10 Alat Musik Tradisional Jawa Timur dan Kegunaannya

Ditulis oleh Erfah Nanda SW - Diperbaharui 23 Agustus 2021

Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang terletak di bagian timur Pulau Jawa. Wilayahnya merupakan yang terluas dari 6 provinsi yang ada di Pulau Jawa. Jawa Timur tidak hanya terkenal dengan wisata alamnya yang indah dan memesona, tetapi juga seni dan budayanya.

Wilayah Jawa Timur memang masih kental dengan seni dan kebudayaan adat istiadat Jawa. Salah satunya yang paling diminati adalah musik gamelan. Musik satu ini tidak hanya populer dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Musik gamelan merupakan perpaduan beberapa alat musik tradisional khas Jawa Timur yang mampu menghasilkan suara merdu dan berirama.

Untuk menambah pengetahuan, yuk kita pelajari apa saja alat musik tradisional yang ada Jawa Timur dan kegunaannya. Simak infonya di bawah ini dan baca sampai selesai ya!

1. Tong-Tong

Tong-TongSumber: cerdika.com

Tong-tong adalah alat musik tradisional Jawa Timur yang terinspirasi dari Keuntungan pos ronda. Berawal dari kentungan, para seniman mengubahnya menjadi alat musik yang unik. Alat musik tong-tong dibuat dengan ukuran bervariasi, yaitu kecil, sedang, dan besar. Nada atau suara yang keluar juga bermacam-macam, tergantung ukurannya.

Cara memainkannya cukup mudah, yaitu dengan memukul badan tong-tong. Untuk menghasilkan suara yang sempurna pukulnya harus di bagian tengah. Dipukul menggunakan tongkat kayu yang telah dilapisi kain di bagian atasnya sesuai irama musik.

2. Rending

RendingSumber: goodnewsfromindonesia.id

Rending merupakan alat musik tradisional Jawa Timur yang jarang terekspos. Padahal, cara membuat alat musik ini terbilang mudah dengan alat yang cukup sederhana. Rending memiliki ukuran kecil, yaitu sekitar 12,5 cm. Terbuat dari bambu dan tali yang berukuran kecil, alat musik ini biasa digunakan oleh petani di waktu senggang sebagai hiburan sambil menunggu padi menguning.

Pada bagian tengah bambu di belah tujuannya untuk menghasilkan getaran suara. Cara memainkannya cukup dengan meletakan rending dimulut terbuka. Setelah itu, tarik tali yang berada di ujung pangkal bambu. Suara yang keluar cukup unik karena berasal dari rongga mulut.

3. Suling Bambu

Suling bambu adalah alat musik tradisional Jawa Timur yang paling populer di masyarakat. Tentunya alat musik ini terbuat dari bambu pilihan sehingga mampu menghasilkan suara merdu. Alat musik suling bambu sering digunakan pada acara musik dangdut karena suaranya yang khas dan merdu.

Bahkan suling bambu bisa menghasilkan suara tinggi dengan teknik tertentu. Untuk memainkan alat musik ini sangat mudah, yaitu ditiup. Namun, yang membuatnya sulit adalah teknik meniup dan memainkan 6 lubang nada. Jika tidak menggunakan teknik yang tepat, suling bambu tidak akan menghasilkan suara merdu yang khas.

4. Othek

OthekSumber: siskanurifah.wordpress.com

Othek merupakan alat musik tradisional Jawa Timur yang cukup unik. Hal ini karena alat musik othek terbuat dari lesung padi. Alat musik ini tercipta dari kebiasaan sehari-hari masyarakat Desa Kemiren, Banyuwangi saat menumbuk padi. Bunyi yang dihasilkan saat menumbuk padi ternyata mampu mengeluarkan alunan suara merdu.

Zaman sekarang othek memang sudah jarang terdengar karena munculnya alat musik modern. Namun, pada masanya othek sangat populer dan menjadi pergelaran musik yang dinantikan oleh masyarakat. Cara memainkan alat musik othek cukup mudah, yaitu dengan cara mengetuk tongkat kayu di lesung padi secara beriringan.

5. Angklung Caruk

Angklung CarukSumber: youtube.com

Angklung caruk adalah alat musik yang berasal dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Alat musik ini terbuat dari bambu seperti angklung pada umumnya. Angklung caruk memiliki cara bermain yang berbeda dengan angklung pada umumnya. Jika angklung yang lain digunakan secara berkelompok, angklung caruk justru sering digunakan untuk berduel dan diketuk.

Cara mainnya, dua grup berhadapan kemudian mereka bersautan menggunakan menggunakan angklung caruk. Kedua grup tersebut nantinya akan menghasilkan suara angklung yang merdu. Angklung caruk hanya mempunyai satu nada saja. Namun, seiring berjalannya waktu alat musik ini juga bisa dimainkan secara kelompok maupun individu.

6. Terompet Reog

Terompet Reog

Jika kamu sering melihat pertunjukan Reog Ponorogo, pasti sudah tidak asing dengan terompet reog. Alat musik ini memang digunakan untuk acara pertunjukan Reog Ponorogo. Cara memainkannya cukup mudah, yakni dengan cara ditiup. Namun, untuk menghasilkan suara yang merdu perlu teknik khusus dan perlu dipelajari secara mendalam.

Terompet reog terbuat dari bambu, kayu, dan tempurung kelapa. Sekilas alat musik ini mirip seperti terompet pada umumnya karena memiliki bentuk kerucut, tetapi sayangnya, tidak semua orang bisa memainkan alat musik ini. Hal itu karena terompet reog memiliki fungsi mistis untuk memanggil arwah reog.

7. Kenong Telok

Kenong TelokSumber: tambahpinter.com

Kenong telok merupakan alat musik tradisional Jawa Timur yang digunakan dalam pergelaran musik gamelan. Kenong termasuk dalam golongan alat musik pencong, bersama dengan gong, bonang, dan kethuk. Namun, di antara instrumen gamelan lainnya kenong termasuk yang memiliki ukuran yang cukup besar.

Terbuat dari kuningan sehingga saat dipukul menghasilkan getaran. Agar getarannya tidak mengganggu hasil suara maka kenong disusun pada pangkon, yaitu kayu yang dialasi oleh tali. Kenong mengisi suara pada gamelan disela-sela suara alat musik kempul. Cara memainkan kenong cukup mudah, yaitu dengan cara dipukul pada bagian tengahnya.

8. Kluncing

Kluncing

Kluncing adalah alat musik tradisional dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Biasanya alat musik ini digunakan untuk mengiringi tarian tradisional asal Banyuwangi, yaitu tarian gandrung. Sekilas kluncing mirip dengan alat musik triangle karena berbentuk segitiga dan terbuat dari besi logam. Hal itu karena adanya pengaruh budaya eropa pada zaman penjajahan dulu.

Cara menggunakan alat musik kluncing, yaitu dengan cara dipukul memakai tongkat kecil yang terbuat dari logam juga. Dengan begitu kluncing dapat menghasilkan suara nyaring dan unik. Tidak sedikit yang mengombinasikan kluncing dengan alat musik lainnya, baik alat musik tradisional maupun modern.

9. Bonang

Bonang

Bonang merupakan alat musik tradisional Jawa Timur yang sering digunakan pada instrumen gamelan. Terbuat dari bahan kuningan sehingga mampu menghasilkan suara nyaring saat dipukul. Alat musik bonang mirip dengan gong, tetapi dengan ukuran lebih kecil yang memiliki tangga nada berbeda-beda. Biasanya alat musik bonang disusun secara horizontal berisi sekitar 12 gong kecil.

Alat musik bonang memiliki dua cara penyusunan, yakni slendro dan pelog. Tujuannya agar bisa menghasilkan jenis suara yang berbeda. Untuk memainkannya cukup mudah dengan cara dipukul. Namun, yang sulit adalah memahami setiap nada berbeda pada alat musik bonang.

10. Kendang Banyuwangi

Kendang Banyuwangi

Kendang satu ini berasal dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Bentuknya memang mirip dengan kendang pada umumnya dengan berbagai ukuran, kecil, sedang, dan besar. Namun, yang membedakan adalah suara yang dihasilkannya. Kendang Banyuwangi terbuat dari kayu, rotan, dan kulit hewan.

Alat musik ini biasanya digunakan pada acara besar atau sebagai pengiring tarian tradisional khas Banyuwangi. Untuk bisa memainkan alat musik ini memang membutuh keahlian khusus. Hal itu karena sekali main harus menggunakan 3 kendang sekaligus.

Jawa Timur memang memiliki beragam budaya yang menakjubkan, salah satunya musik. Dengan ciri khas dan keindahan suaranya, sampai saat ini musik tradisional tersebut masih terjaga dengan baik. Bahkan tidak sedikit yang telah go international. Sudah seharusnya kita pun turut menjaga dan melestarikan budaya yang ada di nusantara, salah satunya di Jawa Timur.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram