kamu miliki.

Lalu transportasi apa saja yang bisa kamu gunakan untuk berkeliling beberapa kota besar di Thailand? Berikut ini Keluyuran telah merangkum 10 transportasi umum untuk menjelajah kawasan wisata di Thailand.

1. Airport Rail Link (ARL) Suvarnabhumi

ARL Bangkok

* sumber: en.wikipedia.org

Sesuai dengan namanya, Airport Rail Link atau ARL adalah sejenis kereta commuter line yang menghubungkan Bandara Suvarnabhumi menuju pusat kota, dan juga sebaliknya. Jika kamu mendarat di Bandara Don Mueang, sayang sekali kamu belum bisa merasakan armada ini untuk menuju pusat kota. ARL City line ini akan berhenti di 8 stasiun berbeda dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit terhitung dari bandara sampai ke stasiun terakhir yaitu Phaya Thai.

Kereta bandara ini beroperasi mulai jam 05.30-24.00 setiap harinya dengan interval per 10-12 menit sekali. Tarif sekali jalan ARL berkisar antara 15-45 baht tergantung dari jarak stasiun pemberhentian yang kamu pilih. Dulunya, ARL ini dibagi menjadi dua line yaitu express line (non-stop), dan city line (stop di setiap stasiun). Namun sayangnya, sejak beberapa tahun lalu express line ini sudah tidak lagi beroperasi.

2. BTS (Sky Train)

Sky Train Bangkok

* sumber: www.klook.com

Bangkok Mass Transit System atau lebih dikenal dengan nama BTS atau Skytrain, adalah sejenis kereta layaknya MRT namun dioperasikan di lintasan yang melayang (elevated). Skytrain di Thailand terdiri dari dua jalur utama yaitu Silom Line dan Sukhumvit Line. Kedua jalur BTS ini saling bertemu di stasiun interchange yaitu stasiun Siam, dimana kamu bisa berganti dari jalur yang satu ke jalur yang lainnya.

Hampir sama dengan cara membeli tiket MRT, kamu bisa membeli tiket Skytrain langsung di vending machine menggunakan uang koin ataupun di loket petugas secara manual. Namun, berbeda dengan vending machine MRT yang memiliki layar, mesin tiket Skytrain ini lebih sederhana tanpa layar.

Di mesin tiket terdapat tampilan harga tiket untuk setiap stasiun pemberhentian. Kamu hanya perlu memasukkan jumlah uang (hanya uang koin) sesuai tujuan dan mesin akan mengeluarkan kartu tiket untuk di tap di pintu masuk dan dikembalikan dengan cara di masukkan di gate keluar.

3. MRT

MRT Bangkok

* sumber: www.arup.com

Metropolitan Rapid Transit atau MRT di Bangkok, Thailand kurang lebih sama dengan di negara lain seperti Singapura dan Kuala Lumpur. Lantas bedanya apa dengan Skytrain? Jika Skytrain beroperasi di lintasan melayang, MRT ini beroperasi di lintasan bawah tanah. Selain itu, perusahaan yang mengelola BTS dan MRT juga berbeda sehingga keduanya tidak saling terintegrasi.

Meskipun terdapat beberapa stasiun BTS yang terhubung dengan stasiun MRT seperti contohnya BTS Mochit ke MRT Chatucak Park, namun keduanya belum terintegrasi secara sistem baik dari segi lokasi maupun tiketnya. Jadi ketika kamu ingin berganti dari Skytrain dan berpindah menggunakan MRT, kamu harus terlebih dulu keluar dari stasiun BTS, baru kemudian masuk kembali ke stasiun MRT dengan membeli tiket yang baru.

Seperti halnya BTS atau Skytrain, cara membeli tiket MRT juga dapat melalui vending machine ataupun langsung ke ticketing office. Jalur MRT di Bangkok pun hanya ada satu jalur saja, sehingga sangat mudah saat melihat map station dan tidak perlu takut tersasar.

4. Bus

Bus Bangkok

* sumber: www.thailand-trip.org

Seperti halnya di kota besar lainnya, Bangkok, Thailand juga masih mengandalkan bus sebagai salah satu transportasi umumnya. Tarif bus sendiri memang yang paling murah jika dibandingkan dengan BTS, MRT, bahkan tuk-tuk sekalipun. Bayangkan! Tarifnya berkisar mulai dari 10 baht atau sekitar 4 ribu rupiah. Hanya saja, bus-bus disini tidak semua ber-AC, dan banyak pula bus-bus lama atau tua yang masih beroperasi.

Meskipun murah, namun kamu harus bersiap dengan kemacetan lalu lintas yang harus kamu hadapi di waktu-waktu tertentu. Selain itu, bus di Bangkok juga mempunyai banyak rute sehingga kamu harus hafal betul nomor bus yang akan kamu naiki. Apalagi selalu terdapat halte bus dengan letak bersebrangan yang menunjukkan bahwa masing-masing halte tersebut menuju ke arah yang berlawanan. Jadi, jangan sampai salah naik, ya!

Untuk mempermudah perjalanan kamu menggunakan bus, carilah informasi nomor bus yang harus kamu naiki dengan memasukkan rute perjalanan melalui aplikasi Google Maps. Google Maps akan memberikan beberapa alternatif, termasuk letak halte, rute, dan nomor bus yang bisa melewati tempat yang kamu tuju.

5. Chao Phraya Boat

Chao Phraya Express Boat

* sumber: www.nationmultimedia.com

Bangkok menjadi salah satu kota besar yang berhasil memberdayakan transportasi air untuk masyarakat, dan juga wisatawan. Terdapat setidaknya 9 dermaga pemberhentian yang berada di sepanjang sungai terpanjang di Bangkok, Chao Phraya. Menghubungkan beberapa kawasan di kota Bangkok, rasakan pengalaman berbeda dengan menaiki kapal-kapal yang biasa menjadi moda transportasi sehari-hari masyarakat lokal disana.

Beberapa kapal yang cukup familiar di kalangan para turis adalah adalah Chao Phraya Express Boat dan Chao Phraya Tourist Boat. Mengapa? Karena rute kedua kapal ini menuju ke beberapa tempat wisata favorit di Bangkok, seperti Wat Arun, Wat Pho, dan juga Grand Palace.

Kapal-kapal ini beroperasi mulai dari pagi hingga sore hari. Dan seperti angkutan umum lainnya, kondektur akan meminta ongkos ketika kamu sudah berada di dalam kapal. Cukup terjangkau, tarif kapal-kapal ini hanya berkisar antara 10 sampai dengan 40 baht saja sekali jalan. Sedangkan untuk One Day Pass Tourist Boat dibanderol dengan harga 180 baht.

6. Taksi

taxi bangkok

* sumber: bangkok.taxi

Sebagaimana taksi di negara manapun, tentu rate taksi akan lebih mahal jika dibandingkan dengan transportasi umum lainnya seperti bis atau MRT. Tapi jangan khawatir, karena tarif taksi di sini masih cukup masuk akal dan tidak jauh berbeda dengan tarif taksi di tanah air. Apalagi jika kamu pergi lebih dari satu orang, menggunakan taksi akan jauh lebih hemat karena kamu bisa sharing cost.

Taksi di Bangkok khususnya, menerapkan sistem argo sehingga harga yang kamu bayar sesuai dengan jarak yang ditempuh. Namun, Thailand juga dikenal dengan kota wisata yang rawan scamming. Jadi jangan kaget jika ada pula taksi yang mematok harga di awal atau kita kenal dengan sistem borongan. Jika harga yang ditawarkan masih masuk akal, tentu masih bisa kamu pertimbangkan. Namun jika terlalu tinggi, sebaiknya kamu segera mencari taksi yang lain.

7. Kereta Api

hua-lamphong-train-car

* sumber: www.bangkok.com

Bagi kamu yang tidak hanya berkeliling di Bangkok dan ingin menuju kota-kota lain di Thailand seperti Ayuthaya, Huahin, Chiang Mai, atau bahkan ke kota negara lain seperti Penang atau Laos, kamu bisa menggunakan armada kereta api dari stasiun Hua Lamphong. Dan cara termudah untuk menuju ke stasiun ini adalah dengan menggunakan MRT jurusan Hua Lamphong.

Stasiun kuno dan terbesar di Bangkok ini memang cukup ramai karena melayani sekitar 130 trayek, baik rute dalam negeri, maupun lintas negara. Kebanyakan backpacker dari berbagai negara juga penasaran untuk mencoba pengalaman menggunakan kereta sleeper dari stasiun ini. Bahkan konon, tiketnya selalu full booked sehingga harus dibooking dari jauh-jauh hari

8. Tuk Tuk

Tuk tuk bangkok

* sumber: hahany.com

Tuk-tuk merupakan transportasi khas Thailand yang mirip dengan bajai di Jakarta. Tuk-tuk bisa dengan mudah kamu temukan di jalan-jalan besar atau di dekat tempat wisata dan tempat belanja wisatawan. Sebenarnya mencoba transportasi ini tidak disarankan untuk para turis, mengingat banyak sekali scamming atau penipuan yang sering terjadi dengan berbagai modus.

Beberapa modus scamming tuk-tuk adalah supir tuk-tuk akan membawa turis  ke tempat wisata atau tempat belanja yang tidak seharusnya dengan mengatakan bahwa tempat wisata yang kita tuju sebelumnya sedang tutup karena acara tertentu. Biasanya para supir tuk-tuk ini akan mendapatkan komisi dari tempat wisata atau toko suvenir dengan catatan mereka membawa beberapa wisatawan untuk mau berkunjung dan berbelanja.

Namun, jika kamu masih penasaran untuk mencoba bajai versi Thailand ini, maka sebaiknya kamu tidak sendirian dan tetap berjaga-jaga ya!

9. Songthaew

Songthaew_

Hampir mirip dengan tuk-tuk namun dengan versi yang lebih besar, Songthaew merupakan angkutan umum yang bisa kamu temukan di daerah Pattaya. Dengan model kursi saling berhadapan dan bak terbuka, tarif angkutan ini juga sangat murah yaitu mulai dari 10 baht tergantung jarak yang ditempuh. Apalagi jika kamu berangkat ke Pattaya menggunakan bus secara mandiri, maka transportasi ini adalah salah satu yang bisa kamu andalkan.

10. Grab

Grab Bangkok

Ya! Bukan hanya di Indonesia, baik Grab Bike maupun Grab Car ternyata sudah lama eksis di Thailand. Ketika kamu tiba di Bangkok misalnya, secara otomatis aplikasi Grab yang sebelumnya sudah terinstall di HP kamu akan berubah menggunakan bahasa tagalog. Tapi jangan khawatir, aplikasi ini masih bisa membaca dan menginput alamat tujuan kamu dalam bahasa inggris.

Seperti biasa, kamu hanya perlu memasukkan nama tempat tujuan dan rate akan muncul dengan mata uang baht. Sebaiknya siapkan uang pas agar tidak perlu meminta kembalian, karena seperti diketahui bahasa inggris pun kurang familiar disana.

Itulah 10 jenis transportasi umum yang bisa menjadi referensi kamu ketika menjelajah tempat-tempat wisata di Thailand. Bijaklah dalam menentukan transportasi yang akan kamu gunakan, baik dari sisi budget maupun dari urgenitasnya. Jika bisa lebih hemat, tentu kamu bisa memborong oleh-oleh khas thailand untuk dibawa ke tanah air, bukan? Selamat berlibur dan semoga liburan kamu menyenangkan.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram